NovelToon NovelToon
SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang_Magenta

"Hanya karena aku miskin, kau membuangku seperti sampah?"

Andra, seorang kurir yang bekerja keras 14 jam sehari, baru saja diusir dari kontrakannya dan diputuskan oleh kekasihnya demi pria bermobil mewah. Namun, di saat titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Saldo Tak Terbatas Diaktifkan!]
[Level 1: Menghasilkan Rp 1.000 setiap detik secara otomatis.]
[Saldo saat ini: Rp 1.000... Rp 2.000...]

Dalam satu menit, ia mendapatkan Rp 60.000. Dalam satu jam, jutaan rupiah masuk ke rekeningnya tanpa melakukan apa pun. Dunia yang dulu menghinanya kini harus bersiap. Siapa pun yang pernah memandangnya rendah akan bersujud di bawah kakinya.

Bagi Andra, satu-satunya masalah sekarang bukan lagi cara mencari uang, tapi bagaimana cara menghabiskannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang_Magenta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Tanah yang Dilupakan

Planet Eris itu benar-benar definisi dari kata "neraka yang membeku". Begitu Nemesis menembus atmosfernya yang tebal dan penuh debu silika, pemandangan di bawah sana cuma hamparan tanah merah kecokelatan yang kering kerontang. Nggak ada pohon, nggak ada air, cuma ada badai pasir yang suaranya terdengar sampai ke dalam kabin kapal.

"Mendarat di mana pun, Vex! Yang penting kapal ini nggak meledak pas menyentuh tanah!" teriak Andra sambil memegangi sabuk pengamannya yang hampir lepas.

Kapal induk itu bergetar hebat. Mesin nomor empat sudah benar-benar mati, mengeluarkan api yang langsung padam karena tipisnya oksigen di luar. Dengan hantaman yang bikin gigi Andra rasanya mau rontok, Nemesis akhirnya mendarat darurat di sebuah lembah berbatu.

Hening.

Cuma suara besi panas yang mendingin dan bunyi mendesis dari pipa yang bocor. Andra melepas sabuk pengamannya, lalu terhuyung-huyung berdiri. Kepalanya masih berdenyut kencang gara-gara saldo kristalnya yang ludes. Efek samping "bangkrut" ternyata lebih sakit daripada luka fisik; Sistem di kepalanya terasa seperti mesin tua yang kekurangan oli.

"Semua... masih hidup?" tanya Andra dengan suara serak.

"Masih, Dra. Tapi kepalaku pusing banget," sahut Siska dari bawah tumpukan kabel yang jatuh. Andra segera menariknya keluar. Wajah Siska penuh debu, tapi syukurlah nggak ada luka serius.

Di sudut lain, Jagal baru saja keluar dari ruang mesin dengan tubuh yang hampir hitam semua kena oli. "Tuan, kita nggak bakal bisa terbang lagi dalam waktu dekat. Mesinnya rontok. Kita terjebak di sini."

Andra menghela napas panjang, lalu berjalan ke arah jendela yang retak. Di luar sana, langit Eris berwarna ungu gelap yang menyeramkan. Dia melihat ke arah Elara yang masih pingsan di tandu medis. Anak itu adalah satu-satunya hartanya yang tersisa sekarang.

"Vex, aktifkan mode stealth pasif. Jangan biarkan ada satu pun sinyal yang keluar dari kapal ini," perintah Andra. "Dan jangan pakai sisa energi buat lampu atau pemanas. Kita pakai buat perisai kamuflase saja."

"Tapi kita bakal kedinginan, Andra," keluh Vex.

"Lebih baik kedinginan daripada kepalanya bolong kena laser ayahnya," potong Andra ketus. Dia lagi nggak mood buat kompromi.

Andra berjalan menuju pintu keluar darurat. Dia perlu melihat situasi di luar. Begitu pintu terbuka, angin dingin langsung menusuk tulang. Dia melangkah ke tanah Eris yang berdebu. Di kejauhan, dia melihat sisa-sisa bangunan tua yang sudah tertutup pasir. Itu adalah fasilitas riset pertama The Void, tempat ayahnya memulai eksperimen gila puluhan tahun lalu sebelum pindah ke Mars.

"Sistem," panggil Andra pelan dalam pikirannya. "Ada sisa-sisa kristal atau apa pun yang bisa aku pakai?"

[Status: Saldo 12 Kristal.] [Pesan: Sistem dalam Mode Hemat Energi. Fungsi Pencarian Barang Berharga Dinonaktifkan Sementara.]

"Sial," umpat Andra. Dia benar-benar harus mulai dari nol lagi.

