NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29 两个九

Pagi itu, ketenangan di lobi utama Gedung Mo Group yang biasanya hanya diisi oleh suara langkah kaki sepatu pantofel mahal dan denting lift yang elegan, tiba-tiba terusik oleh sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah perusahaan. Di depan meja resepsionis yang terbuat dari marmer Italia, seorang kurir dengan jaket oranye mencolok berdiri sambil memeluk tiga buah kotak plastik berbungkus plastik gelembung udara yang sangat tebal.

​"Permisi, paket COD atas nama Nona Lin Xi’er. Totalnya lima ratus lima puluh ribu rupiah." ucap kurir itu dengan suara lantang yang bergema di seluruh lobi.

​Resepsionis cantik bernama Maya hanya bisa melongo, tangannya yang sedang memegang telepon membeku di udara. "Maaf, Pak? Ini kantor pusat Mo Group. Kami memiliki prosedur pengiriman barang yang ketat. Kami tidak pernah menerima sistem pembayaran di tempat atau COD untuk urusan pribadi staf."

​"Tapi alamatnya sangat detail di sini, Mbak. Lantai eksekutif, Laboratorium Khusus. Catatan tambahannya begini 'Kalau tidak ada orang di depan, cari saja pria kaku yang duduk di kursi roda perak, dia punya gunung emas' " balas kurir itu dengan polosnya, membaca catatan tulisan tangan yang ditempel di paket.

​Zuo Fan yang baru saja turun untuk mengambil kopi pesanan Mo Yan, hampir saja menyemburkan minumannya tepat ke arah satpam lobi. Ia segera menghampiri meja resepsionis dengan wajah yang sudah berubah sepucat kertas. "Ssst! Pak pelan-pelan suaranya! Biarkan aku yang bayar. Pakai uang ini, dan tolong jangan katakan sepatah kata pun pada Tuan Mo di atas."

​Namun, itu hanyalah puncak dari gunung es. Dalam waktu kurang dari dua jam, lobi Mo Group yang biasanya sangat steril dan berwibawa, mendadak berubah menjadi stasiun sortir paket yang kacau. Kurir dari berbagai ekspedisi datang silih berganti seperti semut yang menemukan gula. Ada yang membawa paket kecil seukuran telapak tangan, hingga paket raksasa berbentuk lonjong yang membutuhkan dua orang staf keamanan untuk mengangkatnya ke atas troli.

​Semuanya memiliki satu kesamaan yang sangat mengerikan bagi dompet para staf Sistem COD.

​Zuo Fan, Vania, bahkan beberapa staf keamanan dan petugas kebersihan terpaksa menguras isi dompet mereka demi menyelamatkan nama baik perusahaan di mata para kurir. Mereka saling meminjamkan uang tunai karena jumlah paket yang datang benar-benar di luar nalar manusia normal. Puncaknya adalah ketika Zuo Fan berdiri di depan pintu ruang kerja Mo Yan dengan tumpukan kwitansi di tangan kanan dan gunungan paket yang hampir menutupi wajahnya di tangan kiri.

​"Tuan... saya rasa kita harus melakukan audit mendadak terhadap anggaran pengeluaran pribadi Nona Lin." ucap Zuo Fan saat ia masuk ke ruangan Mo Yan dengan napas yang terputus-putus, seolah-olah ia baru saja berlari maraton sejauh sepuluh kilometer.

​Mo Yan yang sedang duduk di kursi rodanya menatap Zuo Fan dengan dahi berkerut. "Ada apa dengan wajahmu yang seperti dikejar hantu itu? Apakah Xi'er memesan peralatan laboratorium ilegal dari luar negeri?"

​Zuo Fan tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan meletakkan setumpuk kwitansi yang tebalnya hampir menyamai buku telepon di atas meja kerja Mo Yan. "Bukan peralatan medis Tuan. Tapi ini... tagihan pembayaran di tempat. Nona Lin sepertinya baru saja menemukan pintu gerbang keajaiban di tablet barunya. Para kurir hampir saja melakukan demonstrasi di lobi karena Nona Lin memesan barang setiap sepuluh menit sekali dengan sistem bayar saat barang sampai."

