NovelToon NovelToon
ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:325.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Intan Rasyid sudah terikat pertunangan, tak lama lagi akan melangsungkan pernikahan, tetapi hubungan dari hasil perjodohan itu tak lantas dapat menggeser sebuah nama terukir dalam sanubari selama sepuluh tahun lamanya. Intan mencintai dalam diam pria telah berpunya.

Sampai sosok pria sangat jauh dari kriterianya tiba-tiba hadir, membawa warna baru bagi kehidupan monoton, berhasil menjungkirbalikkan dunianya.

Hal yang semula ia kira sempurna ternyata memiliki banyak kekurangan, membuatnya gamang antara dua pilihan – memutuskan pertunangan yang berarti melibatkan dua keluarga besar, atau mempertimbangkan kegigihan pria tak mengenal lelah mengejar cintanya.

Pada akhirnya, siapa yang akan dipilih oleh Intan, sang tunangan atau malah pria teramat menyebalkan, menurutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangis seorang ayah : 34

Sabiya tidak terima, dia mendengar jelas pernyataan Siron tadi, lalu dirinya melontarkan pertanyaan hampir serupa lagi. “Kenapa kak Siron dan bang Danang memilih diam kala menyadari kalau kakakku menyimpan cinta dalam diam? Apa sebab kalian begitu jahat kepadanya, hah?!”

"Biya, sudah jangan dilanjut lagi!” Intan memperingati adiknya.

“Kak, mereka sengaja mau mempermainkan hatimu, menjadikanmu layaknya orang bodoh! Bukankah kita semua saudara, lalu kenapa bisa kalian berlaku menjijikan seperti itu? Jelaskan!” pekik Sabiya, kehilangan rasa sabar.

"Diam, Sabiya!” ayah Ikram berkata tegas.

Sabiya menatap terluka pada pria yang berhasil membuatnya tergugu. “Sungguh aku tak dapat menerima hal memuakkan ini!”

Putri kedua Rasyid berlari keluar seraya mengusap air matanya.

“Intan, aku bisa jelaskan _”

“Tak perlu, bang! Aku rasa kita lah impas, dan aku memang pantas mendapatkan ini. Tolong jangan lagi membahas, memberi paham,” tolak Intan kala Danang hendak mengungkapkan.

Intan Rasyid memilih diam, menunduk dalam, sampai bahunya dirangkul pelan oleh sang ibu, barulah dia mendongak.

“Sepertinya urusan kami telah usai. Semua hal sudah diungkapkan, dan hubungan antara Intan dengan Kamal terselesaikan. Kedepannya, apapun yang terjadi akibat dampak hal mengejutkan ini – saya harap, nama Intan tidak lagi dibawa-bawa. Dia sudah mengakui, meminta maaf, serta berjanji. Mohon teruntuk semuanya sadar diri, tahu batasan.” Kedua tangan ayah Ikram tertangkup.

“Ayah Ikram, saya hendak meminta maaf _”

Bapaknya Intan memotong kalimat mantan calon menantu, dia menatap biasa saja, pun intonasinya tetap terjaga, raut wajah tenang. “Kamal, terima kasih teruntuk dua tahun lamanya kau membantu menjaga nama baik keluarga Rasyid, meskipun pada akhirnya putri saya membayar mahal dengan menanggung beban menyakiti hatinya sendiri.”

“Sama seperti apa yang dikatakan ayahmu – putri kebanggaan saya tidak pantas disia-siakan oleh pria yang tak benar-benar menginginkannya. Kamal … saya menutup kisah ini dengan belajar ikhlas. Harap kau ingat, jangan sekali-kali menemui intan diujung rasa sesalmu. Sebab tertutup sudah pintu kesempatan teruntukmu.” Dia mengangguk sopan, memperlakukan mantan calon menantu secara formal.

Pria berkemeja polos itu membungkuk, lalu menunduk tanpa benar-benar tertuju ke sosok khusus, lalu dia berbalik badan, merangkul dua wanita kesayangannya. “Kami pamit pulang duluan. Assalamualaikum.”

“Walaikumsalam,” bisik bu Wahyuni dan Nirma.

***

“Sabiya, tolong dengarkan ayah, bisa?” Ditepuk-tepuknya pucuk kepala sang putri yang berdiri di samping mobil mereka.