Tiba-tiba, telinga Andra menangkap suara aneh dari balik bebatuan. Bukan suara angin, tapi suara langkah kaki yang berat dan terseret. Dia langsung mencabut pistol energinya, tapi senjata itu cuma berkedip merah—baterainya habis.

"Jagal! Sini! Kita nggak sendirian di sini!" teriak Andra.

Jagal berlari keluar sambil membawa kapak raksasanya. Siska juga keluar, memegang pisau kecil. Dari balik bayang-bayang batu, muncul sosok-sosok yang mengerikan. Mereka bentuknya seperti manusia, tapi kulitnya sudah mengeras seperti batu dan matanya kosong. Di punggung mereka, ada bekas luka operasi yang sangat panjang.

"Itu... itu subjek percobaan yang gagal?" Siska berbisik dengan nada ngeri.

"Bukan cuma gagal, mereka dibuang ke sini buat mati," kata Andra sambil mengepalkan tangan. Amarahnya kembali membara. Ayahnya benar-benar tidak punya hati; kalau sebuah "aset" sudah tidak berguna, dibuang ke planet mati ini seperti sampah.

Sosok-sosok itu—Andra menyebutnya "The Forgotten"—mulai mengepung mereka. Mereka tidak bicara, cuma mengeluarkan suara geraman rendah. Mereka terlihat lapar, tapi bukan lapar nasi, melainkan lapar energi.

"Jangan tembak kalau nggak perlu! Kita hemat energi!" seru Andra.

Andra maju duluan. Biarpun Sistem-nya lagi lemah, kemampuan bertarung yang dia pelajari selama berbulan-bulan masih ada di ototnya. Dia menghantam salah satu monster itu dengan tendangan keras di dada. Rasanya seperti menendang tembok semen, keras banget.

Perkelahian pecah di tengah badai pasir. Jagal mengamuk dengan kapaknya, membelah apa pun yang mendekat. Siska bergerak lincah, menusuk titik-titik lemah di leher monster-monster itu. Tapi jumlah mereka banyak sekali, bermunculan dari dalam gua-gua di tebing.

Di saat mereka mulai terdesak, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dari arah kapal Nemesis.

Pintu kapal terbuka lagi, dan Elara berdiri di sana. Anak itu nggak sadar sepenuhnya, matanya masih terpejam, tapi tangannya terangkat ke udara. Gelombang energi emas yang tipis—tapi sangat murni—keluar dari tubuhnya.

Anehnya, begitu terkena cahaya emas itu, monster-monster "The Forgotten" tadi langsung berhenti menyerang. Mereka malah berlutut, menundukkan kepala seolah-olah baru saja melihat tuhan mereka.

Andra terengah-engah, menatap pemandangan itu dengan heran. "Apa-apaan ini?"

Elara perlahan membuka matanya, lalu jatuh pingsan lagi. Siska langsung lari menangkapnya. Begitu Elara pingsan, monster-monster itu kembali bergerak, tapi kali ini mereka nggak menyerang. Mereka cuma mundur perlahan masuk ke dalam kegelapan gua.

"Mereka takut... atau mereka hormat sama Elara?" tanya Jagal sambil menurunkan kapaknya.

"Sepertinya mereka mengenali frekuensi energi Elara," gumam Andra. "Mereka juga punya sistem di kepala mereka, biarpun sudah rusak dan mati. Elara bisa mengendalikan mereka."

Andra melihat ke arah bangunan tua di kejauhan. Dia tahu sekarang. Dia nggak butuh saldo kristal jutaan buat menang. Dia punya pasukan yang selama ini dilupakan oleh dunia. Ribuan subjek percobaan yang dibuang ayahnya di planet ini bisa jadi adalah kartu as-nya untuk merebut Mars.

"Vex, Jagal, dengar," kata Andra sambil menunjuk ke arah reruntuhan laboratorium. "Kita nggak cuma sembunyi di sini. Kita bakal ambil alih tempat ini. Kita cari sisa-sisa teknologi yang ditinggalkan, dan kita ajak 'mereka' buat ikut kita pulang ke Mars."

"Tuan, itu gila. Mereka itu monster," kata Jagal sangsi.

"Mereka bukan monster, Jagal. Mereka itu korban, sama kayak aku, kamu, dan Siska," jawab Andra mantap. "Dan hari ini, kita bakal kasih mereka kesempatan buat membalas dendam."

Malam pertamanya di Planet Eris dihabiskan dengan kedinginan di dalam kapal, tapi untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Andra merasa punya rencana yang bukan cuma soal uang. Dia melihat ke langit, ke arah Mars yang nggak terlihat dari sini.

"Tunggu aku, Ayah," bisik Andra. "Aku datang bawa semua sampah yang pernah kamu buang."

1
Sebut Saja Chikal
nanti saya mampir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!