NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Hamil, Janji Mafia Yang Mengikat

Air Mata Istri Hamil, Janji Mafia Yang Mengikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Dark Romance
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Diselingkuhi saat hamil besar, ia hampir kehilangan segalanya, termasuk anak yang belum sempat ia peluk.

Di titik terendah hidupnya, seorang pria asing menyelamatkannya.
Berbahaya. Dingin. Dan tidak pernah memberi tanpa imbalan.

Satu syarat.
Satu ikatan yang tak bisa ia tolak.

Demi bertahan… demi anaknya, ia menerima.
Lima tahun berlalu.

Hidup yang ia bangun perlahan terasa utuh, hingga masa lalu datang kembali, menuntut apa yang dulu ia abaikan.

Namun kali ini, ia bukan wanita yang sama.
Dan pria di sisinya…
bukan seseorang yang bisa disentuh tanpa konsekuensi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Lucien dan beberapa anak buahnya tiba di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.

Pria itu berdiri di lantai atas, menatap ke bawah dengan tenang dari balik pagar kaca.

Di sampingnya, Lucas memberi laporan singkat.

"Bos, target berada di lantai dua. Dia bersama seorang anak laki-laki," ucapnya pelan.

Tatapan Lucien langsung mengarah ke area yang ditunjuk.

Di antara keramaian pengunjung, seorang wanita terlihat berjalan dengan anggun.

Tingginya semampai, kulitnya putih bersih, wajahnya cantik dengan garis tegas yang elegan.

Setiap langkahnya menarik perhatian orang sekitar.

Bahkan beberapa pria tanpa sadar menoleh dua kali ke arahnya.

Namun wanita itu tampak tidak peduli.

Di sebelahnya, seorang anak laki-laki berusia sekitar lima tahun menggenggam tangannya erat.

Anak itu terlihat tenang, berbeda dengan anak seusianya yang biasanya aktif.

Lucas melirik bosnya.

"Bos, apa kita turun sekarang?"

Lucien tidak langsung menjawab. Matanya tetap mengikuti pergerakan anak itu.

Beberapa detik kemudian, ia berkata pelan.

"Ambil sampel DNA anak itu."

Lucas sedikit terdiam.

"Baik, Bos. Bagaimana caranya?"

Lucien mengalihkan pandangannya, tetap dingin.

"Cari cara yang tidak menarik perhatian. Rambut, minuman, atau sentuhan langsung."

Lucas mengangguk.

"Dimengerti."

Lucien kembali menatap ke bawah.

Wanita itu terlihat sedang membantu anaknya minum, tanpa menyadari bahwa dirinya sedang diawasi.

Lucas menambahkan dengan hati-hati, "Kalau hasilnya benar anak Bos…"

Lucien menyela tanpa ekspresi.

"Aku akan membawanya pulang," jawabnya.

Suasana kembali sunyi.

Di bawah, anak itu tertawa kecil sambil menarik tangan ibunya.

Lucas berdiri di lantai atas pusat perbelanjaan sambil terus mengamati wanita itu bersama anak laki-lakinya.

"Bos, saya akan cari tahu di mana mereka tinggal selama ini dan apa pekerjaan ibunya," ucap Lucas.

Lucien tidak mengalihkan pandangan. "Segera."

"Baik, Bos."

Lucas kemudian menatap sekilas ke bawah.

Wanita itu benar-benar mencuri perhatian banyak orang. Tinggi semampai, kulit putih, dan wajah yang sangat cantik membuat beberapa pria tanpa sadar terus meliriknya.

Lucas menghela napas pelan dalam hati.

"Wanita seperti ini… sulit diabaikan siapa pun. Appakah bos akan tertarik juga padanya?"

Namun Lucas segera menepis pikirannya sendiri.

Di sisi lain, di mansion keluarga Fan…

Alyysa berada di dapur, menata makan malam dengan tenang di meja makan.

Suasana rumah terlihat hangat, tetapi tatapan Alyysa tampak sedikit kosong.

Tak lama, seorang sekretaris wanita masuk dengan langkah cepat.

"Nyonya," ucapnya pelan, "ada informasi bahwa wanita yang dicari tuan sudah kembali. Dia bahkan membawa seorang anak laki-laki."

Gerakan tangan Alyysa berhenti sejenak.

"Di mana Lucien sekarang?" tanyanya datar.

"Masih di pusat perbelanjaan," jawab Meliza sambil menunjukkan layar ponselnya.

Di layar itu terlihat jelas Lucien sedang berdiri di lantai atas, memperhatikan wanita itu bersama anaknya tanpa berkedip.

Tatapan Alyysa menjadi semakin tenang, tapi dingin.

"Kalau sampai dia membawa wanita itu pulang…" suara Meliza ragu, "posisi Nyonya dan Tuan Muda bisa terancam. Wanita itu kelihatannya bukan orang biasa."

