NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

Malam kembali turun menyelimuti pondok pesantren.

Suara jangkrik terdengar samar dari luar jendela, sementara angin malam berhembus pelan membawa aroma tanah basah sehabis taman tadi disiram.

Keira berdiri di depan pintu kamar Gus Zayn dengan wajah sedikit gugup.

Tadi setelah shalat isya berjamaah, Gus Zayn memintanya masuk ke kamar karena ingin mengambilkan salep untuk luka kecil di jarinya.

Namun entah kenapa...

Kini justru Keira yang sibuk memikirkan luka di tangan pria itu. Ya, Gus Zayn terkena air panas tadi.

“Masuk.” suara Gus Zayn terdengar dari dalam.

Keira pelan-pelan membuka pintu.

Ruangan itu terasa hangat dan tenang seperti biasa. Lampu kecil di sudut kamar menyala redup, menerangi rak kitab dan meja kayu di dekat jendela.

Gus Zayn sedang duduk di lantai dekat meja rendah sambil membuka salah satu kitabnya.

“Duduk sini.” ujarnya pelan tanpa mengalihkan pandangan dari halaman kitab.

Keira menurut perlahan lalu duduk berhadapan dengannya.

Beberapa detik suasana hening.

Hanya suara lembaran kitab yang dibalik pelan oleh Gus Zayn.

Sampai akhirnya—

“Tangannya.” ujar Keira pelan.

Gus Zayn menoleh. “Hmm?”

“Yang kena air panas tadi.”

Pria itu tampak sedikit heran. “Tidak apa-apa.”

“Boleh saya lihat?”

Tatapan Gus Zayn langsung tertuju pada wajah Keira beberapa detik.

Mungkin ia tidak menyangka gadis itu akan memintanya seperti ini.

Namun akhirnya pria itu mengulurkan tangannya perlahan.

Keira langsung mendekat sedikit.

Jari-jari gadis itu memegang pergelangan tangan Gus Zayn hati-hati sekali. Bekas kemerahan itu masih terlihat samar di kulitnya.

“Masih merah...” gumam Keira pelan.

Entah kenapa...

Sentuhan kecil itu membuat Gus Zayn diam lebih lama dari biasanya.

Keira lalu membuka kotak salep di dekatnya.

“Saya olesin ya.”

“Zaujati...”

“Hmm?”

“Kamu takut sama saya tidak sekarang?”

Pertanyaan mendadak itu membuat Keira berhenti sesaat.

Gadis itu perlahan mengangkat wajahnya.

Tatapan mereka bertemu dalam jarak yang cukup dekat.

Dan untuk pertama kalinya...

Keira tidak langsung menghindar.

“Masih kadang gugup.” jawabnya jujur pelan. “Tapi...”

“Tapi apa Zaujati?”

Keira menunduk malu kecil sambil mengoleskan salep perlahan di tangan pria itu.

“Saya nggak takut lagi.”

Suasana kamar mendadak terasa sangat sunyi.

Namun bukan sunyi yang canggung.

Melainkan hangat.

Tenang.

Gus Zayn memperhatikan wajah Keira diam-diam. Cara gadis itu mengobati lukanya sangat hati-hati, seolah takut membuatnya sakit.

Dan anehnya...

Perhatian kecil itu cukup membuat hati Gus Zayn terasa lembut.

“Sudah.” ujar Keira pelan setelah selesai.

Namun saat ia hendak menarik tangannya—

Jemarinya justru tertahan pelan.

Deg.

Keira langsung menatap Gus Zayn dengan jantung berdegup cepat.

Pria itu tidak menggenggam erat.

Hanya menahan ujung jemarinya pelan.

Tatapannya teduh sekali.

“Terima kasih, Zaujati” lirih Gus Zayn rendah.

Dan lagi-lagi...

Hanya dengan dua kata sederhana itu, Keira merasa dadanya dipenuhi sesuatu yang hangat dan sulit dijelaskan.

Keira masih mematung saat jemarinya ditahan pelan oleh Gus Zayn.

Jantungnya berdegup begitu cepat sampai ia sulit mendengar suara lain selain detaknya sendiri.

Sedangkan Gus Zayn menatapnya dengan sorot mata yang begitu tenang.

