NovelToon NovelToon
Pak Direktur Mengejar Cintaku

Pak Direktur Mengejar Cintaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.

Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.

Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.

Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

berita yang di acuhkan

Raffa dan Sella terus berjalan di antara galeri dan toko-toko mall. Suasana semakin hangat karena keduanya sesekali tertawa kecil melihat karya-karya seni yang unik. Salah satu lukisan, sebuah gambar abstrak dengan kombinasi warna-warna mencolok dan bentuk tubuh yang agak humoris dan sensual, membuat mereka tak bisa menahan tawa.

“Eh, lihat itu! Orang yang lukisan ini kayak lagi yoga tapi… kok kelihatan lucu banget, ya?” Sella menunjuk ke lukisan itu sambil terkekeh.

Raffa menoleh, menahan senyum sekuat tenaga, tapi akhirnya tawa tipis keluar. Tanpa sadar, refleksnya, ia merangkul bahu Sella sedikit untuk menahan guncangan tawa. Sella menoleh, tersenyum geli, dan ikut tertawa lebih lepas.

Dari kejauhan, mata pengagum Sella yang diam-diam mengintai mereka, semakin memerah karena cemburu. Ia memegangi ponselnya, merekam momen itu dengan frustrasi. “Akan aku buat dua manusia itu menjadi bahan perbincangan media. Sella, kamu sudah menolakku. Tunggu saatnya,” gumamnya kesal sambil mengepalkan tangan.

Raffa sendiri tak menyadari siapa yang memperhatikan mereka dari jauh. Ia hanya merasa hangat, karena meski bukan Shintia, momen itu membuatnya tersenyum. Namun, di dalam hati, Shintia tetap ada di sisi lain pikirannya.

***

Sementara itu, di sisi lain kota, Andreas mengemudi membawa Shintia pulang. Wajah Shintia terlihat ceria, meski sekilas masih ada bayangan sedikit sedih saat mengingat kabar Raffa dulu. Namun, malam itu ia benar-benar menikmati perjalanan pulang dengan kakaknya.

Dan sampainya di rumah, usai mobil terparkir di halaman Shintia lebih dulu keluar dan akhirnya masuk ke dalam rumah lebih dulu. Namun' Andreas sendiri tampak termenung sesaat di dalam mobil sebelum ia turun. Ia menatap ponsel, berharap ada pesan dari Sella atau kabar lainnya, tapi tidak ada. Ia pun menghela napas panjang sebelum akhirnya keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumah, menyusul Shintia yang sudah lebih dulu.

...

Hari-hari berlalu cepat, dan empat hari sebelum wisuda akhirnya datang. Pagi itu, Shintia tampak berseri-seri di meja sarapan, sembari menikmati sarapannya. Cahaya matahari masuk melalui jendela, membuat ruangan terasa hangat. Andreas, yang baru turun dari lantai atas, melihat adiknya dengan senyum lembut, hatinya merasa lega melihat Shintia bahagia.

“Shintia,” sapa Andreas sambil menyodorkan kotak kecil berisi cincin yang sudah ia simpan dengan hati-hati setelah ia sampai di hadapan Shintia. “Nih buat kamu.”

Shintia menghentikan sarapannya dan meraih kotak itu dengan mata berbinar. “Wah… apa ini, Kak?”

“Buat kamu, biar semangat besok pas wisuda. Kan aku mau kamu semangat kedepannya, ga usah khawatir soal apapun,” jawab Andreas dengan lembut. Kata-kata itu membuat Shintia tersenyum lebih lebar lagi. Ia merasa dihargai dan diperhatikan oleh kakaknya, tak menyadari bahwa cincin itu sebenarnya adalah hadiah dari Raffa, diserahkan melalui Andreas untuk menjaga rahasia.

Shintia memegang cincin itu dengan hati-hati, memeriksanya dari dekat. “Kak… ini cantik banget. Terima kasih ya. romantis banget sih..."

Andreas tersenyum lega, menatap adiknya dengan penuh kasih. “Tentu saja, Shintia. Aku selalu ingin yang terbaik buat kamu. Dan besok, aku juga akan pastikan semuanya lancar di wisudamu.”

...

Sementara itu, di kampus, suasana mulai ramai menjelang gladi bersih wisuda. Teman-teman Shintia berhamburan ke aula besar, bersiap untuk mengecek dekorasi, posisi kursi, dan susunan acara. Suara riuh terdengar di mana-mana.

Shintia berjalan santai, mencoba tetap tenang, meski sesekali mendengar obrolan teman-temannya yang terdengar heboh. “Eh, kalian dengar gak? Direktur Permata itu… ya ampun, orangnya katanya muncul lagi! Ramai banget di media sosial!”

Shintia menatap mereka, sedikit bingung, tapi tetap santai. Tari, sahabatnya yang berdiri di dekatnya, ikut heboh. “Iya, aku juga dengar, Shintia! Orangnya… katanya lagi deket sama wanita cantik, dan mereka bermesraan di mall beritanya!”

