NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34 - Rusa Spiritual Bertanduk Tiga

Keheningan di tengah Hutan Kabut Abadi bertahan cukup lama setelah semua orang mencicipi sup buatan Bai Fengxuan. Bahkan suara kabut yang bergerak pelan di antara pepohonan terasa lebih jelas dibanding biasanya karena tak ada seorang pun langsung berbicara.

Liang Shen menatap mangkuknya beberapa saat sebelum akhirnya mendongak perlahan.

“…Adik Bai.”

“Hmm?”

“Apa kau benar-benar hanya murid luar Puncak Awan Pengembara?”

Bai Fengxuan berkedip bingung. “Tentu saja.”

Liang Shen memandang sup di mangkuknya lagi lalu bergumam lirih, “Kalau begini, aku merasa seluruh hidupku sia-sia.”

Gu Fei yang biasanya paling tenang bahkan ikut mengambil kuah untuk kedua kalinya tanpa bicara apa pun. Wei Lun masih meminum sup perlahan dengan ekspresi serius seolah sedang meneliti pil spiritual langka, sedangkan Qin Rou diam-diam kembali mengambil potongan daging tanpa mengeluarkan suara.

Yang paling berlebihan sangat tidak disangka adalah Zhao Yuan. Pemuda itu awalnya masih berusaha menjaga wibawa sebagai pemimpin kelompok. Namun setelah mangkuk pertamanya habis, tangannya mulai bergerak lagi menuju wajan hitam tanpa ragu.

Satu mangkuk lagi. Lalu setengah mangkuk berikutnya.

Han Gu yang melihat itu langsung tertawa keras. “Kakak Zhao, bukankah tadi kau bilang kultivator pedang harus menjaga ketenangan hati?”

Zhao Yuan batuk kecil lalu pura-pura serius. “Aku hanya memastikan rasa supnya tetap stabil.”

Liang Shen langsung mendecakkan lidah. “Omong kosong.”

Suasana kelompok menjadi jauh lebih santai setelah makan siang itu. Bahkan udara dingin Hutan Kabut Abadi terasa sedikit lebih nyaman karena perut mereka dipenuhi makanan hangat dan qi spiritual samar dari sup babi hutan liar.

Mereka beristirahat sekitar setengah jam sebelum akhirnya Zhao Yuan berdiri dan mulai membereskan perlengkapannya.

“Kita lanjut.”

Begitu mendengar itu, semua orang segera bersiap kembali. Bai Fengxuan membersihkan wajannya dengan hati-hati sebelum mengikatnya lagi di punggungnya. Wajan hitam besar itu kembali membuat tubuh kecilnya tampak seperti kura-kura berjalan, namun sekarang tidak ada yang lagi menertawakan penampilannya. Bagaimanapun, setelah mencicipi masakannya, seluruh kelompok mulai memperlakukan wajan itu seperti harta karun.

Perjalanan kembali dimulai. Kabut di dalam hutan menjadi semakin tebal ketika mereka bergerak lebih jauh ke utara. Pohon-pohon tua tumbuh sangat rapat dan sinar matahari hanya mampu masuk sedikit melalui sela dedaunan tinggi di atas kepala.

Udara di tempat itu dipenuhi qi spiritual liar dan aroma tanah basah. Kadang-kadang terdengar suara hewan dari balik kabut, namun tak ada yang benar-benar bisa melihat apa yang bergerak di sana.

Bai Fengxuan berjalan di belakang Han Gu sambil memperhatikan sekitar dengan hati-hati. Ini pertama kalinya ia benar-benar memasuki hutan spiritual seperti ini. Dunia luar sekte ternyata jauh lebih liar dibanding yang selama ini ia bayangkan.

Waktu terus berlalu perlahan dan tepat ketika matahari mulai condong ke arah sore Zhao Yuan tiba-tiba mengangkat tangannya.

Semua orang langsung berhenti. Kabut bergerak pelan di antara pepohonan dan suasana mendadak menjadi sunyi. Bahkan suara langkah kaki mereka pun menghilang.

“Ada jejak,” gumam Gu Fei pelan sambil berjongkok di dekat tanah.

Di atas tanah basah terlihat bekas pijakan kuku hewan yang cukup besar. Dan di beberapa daun semak, terdapat bekas gesekan samar seperti sesuatu baru saja lewat belum lama ini.

Tatapan Zhao Yuan langsung berubah tajam. “Rusa spiritual bertanduk tiga.”

Jantung Bai Fengxuan sedikit berdegup lebih cepat. Akhirnya mereka menemukannya.

