Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.
Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24 二四
Pagi itu, laboratorium Xi’er dipenuhi oleh suara musik yang ceria dari laptop peraknya. Xi'er duduk bersila dengan dagu yang hampir menempel ke layar, matanya membelalak melihat seorang manusia yang tampak terbang di dalam air biru yang sangat jernih. Manusia itu dikelilingi oleh ribuan ikan berwarna pelangi dan hutan tanaman yang bergoyang lembut tertiup arus bawah laut.
"Tuan kaku! Cepat kemari! Lihat ini!" teriak Xi'er tanpa mengalihkan pandangannya.
Mo Yan yang sedang meninjau laporan keuangan di tabletnya, segera memutar kursi rodanya masuk ke ruangan. "Ada apa? Apa laptopnya meledak lagi?"
"Bukan! Lihat orang ini! Dia masuk ke dalam Istana Naga!" Xi'er menunjuk layar dengan semangat. "Kenapa dia bisa bernapas di dalam air tanpa berubah menjadi ikan? Dan lihat tanaman merah itu! Aku yakin itu adalah Karang Darah yang bisa menyembuhkan penyakit jantung yang paling parah sekalipun! Aku harus ke sana, Mo Yan! Aku harus memeriksa apakah tanaman itu asli atau hanya sihir layar perakmu!"
Mo Yan menatap video diving tersebut lalu beralih menatap wajah Xi'er yang penuh binar harapan. Sudah lama ia tidak melihat Xi'er begitu antusias terhadap sesuatu yang bukan berupa bubuk racun.
"Itu disebut diving, menyelam ke dasar laut dengan bantuan alat pernapasan." jelas Mo Yan. "Jika kau memang ingin, kita bisa pergi. Aku punya kolega yang memiliki resor di Kepulauan pribadi. Kita bisa membawa A-Chen juga."
"Benarkah?!" Xi'er melompat dari kursinya dan hampir menabrak Mo Yan. "Kita akan ke laut asli? Bukan laut yang ada di dalam kotak ini? Kau tidak sedang membohongiku agar aku mau lari di atas papan berjalan itu lagi, kan?"
Mo Yan tersenyum tipis, tangannya bergerak merapikan helai rambut Xi'er yang berantakan karena terlalu asyik menonton. "Aku berjanji. Kita berangkat akhir pekan ini. Tapi kau harus patuh pada pelatih profesionalnya nanti. Laut tidak sejinak video pendekmu."
Persiapan keberangkatan menjadi sebuah sirkus kecil bagi para pelayan Mo Group. Mo Yan tidak main-main, ia menyewa jet pribadi dan memesan instruktur selam wanita paling ahli di negeri ini untuk menjamin keamanan Xi'er.
A-Chen berlarian di dalam pesawat sambil memegang pelampung bebeknya. "Kakak! Apakah di laut ada putri duyung yang cantik?"
"Entahlah A-Chen. Tapi kalau ada, akan kupastikan dia memberikan sisiknya untuk bahan obat kita!" jawab Xi'er dengan percaya diri, sambil tetap memegang erat sabuk pengamannya karena ini adalah pertama kalinya dia terbang setinggi awan.
Begitu mereka sampai di dermaga dan melihat kapal pesiar mewah milik Mo Yan, mulut Xi'er kembali terbuka lebar. Namun, ketertarikannya segera beralih pada peralatan selam yang sudah disiapkan di dek kapal.
"Apa ini? Kenapa aku harus memakai punggung kura-kura besi yang berat ini?" tanya Xi'er saat Coach Sarah, instruktur selam mereka, mulai memakaikan tabung oksigen ke punggungnya.
"Ini tabung udara Nona Lin. Agar Anda bisa bernapas di bawah air seperti di daratan." jelas Sarah dengan sabar.
"Dan benda hitam ini? Kenapa kakiku harus menjadi lebar seperti kaki bebek?!" seru Xi'er saat melihat fins atau kaki katak. "Bagaimana aku bisa berjalan dengan anggun jika kakiku berubah jadi sirip begini? Mo Yan! Kau sengaja ingin mempermalukanku di depan para ikan, ya?!"
Mo Yan yang duduk di kursi rodanya di bawah payung kapal, tertawa kecil. "Ikan-ikan itu tidak akan peduli pada keanggunanmu Xi'er. Mereka hanya peduli apakah kau bisa berenang atau tidak. Pakai saja, itu akan membantumu bergerak."