Hangat.

Dan entah kenapa membuat Keira tidak sanggup berpaling.

“Gus...” panggilnya lirih.

Pria itu perlahan melepaskan jemari Keira, lalu mengangkat tangan satunya untuk menyibakkan sedikit anak rambut yang keluar dari balik kerudung gadis itu.

Gerakannya lembut sekali.

Seolah Keira adalah sesuatu yang sangat ia jaga.

“Kamu cantik saat tersenyum.” ucapnya rendah.

Deg.

Napas Keira langsung tercekat.

Pipinya kembali memanas, sementara Gus Zayn masih menatapnya tanpa terburu-buru.

Tidak ada kesan menggoda berlebihan.

Hanya tatapan penuh rasa sayang yang perlahan membuat hati Keira melemah.

“Jangan lihat saya begitu...” gumam Keira malu.

“Kenapa, Zaujati?”

“Bikin deg-degan.”

Samar terdengar tawa rendah dari Gus Zayn.

Pria itu lalu bergerak sedikit mendekat.

Tidak tergesa.

Memberi Keira ruang untuk menjauh bila ia ingin.

Namun gadis itu justru diam di tempatnya.

Tatapan mereka bertemu dalam jarak yang sangat dekat sekarang.

Dan sebelum Keira sempat mengatur napasnya—

Gus Zayn mengecup pelan keningnya.

Sangat lembut.

Sangat singkat.

Namun cukup membuat dunia Keira terasa berhenti sesaat.

“Masya Allah...” bisik pria itu lirih setelahnya.

Keira menunduk cepat dengan wajah merah total.

Tangannya bahkan refleks mencengkeram ujung gamis sendiri karena gugup.

Sedangkan Gus Zayn tersenyum kecil melihat reaksinya.

“Kenapa malu sekali, ya zaujati?” tanyanya lembut.

Keira menggeleng cepat. “Gus jangan nanya...”

“Tapi kamu lucu, zaujati”

“Gus...”

Tawa kecil Gus Zayn kembali terdengar.

Lalu pria itu mengusap pelan puncak kepala Keira dengan penuh kasih sayang.

“Sudah malam.” ucapnya rendah. “Nanti kamu mengantuk besok.”

Namun saat Keira hendak bangkit berdiri, pria itu kembali memanggil pelan,

“Zaujati...”

Gadis itu menoleh gugup. “Iya?”

Tatapan Gus Zayn melembut sekali.

“Terima kasih sudah hadir di hidup saya.”

*

Keira benar-benar tidak bisa tidur malam itu.

Ia duduk di atas kasurnya sambil memeluk bantal kecil, wajahnya masih merah saat mengingat kecupan lembut Gus Zayn di keningnya tadi.

Jantungnya bahkan masih berdegup tidak normal.

“Ya Allah...” gumamnya pelan sambil menutupi wajah sendiri.

Setiap kali mengingat tatapan pria itu, dadanya terasa hangat sekaligus gugup dalam waktu bersamaan.

Di luar kamar, suasana pondok sudah sangat sepi. Hanya terdengar suara angin malam dan sesekali langkah santri ronda yang lewat di halaman.

Namun pikiran Keira benar-benar tidak tenang.

Sampai akhirnya—

Tok.

Tok.

Keira langsung tersentak kecil.

“Keira?”

Suara Gus Zayn terdengar lembut dari balik pintu.

Deg.

Jantung Keira kembali kacau.

“I-iya?”

“Belum tidur?”

Keira panik sendiri. Haruskah ia menjawab jujur?

“Sudah mau tidur...” balasnya gugup.

Terdengar tawa kecil samar dari luar pintu.

“Kalau begitu saya masuk sebentar ya?”

“Hah?”

Belum sempat Keira menenangkan diri, pintu kamar sudah terbuka perlahan.

Gus Zayn masuk dengan langkah tenang sambil membawa segelas susu hangat di tangannya.

Keira langsung salah tingkah setengah mati.

“Gus ngapain ke sini malam-malam...”

Pria itu mendekat lalu meletakkan gelas tersebut di meja kecil dekat kasur.

“Kamu tadi tidak banyak makan malam.”

