NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Sebagai pendamping hidup yang tidak boleh diketahui oleh khalayak ramai, Risa juga tidak bisa merasakan rasanya check up kandungan ditemani dengan suami, kecuali satu kali saat pertama kali ia periksa. Itu pun Cakra harus dipaksa dulu oleh Yuni, ibunya. Setelahnya, Cakra tidak pernah mau menemani Risa pergi ke dokter kandungan.

Karena apa? Ya karena Cakra takut. Takut akan ada orang yang melihatnya bepergian bersama Risa, netizen masih saja berisik mempertanyakan alasan perceraiannya dengan Disa.

Meski begitu, Risa beruntung karena Yuni selalu rutin menemani Risa pergi ke dokter kandungan. Wanita itu selalu antusias setiap kali menemani Risa, terlihat tidak sabar ingin segera menggendong cucunya yang ada di perut Risa.

Kebahagiaan yang ia rasakan semakin meluap saat tahu jenis kelamin janin calon cucunya adalah perempuan.

"Terima kasih ya, Risa, mama rasanya nggak sabar mau ketemu dia," kata Yuni, mengusap sayang perut buncit Risa. Mereka sudah selesai melakukan pemeriksaaan. Dan kini sedang berjalan bersama menuju parkiran dengan lengan yang saling menggamit.

"Iya, Ma, Risa juga udah nggak sabar pengen cepat-cepat dia lahir," balas Risa. "Tapi, Ma, Risa sedih karena Mas Cakra nggak pernah mau nganterin Risa periksa ke dokter," papar Risa dengan wajah sendu.

Kemarahan dan kecemburuan saat melihat Cakra pernah mengantar mantan istrinya check up, masih bergumul di dadanya. Sementara terhadap dirinya, istri sahnya yang sekarang, Cakra tidak pernah mau melakukan hal yang sama.

"Haaahh, si Cakra itu," Yuni mendesah kasar. "Dia terlalu menjaga reputasi dan nama baiknya, makanya dia nggak mau kelihatan berduaan sama kamu." Ia menepuk lembut bahu menantunya yang ia sayang itu. Tanda bahwa ia menyuruh Risa untuk bersabar walau tanpa suara.

"Tapi sebagai istri yang lagi hamil, Risa juga pengen, Ma, pergi berduaan sama suami. Pengen dianterin periksa ke dokter, pengen makan di luar bareng, pengen staycation bareng. Masa Mas Cakra mau nganterin Disa periksa, tapi gak mau nganterin Risa, Ma."

"Beneran Cakra kayak gitu?" Yuni menghentikan langkahnya, otomatis Risa pun ikut berhenti.

"Iya," Risa mengangguk, meyakinkan bahwa apa yang ia katakan memang benar. Jangan lupakan wajahnya yang menunjukkan raut kesedihan.

"Risa liat sendiri kok Mas Cakra pergi ke rumah sakit bareng sama Disa. Iya sih, Risa tahu, Disa juga sedang hamil anaknya Mas Cakra. Tapi kan yang menjadi istrinya sekarang itu Risa, wajar nggak sih, Ma, kalau Risa berpikir Mas Cakra tuh nggak adil."

"Keterlaluan Cakra!" umpat Yuni tertahan. Ia segera mengusap-usap lengan atas Risa, sambil berkata, "Kamu tenang aja, nanti biar mama yang bicara sama Cakra."

Begitu saja, kedua sudut bibir Risa langsung melengkung ke atas. Boleh saja ia belum sepenuhnya memenangkan hati Cakra, tetapi Risa sudah menjadi pemenang satu-satunya di hati ibu mertuanya. "Terima kasih ya, Ma."

"Iya, udah jangan sedih mikirin Cakra terus. Mama nggak mau cucu mama kenapa-kenapa. Kamu harus happy!"

"Iya, Ma."

Kedua wanita berbeda usia itu melanjutkan lagi langkah mereka yang sempat terhenti.

"Kamu udah beli perlengkapan bayi, Sa?" tanya Yuni, suaranya lembut penuh perhatian. Ia harus selalu menjaga mood Risa supaya Risa selalu bahagia.

"Belum, Ma."

"Nanti kapan-kapan kita beli bareng ya. Beli di toko yang terkenal dan lengkap. Beli yang mahal dan berkualitas, pokoknya untuk cucu pertama perempuan Mama, semua barang-barangnya harus yang premium."

