NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 33

Darah mengecap di sudut bibir Chen Xuan. Punggungnya serasa remuk setelah menghantam dinding gua.

Chen Xuan pun kembali bangkit berdiri sembari mengerang nafas menahan sakit. Namun, ketika ia kembali memandang Luo Bing Li'er, ia melihat Luo Bing Li'er yang nampak begitu tersiksa, seolah-olah sedang bertarung dengan sesuatu yang membuat tubuhnya terasa begitu sakit.

"Wha!" Luo Bing Li'er memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Dia yang sedang duduk bersilang kaki pun mencondongkan tubuhnya ke depan, sebelah tangannya memegangi dadanya yang terasa sakit, sebelah tangannya menempel di atas permukaan tanah bebatuan di dalam gua, menopang tubuhnya agar tidak runtuh.

Melihat itu, Chen Xuan pun buru-buru berlari mendekatinya.

"Ada apa? Apa yang terjadi padamu, Kakak Peri?" tanya Chen Xuan dengan sangat begitu cemas bercampur terkejut, sehingga kedua matanya sedikit menyipit di saat ia berbicara seperti itu.

"Pergi! Cepat ... cepat pergi!" kata Luo Bing Li'er dengan nada yang berat, rasa sakit di dadanya semakin kuat.

Chen Xuan tak mampu berbicara, seolah-olah rasa kaget dan panik telah membungkam mulutnya.

"Haaaa...!!"

Tiba-tiba, Luo Bing Li'er meraung panjang. Campuran antara rasa sakit dan keputusasaan. Namun, raungan itu di akhiri dengan ledakan yang besar.

Bang— —

Ledakan itu kembali membuat Chen Xuan terhempas, tetapi dia tidak terjatuh. Chen Xuan menancapkan kakinya di atas permukaan tanah bebatuan, sebelah tangannya berada di depan wajahnya, mencoba bertahan dari dampak ledakan hawa dingin yang menghempaskan dirinya. Tetapi, hawa dingin yang terjadi karena ledakan energi milik Luo Bing Li'er, membuat tubuh Chen Xuan sudah setengahnya membeku.

"Apa sebenarnya yang terjadi pada wanita ini?" gumam Chen Xuan dengan nada yang berat, berusaha bertahan dari tekanan hawa dingin, "Tapi... kau begitu terlihat sangat tersiksa. Kau telah menyelamatkan aku sekali, maka aku tidak akan pernah membiarkanmu berjuang sendiri di sini." sambung Chen Xuan.

Api membara keluar dari tubuh Chen Xuan, sedikit demi sedikit membuat kristal es beku yang membelenggu beberapa bagian tubuhnya, seketika mencair.

Raungan!

Chen Xuan meraung panjang seperti binatang buas, mencoba menekan hawa dingin yang memenuhi gua itu.

Ledakan!

Benturan hawa dingin dan panas dari Chen Xuan, menciptakan ledakan yang membuat ruangan itu seketika dipenuhi oleh asap tebal yang membutakan pandangan. Chen Xuan pun terus melangkahkan kakinya, keluar dari balik tabir asap.

Chen Xuan pun tiba di hadapan Luo Bing Li'er yang telah tertidur miring sembari memeluk kedua lututnya sendiri. Telur besar bergelinding di atas permukaan tanah bebatuan.

Melihat wanita itu yang sangat begitu tersiksa atas hawa dingin yang menyerang balik dirinya sendiri, Chen Xuan pun tak berpikir lama. Chen Xuan segera menarik kedua tangan Luo Bing Li'er, membantunya untuk kembali duduk, tetapi, tubuhnya begitu kaku, seolah-olah daging dan tulangnya membeku.

"Bertahanlah! Aku akan membantumu!" kata Chen Xuan, tetapi Luo Bing Li'er tidak berbicara apapun, ia hanya terdiam beku seperti patung es. Rambutnya yang hitam kini telah kembali berwarna putih.

Pada saat itu, Chen Xuan pun menyalurkan energi spiritual berelemen api nya melalui tangannya yang menggenggam kedua tangan Luo Bing Li'er. Dia tidak mempunyai pikiran macam-macam, walaupun keindahan dan kesempurnaan buah dada yang kini terpampang jelas di depan matanya. Bahkan, tidak sedikitpun terlintas dalam pikirannya untuk melakukan hal seperti itu.

Saat itu, Qi hangat mulai memasuki tubuh Luo Bing Li'er, membantu menekan hawa dingin di dalam tubuhnya. Namun, kekuatan es milik Luo Bing Li'er terlalu kuat, setingkat Kaisar Tempur Bintang Sembilan, tidak mudah bagi Chen Xuan untuk menekannya.

"Wha!" Chen Xuan memuntahkan seteguk darah segar ketika hawa dingin menolak Energi Qi hangat miliknya.

Dadanya terasa sakit, ia pun melepaskan sebelah tangannya dari genggaman tangan Luo Bing Li'er. Memegangi dadanya yang terasa sakit.

"Bertahanlah...!!" kata Chen Xuan dengan nada yang berat, menahan rasa sakit, "Sedikit lagi!" kata Chen Xuan lagi.

Chen Xuan pun kembali menyalurkan energi Qi miliknya ke dalam tubuh Luo Bing Li'er. Chen Xuan meraung, "Haaa... tekan!" raung nya, mengeluarkan segenap kekuatan yang ia miliki.

Bang— —

Ledakan besar terjadi. Hawa dingin yang mengerikan akhirnya dapat di tekan oleh Chen Xuan walaupun tidak sepenuhnya berhasil. Tetapi sampai di tahap seperti itu, Luo Bing Li'er dapat mengatasinya sendiri.

Namun, tubuh Chen Xuan seketika ambruk. Ia tak lagi memiliki kekuatan untuk duduk sekalipun, sekujur tubuhnya sangat begitu lemas, bahkan pasangan nya pun mulai kabur.

"Ha— hanya ... hanya ini yang bisa aku lakukan ...." kata Chen Xuan. Kesadarannya pun menghilang, dan ia pun jatuh pingsan.

Saat itu, pandangan Luo Bing Li'er terhadap Chen Xuan mulai berubah. Bahkan ia tersenyum saat melihat Chen Xuan yang tertidur tak berdaya. Namun, Luo Bing Li'er pun segera duduk bermeditasi untuk menstabilkan energi Qi di dalam tubuhnya.

1
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
Akagami
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
Akagami
/Doge//Coffee//Coffee/
Akagami
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Akagami
Kang semvvvaaukkk
Akagami
duo sejoli
Akagami
satu vote meluncur thor😍
Akagami
💪👍/Determined//Determined/
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!