NovelToon NovelToon
TIDAK SEMUA LUKA SEMBUH LEBIH CEPAT

TIDAK SEMUA LUKA SEMBUH LEBIH CEPAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:815
Nilai: 5
Nama Author: Aynaaa12

Allyssa harus meninggalkan hidup nyamannya di Bandung dan memulai semuanya dari awal di Jakarta. Di sekolah barunya, ia mencoba menjalani kehidupan remaja seperti biasa, meski perlahan ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.

Pertemuan dengan orang-orang baru, termasuk sosok misterius yang sulit dipahami, membuat hidup Allyssa berubah. Kejadian demi kejadian datang tanpa ia duga, seolah membawanya masuk ke dalam rahasia yang lebih besar.

Di tengah semua itu, ia hanya berpegang pada satu hal yang paling berarti—saudara kembarnya. Namun sebuah kejadian di malam yang seharusnya biasa saja, mengubah segalanya.

Sejak saat itu, Allyssa menyadari bahwa tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Ada yang harus berhenti di tengah jalan—dan tak pernah sempat selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aynaaa12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 33

“Perlu ganti dressnya gak? Kalau mau aku ada dress cadangan di mobil.” Tawar gadis itu yang masih khawatir.

“Nggak usah repot-repot, saya ke toilet saja. Palingan di lap dikit nodanya hilang kok!” Ujar Allyssa yang memang tidak mau ribet.

“Sekali lagi maaf ya! Apa perlu aku antar ke toilet?!” Tanya gadis itu.

“Saya bisa sendiri. Tapi toiletnya di mana ya?” Ujar Allyssa balik bertanya.

“Oh itu kamu masuk dulu lewat pintu itu, lurus terus belok kanan.” Ujar gadis itu menjelaskan arah toilet.

“Terima kasih.” Ucap Allyssa tulus yang diangguki oleh gadis itu.

Allyssa beranjak dari sana. Yang awalnya dirinya hanya beralasan ke toilet agar tidak bosan, sekarang dia harus benar-benar ke toilet.

Begitu masuk dari pintu ke kediaman Mahendra, Allyssa langsung terpaku untuk sejenak.

Lorong marmer dengan gantungan lampu yang tidak begitu terang. Di tambah tidak ada seorangpun di sana.

‘Lurus terus belok kanan’ Itulah yang Alyssa ingat dari gadis tadi.

Ia terus berjalan Lurus dan belok kanan. Namun yang ia temukan bukan toilet, melainkan sebuah ruangan yang seprtinya ruangan keluarga yang sangat luas. Ada juga tangga yang melingkar ke atas. Dan beberapa pintu kayu jati yang terlihat sama persis.

“Kalau kayak gini bisa nyasar Gue!” bisiknya pelan. Dirinya merasa takut. Bukan pada hantu, melainkan takut dikira pencuri. Tapi dia tidak punya pilihan. Dia harus segera membersihkan gaunnya, karena benar-benar terasa lengket dan tidak nyaman.

Allyssa memilih naik ke lantai 2. Dirinya yakin bahwa toiletnya pasti berada di sana.

Ia menaiki tangga yang melingkar itu. Hanya suara heelnya sendiri yang terdengar. Suara yang memantul dari keramik yang terbuat dari kaca namun tidka licin. Seperti halnya lantai 1, lantai 2 rumah keluarga Mahendra begitu sepi. Lampunya yang temaram dan hangat. Karpet tebal yang membuat langkahnya tak bersuara.

Allyssa melihat ke kiri dan kanan. Dan untungnya ia menemukan toiletnya. Toiletnya dua kali lipat lebih besar dari toilet miliknya di rumah. Ada sofa kecil yang terletak di pojokan.

‘Ini toilet apa ruang tamu.’ Batinnya.

Tanpa buang waktu, Allyssa mengunci toilet dari dalam. Ia segera membersihkan dressnya. Ia menyalakan keran, mengambil tisu dan membasahkannya. Ia menekan-nekan noda oranye di drees hitamnya.

“Kenapa Gue bisa sial mulu sih!” Gerutunya.

Noda di dressnya mulai samar. Tapi tentu tidak sepenuhnya hilang.

Karena merasa sudah selesai dengan urusannya. Ia pun akan ke luar dari toilet. Tapi saat jari lentiknya meraih gagang pintu marmer.

KLIK

‘Pintunya nggak kebuka!’ Kening Allyssa berkerut.

Dia mencoba lagi, lebih kuat tapi tidak berhasil.

Klik. Klik

Tetap tidak bisa terbuka. Allyssa mulai panik. Hari sialnya ternyata belum usai. Di tambah dia tidak bisa menghubungi saudari dan orang tuanya. Karena handphonenya tidak ia bawa.

‘Gila ini nggak lucu! Gue cuman mau bersihin gaun, tapi kok malah ke kunci sih? Mana gak bawa HP lagi. Akh sial bangat!’ Monolognya.

Memikirkan terkurung di toilet adalah yang tidak pernah ia bayangkan akan dia alami, Allyssa memilih untuk tidak menyerah.

“Permisi! Tolong! Pintunya kekunci dari luar!” Teriaknya sambil menggedor pintu.

“Ada orang nggak?! Tolong bukain!” Lanjutnya lagi.

“Satu menit. Dua menit. Hanya ada suara AC dan gedorannya yang menggema.

Tepat ketika lututnya mulai lemas, terdengar bunyi knop pintu.

KLIK

Pintu itu terbuka.

Seorang laki-laki tinggi dengan balutan kemeja hitam yang digulung sampai siku berdiri di sana. Wajahnya sangat asing bagi Allyssa. Tatapannya sangat datar dan tidak peduli sama sekali.

Namun Allyssa sangat bersyukur.

“Makasih... Makasih banyak ya kak” Ujar Allyssa tulus.

“Laki-laki itu tidak menjawab. Hanya mengangguk sekali, lalu melangkah pergi tanpa menoleh.

1
EvhaLynn
Wah Semangat Author😉
Aksara Langit
Bagus bangat Thor Alurnya. Tapi kenapa Papa Allyssa meninggal secepat itu😭😭😭
Aynaaa12: Namanya juga takdir🫠
total 1 replies
Aksara Langit
Lanjut Thor😍
Aynaaa12: Lanjut bbesok Ya🤭
total 1 replies
Ainul Ayn
Karyanya bagus bangat Thor. Jangan lupa Up terus ya/Drool/
Aynaaa12: Eh makasi Ya🙏 Jangan kupa Pantengin terus🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!