​Mo Yan membaca kwitansi itu satu per satu dengan mata yang semakin melebar. "Apa-apaan ini? 'Topi Payung Pelangi'? 'Sandal Bunyi Cit-Cit'? 'Bantal Paha Ayam Raksasa'? Zuo Fan, kenapa kau dan para staf membayarkan semua sampah ini?!"

​"Kami tidak punya pilihan Tuan! Kurirnya berteriak-teriak di lobi mencari pria kaya pemilik gedung ini. Jika kami tidak bayar, reputasi Mo Group akan hancur dalam hitungan detik di media sosial!" jawab Zuo Fan dengan nada frustrasi yang sangat dalam. "Vania bahkan harus merelakan uang makan siangnya, dan komandan satpam kita tadi sampai meminjam uang pada petugas kebersihan untuk menalangi paket berukuran jumbo."

​Tepat saat amarah Mo Yan hampir mencapai puncaknya, Xi'er masuk ke ruangan dengan langkah yang sangat riang, wajahnya berseri-seri sambil memegang tablet barunya yang layarnya masih menyala. "Tuan kaku! Kau sudah datang? Bagus sekali! Apakah Pasar Gaib Digital sudah mengirimkan barang-obatku? Aku tadi hanya menekan-nekan gambar cantik di layar ini, dan mereka bilang barangnya akan dikirimkan oleh kurir langit!"

​Mo Yan memutar kursi rodanya dengan cepat, menunjuk tumpukan paket di sudut ruangan yang sudah seperti bukit kecil. "Xi'er! Jelaskan padaku apa maksud dari semua ini?! Kau tahu tidak, seluruh stafku di bawah hampir bangkrut karena kau memilih sistem pembayaran gila ini!"

​Xi'er berkedip dengan mata besar yang sangat polos, sama sekali tidak merasakan aura kemarahan di ruangan itu. "Membayar? Kenapa harus membayar secara manual? Bukankah benda ini adalah Tabung Keajaiban? Aku hanya menekan gambar jempol dan keranjang, lalu layar itu berbunyi ting. Aku kira itu adalah sistem barter kuno di mana kita memberikan doa dan terima kasih, lalu mereka memberikan barangnya sebagai imbalan kebajikan!"

​"Barter dengan doa?!" Mo Yan hampir saja melompat dari kursi rodanya jika ia tidak ingat sedang dalam penyamaran. "Dunia ini tidak berjalan dengan doa, Tabib Agung! Itu namanya perdagangan! Dan kau menggunakan uang orang-orang di bawah untuk memuaskan rasa penasaranmu!"

​Xi'er memiringkan kepalanya, nampak sedikit bingung. "Oh... jadi pria-pria berjaket cerah tadi itu meminta kepingan emas? Kenapa kau tidak bilang dari awal? Kau kan punya gunung perak di dalam bank itu, kenapa harus sekikir ini kepada stafmu sendiri? Gunakan saja hartamu untuk membayar mereka kembali!"

​Mo Yan menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya. Ia melirik Zuo Fan. "Zuo Fan, catat semua daftar staf yang sudah mengeluarkan uang hari ini. Kirimkan kompensasi ke rekening mereka sekarang juga. Dan... berikan mereka bonus dua kali lipat dari jumlah yang mereka bayarkan sebagai tanda terima kasih karena sudah menjaga ketenangan di lobi."

​Zuo Fan yang tadinya layu, seketika tegak berdiri. "Dua kali lipat Tuan? Baik! Saya akan segera memprosesnya! Saya yakin Vania dan para satpam akan sangat senang mendengarnya!"

​"Tentu saja senang!" potong Xi'er dengan bangga. "Lihat? Dengan aku memesan barang, para stafmu jadi mendapatkan rezeki tambahan dari kedermawananmu. Jadi sebenarnya, aku sedang melakukan amal, bukan?"

​Mo Yan hanya bisa memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut sangat kencang. "Terserah apa katamu Xi'er. Sekarang, buka semua barang ini dan buktikan padaku kalau ada satu saja barang yang berguna untuk medis!"

​Tanpa menunggu perintah dua kali, Xi'er langsung berjongkok di atas karpet mewah Mo Yan. Ia mengeluarkan jarum perak kecilnya dan dengan sangat ahli merobek selotip paket-paket itu.

