Tujuh tahun pernikahan tetapi tidak sedikitpun membuat Noah mencintai istrinya, Evelyn Yarvi sosok wanita cantik yang menikah dengan Noah Luca Tyga , karena perjodohan.
Di dalam pernikahan mereka di karunia seorang putri cantik , dan kehadiran putrinya itu hanya melalui proses bayi tabung , karena Noah sangat tidak ingin menyentuh istrinya baginya Evelyn sosok wanita yang menikah dengannya hanya karena harta dan bukan hanya itu saja Noah belum bisa melupakan wanita masa lalunya .
Tetapi meskipun begitu setiap hari Evelyn selalu berusaha untuk mendapatkan cinta suaminya walaupun Noah tidak pernah meliriknya sedikitpun.
Apakah Evelyn akan menyerah dan pergi ? atau kah terus berusaha untuk memperjuangkan cintanya ?
Dan apakah Noah akan membuka hati untuk istrinya , atau kah justru mantan kekasihnya kembali dan menghancurkan rumah tangga mereka.?
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan Aneh
" Hhmmm " Asisten Arlo berdehem dan semua karyawan kepala divisi kembali menunduk .
" Meeting di tunda satu jam kedepan " ucap asisten Arlo kepada mereka semua dan setelah nya pria itu juga melangkah keluar dari meeting room untuk menyusul tuan dan nyonya nya .
Di dalam ruangan nya Noah mendudukkan Evelyn di atas sofa dengan sangat hati-hati , wanita cantik itu hanya diam saja seraya menarik oksigen sebanyak mungkin .
Dan ini yang kedua kalinya Noah menggendong istri nya itu , yang pertama pada saat Evelyn ingin melahirkan Skylar enam tahun yang lalu .
Noah mengambil segelas air putih lalu ia duduk di samping Evelyn dan memberikan segelas air itu kepada istrinya .
" Minum lah dulu " ucap Noah dengan wajah nya yang terlihat masih datar.
Evelyn merai segelas air putih itu dengan pelan lalu meminumnya .
Pintu ruangan Noah terbuka dan masuklah asisten Arlo dengan wajah nya yang terlihat sangat khawatir " Nyonya apa anda baik-baik saja ? " tanya asisten Arlo seraya menghampiri Evelyn.
Evelyn meletakkan gelas yang air nya masih tersisa di atas meja , lalu ia menganggukkan kepalanya " Iya aku baik-baik saja " ucap nya dengan suara nya yang terdengar pelan
" Syukur lah , tapi leher nyonya merah , aku ambilkan obat ya " ucap Asisten Arlo
" Hhhmmm " Noah berdehem dan seketika asisten Arlo menatap tuannya dengan tersenyum kikuk .
" Eehh tuan ... maaf " ucap Asisten Arlo
" Kenapa kamu masih ada di sini , ? Kenapa tidak menyusul ke kantor polisi ? " tanya Noah
Asisten Arlo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal " Eeehhh ... Iya tuan maaf , saya tadi hanya khawatir sama nyonya Evelyn ,... baik saya akan pergi sekarang " ucap asisten Arlo dan dengan cepat pria itu melangkah keluar dari ruangan tuan nya .
Tapi belum ada lima detik asisten Arlo kembali lagi " Maaf tuan " ucap asisten Arlo seraya ia berdiri di ambang pintu.
" Ada apa lagi ? " tanya Noah dengan wajah nya yang terlihat sedikit kesal .
" I...Itu tuan ... Saya hanya ingin mengatakan jika saya menunda meeting satu jam kedepan " ucap asisten Arlo
" Hhhmmm " Noah hanya berdehem saja
Dan asisten Arlo kembali pergi tak lupa ia menutup pintu ruangan tuannya itu .
Suasana di dalam ruangan itu terasah sepi dan canggung , Evelyn memegangi lehernya yang terasa masih perih akibat cekikan dari pak Kondang .
" Apa masih terasa sakit? " tanya Noah
" Sedikit " jawab Evelyn dengan singkat nya
Tanpa berkata apapun Noah beranjak berdiri dan melangkah pergi dari ruangan nya itu , dan kini hanya Evelyn sendiri yang duduk seraya mengelus-elus lehernya .
" Rasa sakit ini tak sebanding dengan rasa sakit yang ada di sini " ucap Evelyn kepada dirinya sendiri seraya tangannya mengelus dada sebelah kanannya dengan lembut seraya ia tersenyum kecut.
Tak lama Noah kembali dengan mangkuk kaca yang berisikan es batu dan juga sebuah handuk kecil yang bersih di tangan nya , pria tampan itu kembali duduk di samping Evelyn .
Perlahan Noah membungkus es batu itu dengan handuk dan Evelyn hanya diam melihat apa yang sedang di lakukan oleh Noah .
Tetapi pada saat Noah ingin menempel kan es batu di di lehernya yang terlihat memerah , dengan cepat Evelyn memundurkan dirinya .
