NovelToon NovelToon
Terjebak CEO Tampan

Terjebak CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Selama 15 tahun pernikahan dengan Angga, Nayra bahkan tidak pernah bahagia. Meskipun dia sudah memiliki dua orang putri. Sikap kasar Angga tidak pernah hilang, dia sering memarahi Nayra di depan kedua anaknya. Ternyata sikap Angga, bukan hanya membuat Nayra tersiksa, tapi juga anak pertamanya yang mulai beranjak remaja. Nayra sempat berpikir keras untuk pergi dari rumah itu, tapi yang dia pikirkan hanya kedua anaknya, bagaiman masa depannya. Nayra terus bertahan meskipun luka di hatinya semakin besar, rasa cinta untuk Angga kini telah hilang. Saat Nayra terjebak hutang, Angga masih saja menyalahkannya, kini Nayra sudah berada di titik pasrah. Tapi Tuhan maha baik hidup Nayra di tolong oleh Arsen Wiratama, pemilik perusahaan terbesar di kota itu. Arsen menolong Nayra, tapi semua tidak gratis, Nayra harus bersedia meninggalkan Angga dan juga menikah dengannya secara kontrak. Bagaimana kelanjutan pernikahan kontrak mereka.

IG : purpleflower3125
FB : Flower Arsyta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 : Sekolah Baru

Raya berdiri dari kursinya. Ia menatap ke arah Kakek Sanjaya, lalu tersenyum kecil.

“Raya berangkat dulu, Eyang,” ucapnya sopan sambil mencium pungung tangan Kakek Sanjaya.

Kakek Sanjaya mengangguk hangat sambil mengulurkan tangan. “Iya… hati-hati di jalan, sekolahnya yang rajin.”

Alea yang melihat itu langsung turun dari kursinya dengan cepat. Tidak mau ketinggalan.

“Dada, Eyang!” ucapnya nyaring sambil melambaikan tangan kecilnya.

Kakek Sanjaya tertawa pelan. “Iya… hati-hati ya,” balasnya. “Alea jangan lama-lama, Eyang tidak mau ditinggal sendiri.”

Dengan polos, Alea langsung menjawab tanpa berpikir. “Kan ada Oma Ambar, Eyang,” katanya santai. “Eyang takut ya sama Oma Ambar?”

Deg!

Suasana seketika hening.

“Shhh… Alea!” Nayra langsung menegur cepat.

Alea malah terkekeh kecil.

Sementara itu, wajah Bu Ambar langsung berubah. Tatapannya tajam menusuk ke arah Alea.

“Dasar anak kampung,” gumamnya sinis.

Raya langsung menoleh. Alisnya sedikit berkerut. Ia tidak bicara, tapi jelas tidak suka dengan ucapan itu.

Nayra langsung menggenggam tangan Raya. Menahannya agar tidak membalas. Arsen yang sejak tadi diam, hanya melirik sekilas. Tatapannya dingin.

Namun ia tidak berkata apa-apa. “Sudah, ayo,” ucapnya singkat.

Tak lama kemudian, mobil Arsen melaju meninggalkan halaman rumah.

Di dalam mobil, suasana cukup hening. Nayra akhirnya menoleh ke belakang. Menatap Alea yang duduk di kursi belakang di samping Raya.

“Alea,” panggilnya lembut, tapi tegas. “Kamu tidak boleh bicara seperti itu lagi ya.”

Alea langsung mengerucutkan bibirnya. “Iya, Mama…”

Namun jelas ia masih sedikit kesal.

Arsen yang menyetir, tiba-tiba bersuara. “Tidak usah dimarahi terus.”

Nayra menoleh.

Arsen tetap fokus ke jalan. “Anak kecil itu jujur,” lanjutnya tenang. “Dia tahu mana yang baik dan mana yang pura-pura baik.”

Nayra terdiam sejenak. “Iya sih, Mas… tapi...”

“Sudah,” potong Arsen pelan. “Selama tidak berlebihan, tidak apa-apa.”

Di kursi belakang, Raya melirik Alea yang masih cemberut sambil menatap keluar jendela. Ia tidak lagi menyindir seperti anak kecil.

Hanya berkata singkat. “Alea, kamu denger nggak.”

Alea tetap diam, tidak menjawab. Hanya memeluk bonekanya sambil menatap jalan. Nayra menghela napas pelan. Ia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua anaknya.