​"Ayo kita lihat harta karun pertama kita!" seru Xi'er penuh semangat.

​Paket pertama dibuka. Isinya adalah sebuah Topi Payung berwarna pelangi dengan karet pengikat yang dipasang langsung di kepala. Xi'er langsung memakainya di depan Mo Yan. "Lihat! Ini sangat jenius! Dengan ini, aku tidak perlu lagi memegang payung saat mencari rumput atau menjemur akar obat di halaman. Kepalaku tetap teduh dari matahari, dan kedua tanganku bebas melakukan pembedahan atau memegang cangkul. Tuan kaku, kau harus mengakui kalau ini adalah penemuan paling hebat abad ini!"

​Mo Yan menatap Xi'er yang kini memiliki atap pelangi di kepalanya. "Kau terlihat seperti jamur yang sedang mengalami krisis identitas Xi'er. Dan kita sedang berada di kantor ber-AC, tidak ada matahari di sini!"

​Paket kedua dibuka dengan bunyi sriiit. Isinya adalah Sandal Karet berwarna kuning cerah yang bisa mengeluarkan bunyi 'cit-cit' yang sangat nyaring setiap kali diinjak. Xi'er langsung mengganti sandalnya dan mulai berjalan keliling ruangan kerja Mo Yan yang sunyi.

​Cit! Cit! Cit! Cit!

​"Ini adalah sistem alarm tingkat tinggi!" jelas Xi'er dengan wajah sangat serius. "Jika ada musuh atau tikus-tikus licik seperti Bramantyo mencoba menyelinap ke laboratoriumku saat aku sedang bermeditasi, bunyi ini akan memberitahuku seketika. Tidak ada yang bisa mendekat tanpa membuat suara tikus terjepit ini! Ini jauh lebih efektif daripada kamera pengintai bisumu itu!"

​Zuo Fan yang melihat adegan itu harus menggigit bibirnya keras-keras sampai perih agar tidak tertawa meledak. Sang CEO Mo Group yang paling ditakuti di dunia bisnis, kini harus memimpin rapat di dalam ruangan yang penuh dengan bunyi sandal mainan anak-anak.

​Puncaknya adalah saat Xi'er membuka paket berukuran paling besar. Isinya adalah sebuah Bantal Guling raksasa berbentuk Paha Ayam Goreng yang warnanya sangat realistis, lengkap dengan detail tekstur tepung yang renyah. Xi'er langsung melemparkannya tepat ke pangkuan Mo Yan.

​"Dan ini adalah obat khusus untukmu!" seru Xi'er. "Aku perhatikan kau sering terlihat kaku dan kesepian saat tidur. Karena aku tidak mungkin menemanimu tidur karena martabat tabibku akan jatuh maka paha ayam goreng ini akan menjadi penggantiku untuk kau peluk. Dia empuk, hangat, dan yang paling penting, dia tidak akan memprotes omelanmu yang membosankan itu!"

​Mo Yan menatap paha ayam raksasa di pangkuannya, lalu menatap Xi'er yang sekarang sudah lengkap memakai topi payung pelangi di kepala dan sandal bunyi kuning di kaki. Ruang kerjanya yang bernilai miliaran rupiah dan biasanya dihormati oleh semua pengusaha, kini berantakan dengan kardus-kardus bekas dan barang-barang yang lebih pantas berada di pasar malam.

​"Xi'er... kau benar-benar..." Mo Yan kehilangan kata-kata. Ia ingin marah, tapi saat melihat binar kebahagiaan yang begitu murni dan tulus di mata Xi'er, sesuatu yang tidak pernah ia temukan pada rekan bisnisnya yang penuh topeng, amarahnya mendadak sirna begitu saja.

​"Apalagi yang kau beli di Pasar Gaib itu?" tanya Mo Yan, suaranya kini terdengar sangat pasrah.

​"Oh, aku membelikan A-Chen kostum Dinosaurus hijau yang kepalanya sangat besar agar dia bisa melatih keberanian pengawalmu di depan rumah." sahut Xi'er santai. "Dan ini yang terakhir... sebuah alat Pijat Kepala yang bentuknya seperti cakar gurita. Katanya ini bisa menyerap stres akibat terlalu banyak menghitung angka nol. Sini, biar kupasangkan di kepalamu!"

