Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin Memiliki
Kevin yang selesai menjenguk maminya, sekarang sedang di IGD mencari keberadaan dari Dokter Angel Abraham. Dari Ners di ruangan ini, dia tahu bahwa dokter Angel sedang makan siang bersama saudaranya. Dan Kevin tahu, bahwa pasti Aaron yang datang menjemputnya. Selama dua tahun ini, semenjak dia kembali ke Indonesia, dia tahu bahwa Aaron menyembunyikan keberadaan Angel sehingga di tidak mengetahui keadaannya. Namun takdir mempertemukan mereka lagi, di rumah sakit ini. Kevin tahu, bahwa Aaron mencintai Angel saudara angkatnya.
"Tumben, ajak aku makan."
"Kenapa??? Ngak bisa???" Angel kembali terdiam. Dia paling takut membuat Aaron marah, karena dia perna mengancam bahwa dia bisa menghamilinya.
"Makan yang banyak, kamu terlihat kurus."
"Ngak mau. Entar aku gendut."
"Kamu gendut juga masih manis."
"Aku lagi kurangi makan karbo?? Kan lagi fitnes???"
"Apa kamu fitnes???" Angel memukul bibirnya yang berbicara asal.
"Besok fitnes di rumah. Personal Trainer (PT) aku yang carikan."
"Aku sudah bayar di tempat fitnesku."
"Aku ganti uang kamu yang sudah keluar." Tidak lama e banking Angel berbunyi memberitahukan bahwa uang lima puluh juta sudah masuk di rekeningnya.
"Ini banyak sekali, aku hanya bayar lima juta, selebihnya aku kirim balik."
"Coba kalau berani, aku bawa kamu ke hotel."
"Kamu sadar ngak sih, kita berdua ini adek kakak."
"Beda darah Angel. Atau kamu mau dengar cerita saya Bagaimana Angel Abraham bisa ada di keluarga besar Baruk."
Angel langsung menampilkan muka cemberutnya. Namun oleh Aaron muka itu di belai dengan lembut.
"Kamu tahu bahwa sejak dahulu, aku sangat mencintaimu. Kenapa kamu menolakku??"
"Stop Aaron. Kamu mau mami dan papi meninggal karena ulah kamu."
"Ulah kita berdua sayang, karena saling mencintai."
"Aku pulang nih." Angel sudah mau meninggalkan ruang VIP di restoran ini. Namun dengan cepat Aaron memeluk Angel. Dan memberi kecupan di ceruk leher Angel. Hal yang biasa Aaron lakukan, jika Angel marah. Biasanya dia meninggalkan tanda merah di leher itu.
"Sebentar temani aku menghadiri acara rekan bisnisku di sebuah club. Tidak ada penolakkan."
Selesai makan mereka berdua pergi ke butik untuk memilih gaun pesta buat acara sebentar malam. Pilihan Angel dan Aaron jatuh pada gaun berwarna hitam dan kemeja hitam. Karena dress codenya adalah warna hitam.
Angel sudah di rumah, dia sedang bersiap - siap untuk pergi ke acara rekan bisnis Aaron kakaknya.
"Mau kemana sayang??"
"Aku diajak kakak, ke acara rekan bisnisnya mami."
"Ade yang pesan alat - alat jim ini." Papi datang ke kamar Angel.
"Papi kan tahu, kakak itu posesif, ade ngak boleh fitnes di luar."
"Papi setuju dengan pendapat Aaron."
"Benarkan pi, keputusan Aaron." Aaron sudah datang menjemput Angel di kamarnya namun disitu ada mami dan papi.
"Kali ini papi sependapat dengan kamu."
"Kalian hati - hati ya. Aaron jaga adek kamu."
"Siap mami."
Banyak juga rekan - rekan bisnis Aaron. Dia mulai mengenalkan satu persatu rekan bisnisnya waktu mereka berpapasan. Kevin Damian juga hadir dalam acara ini. Dia hanya memantau Angel dan Aaron dari kejauhan. Kevin tidak tahu, bahwa sebenarnya dia sudah tahu keberadaan Kevin di ruangan ini.
Waktu acara dance floor, Aaron membawa Angel beada di lantai dansa. Dan dia bersama Angel pun berdansa mengikuti alunan lagu. Dia sengaja menaruh mukanya di ceruk leher Angel, membuat Kevin sangat cemburu.