Sementara itu, Arsen tetap fokus menyetir. Namun sesekali, matanya melirik ke kaca spion. Melihat tiga orang di dalam mobil itu.

Mobil akhirnya berhenti di depan gerbang sekolah.

Gerbangnya tinggi dan megah, dengan penjagaan ketat. Bangunan di dalamnya terlihat luas, modern, dan tertata rapi.

Di bagian depan gedung utama, terpampang tulisan besar: Pelita Harapan International High SchooL.

Raya yang baru saja membuka pintu, langsung terdiam. Matanya membesar, ia turun perlahan dari mobil, lalu menatap ke sekeliling.

“Ini…” gumamnya pelan. “Sekolahku yang baru?” Nada suaranya jelas terkejut.

Ia menoleh ke arah Arsen. “Ini nggak salah?” lanjutnya. “Kok… besar banget sih.”

Ia kembali melihat gedung itu. Ada sedikit rasa tidak nyaman.

“Kan bisa sekolah yang biasa aja,” tambahnya pelan. “Nggak harus di tempat kayak gini.”

Arsen turun dari mobil. Langkahnya tenang seperti biasa. “Di sini fasilitasnya lengkap,” jawabnya singkat. “Dari SD, SMP, SMA… sampai universitas ada di satu area.”

Raya langsung menoleh lagi ke gedung itu. Matanya kembali menyapu sekeliling.

“Jadi… satu di gedung ini semua?” gumamnya.

Alea yang baru turun langsung berputar kecil. Matanya berbinar. “Waaah… besar banget, Om..”

Ia langsung menutup mulutnya. “Eh… Pa,” ucapnya cepat sambil nyengir kecil.

Arsen melirik sekilas. Namun tidak berkata apa-apa.

Alea langsung menarik tangan Nayra. “Aku mau sekolah di tempat Kakak Raya juga, Ma!” ucapnya polos.

Nayra tersenyum. “Iya,” jawabnya lembut. “Nanti kalau sudah besar.”

Alea langsung mengangguk puas.

Raya masih berdiri diam, sedikit canggung. Lingkungan itu terlalu berbeda dari yang biasa ia kenal.

Nayra menyadari itu. Ia mendekat, lalu menepuk bahu Raya pelan. “Kamu pasti bisa menyesuaikan,” ucapnya lembut.

Raya menatap Nayra. Lalu mengangguk kecil, meskipun masih ragu.

Arsen kemudian bersuara, “Ayo. Kita masuk. Sekalian bertemu kepala sekolah.”

Raya langsung menoleh. “Sekarang?” tanyanya.

“Iya.”

“Aku ikut!” sahut Alea cepat.

Nayra tersenyum kecil. “Iya, Mama ikut juga.”

Alea terkekeh senang. Akhirnya, mereka semua turun dan berjalan bersama menuju gedung utama. Langkah Raya sedikit lebih pelan dari yang lain. Ia memperhatikan sekeliling.

Siswa-siswa dengan seragam rapi. Area taman yang luas. Gedung-gedung tinggi menjulang. Namun di tengah rasa asing itu, ia melirik ke samping kearah Arsen dan Nayra.

Langkah Raya sedikit melambat. Matanya memperhatikan sekeliling. Siswa-siswa berlalu-lalang dengan seragam rapi.

Beberapa di antaranya mulai melirik ke arah mereka, berbisik.

“Siapa itu…?”

“Yang cowok itu…”

“Keren banget…”

Tatapan mereka jelas tertuju pada Arsen. Dengan postur tinggi, langkah tegap, dan aura dingin yang kuat... ia langsung mencuri perhatian.

Bahkan beberapa siswi SMA dan mahasiswi terlihat berbisik kagum sambil mencuri pandang. Nayra yang berjalan di sampingnya sedikit mendekat.

“Mas…” bisiknya pelan. “Memangnya harus lewat sini ya?”

Arsen tidak menoleh.

“Iya,” jawabnya tenang. “Aku ingin bertemu ketua yayasan.”

Nayra mengernyit sedikit. “Untuk apa?”

Arsen melirik sekilas ke arah Raya yang berjalan di depan. “Supaya Raya bisa belajar dengan tenang,” ucapnya datar. “Tanpa ada yang berani menyentuhnya dengan cara yang tidak pantas.”

