NovelToon NovelToon
Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi / Sistem
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kend 13

Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar Mandi yang Panas

Jam masih menunjukkan setengah lima pagi. Di kamar bernuansa serba hijau stabilo itu, Shilla mondar-mandir di depan pintu kamar mandi.

buk buk buk

"Udah blom kak?" Teriak Shilla setelah menggedor pintu kamar mandi.

"Beloom! masih lama!" Balas Shitta dari dalam.

Merasa sudah tak tahan lagi, Shilla gegas keluar dari kamar Shitta menuju kamar mamah nya.

Tok tok tok,

"Mah! Udah bangun belum?" Ucap nya pelan setelah mengetuk pintu kamar Aida. Beberapa saat menunggu, hanya keheningan sebagai jawabannya.

Dia pun beralih ke kamar Shiva, melakukan hal yang sama, juga mendapatkan jawabannya yang sama.

Kemudian dengan sedikit ragu-ragu, dia pun beralih ke kamar Jay, kamar yang dulu pernah di tempatinya.

Tok tok tok

Juga hening untuk waktu yang cukup lama.

Ce klek,

Sebelum dia berbalik pergi, pintu itu terbuka. Memperlihatkan seorang pemuda tampan dengan rambut sedikit acak. Pemuda itu ber telan jang dada, memperlihatkan pahatan dada nya yang mulai terukir, dan perutnya yang datar dengan sedikit garis-garis otot yang sedikit terbentuk. Tubuh bagian atas itu di penuhi bulir-bulir keringat.

"Ada apa?" Tanya Jay menampilkan wajah bantalnya.

"Numpang kekamar mandi dong!" Rengek Shilla sambil berusaha untuk masuk kedalam kamar.

"Nggak bisa! Gue mau mandi. Kamar mandi kak Shiva aja noh!" Tolak Jay sambil merentangkan kedua tangan nya, menghalangi Shilla untuk menerobos masuk.

Shilla berjinjit melihat kedalam kamar. Yang terlihat hanya lah ranjang berukuran king size. Selimut, bantal dan seprai berwarna biru itu sangat berantakan. "Berantakan amat lu tidur nya.!" Ucap nya dengan ketus.

"La! Gue udah selesai nih! Lu jadi kekamar mandi nggak?" Teriak Shitta dari dalam kamar yang pintu nya tak tertutup itu.

"Iya kak!" Teriak Shilla menjawab ucapan Shitta. "Pelit amat sih lu! Awas lu kalau ada perlu sama gue!" Ancamnya pada Jay dengan suara sesinis mungkin.

Setelah Shilla berlalu, Jay pun mengunci pintu nya kembali.

"Huuuff!" Jay menghembuskan nafas lega. Untung saja tingkah konyol Shilla di selamat kan oleh Shitta.

Aida terkikik di dinding kamar yang jika pintu itu terbuka tubuh nya akan tertutupi pintu. Sebaliknya, jika pintu kamar itu tertutup, tubuh telan jang nya itu sangat jelas terlihat oleh orang yang berada di dalam kamar.

"Malah ketawa!" Ucap Jay sedikit deg-degan dengan keberanian Aida barusan. Padahal sudah disuruh buat ngumpet di dalam kamar mandi, malah nekat berdiri di balik pintu. Masih telan jang lagi!

"Kok sewot sayang? Malah bagus kan? Pemicu adrenalin pagi ini? Hmm?" Tangan Aida kembali merangsek masuk kedalam celah celana pendek yang di kenakan Jay, menggenggam sang tombak yang masih tegang itu.

"Yang lain udah pada bangun loh sayang." Ucap Jay memperingatkan Aida.

"Biarin! Memangnya kamu nggak merasa kentang apa?" Tangan Aida yang lain meraih tengkuk Jay.

Chup.

Jay menundukkan kepalanya untuk melayani lumatan dari bibir Aida. Tangan nya pun tak lagi sungkan. Semakin menekan kepala Aida ke arah nya untuk lumatan yang lebih dalam.

Kamar itu kembali menguarkan hawa panas yang keluar dari tubuh mereka berdua. Yang sebelumnya terjeda oleh gangguan Shilla yang tiba-tiba saja datang kekamar.

Dengan cepat Jay meloloskan celana pendek nya ke lantai, dan dia langsung saja menendang benda itu ke belakang.

Aida terkikik melihat tingkah Jay yang begitu. Walau terlihat kekanak-kanakan, Jelas tujuan nya adalah untuk kesenangan dan kenyamanan yang akan mereka gapai bersama.

"Kiya!" Aida menjerit saat tubuh nya tiba-tiba saja melayang. Namun setelah mengalungkan kedua lengan nya ke leher pemuda itu, dia malah terkikik geli setelah mulut nya di sumpal kembali oleh bibir Jay yang merah.

"Bukain pintu nya sayang!" Titah Jay dengan lembut, setelah sampai di depan pintu kamar mandi.

Dengan senang hati Aida menuruti perintah kekasih nya itu. Setelah berada di dalam, Aida mengunci pintu itu saat Jay sudah menutup nya menggunakan kaki pemuda itu sendiri.

"Kok di kunci sayang?" Tanya Jay heran setelah menuruni tubuh Aida dari gendongan nya.

"Nggak apa-apa, biarin aja!" Jawab Aida sekenanya. Kemudian Aida mengatur suhu air sebelum mengisi bathup. Merasa cukup pas untuk berendam pagi ini, dia pun membuka keran air.

Sementara Jay sedang asyik di bawah guyuran air shower. Tubuh nya menyamping dari arah Aida, mempertontonkan tombak nya yang masih mengacung dengan keras.

Aida pun membuat cairan berbusa berencana untuk menyabuni tubuh mereka kelak. Kemudian dia mendekati Jay yang masih anteng di bawah pancuran air tersebut.