​"Jangan! Jangan mendekat dengan benda—" Mo Yan mencoba memundurkan kursi rodanya, namun Xi'er lebih lincah.

​Cit! Cit! Cit! Sandal kuning itu berbunyi cepat saat Xi'er mengejar Mo Yan di sekeliling meja kerja. Zuo Fan akhirnya meledak dalam tawa yang paling hebat sepanjang kariernya, sambil memegangi perutnya yang kram.

​"Zuo Fan!" teriak Mo Yan di tengah pijatan cakar gurita di kepalanya.

​"Ya Tuan? Hahaha... maaf Tuan!"

​"Segera hubungkan rekening pribadi Xi'er ke sistem pembayaran otomatis Mo Group. Jangan biarkan dia menekan tombol COD lagi selamanya! Dan pastikan semua staf yang membantunya tadi sudah menerima bonus dua kali lipat mereka hari ini juga!"

​Xi'er tersenyum puas sambil terus menggerakkan alat pijat di kepala Mo Yan. "Terima kasih Tuan kaku. Kau memang pria kaya yang sangat tahu cara membalas jasa. Besok, aku berencana memesan Istana Balon untuk kita taruh di tengah laboratorium agar kita punya tempat empuk untuk merenung!"

​Mo Yan hanya bisa memejamkan mata, membayangkan sebuah istana balon raksasa berada di antara mikroskop dan tabung reaksinya yang mahal.

"Lakukan sesukamu, Xi'er... lakukan sesukamu."

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Buahahaha... Asli ngakak parah🤣🤣🤣 ya ampun Xi'er, ada aja gebrakannya🤣🤣🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awas kau bilang aku dah lama ngga baca novel mu/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahaha sku gk ngeh🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
elehhh mulut mu
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 buhahahaha
total 1 replies
mery harwati
Mo aq kasih bunga online agar hatimu tetap berbunga bunga selalu dengan Xi'er😄
mery harwati
Untung jaman modern, klo jaman masih kerajaan & Mo Yan modus pengen dipeluk Xi'er, bisa dipenggal kepalanya oleh prajurit 😛
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Zou Fan langsung balik badan doong /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Keyeenn Xi'er 👏👏🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alahhhh bilang dong kalau mau di peluk, hai saya dasar tuaaa👀👀
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tua gak thu😭😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waaww teyeennn 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti bau banget itu 🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan balik badan Zou Fan, bukankah kelakuan mereka lebih seru untuk ditonton dari drama manapun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Biar gantian, Zou Fan yg blingsatan nyari ayang🤣🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Maaf ya Xi'er aku udah sejojon sama kamu, aku pikir pesta ini akan porak poranda oleh tingkah ajaibmu🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yakkk kenapa kau sangat jahat kepadaku yg imut ini😑 kenapaaaaa😑
total 1 replies
mery harwati
Xi'er tunjukan pesonamu pada dunia bersama Mo Yan 💪
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: Xi'er: siapa yg mau di cintai oleh tuan kaku rasanya hidupku akan hambar ketika aku dicintai oleh dia😑🤣 (masih malu malu kucing dia mah)🤣
total 3 replies
Mila Sari
aku tidak sabar dengan ceritanya,, kira2 apakaah mereka saling hatuh cinta,, Thor semangat
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ahhh terimakasih 🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo Xi'er, keluarkan bubuk² ajaibmu/Determined/
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mantap terimakasih 🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
What, tiga jam?🤣🤣 aku aja waktu nikah didandani cuma sejam aja udah pegel plus ngantuk🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nama juga mua internasional 🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bayangkan, seberapa baunya ramuanmu Xi'er/Gosh/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jgn dibayangkan plis😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ngga kenalan ma Dugong Xi? kenalan lahhh biar bisa di ajak nyari mutiara
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dugong nda thu🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Selalu takjub dengan kesabaran Mo Yan, entahlah kalo aku🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: harus bisa sabar kl sama Xi'er tktnya kl gk sabar kuping nya mp yan makin panas krn denger omelan Xi'er
total 1 replies
Mila Sari
Thor tolong donk up nya yg banyak, biar tambah greget bacanya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: besok ya🤣🤣🤣 hari ini blm bisa berpikir🫣🫣🫣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!