Xi'er juga harus memakai kacamata selam (mask). Saat dia memakainya, dia merasa wajahnya seperti ditekan oleh tangan raksasa. "Aku terlihat seperti belalang raksasa! Mo Yan, kau benar-benar tiran! Kau mengubah tabibmu menjadi monster laut!"
Meski terus mengomel, saat kapal mulai menepi di area terumbu karang yang tenang, nyali Xi'er sedikit menciut. Ia menatap permukaan laut yang biru kehijauan, merasa sangat kecil di hadapan alam yang luas.
"Takut?" tanya Mo Yan, memegang tangan Xi'er sebelum gadis itu turun ke air.
Xi'er mendongak, mencoba menyembunyikan getaran di tangannya. "Seorang Tabib Agung tidak pernah takut! Aku hanya khawatir... jika aku bertemu Naga Penguasa Laut, dia akan memintaku menjadi tabib pribadinya dan aku tidak bisa kembali untuk memberimu obat pahit lagi!"
Mo Yan menggenggam tangan Xi'er lebih erat, memberikan kehangatan yang sangat dibutuhkan gadis itu. "Kalau Naga itu berani membawamu, aku akan mengirim seluruh armada kapalku untuk menjemputmu. Sekarang, turunlah. Aku akan mengawasimu dari sini."
Dengan bantuan Coach Sarah, Xi'er akhirnya masuk ke dalam air. Awalnya dia panik dan mencoba berjalan di atas air, namun perlahan dia mulai menenangkan pernapasannya sesuai instruksi. Begitu dia memasukkan kepalanya ke dalam air, dunianya seketika berubah.
Di bawah sana, cahaya matahari menembus air seperti pilar-pilar emas yang menyinari kota yang hilang. Terumbu karang dengan berbagai bentuk, ada yang seperti otak manusia, ada yang seperti kipas raksasa terhampar luas. Ikan-ikan kecil berwarna biru neon dan kuning terang berenang melewatinya seolah menyambut kedatangannya.
Xi'er mencoba berteriak karena kagum, tapi yang keluar hanyalah gelembung udara blub-blub-blub. Ia berenang mendekati sebuah karang berwarna merah menyala, karang yang dia lihat di video. Ia menyentuhnya perlahan dengan jarinya, matanya berbinar penuh keajaiban. Ia merasa seolah sedang berada di dalam mimpi yang paling indah.
Setelah tiga puluh menit menyelam, Xi'er akhirnya muncul kembali ke permukaan. Begitu melepas regulatornya, dia langsung berteriak ke arah Mo Yan yang menunggu di pinggir kapal.
"Tuan kaku! Karang itu asli! Dia benar-benar hidup! Dan ada ikan yang wajahnya sangat mirip dengan Zuo Fan, dia menatapku dengan sangat bingung tadi!"
Mo Yan tertawa lepas, sebuah tawa yang sangat jarang terdengar begitu tulus. Ia melihat wajah Xi'er yang basah, dengan mata yang bersinar karena kebahagiaan. Baginya, pemandangan itu jauh lebih indah daripada terumbu karang mana pun di dunia.
"Naiklah Xi'er. A-Chen sudah menunggumu untuk makan siang." panggil Mo Yan.
Saat Xi'er naik ke kapal dan melepaskan semua peralatan beratnya, dia langsung duduk di samping Mo Yan, menceritakan setiap detail yang dia lihat dengan kecepatan bicara seperti kereta api. Mo Yan hanya mendengarkan dengan sabar, sesekali menyeka air laut dari pipi Xi'er.
"Terima kasih Mo Yan." ucap Xi'er tiba-tiba, suaranya merendah. "Dunia ini... ternyata tidak hanya berisi mesin dan polusi. Ada bagian yang sangat indah, dan aku senang kau yang menunjukkannya padaku."
Mo Yan tertegun sejenak, lalu ia tersenyum lembut. "Dunia ini memang indah Xi'er. Dan masih banyak tempat lain yang ingin kutunjukkan padamu. Jadi, jangan pernah berpikir untuk kabur ke Istana Naga, mengerti?"
Xi'er mendengus malu-malu, lalu segera mengalihkan pembicaraan dengan menggoda A-Chen yang sedang ketakutan melihat kepiting kecil di ember. Di tengah luasnya samudra, Xi'er menyadari satu hal di mana pun dia berada, selama ada Mo Yan di sisinya, dia tidak akan pernah merasa tersesat lagi.
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/