Merasakan benda kenyal menempel di punggungnya diikuti lingkaran tangan di perut nya, Jay mengulum senyum. Kenapa sikap Aida begitu berani kali ini? Padahal wanita yang disebut sebagai bibi nya itu tidak seperti ini sebelumnya.

"Mandi bareng suami ternyata memang nikmat! Apalagi suaminya tampan dan perkasa kayak kamu sayang." Bisik Aida lirih, tangannya mengusap perut rata Jay. Lalu salah satu tangan itu tanpa permisi langsung saja menggenggam tombak Jay yang memang masih tegang itu.

Jay membalikkan tubuh nya, tak tahan lagi dengan godaan bertubi-tubi yang telah di lancar kan oleh Aida.

Di dalam kucuran shower, mulut mereka berdua saling melumat. Tangan mereka saling meraba, mengelus, menggenggam, meremas, dan juga saling mengocok.

"Aaahhhh!" Aida mendesah panjang. mencapai puncak kenikmatan hanya dengan menggunakan dua jari yang Jay lancar kan untuk mengobok kerang abalon nya.

Mengingat waktu semakin mendesak, Jay memutar tubuh Aida, agar wanita itu menghadap kan punggungnya ke arah nya. Lalu, dengan lembut Jay mendorong punggung Aida agar membungkuk.

Aida yang mengerti akan posisi itu pun langsung tersenyum. Wanita itu menaikkan bokongnya, sementara badannya di bungkuk kan.

Jay membidik kan kepala tombak nya ke arah lubang kerang abalon milik Aida. Merasa pas, dia mendorong pinggul secara perlahan.

Bleeesh.

"Aahh!" Aida mendesah, tubuh nya terdorong kedepan terkena hentakan Jay dari arah belakang. Kalau saja pinggul nya tak di pegang oleh pemuda itu, mungkin saja kepalanya membentur dinding kamar mandi yang ada di depan nya itu, dan dia bisa tersungkur secara tidak elegan ke lantai kamar mandi yang basah.

Di bawah rintik-rintik air yang keluar dari Shower itu, Jay mendiamkan sejenak tombaknya yang sudah tertelan sepenuhnya didalam kerang abalon Aida.

Setelah merasa kerang Aida beradaptasi terhadap kontur sang tombak, Jay mulai memompanya dengan perlahan. Tangan nya yang nakal meremas bongkahan pantat Aida yang terlihat bergetar akibat benturan pergerakan nya.

Aida yang merasa terus terdorong itu, menumpukan kedua telapak tangannya ke dinding, agar dorongan pemuda itu tak membenturkan kepalanya ke dinding.

Bercinta sambil basah-basahan menciptakan sensasi tersendiri untuk mereka berdua di pagi ini. Kecepatan tarik dorong Jay semakin meningkat, kedua tangan nya pun semakin nakal.

Jay membungkukkan badannya guna bisa meraih dua gundukan yang terayun bebas itu. Setelah berhasil mendarat kan kedua telapak tangannya pada benda kenyal padat itu, dia kembali menegakkan badannya tanpa melepaskan genggaman pada payu dara wanita itu.

Tubuh Aida pun ikut menegak. Posisi ini semakin membuat wanita itu kelimpungan. Hanya sekitar dua menit saja, tubuh nya langsung menegang. Sengatan seperti aliran listrik itu menjalar di urat-urat nadi nya, yang bertumpu ke satu titik.

"Aaaaahhhh!" Desahan panjang untuk kesekian kalinya kembali lolos dari bibir Aida. Tubuh nya menggelepar, bergetar-getar meresapi kenikmatan puncak yang diraihnya pagi ini. Seluruh persendian nya terasa lemas. Namun, ada kelegaan yang tak tersirat disana. Mendapati tubuh nya yang jadi seringan kapas.

Cukup lama Jay membiarkan Aida menikmati puncak pelepasannya. Seandainya waktu masih mendukung, ingin sekali dia berlama-lama. Namun, merasa sebentar lagi dia juga ingin meledak. Segera dia kembali membalikkan tubuh Aida menghadap ke arah nya.

Jay mengangkat satu kaki Aida, menyelipkan lipatan tangan nya pada lipatan kaki wanita dewasa itu sembari mendorong Aida agar punggungnya bersandar ke dinding kamar mandi.

Bleeessh.

Kembali Jay melesakkan tombak nya kedalam liang kerang abalon milik Aida. Tombak itu dengan giat mengobok-obok didalam kerang yang sudah becek itu. Gerakan nya langsung dengan kecepatan sempurna.

"pe-pelan pe-pelan sshhh sa-sayang aahhh! Ngi-ngilu nih. waaahh Aahhh!" Racau Aida. Yang sudah merasakan ngilu pada kerang abalon nya. Karena Jay memompanya dengan kecepatan tinggi.

"Aku mau nyampe, tahan seben.. Aahhh!" Jay menembakkan cairan itu di dalam kerang abalon milik Aida.

"Aaaahhh.. " Secara bersamaan, Aida pun menyemburkan puncak nya untuk kesekian kalinya.

"Hah, hah hah haah!" Nafas mereka berdua sama-sama terengah di dalam kamar mandi yang terasa panas ini. Tubuh Aida merosot, namun Jay segera menangkapnya dan memboyongnya menuju bathup.

"Makasih sayang." Ucap Aida menyenderkan punggungnya ke dada pemuda itu setelah berada di dalam bathup.

Jay melingkar kan tangan nya di perut wanita yang saat ini berada di pelukan nya itu. "Sama-sama sayang, aku juga mengucapkan terimakasih. Kamu telah mengajariku tentang banyak hal." Ucap nya sembari mengendus tengkuk wanita dewasa itu.

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!