NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya kamu pemilik hatiku

Melihat air mata kecewa yang mulai menetes di pipi Zea, rasanya hati Bara mau copot. Dia tidak tahan melihat wanita yang dicintainya menangis karena kesalahan dirinya sendiri.

Tanpa peduli Zea yang masih menolak dan marah, Bara langsung melangkah cepat, menarik tubuh Zea dan memeluknya sangat erat di hadapan meja kerja itu.

"LEPAS! JANGAN PELUK SAYA! SAYA LAGI MARAH!" Seru Zea meronta lemah.

Tapi Bara malah makin mengerat pelukannya, menempelkan wajahnya di leher Zea dengan suara yang terdengar sangat panik dan memohon.

"NGGAK MAU LEPAS! AKU NGGAK BISA LIHAT KAMU MARAH GINI! DENGERIN AKU DULU ZEA! AKU MOHON!" Seru Bara cepat dan terbata.

Bara melepaskan pelukan sedikit tapi masih menahan bahu Zea agar tidak lari, menatap mata wanita itu dalam-dalam dengan wajah memelas.

"IYA AKU NGGAK JUJUR! IYA AKU BOHONG! AKU AKUI ITU SEMUA SALAH AKU!" Jelaskan Bara dengan jujur dan cepat.

Ia menarik napas lalu bicara dari hati ke hati.

"Tapi kenapa aku bohong?! BUKAN KARENA ADA APA-APA! TAPI JUSTRU KARENA AKU SAYANG KAMU DAN TAKUT KAMU SAKIT HATI!" Lanjut Bara.

"Sama saja!". Kata Zea.

"Dia itu namanya Meli! Iya dia cewek, iya dia temen kuliah, iya dia pinter dan sukses! TAPI DIA CUMA TEMEN! TEMEN BIASA ! GAK ADA LEBIH-LEBIHNYA! KITA UDAH TEMENAN LAMA BANGET, TAPI TIDAK ADA PERASAAN!" Cerocos Bara cepat.

Ia pegang kedua pipi Zea lembut, menatap mata itu tak berkedip.

"Alasan aku nggak bilang dan aku sembunyiin itu karena... AKU TAKUT! Aku takut pas aku bilang 'Aku mau jemput cewek', kamu langsung mikir yang nggak-nggak! Aku takut kamu cemburu buta, aku takut kamu overthinking, aku takut kamu sedih atau merasa kurang sebelum aku sempat jelasin!" Seru Bara menekan.

Wajah Bara terlihat sangat tulus dan panik.

"Aku kira dengan aku bilang 'ada urusan', kamu bakal tenang dan nggak kepikiran. Aku kira nanti pas waktunya pas baru aku kenalin. Tapi ternyata malah jadi gini... malah ketahuan malah jadi masalah besar! Maafin aku Zea... Aku salah cara ngadepinnya!" Lanjut Bara.

Mendengar penjelasan yang keluar dengan terbata-bata dan penuh ketulusan itu, melihat wajah Bara yang panik dan takut kehilangan,

dinding kemarahan Zea perlahan jebol.

Ternyata dia bohong bukan karena selingkuh atau malu, tapi karena takut dia cemburu dan sakit hati!

Air mata Zea makin deras tapi kali ini campur rasa lega.

"Beneran cuma temen doang? Nggak ada rasa apa-apa?" Gumam Zea pelan.

Bara langsung mengangguk sangat cepat sambil mencium tangan Zea berkali-kali.

"BENERAN SAYANG! Sumpah deh! Dia itu temen, partner diskusi, doang! Yang ada di hati aku, yang mau aku nikahin, yang aku sayang lebih dari apa pun cuma KAMU ZEA!" Seru Bara menyakinkan.

Ia kembali menarik Zea ke pelukan, menciumi kening dan pipi wanita itu berkali-kali.

"Maafin aku ya... Janji mulai sekarang aku bakal jujur semua hal ke kamu. Nggak ada ditutup-tutupi lagi. Aku janji. Jangan nangis lagi ya sayang... hati aku sakit liat kamu nangis." Bisik Bara lembut.

Zea akhirnya membalas pelukan itu erat-erat, memukul pelan punggung Bara sambil tersedu-sedu.

"Dasar bodoh! Bikin takut aja! Nanti kalau ada cewek lain bilang aja! kalo kamu punya calon istri! Asal jangan bohong lagi, kumaafkan!" Seru Zea manja.

Setelah kejadian kemarin, hubungan mereka kembali membaik. Bara makin sayang dan perhatian, Zea juga tetap manja. Tapi ada yang beda dari Zea sekarang.

Di dalam hati, dia sudah belajar arti kewaspadaan.

"Ya sudah... aku maafin dia. Tapi mulai sekarang aku nggak mau terlalu polos atau terlalu percaya 100%. Aku harus siap mental dan siap dengan apa pun yang bakal terjadi. Siapa tau besok-besok ada kejadian lain lagi. Yang penting aku tetep jadi diri sendiri dan jaga hati aku sendiri." Batin Zea.