Shintia hanya tersenyum tipis, menepuk bahu Tari. “Ah, masa bodoh, Tari. kita gak kenal ini, ngapain di urusin sih. Yang penting besok wisudaku lancar.”

“Ish, kamu ini kebiasaan deh.”

Tari akhirnya menyerah sambil mendecakkan lidah kesal. Ia memang sudah hafal sifat Shintia yang cuek pada gosip orang lain.

Sedangkan Shintia hanya tertawa kecil lalu kembali sibuk merapikan map gladi bersihnya.

Namun tanpa ia sadari…

Nama “Direktur Permata” yang tadi disebut teman-temannya sebenarnya adalah laki-laki yang selama ini terus ia pikirkan.

Raffa.

***

Di sisi lain kota…

Sella sedang duduk di dalam mobilnya sambil menatap layar ponsel dengan wajah kesal.

Berita itu sudah mulai menyebar di sosial media.

Foto dirinya bersama Raffa saat di mall malam itu tersebar cukup luas. Ada foto saat mereka tertawa bersama, saat Raffa merangkul bahunya tanpa sadar, bahkan ada angle yang membuat mereka terlihat sangat dekat.

Caption-caption akun gosip mulai bermunculan.

“Direktur muda Hotel Permata akhirnya buka hati?”

“Manager cantik dan bos hotel makin lengket!”

Sella mengusap pelipisnya pelan. Sebagian dirinya sebenarnya senang. Karena jujur saja… berada di samping Raffa membuatnya terlihat semakin bergengsi.

Namun di sisi lain, ia juga sedikit khawatir.

Andreas.

Kalau laki-laki itu melihat berita ini, pasti akan bertanya macam-macam.

Walaupun begitu… Sella tetap terlalu egois untuk benar-benar peduli.

“Ah, nanti juga reda sendiri,” gumamnya santai.

Namun satu hal yang tidak bisa ia diamkan... Adalah siapa penyebar foto itu.

Karena Sella tahu persis siapa orangnya.

Jeffry.

Laki-laki yang dulu ia tolak mentah-mentah.

Dan siang itu juga, tanpa banyak pikir, Sella langsung mendatangi apartemen Jeffry.

Pintu terbuka kasar.

Jeffry yang sedang duduk santai langsung tersenyum miring saat melihat wanita itu datang.

“Nah… akhirnya datang juga.”

Sella masuk sambil melipat tangan di dada.

“Kamu yang sebar foto itu?”

Jeffry tertawa kecil.

“Cepat juga kamu sadar.”

“Sakit ya jadi cowok ditolak?”

Tatapan Jeffry langsung berubah tajam.

“Aku cuma gak suka lihat kamu gampang banget dekat sama laki-laki lain.”

Sella malah tersenyum sinis.

“Terus itu urusan kamu?”

“Kamu permainin banyak orang, Sel.”

“Dan?”

Jeffry berdiri perlahan mendekatinya.

“Aku cemburu.”

Sella malah terkekeh kecil seolah mendengar lelucon lucu.

“Kamu pikir aku peduli?”

Jeffry mengeraskan rahang.

“Aku serius.”

“Tapi aku enggak.”

Jawaban itu telak sekali. Namun Sella memang seperti itu. Ia terlalu menikmati perhatian banyak laki-laki.

Dan Jeffry tahu itu.

“Aku gak bakal diem,” ucap Jeffry dingin. “Aku bakal cari semua laki-laki yang lagi kamu mainin.”

Sella mengangkat alis santai.

“Mau cari siapa dulu? Banyak soalnya.”

“Kamu keterlaluan.”

Sella melangkah mendekat sampai jarak mereka nyaris tanpa sela.

Tatapannya tajam namun ...

1
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa cepat dong temui Shintia...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa mau di jodohkan ke Sella 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Shintia masih khawatir tuh sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Shintia kangen sama Raffa tuhhh
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa harusnya temui Shintia dong 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee ya tuh Raffa sebenarnya berarti buat shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia... Raffa itu masih hidup 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Sella ganggu Raffa mulu..

duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲

jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kenapa Shintia belum mendaftarkan diri? Raffa sedikit kecewa😟 donggg
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh ciiieee Shintia seperti nya sudah jatuh cinta sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan: Ciieee Asyik dong 😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
gk cape ya Raffa gombal mulu sama shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ya ampun... Raffa jail banget sama Shintia😆😆😆
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee Raffa ajak Shintia ke Pantai😆😆
Raffa jahil banget sama Shintia 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Jangan galak² Shintia nnt jatuh cinta dg Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh seperti ny Raffa emng jatuh cinta dg Shintia 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa blg kekasih Shintia ke Andreas 😆😆😆
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia gk tahu klo Raffa itu CEO yaa😆
Sharah ArpenLovers Khan
Cieee Shintia di blg cantik 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!