" Biar aku saja " ucap Evelyn dengan tersenyum tipis seraya ia ingin merai handuk yang berisikan es batu itu ditangan Noah .
Noah kembali menarik tangannya tetapi ia tidak memberikan handuk itu kepada Evelyn justru ia menatap wanita itu dengan wajahnya yang terlihat datar .
" Diam lah .... " ucap Noah dan kembali ingin meletakkan handuk itu di leher Evelyn
" Aku bisa sendiri , " ucap Evelyn yang kembali menghindar
Noah menghela napasnya dengan cukup panjang " Diam lah Evelyn , kamu tahu sendiri kan jika aku tidak suka di bantah seperti ini " ucap Noah
" Ta__"
Ucapan Evelyn terhenti saat Noah sudah menempel kan handuk itu di lehernya , rasa dingin dan hangat mulai terasa ,dan seketika rasa perih akibat cekikan dari pak Kondang itu sedikit menghilang .
Evelyn menghela napasnya dengan cukup kasar dalam hati ia berkata " Tidak masalah Evelyn , biarkan saja dia melakukan ini kepada mu dan ini adalah yang terakhir kalinya dia melakukan nya , setelah itu jangankan melakukan ini , melihatmu saja dia tidak akan pernah lagi "
Noah terlihat diam tetapi sesekali ia juga melirik wajah cantik istri nya itu , ia mengakui jika Evelyn memang sosok wanita yang sangat cantik dan sederhana sangat berbeda jauh dengan Brianna mantan kekasih nya yang kini kembali dekat dengan nya .
" Sudah cukup .... ini sudah mendingan " ucap Evelyn
Noah menghentikan kegiatannya itu seraya pria itu meletakkan handuk yang ada di tangan nya di atas mangkuk kaca " Lain kali jika ada hal seperti ini lagi , kamu harus menjauh untuk mengamankan dirimu , bagaimana jika terjadi sesuatu kepada mu " ucap Noah menatap Evelyn dengan wajah datarnya entah sadar atau tidak pria tampan itu terdengar mengkhawatirkan istrinya , sosok istri yang selama tujuh tahun ini ia abaikan .
Evelyn tersenyum kecut mendengar ucapan dari Noah " Aku yang ceroboh ,... Aku pergi dulu , terima kasih karena sudah mengkhawatirkan ku " ucap Evelyn dan setelah nya wanita cantik itu melangkah pergi dari ruangan suaminya .
Noah duduk dengan diam seraya ia menatap pintu ruangan nya yang sudah tertutup dengan rapat , ada perasaan aneh di hatinya , tetapi ia tidak tahu perasaan apa itu .
" Sudah lah .... lagian Oma juga tidak akan memerahi ku lehernya kan hanya memerah saja dan dia juga tidak meninggal " ucap Noah kepada dirinya sendiri.
Sedangkan Evelyn yang kini sudah berada di dalam ruangan nya wanita itu mengerutkan keningnya saat ia melihat ponsel dan laptop nya sudah berada di atas meja kerjanya .
" Ini pasti asisten Arlo yang membawanya kesini " ucap Evelyn setelah nya ia duduk di kursinya.
Bersamaan dengan itu ponsel nya berdering dan itu panggilan masuk dari sahabat nya Sofia , Evelyn segera menjawab panggilan telepon itu .
" Ya ad___ " ucapan Evelyn terhenti saat ia mendengar suara teriakan Sofia di seberang sana .
" Apa kamu baik-baik saja ... ? Aku baru saja melihat Video mu yang viral di sosial media kamu di cekik , OMG .... " ucap Sofia dengan nada suaranya yang terdengar berteriak.
Evelyn sedikit menjauh kan ponsel nya dari telinga nya karena teriakan dari sahabat nya itu " Dan kamu tahu gak Velyn, tiba-tiba kamu menjadi sorotan publik loh saat Noah tiba-tiba menangkap dirimu yang ingin terjatuh , dan tau gak , banyak para netizen mengatakan jika CEO perusahaan Tyga Group akhirnya luluh dengan sekertaris nya sendiri " ucap Sofia
Evelyn terdiam karena memang selama tujuh tahun pernikahan nya dengan Noah tidak ada satu pun orang luar yang mengetahui jika CEO perusahaan Tyga Group sudah berkeluarga , yang mereka tahu jika CEO perusahaan Tyga Group masih lajang , karena pada saat mereka menikah dulu pernikahan mereka di lakukan dengan tertutup karena usia Evelyn yang masih belum cukup umur .
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya guys 😊🥰🤗🤗.
udh cukup pelajaran buat sky Dan Noah ,,
kasihan kondisi sky mlah memburuk ,,
Knp juga gx di rawat di RS ,,
sypa suruh menyianyiakn Evelyn demi si wewegombel Brianna ,, giliran di tinggal pergii aj pada nyariin😒😒😒😒😒
mantap kn Noah ,, 😒😒😒😒
putri Kali kak ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
😭😭😭😭
aq mampiiir niih