Meskipun senyum di wajah Zea tetap ada, tatapannya kini terlihat lebih dewasa dan siap menghadapi apa saja.

Di sudut ruangan lain, atau di balik pintu setengah terbuka, ada sepasang mata yang sedang mengamati dengan tatapan iri dan dengki.

Namanya Sari, salah satu staf kantor yang sudah lama kerja di sana. Dia memang dari dulu tidak suka sama Zea. Entah karena iri Zea cantik, atau iri karena Zea sering dipercaya dan dekat sama Bos.

Hari ini dia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Bara dan Zea berinteraksi.

Meskipun di depan umum mereka bersikap profesional, tapi Sari menangkap sinyal-sinyal khusus, tatapan-tatapan mesra, dan cara Bara yang sangat melindungi Zea.

Sari mendecakkan lidah dengan kesal dan iri.

"Huh! Dasar wanita genit dan murahan! Pantesan dipromosikan terus dan jadi favorit Bos! Ternyata modalnya rayu-rayu doang sama atasan! Sok suci sok baik padahal mah aslinya genit!" kesal Sari.

Pikiran jahat langsung muncul di kepala Sari.

"Gue nggak terima liat dia enak-enakan aja! Gue harus kasih tau ini ke orang yang berwenang! Siapa lagi kalau bukan Ibu Bos sendiri! Mama Tuan Bara pasti bakal marah besar tau anaknya dideketin sama karyawan yang kerjanya cuma manja dan merayu!" Gumam Sari sambil mempersiapkan rencananya.

Tanpa pikir panjang, Sari mencari nomor atau cara menghubungi keluarga Bara. Setelah berhasil dapat kontak Nyonya Wijaya (Mama Bara), dia langsung mengirim pesan atau menelepon dengan cerita yang dibumbui dan dipelintir.

Sari bicara manis tapi beracun, melalui telpon.

"Selamat siang Nyonya Wijaya... Maaf saya mengganggu. Saya ini karyawan di kantor Tuan Bara. Saya terpaksa lapor karena saya kasihan dan tidak tega melihat Nyonya tidak tahu..."

Nyonya Wijaya hanya diam saja tidak mengatakan apapun.

Sari melanjutkan fitnah,

"Sebenernya di kantor ini ada lho cewek bernama Zea. Dia itu bawahan biasa saja, tapi kelakuannya di luar batas. Dia tuh genit banget Nyonya, dari dulu sukanya manja-manja dan merayu Tuan Bara terus biar dapat perlakuan khusus. Sekarang mereka malah kelihatan makin dekat banget seolah-olah ada hubungan khusus. Kasihan kan Nyonya kalau anaknya dikacangin atau dimanfaatin sama cewek yang nggak jelas asal-usulnya dan cuma mau harta doang."

Sore harinya, saat Bara sedang bersantai di vila pribadinya yang megah dan modern tempat tinggalnya sekarang yang jauh dari keramaian dan sangat privat, tiba-tiba HP-nya berbunyi.

Nama yang muncul di layar: MAMA.

Bara langsung mengangkat dengan senyum lebar.

"Halo Ma! Apa kabar? Kok tiba-tiba nelpon?" Seru Bara ceria.

Di seberang sana, suara Mama Bara terdengar lembut tapi ada nada serius di dalamnya.

"Kabar Mama baik. Kamu sendiri gimana di vila? Sehat kan?" Ujar Nyonya Wijaya.

" Aku baik kok ma, seperti biasa vilaku selalu nyaman, tenang. Emang ada apa Ma? Kok suara Mama kayak ada apa-apa gitu?" Tanya Bara yang mulai menyelidik.

"Enggak kok... Cuma Mama kangen aja. Dan ada hal penting yang mau Mama omongin sama Bara, tapi lebih enak kalau ngomongnya tatap muka langsung." Jawab Nyonya Wijaya dengan santai padahal dalemnya lagi siap-siap.

Ia menarik napas lalu melanjutkan.

"Bara nanti sore atau malam ini bisa mampir gak ke Rumah Lama? Mama mau bahas sesuatu yang cukup penting buat masa depan kamu juga." Lanjut nyonya Wijaya serius.

Bara sama sekali tidak menduga ada angin prahara. Dia pikir emang ada urusan keluarga atau warisan atau bisnis biasa.

"Bisa Ma! Bisa banget malah. Oke deh nanti Bara kesana ya. Sekitar jam berapa Ma?" Jawab Bara cepat.

Mama Bara tersenyum tipis di telepon.

"Kapan aja boleh Nak. Mama tunggu ya. Jangan lupa datang ya."

TUTT...

Bara menaruh HP-nya sambil bergumam.

"Hmm... mama bilang mau membahas masa depan? Ya sudahlah, mending pergi saja daripada nanti ada apa-apa dengan mama" Batin Bara.

Bara sama sekali tidak menyangka kalau panggilan ini adalah jebakan dan dia bakal diinterogasi habis-habisan soal wanita bernama Zea yang katanya 'genit dan perayu' itu!

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!