NovelToon NovelToon
Target Transmigrasi: Berhenti Jadi Istri Durhaka Sang CEO Bucin!

Target Transmigrasi: Berhenti Jadi Istri Durhaka Sang CEO Bucin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Anak Genius / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Jangan pakai namaku untuk karakter mati tragis, Elodie!"
​Peringatan Blair diabaikan. Ia justru terbangun sebagai Charlotte Lauren Blair, istri durhaka dan ibu kejam dalam novel sahabatnya. Di naskah asli, ia akan mati mengenaskan dikhianati selingkuhannya, Andreas.
​Misi Blair hanya satu: Batalkan Kematian!
​Namun, rencananya terhambat oleh suaminya, Ralph Liam Alexander. CEO dingin yang ditakuti dunia itu selalu menatapnya tajam. Tapi tunggu... kenapa Blair bisa mendengar suara hati suaminya yang sangat berisik?
​Liam (Dingin): "Jangan harap kau bisa bercerai dariku!"
Suara Hati Liam (Bucin): [Tolong jangan pergi... Aku mencintaimu sampai mau gila. Satu langkah kau menjauh, aku akan mengurungmu di kamar selamanya!]
​Ternyata, sang "Monster" adalah simp kelas berat yang takut kehilangan dirinya! Bisakah Blair mengubah alur tragis ini, meluluhkan hati putranya yang membencinya, dan bertahan dari obsesi gila sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Hantu di Sudut Gudang

"Jangan menyentuh debu itu dengan tangan kosong, Blair. Biarkan aku yang membukanya. Aku tidak ingin sisa-sisa racun Elodie melukai kulitmu."

Suara Liam berbisik rendah, bergema di ruang gudang bawah tanah mansion yang pengap. Cahaya dari senter ponselnya membelah kegelapan, menyoroti partikel debu yang menari-nari di udara seperti hantu kecil. Di sini, di balik deretan lemari kayu tua yang menyimpan barang-barang Blair dari sepuluh tahun lalu, udara terasa lebih berat—seolah-olah kesedihan masa lalu membeku di setiap sudutnya.

Liam melangkah maju, tubuhnya yang tegap menjadi tameng bagiku. Ia mengenakan sarung tangan latex hitam, wajahnya kaku penuh konsentrasi.

[Kenapa aku baru sekarang terpikir untuk memeriksa tempat ini? Selama sepuluh tahun, aku membiarkan Blair menderita sendirian dalam kegelapan sementara aku sibuk dengan egoku. Elodie... jika benar kau meracuni istriku dengan obat-obatan ilegal itu, aku akan memastikan namamu dihapus dari sejarah dunia ini, bukan hanya dari naskahmu!]

"Di sebelah sana, Liam. Kotak kayu dengan ukiran bunga lili yang sudah pudar," aku menunjuk ke arah sudut paling gelap. Ingatan 'Blair asli' tiba-tiba berdenyut di pelipisku, memberikan kilasan rasa mual yang samar. "Itu tempat dia menyuruhku menyimpan 'vitamin' pemberiannya."

Liam menarik kotak itu. Suara gesekan kayu di atas lantai beton terdengar memilukan. Dengan hati-hati, ia membuka tutupnya. Di dalamnya, tumpukan buku sketsa lama menindih beberapa botol kaca kecil tanpa label medis resmi.

"Axelle, kau sudah siap dengan pemindai spektrummu?" tanya Liam tanpa menoleh.

Axelle berdiri di dekat pintu gudang, memegang perangkat pemindai portabel yang ia rakit sendiri. "Siap, Pa. Masukkan sampel cairannya ke dalam tabung reaksi ini."

Aku memperhatikan Liam yang mengambil satu botol kecil berisi cairan bening yang sedikit mengental. Hatiku bergetar. Sebagai mantan pegawai bank, aku terbiasa melihat angka dan aset, tapi melihat bukti fisik dari upaya pembunuhan karakter secara perlahan ini membuat darahku mendidih.

"Analisis dimulai," gumam Axelle. Layar perangkatnya berpendar hijau, lalu berubah menjadi merah pekat. "Ma... ini bukan vitamin. Ini adalah turunan dari Scopolamine konsentrasi tinggi, dicampur dengan halusinogen sintetis yang belum pernah terdaftar di BPOM."

"Apa efeknya?" tanyaku, suaranya tercekat.

"Dalam jangka pendek, ini membuat orang menjadi sangat sugestif—mudah diperintah," jawab Axelle dengan nada bicara yang sangat dingin untuk anak seusianya. "Dalam jangka panjang, ini merusak lobus frontal. Membuat penderitanya merasa linglung, mengalami amnesia sesaat, dan sering mendengar bisikan... persis seperti yang dikatakan Sanjaya di meja makan tadi."

Liam menghantamkan tinjunya ke dinding lemari. Brak!

"Bajingan!" umpat Liam. Suaranya pecah oleh kemarahan dan penyesalan yang mendalam. Ia berbalik dan merangkulku dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di bahuku.