Alyysa tersenyum tipis.

Senyum yang dipaksakan.

"Kalau Lucien memilihnya… mungkin sudah saatnya aku pergi," ucapnya pelan.

Meliza langsung terkejut.

"Nyonya…"

Alyysa menggeleng kecil.

"Aku tidak akan memaksa atau membuat keributan."

"Dari awal aku menikah dengan Lucien, itu hanya demi Kael. Agar dia tidak direbut oleh Darius dan Jean. Kalau sekarang Lucien ingin membawa wanita itu pulang berarti aku dan Kael harus pergi," batin Alyysa.

Alyysa kemudian menghubungi suaminya.

Di pusat perbelanjaan, Lucien akhirnya mengeluarkan ponselnya.

"Hallo, istriku," suara rendahnya terdengar.

Di rumah, Alyysa menutup matanya sejenak.

"Lucien, kau di mana?" tanyanya lembut.

"Ada urusan sebentar," jawab Lucien tenang. "Aku akan segera pulang dan makan bersamamu."

"Baik," jawab Alyysa sambil tersenyum kecil yang dipaksakan. "Aku menunggumu."

Panggilan terputus.

“Apakah Tuan akan pulang?” tanya Meliza pelan.

“Iya,” jawab Alyysa sambil merapikan meja makan.

“Setidaknya Tuan masih peduli pada Anda,” ucap Meliza hati-hati.

Alyysa tersenyum kecil, tapi matanya tidak ikut tersenyum.

“Meliza, jangan terlalu percaya pada pria mana pun… termasuk suami sendiri,” ucapnya pelan.

Meliza terdiam.

“Kenapa Nyonya berkata begitu?”

Alyysa berhenti sejenak, lalu menarik napas pelan. “Kau tahu kenapa pernikahan pertamaku gagal?.Karena mantan suamiku berselingkuh. Dia menganggapku tidak cukup baik… tidak cukup cantik. Pria mana pun bisa tergoda oleh wanita cantik. Bahkan jika dia sudah punya istri yang baik.”

Meliza segera menggeleng.

“Tapi Tuan Lucien bukan tipe seperti itu.”

Alyysa tersenyum tipis.

“Dia mungkin bukan tipe seperti itu… atau mungkin aku belum melihat sisi lainnya.”

Meliza ragu sejenak sebelum menjawab lagi. “Mungkin Tuan hanya ingin anaknya saja.”

Alyysa menunduk pelan.

“Meliza… kalau anak itu benar-benar anak kandungnya, maka semuanya akan berubah.”

Ia melirik ke arah sofa.

Kael tertidur di sana dengan tenang, wajahnya polos dan damai.

“Anak itu tidak akan pernah dipisahkan dari ibunya,” lanjut Alyysa pelan. “Dan aku… tidak akan pernah bisa menggantikan posisi itu. Bagaimanapun juga, demi anak itu… mereka akan selalu bertemu. Dan saat itu terjadi, semuanya akan berubah.”

Meliza menatapnya cemas.

“Lalu apa rencana Nyonya?”

Alyysa tidak langsung menjawab. Matanya masih tertuju pada Kael yang tertidur.

“Aku lebih khawatir pada Kael,” ucapnya akhirnya.

Meliza mengikuti arah pandang itu.

“Anak itu selalu dimanjakan oleh Lucien. Sementara aku… belum bisa memberinya keturunan. Jika Lucien benar-benar memiliki anak kandung dari wanita itu… dia pasti akan lebih memilih darah dagingnya sendiri. Dan demi anaknya, dia akan selalu menemui wanita itu.”

Meliza menghela napas pelan.

“Kehadiran wanita itu hanya akan membuat Nyonya terluka lagi…” ucapnya lirih.

“Meliza, fokus saja pada bisnis kita,” ucap Alyysa," Selama lima tahun ini, bisnis yang kita kelola semakin baik dan lancar.”

Meliza mengangguk kecil, menunggu lanjutannya.

“Fashion dan kosmetik adalah harapan kita,” lanjut Alyysa dengan suara lebih tenang. “Dengan dua bisnis ini, aku tidak perlu lagi terlalu mengkhawatirkan masa depan Kael.”

Ia berhenti sejenak, lalu melirik ke arah sofa. Kael masih tertidur dengan tenang.

“Setidaknya… aku bisa memastikan dia tetap aman, apa pun yang terjadi.”

Meliza sedikit ragu.

“Tapi Nyonya… kalau Tuan Lucien benar-benar membawa wanita itu masuk ke dalam keluarga…”

Alyysa menarik napas pelan, lalu tersenyum tipis.

“Kalau itu terjadi, aku tidak akan melawan.”

Meliza terkejut.

“Kenapa Nyonya bisa setenang itu?”

Alyysa menatap jauh ke depan, suaranya tetap tenang tapi terdengar berat.