Risa mengangguk setuju, tentu saja, "Iya, Ma."

......................

Setelah dari rumah sakit memeriksakan kandungan Risa, mereka berdua pergi ke restoran terkenal. Memesan makanan yang enak-enak dan sudah pasti harganya mahal.

"Risa ke toilet dulu, ya, Ma," pamit Risa sembari menunggu pesanan mereka yang tengah dibuat.

"Mau mama antar?" tawar Yuni dengan nada khawatir.

"Nggak usah, Ma, Risa bisa sendiri kok."

"Hati-hati kalau begitu ya, Sa."

Risa segera pergi mencari keberadaan toilet yang ada di restoran tersebut. Ia merasakan desakan yang kuat dari bawah sana untuk segera dikeluarkan. Begitu sampai di toilet, Risa masuk ke dalam salah satu bilik.

Menyelesaikan urusannya di kamar mandi tak sampai lima menit, namun begitu ia keluar dari bilik, seseorang mendesak dan mendorongnya untuk kembali masuk.

Risa memberontak, ingin melepaskan diri dan berteriak, namun mulutnya dibekap oleh tangan lebar nan kasar. Siapa orang ini? Risa yakin, seseorang yang membekapnya di kamar mandi ini adalah seorang laki-laki.

"Diem, ini aku!" bisik orang itu.

Risa sangat mengenali suara itu. Andre.

Menyadari wanita yang dibungkam sudah tidak memberontak lagi, Andre melepaskan tangannya yang membungkam mulut Risa.

"Andre! Ngapain kamu?" sergah Risa dengan panik. "Aku ke sini bareng sama mertua aku, kalau dia lihat kita, gimana?"

Mata Andre langsung tertuju pada perut Disa, tangannya tergerak mengusapnya. "Aku cuma mau mastiin kalau kamu sama anak ini baik-baik aja," kata Andre.

"Aku akan selalu baik-baik aja! Kamu jangan nemuin aku lagi!"

"Sa!" Andre membentak pelan. "Kalau keluarga suami kamu tau anak ini bukan keturunan dari mereka, bagaimana? Kamu nggak takut itu terjadi?"

"Nggak akan ada yang tau kalau kamu nggak buka mulut."

Andre menghela napas panjang, betapa keras kepalanya wanita di hadapannya ini. Yang Andre lakukan selanjutnya adalah memeluk Risa erat.

"Aku takut kamu kenapa-kenapa, Sa. Aku sayang sama kamu, ayo ... Hidup sama aku lagi, dan kamu akan selalu aman."

Risa terdiam, tidak membalas ucapan Andre, tidak juga membalas pelukannya. Bersama Andre, Risa selalu merasa menjadi wanita yang sangat diinginkan, namun Risa tidak bisa terus hidup bersama pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap yang menjanjikan itu.

Realistis saja, yang pertama dan utama dalam kelangsungan hidup itu adalah uang, bukan cinta. Demi kelangsungan hidup itu, Cakra yang telah menjadi pilihan hidup Risa. Bukan Andre.

......................

"Siapa Andre?"

Risa langsung membeku saat Cakra tiba-tiba memberikan pertanyaan itu. Pertanyaan yang seketika membuat Risa merasa terancam. Risa memasang wajah bingung, berpura-pura ia tidak tahu menahu.

"Apa Mas?"

Cakra meletakkan ponsel yang semula ia genggam ke atas nakas. Baru saja, orang-orang suruhannya memberikan informasi tentang Andre, orang yang menjadi salah satu perantara kalung Risa yang saat ini menjadi milik Disa.

Pria itu turun dari tempat tidur, berjalan mendekati Risa yang sedang duduk di meja riasnya. Tangannya yang semula sedang memakai skincare, terhenti mendadak.

"Siapa Andre itu, Risa?" Cakra mengulang lagi pertanyaannya, menatap Risa di cermin. Suaranya sama sekali tidak ditinggikan, bahkan pelan dan rendah, tetapi di telinga Risa justru terdengar menakutkan.

"Aku ... Nggak kenal siapa Andre, Mas...." jawab Risa gugup.

Cakra tersenyum miring, ia membelai pipi Risa, kemudian mencengkram lembut dagu Risa. "Jangan bohong, Cantik. Siapa Andre? Kenapa kamu ngasih kalung yang aku belikan sama dia? Hm?"