Keira terdiam.

Hal kecil seperti itu saja ternyata diperhatikan oleh Gus Zayn.

“Minum dulu.”

Keira menurut pelan sambil menerima gelas hangat itu.

Tangannya sedikit gemetar entah karena gugup atau karena pria itu berdiri terlalu dekat.

Sedangkan Gus Zayn justru memperhatikan wajahnya beberapa detik.

“Kamu menangis lagi?”

Keira langsung membelalak. “Nggak!”

“Matamu merah.”

“Itu karena ngantuk...”

Pria itu menahan senyum kecil. “Benarkah?”

Keira buru-buru meminum susu hangatnya untuk menghindari tatapan Gus Zayn.

Namun detik berikutnya—

“Awas.”

“Eh?”

Gus Zayn mengangkat tangannya lalu mengusap pelan sudut bibir Keira yang terkena sedikit susu.

Sentuhan singkat itu sukses membuat Keira membeku total.

Sedangkan Gus Zayn terlihat sangat tenang.

“Tumpah.” ujarnya rendah.

Keira bahkan sudah tidak tahu harus bereaksi bagaimana lagi.

Melihat itu, Gus Zayn akhirnya terkekeh pelan.

“Kenapa akhir-akhir ini kamu sering diam kalau dekat saya?”

Keira menunduk malu. “Karena Gus suka bikin saya deg-degan.”

Jawaban jujur itu membuat Gus Zayn sedikit terdiam.

Lalu perlahan, pria itu duduk di sisi kasur dengan jarak yang tetap sopan.

Tatapannya turun menatap Keira yang masih memegang gelas hangat di tangannya.

“Zaujati??”

“Hmm?”

“Kalau suatu hari nanti kamu takut lagi...” suara Gus Zayn rendah dan lembut, “cerita sama saya.”

Keira perlahan mengangkat wajahnya.

“Saya ingin jadi tempat paling aman buat kamu.”

Kalimat itu menghantam hati Keira begitu dalam.

Dan tanpa sadar...

Matanya kembali berkaca-kaca.

#Sepii

1
Cah Dangsambuh
yasalaaaamm bacanya sambil tahan napas😆maniiiiiiiiis pol polan gus zayn ga ada lawan👍
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
Lia se
😍😍😍😍🤭
Lia se
😍😍😍😍
Lia se
.🤭 Keira lucu
Anonim
😍😍😍🤭
Anonim
😍😍😍😍
Cah Dangsambuh
oh kamu cantik sekali yaujinya dah klepek klepek
Anonim
Luar biasa, sering update ya author
Cah Dangsambuh
ampuuuun mba bro bawang ooohh bawang trima kasih ya bawang karna kamu bikin umi sama adik iparnya senyam senyum apa lagi yang baca beeeeeehhhhh baper parah🙏🙏🙏
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
Cah Dangsambuh
jariku kepotong gus 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahahaha
total 1 replies
Cah Dangsambuh
ya allah ada ga sih di dunia nyata orang yang sabar dan semanis ini ,,ya robb kirimkan orang seperti karakter gus zayn untuk ku jadikan menantu amiiiin🙏🙏🙏 maaf kak othor aku terlalu baper 🤣
Julia and'Marian: nyari dimana ya kak, author juga pengen 🤏🏻
total 1 replies
Anonim
Bagus banget....
Lia se
bagus sekali
Mariah
Bagus sekali
Cah Dangsambuh
masya allah perhatiannya luar biasa
Julia and'Marian: Masya Allah
total 1 replies
keynara
lanjut update yg banyak dong thor🙏😄
Julia and'Marian: hahahah♥️
total 1 replies
Titik Sofiah
bagus crita a Thor moga konfliknya nggak trllau berat 😍😍😍
Lia se: semangat kak 💪
total 2 replies
Cah Dangsambuh
adik iparnya somplak pikiranya kakak iparnya dah ini ono inikucrut🤣🤣🤣
Julia and'Marian: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Cah Dangsambuh
uuuuh manisnya gus ngajarinya
Cah Dangsambuh
berarti kamu udah di kasih hidayah key orang yang selama ini ga tau agama malah di kasih jodoh gus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!