Kelompok itu mulai bergerak jauh lebih hati-hati sekarang. Zhao Yuan berjalan paling depan sambil memegang gagang pedangnya, sementara Qin Rou dan Liang Shen menyebar sedikit ke sisi kiri dan kanan untuk berjaga.

Kabut semakin tebal dan beberapa menit kemudian mereka melihat sosok itu. Seekor rusa besar berdiri di antara pepohonan kabut beberapa puluh langkah di depan mereka. Tubuhnya jauh lebih besar dibanding rusa biasa dengan bulu cokelat gelap yang dipenuhi garis-garis samar qi spiritual. Yang paling mencolok tentu saja tiga tanduk di kepalanya.

Ketiga tanduk itu tampak seperti kristal alami yang memancarkan cahaya samar warna hijau kebiruan.

Rusa spiritual bertanduk tiga.

Untuk sesaat seluruh kelompok langsung menahan napas. Namun tepat ketika Zhao Yuan hendak memberi isyarat kepala rusa itu tiba-tiba bergerak.

Matanya yang tajam langsung menatap ke arah mereka.

Dan detik berikutnya—

SRAAAK!

Rusa itu langsung berbalik lalu melesat pergi dengan kecepatan mengerikan.

“Kejar!” teriak Zhao Yuan.

Kelompok itu langsung bergerak. Kabut di dalam hutan pecah ketika mereka mulai mengejar rusa spiritual tersebut. Namun kecepatan hewan itu benar-benar menakutkan. Tubuhnya melompat di antara pepohonan seperti bayangan dan hampir tidak mengeluarkan suara sama sekali.

“Cepat sekali!” seru Han Gu sambil berlari.

Zhao Yuan menggertakkan gigi. “Kita tidak bisa mengejarnya langsung!” Ia segera memberi instruksi singkat. Gu Fei dan Liang Shen bergerak memutar ke sisi kanan hutan, sedangkan Qin Rou mengambil jalur kiri untuk mempersempit area gerak rusa itu.

Mereka mulai memasang perangkap sederhana menggunakan tali dan paku spiritual kecil di beberapa jalur sempit hutan. Sementara itu Zhao Yuan terus menggiring rusa tersebut menuju area berbatu yang lebih sempit.

Bai Fengxuan sendiri hanya mengikuti dari belakang sambil membawa wajan hitamnya dengan susah payah.

“Kenapa aku membawa benda ini…” gumamnya sambil terengah.

Namun beberapa saat kemudian strategi mereka mulai berhasil. Rusa spiritual itu perlahan kehilangan jalur pelarian dan akhirnya terpojok di sebuah area terbuka kecil yang dipenuhi batu besar serta akar pohon tua.

Kabut bergerak perlahan di sekitar mereka. Dan untuk pertama kalinya kelompok itu bisa melihat rusa tersebut dengan jelas.

Matanya dipenuhi cahaya liar. Qi spiritual kuat berputar di sekitar tubuhnya sementara tiga tanduk di kepalanya memancarkan cahaya samar.

“Serang!” teriak Zhao Yuan.

Pertarungan langsung pecah. Pedang Zhao Yuan melesat paling cepat, meninggalkan garis cahaya dingin di udara sebelum menghantam sisi tubuh rusa itu.

SRAKK!

Darah spiritual merah gelap langsung menyembur keluar. Namun rusa tersebut tidak tumbang. Sebaliknya, hewan itu mengeluarkan suara raungan rendah lalu menghantam tanah dengan kakinya.

BOOM!

Tanah langsung retak dan qi spiritual meledak keluar seperti gelombang angin.

Liang Shen terpental beberapa langkah ke belakang sambil memaki pelan. “Sial! Ini bukan level lima biasa!”

Zhao Yuan sendiri mulai menyadari hal yang sama. Kekuatan rusa itu setara dengan Qi Gathering level 6, mungkin bahkan mendekati puncaknya.

Dan itu jelas bukan lawan yang mudah baginya. Karena itulah pertarungan berubah menjadi sangat kacau.

Gu Fei dan Qin Rou terus menyerang dari sisi berbeda untuk mengalihkan perhatian rusa tersebut sementara Zhao Yuan mencari kesempatan memberikan luka fatal.

Pedang terus beradu dengan tanduk dan kuku rusa spiritual itu. Qi spiritual memenuhi area kecil di tengah hutan kabut, membuat pepohonan di sekitar berguncang hebat.

Bai Fengxuan hanya bisa berdiri agak jauh sambil menelan ludah. Ini pertama kalinya ia melihat pertarungan kultivator sungguhan. Dan itu jauh lebih mengerikan dibanding yang ia bayangkan.