Nayra terdiam. Hatinya tiba-tiba terasa hangat. Ucapan itu, terdengar seperti seorang ayah yang melindungi anaknya. Bukan hanya sekadar suami kontrak.

Ia menunduk sedikit, tanpa sadar senyum tipis muncul di wajahnya. Mereka akhirnya masuk ke gedung yayasan.

Suasananya jauh lebih formal. Begitu Arsen melangkah masuk, beberapa staf langsung berdiri. Menunduk hormat, memberi jalan.

“Silahkan, Tuan Arsen,” ucap salah satu staf dengan sopan.

Raya yang melihat itu langsung terdiam. Matanya membesar. "Wah… Om. Eh… Papa dihormati banget, ya," batinnya.

Sementara itu, Alea terus menoleh ke sana-sini. Matanya berbinar melihat ruangan besar itu.

Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya dengan setelan jas rapi mendekat. “Silahkan masuk, Tuan Muda,” ucapnya hormat.

Arsen mengangguk tipis. “Saya ingin bicara sebentar,” katanya singkat.

Pria itu langsung mengangguk. “Baik, Silahkan.”

Arsen kemudian berjalan sedikit menjauh bersama pria itu. Meninggalkan Nayra, Alea, dan Raya yang masih berdiri di ruangan itu.

Raya dan Nayra saling pandang.

“Ngomong apa ya mereka, Ma,” gumam Raya pelan.

Nayra hanya menggeleng kecil.

Di sudut ruangan, suasana berubah serius. Arsen berdiri tegap, tatapannya tajam.

“Saya tidak ingin ada yang mengganggu putri saya,” ucapnya dingin.

Pria itu langsung menunduk.

“Putri saya bernama,” lanjut Arsen tegas, “Raya Airin Putri Wiratama.”

Suasana mendadak terasa berat.

“Baik, Tuan Arsen,” jawab pria itu cepat. “Kami akan menjaganya dengan baik.”

Namun, Arsen belum selesai. “Kalau sampai ada yang menyentuhnya, atau memperlakukannya tidak baik...”

Ia berhenti sejenak. Tatapannya semakin dingin. “Saya akan tuntut yayasan ini.”

Pria itu langsung tegang.

“Dan semua invetasi yang pernah saya berikan, akan saya tarik kembali.”

Deg!

Beberapa staf yang mendengar langsung menahan napas.

“Kalian tahu akibatnya,” lanjut Arsen datar. “Sekolah ini… bisa berhenti berjalan, bahkan tutup permanen.”

“Paham, Tuan!” jawab pria itu cepat, sedikit gemetar.

Arsen menatap tajam. “Dan satu lagi... jangan sampai Raya tahu,” ucapnya tegas. “Perlakukan dia seperti murid biasa.”

Pria itu langsung mengangguk. “Baik, Tuan. Kami mengerti.”

Beberapa saat kemudian, Arsen kembali ke arah Nayra dan Raya. Wajahnya sudah kembali tenang, seperti tidak terjadi apa-apa.

Seorang wanita mendekat. “Pekenalkan ini Ibu Yuli, wali kelas Raya,” ucap pria tadi memperkenalkan.

Wanita itu tersenyum ramah. “Selamat datang, Raya,” ucapnya lembut. “Mari, Ibu antar ke kelas.”

Raya menoleh ke arah Nayra. Lalu ke Arsen, ada sedikit rasa ragu.

Arsen menatapnya. “Belajar yang rajin,” ucapnya tegas. “Kalau ada apa-apa, hubungi Papa.”

Raya terdiam sebentar. Lalu mengangguk. “Iya…”

Ia berbalik, mulai berjalan mengikuti Bu Yuli. Langkahnya masih sedikit kaku. Namun lebih berani dari sebelumnya.

Di belakang, Alea langsung melambaikan tangan heboh. “Kakaaak! Dadaa!” teriaknya nyaring.

Raya menoleh sekilas. Lalu mengangkat tangan kecilnya membalas. Senyum tipis terukir di wajahnya.

1
Arditya
Buku ini bagus ceritanya. Authornya mendalami banget ya sama cerita ini. lanjut thor sampai ratusan bab.
Vhiie Chavtry
suka banget, ada gambar visualnya di babnya... semangat Thoor😍
Vhiie Chavtry
aku suka banget sama Alea...hheee

semangat, lanjut thoor😄👍
Vhiie Chavtry
Ceritanya sangat menarik, dan relate... semangat author. recommended bangt sih😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!