“Karena aku tidak ingin Kael berada di tengah konflik orang dewasa. Selama lima tahun ini, Lucien sudah memberi kami kehidupan yang sangat baik. Aku tidak bisa membalasnya dengan keributan. Kalau dia memilih jalannya sendiri… aku hanya perlu menyiapkan jalan untuk Kael.”

***

Di dalam mobil yang melaju pelan di jalan kota, Lucien duduk di kursi belakang sambil menatap keluar jendela dengan tenang.

Lampu-lampu jalan berkelebat melewati wajahnya yang dingin.

Di sampingnya, Lucas membuka laporan dengan hati-hati.

"Bos," ucapnya pelan, "anak buah kita tadi sudah mendapatkan sehelai rambut anak itu, dan juga botol bekas minumannya. Kita bisa langsung melakukan tes DNA."

Lucien tidak mengalihkan pandangan dari luar jendela. "Langsung saja," jawabnya datar. "Lebih cepat lebih baik."

Lucas mengangguk.

"Baik, Bos."

Suasana di dalam mobil kembali sunyi sesaat.

Lucas kemudian ragu sejenak sebelum kembali bertanya.

"Bos… apakah perlu memberitahu Nyonya?"

Lucien terdiam beberapa detik.

"Perlu."

Lucas sedikit terkejut.

Lucien melanjutkan tanpa ragu.

“Di antara aku dan dia tidak ada rahasia. Apa pun yang terjadi, harus terbuka.”

1
Maria Mariati
abis nasib para guru habis ini
💝F&N💝
anak cerdas👍.
bagus kael. lawan dia yang bikin gara gara sama kamu aku mendukungmu.
selagi kau tidak bersalah jangan pernah tunduk sama siapapun kecuali sama ibumu.

ha ha ha ha
jangan jangan si kael ini adalah anak kandung dari lucien ya.
aku kok berharapnya seperti itu. bukan cuma sebagai anak sambung saja.

thor, bikinlah cerita seperti itu 😍😍🙏🙏🙏🙏🙏
💝F&N💝
cerdas kau allysa
Jax Maxll
didikan Lucien ke Kael benar2 Hebat, sepertinya ada Konspirasi yg ingin menghancurkan Rumah Tangga Lucien dan Alyssa. Semangat thor, ga sabar nunggu cerita selanjutnya
💝F&N💝
good job Alyysa. pertahankan apa yang audah menjadi milikmu.pertahankan rumah tanggamu.
jadilah wanita tangguh. selidiki anak itu tanpa sepengetahuan lucien. yaaah untuk berjaga jaga aja. karena aku iru curiga anak itu bukan anaknya lucien. aku curiga ini hanya jebakan untuk lucien.
Maria Mariati
ternyata hadehhhhhh
falea sezi
baru aja bahagia q yakin pasti kael. itu anak lucien
💝F&N💝
ayo up lagi aku sudah vote ya
💝F&N💝
haa kok tiba tiba sudah lima tahun kemudian. trus selama lima tahun ini apa lucien sama allysa tidak di beri momongan.
thor, jangan di bikin orang lain yg tidur dgn lucien lima tahun lalu . buatlah yang tidur malam itu adalah allisyya.
stela aza
plis Thor jangan sampai salah informasi dan salah orang,,, 5 THN baru di temukan,,, kirain yg tidur bareng Lucien si allysa ternyata terserah kamu j Thor
💝F&N💝
good job lucien.👍👍👍👍👍😄😄😄😄😄
Maria Mariati
author nha pelit banget yakk 😁😁😁
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
💝F&N💝
lagi lagi knp ceritanya cuma sepenggal saja🤣🤣🤣🤣🤣
Pikachu: Nanti kita lanjutkan kak, silakan ditunggu ya🙏🙏🙏🤭🤭
total 1 replies
stela aza
terlalu banyak drama jadi males🙏
💝F&N💝
lucien, apa kua tidak ingat bagaimana rupa wanita itu.
mungkinkah itu alyssa sendiri. kau harus benar benar mencari tau ya. jangan gegabah.
stela aza
ceritanya malah Tambah ribet sie Thor di kala cahaya udh terlihat eehhh ,, malah awan mendung datang 🤦
Pikachu: Sabar kak, hdip ini memang banyak cobaan, seperti Badai, topan, angin dan tsunami🤣🤣🤣
total 1 replies
Jax Maxll
mungkinkah wanita itu Alyssa, Greget rasanya nunggu hasil CCTV hotel. Semangat thor
Jessica Xie: aku juga mikir gitu
klo ngk koq kalungnya Lucien bisa sama Alyssa
total 3 replies
💝F&N💝
mana upnya
stela aza
kenapa s Jean g di depak aja s dr rumah itu ,,, lagipula juga g berguna itu orang sama kaya anaknya ,,,
stela aza
lanjut thor up-nya double y ❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!