Sabiya masih menangis, tidak mau memandang siapapun. “Hati Biya sakit melihat ayah merendahkan diri meminta maaf. Bertambah sakit kala kak Intan dipojokkan seolah dia seorang penjahat.”

“Nak, meminta maaf sama sekali tidak menurunkan harga diri seseorang. Bagaimanapun, yang kita hadapi adalah keluarga, bukan orang lain. Dan, mereka yang merasa paling benar, sebenarnya tengah menahan rasa bersalah atas apa telah dilakukan dengan sengaja selama bertahun-tahun,” ungkapnya memberi pengertian.

“Sabiya, wanita bisa menahan banyak hal, menyembunyikan sesuatu dengan sangat baik, bahkan isi hatinya, tapi tidak dengan rasa cemburu. Apa yang dilakukan oleh Siron tadi, bentuk dari perasaan telah dipendam sekian tahun. Dia cemas, takut apabila suaminya berpaling ke kakakmu,” lanjut ayah Ikram.

“Apa harus sekejam itu? Dia wanita, kakak juga seorang wanita. Kenapa mesti mempermalukan kak Intan di hadapan semua orang?”

“Dek, mungkin ini cara yang tepat supaya kakak sadar, tak lagi menaruh rasa kepada pria bukan ditakdirkan untukku. Ya, seperti tamparan keras, sebab dengan cara lembut tak juga mempan,” kata Intan, dia sudah duduk di dalam mobil.

Ibu Meutia hanya mendengarkan, tidak mampu berkata-kata, kejadian barusan cukup mengguncang jiwanya.

“Sabiya, sudah ya … dibalik kejadian pasti ada hikmahnya. Tak perlu memendam benci, karena hanya merugikan diri sendiri.” kening putrinya dia kecup sayang.

Sabiya menghela napas panjang, lalu masuk dan di kursi kemudi.

Pria memiliki empat orang anak itu memakai helm, menunggu mobil yang dikemudikan Sabiya melaju, baru dirinya mengendarai motor matic.

Dibalik penutup kepala, tangis seorang ayah tumpah. Pertahanan ayah Ikram roboh, dia menangis seraya berkendara. Terbayang-bayang bagaimana putrinya bersimpuh meminta maaf, diam saja kala dipojokkan, sedikitpun tidak berusaha membela diri.

“Maafkan ayah nak. Maaf tak bisa melindungimu, sehingga engkau harus merasakan hal menyakitkan seperti tadi,” gumamnya pelan.

***

“Apa kini hatimu lah puas, Siron?” bu Wahyuni memandang lekat wajah putrinya yang basah oleh air mata.

“Mengapa kau menangis? Merasa bersalah kah, atau kurang puas mempermalukan Intan seperti tadi? Senang kah kau melihat ayah Ikram, bu Meutia membungkuk meminta maaf kepada semua orang? Apa mungkin semua itu belum cukup, perlukah ibuk bersimpuh seperti Intan, Siron?” ia menekankan setiap kata-kata.

"Tidak, Buk. Aku cuma mau menyadarkan Intan, agar tak berharap lagi _”

“Alasan! Berharap kau bilang, sedangkan sepuluh tahun lamanya dia memilih diam, memendam. Tak sekalipun kelihatan menggatal seperti adikmu yang lari mencari perlindungan kepada pria lain. Ya Allah … ibuk tak tahu lagi harus apa, kenapa kalian bisa seperti ini? Memiliki sifat jelek sangat.” Ibu Wahyuni beranjak pergi ke bagian dalam hunian Nugraha.

Siron menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan, punggungnya bersandar pada sofa. Dia menangis.

Danang pun bungkam, masih segar dalam ingatan bagaimana ayah Ikram meminta maaf, tatapan kosong Intan Rasyid.

“Apa tak ada yang ingin kau katakan, Rania Nugraha?”

Badan Rania bergetar, dia paling takut bila sang ayah memanggil nama lengkapnya.

“Haruskah ayah memberi pelajaran sama persis seperti yang dialami Intan? Supaya kau sadar kalau kelakuanmu itu sangat tidak terpuji. Kalau iya, tanpa ragu ayah sewa para preman, lalu ayah carikan sosok pria mirip abangmu sifat dan sikapnya, biar kau merasakan bagaimana jadi Intan Rasyid. Jawab Rania Nugraha?!”