Beberapa saat kemudian rusa tersebut mulai dipenuhi luka sayatan. Darah spiritual mengalir di tubuhnya dan napasnya menjadi semakin kasar.

“Sedikit lagi!” teriak Zhao Yuan.

Namun tepat ketika semua orang mengira mereka hampir menang sesuatu mulai berubah. Ketiga tanduk di kepala rusa spiritual itu tiba-tiba bersinar terang.

Cahaya merah, biru, dan hijau berputar liar di sekeliling tanduknya seperti pusaran qi spiritual yang kacau.

Mata Zhao Yuan langsung membesar.

“Mundur!”

Namun sudah terlambat.

BOOOOOOM!!!

Lonjakan energi spiritual meledak keluar dari tubuh rusa itu. Angin dahsyat langsung menyapu seluruh area hutan seperti badai besar. Pepohonan berguncang keras, batu-batu terangkat ke udara, dan seluruh anggota kelompok langsung terpental ke berbagai arah.

Bai Fengxuan bahkan belum sempat bereaksi ketika tubuhnya tersapu gelombang qi spiritual itu.

“UAKH!”

Tubuh kecilnya terlempar jauh melewati semak dan pepohonan. Wajan hitam di punggungnya menghantam batang pohon dengan suara keras sebelum akhirnya ia jatuh berguling di tanah.

Kepalanya sedikit pusing. Namun situasi belum selesai. Karena ketika Bai Fengxuan baru saja berdiri sempoyongan, ia langsung melihat rusa spiritual itu menoleh ke arahnya.

Entah karena dirinya paling lemah atau karena qi elemen kayu di tubuhnya menarik perhatian rusa tersebut. Namun saat itu mata rusa itu terlihat benar-benar liar seperti hewan kesurupan.

Dan detik berikutnya rusa itu berlari ke arahnya.

“AAAAH!” Bai Fengxuan langsung berbalik dan lari secepat mungkin.

Kabut hutan pecah ketika tubuh kecilnya melesat di antara pepohonan. Namun masalah besarnya adalah wajan hitam di punggungnya. Benda itu memang ringan baginya sekarang, tetapi tetap membatasi gerakannya.

Langkah rusa spiritual itu semakin dekat.

BUM! BUM! BUM!

Tanah bergetar setiap kali kuku rusa menghantam tanah.

“Kenapa mengejarku?!” teriak Bai Fengxuan panik. Ia mencoba mempercepat langkah, namun rusa itu jauh lebih cepat.

Dan beberapa detik kemudian—

BRAKKK!

Rusa spiritual itu akhirnya berhasil menyusul lalu menyeruduk punggung Bai Fengxuan dengan kekuatan dahsyat.

Tubuh Bai Fengxuan langsung terpental sangat jauh. Rasa sakit luar biasa menjalar di seluruh punggungnya dan napasnya hampir berhenti. Untung saja wajan hitam di punggungnya menahan sebagian besar benturan itu. Kalau tidak, tubuh kecilnya yang malang mungkin sudah hancur sekarang.

Momentum serudukan itu terlalu besar dan membuat Bai Fengxuan jatuh ke lereng curam di sisi hutan lalu mulai berguling liar ke bawah tanpa bisa menghentikan tubuhnya sendiri.

“UAAAKH!”

Tanah, batu, dan akar pohon menghantam tubuhnya berkali-kali selama ia berguling turun. Baru beberapa saat kemudian tubuhnya akhirnya berhenti setelah menghantam batang pohon besar di dasar lereng.

Bai Fengxuan terbatuk keras sambil berusaha berdiri.

Tubuhnya sakit di mana-mana. Namun ketika ia mendengar suara langkah rusa dari atas lereng, wajahnya langsung pucat lagi. Ia segera bangkit lalu kembali berlari tanpa berani menoleh ke belakang.

Entah berapa lama ia terus berlari melewati kabut dan pepohonan. Yang ia tahu hanya satu, ia tidak ingin mati dimakan rusa hari ini.

Dan akhirnya… suara langkah itu menghilang.

Bai Fengxuan berhenti di dekat batu besar sambil terengah-engah keras. Dadanya naik turun dan keringat dingin membasahi punggungnya.

“Akhirnya…” gumamnya lemah.

Untuk sesaat ia merasa lega karena berhasil lolos dari rusa spiritual gila itu. Namun ketika ia mulai melihat sekeliling senyum kecil di wajahnya perlahan menghilang.

Kabut tebal memenuhi seluruh area. Pepohonan di sekeliling tampak asing. Dan yang paling buruk, tidak ada suara siapa pun.

Bai Fengxuan perlahan menelan ludah.

“…Aku tersesat.”

1
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!