Seketika, jantung Risa mencelos. Nyaris lepas dari tempatnya saking terkejutnya. Keringat dingin mulai bermunculan, padahal kamar mereka sudah dilengkapi dengan AC. Tangannya yang ada di pangkuan, bergetar.

Dari mana Cakra tahu tentang Andre?

"Mas .... " air mata Risa mulai merebak, memenuhi matanya yang saling bertatapan dengan Cakra di cermin.

"Siapa Andre, Risa? Kamu kenal dia, kan?"

Risa tidak menjawab, menangis sesenggukan.

"Jawab dong kalau aku tanya."

"Dia ... Temen, Mas. Temen aku." Risa menjawab dengan napas tersengal-sengal sebab sambil mengontrol tangisnya. Kepalanya ia tundukkan.

"Teman? Kenapa kamu nangis kalau Andre cuma teman kamu?" Cakra berbisik di telinga Risa. "Teman atau mantan?"

Risa berbalik, meraih tangan Cakra kemudian menciumi punggung tangan suaminya.

"Aku minta maaf, Mas. Aku minta maaf."

"Kenapa kamu ngasih kalung itu buat mantan kamu, Ris? Kamu ada perjanjian apa sama dia? Jelasin sama aku!"

...****************...

1
sunaryati jarum
Emak nggak rela walau nanti Risa diceraikan Cakra,Disa akan kembali pada Cakra.Jangan mau Disa.Jika kau mau berarti hanya ban serep
Anonim: nah betul Thor .. harus nikah dulu kan Disa sama orang lain lalu cerai tapi gak semudah itu ..
total 3 replies
Ma Em
Wah bakalan seru nih kebohongan Risa pasti akan terungkap .
Piyah
siap2 aja risa, ketahuan
lanjut g pake lama
Ma Em
Sudahlah Disa terima saja Rayyan sebagai pengganti mantanmu yg tukang selingkuh , buka hatimu Disa untuk menerima cintanya Rayyan .
Piyah
lanjut
Ma Em
Alhamdulillah Disa selamat karena bertemu dgn Rayyan , karena Rayyan teman Andre jadi Andre tdk jadi mencelakai Disa , semoga saja Disa dan si kembar yg dikandung Disa selamat sampai waktunya Disa melahirkan si kembar .
Anonim
Banyakin referensi thriller atau gak contoh overlord
Piyah
,lanjutkan ga pake lama
pokonya jngn sampe disa celaka
Jalur Langit
punten ya teman-teman yang nungguin kelanjutan babanya. udah update dari semalam sebenernya, tapi kena review sampai sekarang jadi belum bisa terbit. maaf ya semuanya, doakan semoga bab 20 bisa segera lolos review
Anonim
TAKBIR
Anonim
RISA & CAKRA LAKNATULLAH...
AYO TAKBIR
Oma Gavin
semoga ketahuan cakra saat risa chek in dan ketemu andre biar melek itu mata cakra
Ma Em
Thor jgn sampai Disa dicelakai oleh Andre atas suruhan Risa , semoga semua yg akan Risa lakukan pada Disa semua berbalik kepada Risa sendiri dan tolong selamatkan Disa .
Piyah
jngn ampe disa, keguguran
biarin kebalik ke risa
Piyah
lanjut
Ma Em
Cakra ngapain tanya Disa dapat kalung darimana yg jelas bkn dari kamulah Cakra , sdh jgn urusin Disa lagi urus saja si Risa gundikmu itu dan kamu pasti akan menyesal setelah tau anak yg dikandung Risa bkn anak mu .
Ma Em
Semoga Disa baik baik saja dan selamat dari rencana Risa yg akan mencelakai Disa , dan sebaliknya biarkan Risa yg celaka agar ketahuan bahwa anak yg dikandung Risa bkn anak Cakra .
Jalur Langit: lhooooo, di mana ada narasi yang memperlihatkan disa masih mengharapkan Cakra? wong disa sendiri malah minta talak tiga biar mereka ga bisa balik kok ya
total 2 replies
Piyah
jangann ampe si disaa di bikin keguguran
risa aja tuh ya dibikin keguguran
biar g ba punya anak
Ma Em
Akhirnya Cakra sdh tau bahwa Disa sekarang lagi hamil darah dagingnya Cakra , selamat menyesal saja kamu Cakra apalagi setelah Cakra tau bahwa anak yg dikandung Risa bkn darah daging nya tapi anak dari lelaki lain .
Piyah
,lanjulanjutkan ga pake lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!