“Tidak, ayah. Aku salah, maaf _”

“Tak gunanya kata maafmu itu! Kau dan abangmu sebelas dua belas. Kemasi barang-barangmu, ikut ibu pulang kampung. Kalau tak mau, tanggung sendiri biaya hidup, kuliah, dan bertanggung jawab terhadap dirimu sendiri! Kami beri kalian kepercayaan, bukannya dijaga malah disalah gunakan!” ibu Nirma pun bangkit, dia belum bisa meredakan amarahnya.

Rania ingin protes, tapi tidak berani. Sadar diri kalau dia memang salah.

Sedangkan Fatan dan Lanira, lagi diinterogasi di ruangan lain oleh ayah Hasan.

Kamal sendiri duduk termenung, tatapan kosong. Baru tadi pagi dia merasa bisa menyelesaikan semua masalah secara bersamaan dengan tetap menggenggam Intan, tapi sekarang semuanya terlepas termasuk ikatan pertunangannya.

***

Keluarga Rasyid memutuskan menginap di hotel, mereka bersiap mau pergi makan malam setelah membersihkan diri, menjalankan ibadah wajib.

“Mau makan dimana kita, Yah?” demi mencairkan suasana, ibu Meutia mengajak mengobrol. Dia ingin menghibur kedua putrinya.

“Beberapa waktu lalu, ayah dapat rekomendasi dari rekan sejawat. Katanya ada tempat makan yang menyajikan menu lezat. Nama restorannya ‘Nusantara’. Sudah bintang lima. Kita coba kesana saja, ya …?”

'Nusantara, sepertinya aku pernah dengar, tapi kapan, dimana?'

.

.

Bersambung.

1
Ani
sudah sehatkah kak cublik..💪💪
Siti Mamahe Kaila Izana
Astaghfirullah. /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Marya Dina
masyallah kelakuan mu angoro
gimana klp calon mertua mu tau
sokokan nya hasil menyolong punya bpk nya😁
Marya Dina
campur tangan si angoro ini
hebat deh colon lalik😁
Rany Randut
aku jamin angga gda ada nyali minta buka cangkang depan mamak....🤣
Secret Admire
tidak sabar menunggu pertemuan mereka 😄
Secret Admire
semoga saja ya Intan 😄 Anggara tidak akan berani menyuruhmu🤭
Secret Admire
😄😄😄 sungguh cerdik cerdas dan astaghfirullah 😄😄😄 nyogok calon mertua hasil mencuri 😭😭😭
Tri Lestari Endah
tunggu kejutan dari anggara intan🤭
demi mendapat restu dari mamak mutia dan ayah ikram pasti penampilan dan tingkah laku pasti akan berbeda 😄 yang pasti akan membuat ayah kafka bunda selina dan keluarganya terkejut😍😄
Ninik
Thor kenapa Anggara kau jadikan pencuri dikebun nya sendiri ya Alloh 🤦🤦😄😄😄😄😄ngakak gue dan itu pengasuh2nya bisa nurut banget saking sayangnya. Untuk Anggara dan Mak othor 👍👍👍👍
mamaqe
mana mau tau diaaa
mamaqe
🤣🤣🤣🤣...asliii..mamaq mpe bingung mo komen apaaa🤣🤣🤣🤣🤣..nakalnyaaaa🤣🤣🤣🤣
Jetri
gusstiiiiiii!
aku seng baca kog malah pringas pringis Dewe,,,
bener - bener ya kelakuan Anggara,,, out of the book beneran,,,
bener kata dia, ortunya bisa masuk syurga lewat jalan istigfar 🤣🤣🤣
Tuty Tsusy
🤣🤣🤣🤣🤣 kelakuan Anggara bikin emak bapak nya jadi duta astagfirullah
Tri Lestari
ish ish untung kau anak kesayangan Angga ,
mamaqe
nakalnyaaa🤣🤣🤣
Teh Qurrotha
page page udah dikasi asupan mood booster sama KK Otor 🤣🤣
Yusry Ajay
wkwkwk ngakak Thor...
Ibrahim Efendi
ada maliiiiiiingngng.... bosai hilaaaaangngng.....
🌷💚SITI.R💚🌷
sabar bun gora klu ga aneh bukan gora namay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!