Kevin Damian sangat tahu status Angel dalam keluarga Baruk. Dan dia juga sudah bersiap bersaing cinta dengan Aaron saudara Angel. Karena Angel dan Aaron tidak sedarah. Acara orang - orang kaya ini, makan dan minumnya berbeda. Kebanyakan makanannya, makanan eropa. Ini juga waktu emas buat mereka, untuk saling berkenalan dengan harapan akan ada pertemuan bisnis selanjutnya.
Pukul sembilan lewat tiga puluh menit, Aaron sudah membawa Angel keluar dari club itu.
"Ini bukan jalan ke rumah kita kak."
"Kita ngak pulang ke rumah, kita akan nginap di apartemenku. Tadi aku sudah injil ke mami dan papi."
"Aku ngak punya baju rumah disana."
"Siapa bilang. Aku sudah siapkan."
Apartemen Aaron berada di lantai paling atas. Begitu Aaron menekan kunci pintu apartemannya Angel merasa heran karena kunci masuk apartemen Aaron adalah tanggal dan bulan kelahirannya. Aaron tahu, bahwa Angel sedang kebinggungan, dia hanya tersenyum.
"Dimana kamar ku kak??"
"Disini, malam ini kamu tidur bersamamu."
"Jangan ngawur kak."
Aaron sudah merobek gaun yang Angel gunakan. Yang tersisa hanya kain penutup gunung kembarnya dan celana dalam penutup hutan lebatnya.
"Kak....." Angel menutup kedua bukit dan hutanya dengan tangan dia sendiri. Namun Aaron melepaskan kedua tangan itu.
"Tetap terlihat sayang." Aaron langsung mencium bibir Angel sangat mesra, dan betapa kagetnya Aaron, ternyata ciumannya dibalas oleh Angel. Tanpa tunggu lama - lama Aaron membawa tubuh itu ke tempat tidur.
"Kak, jangan."
"Suara kamu menolak namun tubuh kamu tidak." tidak berselang lama, terdengar suara desahan Angel. Aaron tersenyum.
Malam ini, akhirnya Aaron tahu akan perasaan Angel. Ternyata dia juga memiliki perasaan cinta yang sama dengannya. Namun Angel takut merasakan dan mengutarakannya. Karena dia tidak bisa menyakiti perasaan papi dan mami yang sudah membuat dia sampai menjadi seorang dokter umum di usia dua puluh lima tahun.
Aaron tidak merenggut keperawanan Angel. Malam ini Aaron dan Angel tidur hanya menggunakan celana dalam. Sedangkan gunung kembarnya sudah tidak perawan lagi, karena semalaman Aaron tidur sambil menyusui di bukit kembarnya Angel, sampai pagi hari puting susu Angel terasa sakit sekali.
"Kenapa tadi lama di kamar mandi?" Angel menampilkan muka marahnya. Aaron langsung memeluknya.
"Sakit sekali sayang??"
"Mau rasa."
"Sampai rudalku siap, maka lima belas menit, waktu yang kita butuhkan untuk kebersamaan intim kita. Ayo aku mau rasa."
"Ngak usah terima kasih." Aaron tersenyum.
"Pindah lah ke apartemen ini. Alasan sama mami dan papi, jarak dari rumah ke tempat kerja, jauh."
"Stop ya kak. Itu hanya modus kamu."
"Ya aku ngak bisa tidur tanpa kamu."
"Mengertilah posisiku Ron, aku tidak mungkin menyakiti perasaan mami dan papi. Yang sudah membesarkan aku."
"Lalu perasaanku kamu mengerti tidak??, Aku sayang kamu sudah dari lama, dari kamu masih SMP masa, setelah dewasa aku harus bertahan lagi."
"Kamu ganteng, mapan. Pasti di luar sana banyak wanita yang suka sama kamu."
"Belum tentu aku menyukai mereka."
"Kamu hanya belajar membuka hatimu Ron."
"Kamu rela aku dengan wanita lain???" Aaron menatap Angel dan menanyakan tentang perasaannya. Hati kecil Angel tidak bisa berbohong, sebenarnya dia sangat mencintai seorang Aaron Baruk. Namun keadaan yang memaksakan dia harus rela akan perasaannya.