[Dia meracuninya... Dia benar-benar meracuni Blair selama bertahun-tahun agar Blair terlihat gila di depanku! Dan aku... aku justru mempercayai akting Elodie. Aku membiarkan istriku hidup dalam halusinasi buatan itu! Blair, maafkan aku... Aku adalah suami yang paling gagal di dunia ini.]

Aku mengusap punggung Liam, merasakan getaran hebat di tubuhnya. "Itu bukan salahmu, Liam. Elodie adalah 'Penulisnya'. Dia tahu cara memanipulasi persepsi semua orang."

"Tapi sekarang tidak lagi," Liam melepaskan pelukannya, matanya berkilat penuh tekad yang mematikan. "Axelle, simpan bukti ini di server tersembunyi. Kita akan menggunakan ini sebagai serangan balik terhadap Maximilian."

"Tunggu, Liam," aku menahan lengannya. "Maximilian adalah seorang auditor. Dia tidak akan peduli pada sentimen emosional. Kita harus membuktikan bahwa Raven Trust juga terlibat dalam pendanaan obat-obatan ini melalui rekening rahasia yang kusebutkan tadi."

"Maksud Mama... gertakan Mama tadi malam?" Axelle menaikkan alisnya.

"Aku punya firasat itu bukan sekadar gertakan, Axelle," aku mengambil salah satu buku sketsa lama dari kotak itu. Di halaman belakang, terselip sebuah kwitansi pengiriman dari sebuah laboratorium di Zurich—laboratorium yang sama yang sering disebut dalam laporan tahunan Raven Trust. "Elodie tidak bekerja sendiri. Dia menggunakan dana warisan kakekmu untuk membeli racun ini."

Liam tertegun. "Kakek? Kenapa Kakek ingin menyakiti menantunya sendiri?"

"Mungkin bukan Kakek," sahutku sambil menatap Maximilian yang tiba-tiba muncul di ambang pintu gudang, berdiri dalam kegelapan dengan senyuman tipisnya yang dingin.

"Mungkin karena garis keturunan Alexander harus tetap 'murni' dari pengaruh luar yang terlalu cerdas, Nyonya Blair," ucap Maximilian pelan. "Dan sepertinya, Anda baru saja menemukan alasan kenapa 'Blair yang asli' harus dihilangkan."

Suasana gudang seketika membeku. Maximilian memegang sebuah alat perekam kecil di tangannya.

"Audit ini baru saja berubah menjadi investigasi kriminal," lanjut Maximilian. "Dan pertanyaannya adalah... apakah Anda ingin bekerja sama dengan kami, atau ikut tenggelam bersama rahasia ini?"

Liam melangkah maju, berdiri di depanku dengan tatapan menantang. "Jangan berani-berani kau menawarkan kesepakatan busuk itu padanya, Maximilian."

[Dia tahu... Dia tahu soal laboratorium itu! Ini bukan lagi soal warisan, ini soal konspirasi besar! Aku harus membawa Blair dan Axelle keluar dari sini sekarang juga. Tempat ini sudah tidak aman.]

"Pilihan ada di tangan Anda, Nyonya," Maximilian mengabaikan Liam. "Keamanan Alexander Group, atau kebenaran yang akan menghancurkan nama baik almarhum William Alexander?"

Aku menatap Maximilian, lalu menatap suami dan anakku. Aku tersenyum tipis. "Aku lebih suka menghancurkan sistem yang busuk daripada hidup dalam kebohongan yang mewah, Tuan Maximilian. Mari kita lihat, siapa yang akan bertahan saat rahasia Zurich ini terbuka di depan publik."

1
umie chaby_ba
jadi mau Lo apa heh maxim??? kudu nya si Blair Sama Liam gituan didepan mata Lo?
Ariska Kamisa: oopsss.. 🤭🤭🤭🤭
sabar kak.. maxim lagi menguji kesabaran Blair dan Liam 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kan ga jadi cerai iiihh... Maxim ngeselin!
Ariska Kamisa: iyah Maxim ini resek yaa 🤭🤭🤭
total 1 replies
Ariska Kamisa
ceritanya ini tentang transmigrasi gitu yaa...
semoga bisa menghibur semuanya...
umie chaby_ba
waduh... ada LG aja nih musuhnya /Shy/
umie chaby_ba
kasian banget nasib penulis 🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
good job Axelle👍👍👍👍👍
umie chaby_ba
Elodie pengen banget si Blair mati kayanya 🫣
umie chaby_ba
Axelle lucu nih pembela mama nya banget
umie chaby_ba
ngeselin Liam /Panic/
umie chaby_ba
sweet banget🤭🤭🤭
umie chaby_ba
bagus Blair....
umie chaby_ba
bagus Axelle 👍👍👍
mending kalian berdua pergi biar Liam nyesek/Right Bah!/
umie chaby_ba
Adeline pelakor
umie chaby_ba
dih bimbang sih Liam /Sleep/
umie chaby_ba
penulis emang seenaknya sih 🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: aku dong....🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
wow ada karakter baru nih
umie chaby_ba
sang penulis dibuat ketar-ketir 🫣
Ariska Kamisa: iyah hehehe
total 1 replies
umie chaby_ba
so sweet😍
umie chaby_ba
penulisnya kewalahan
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
wwiihh keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!