NovelToon NovelToon
Brine Dan Marine Garis Takdir

Brine Dan Marine Garis Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Di bawah langit Jakarta yang lembap dan aroma melati yang pekat, Nikolai Brine tidak pernah menyangka akan menemukan kelemahannya. Sang predator berdarah Dubai-Rusia ini datang ke Indonesia untuk menghancurkan musuh, namun ia justru terpaku pada Clara Marine.
Pertemuan tak terduga itu memicu obsesi liar yang membawa Clara dari hangatnya tanah tropis menuju dinginnya benteng baja di Moskow. Nikolai tidak hanya menculik seorang wanita; ia menculik takdirnya sendiri. Di antara dinding es Rusia, sang mafia yang kejam harus belajar bahwa satu-satunya cara memiliki Clara adalah dengan bertekuk lutut pada kelembutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gemuruh di jantung Dubai

Langit Dubai berkilau keemasan, memantulkan kemewahan yang biasanya menjadi taman bermain bagi Nikolai Brine. Namun, di dalam suite pribadinya yang menghadap Burj Khalifa, sang penguasa pelabuhan itu tampak seperti singa yang terperangkap dalam sangkar emas. Ia tidak peduli pada kesepakatan bernilai miliaran dolar yang baru saja ia tandatangani. Perhatiannya terpaku sepenuhnya pada layar ponsel di tangannya.

Sepuluh menit.

Sudah sepuluh menit Clara tidak membalas pesan terakhirnya. Bagi orang awam, itu adalah waktu yang singkat. Bagi Nikolai, itu adalah keabadian yang penuh dengan skenario kematian dan penculikan.

"Sebastian! Kenapa dia tidak mengangkat teleponnya?" suara Nikolai menggelegar melalui sambungan satelit, membuat Sebastian Reef di Moskow gemetar di balik gagang telepon.

"Nyonya sedang berada di perpustakaan, Tuan. Sinyal di sana agak terganggu karena dinding batu yang tebal. Saya pastikan dia aman," jawab Sebastian dengan suara setenang mungkin.

"Aku tidak butuh asumsi, aku butuh kepastian!" Nikolai mencengkeram gelas kristal di tangannya hingga retak. "Jika dalam lima menit dia tidak bersuara, aku akan mengirim seluruh skuadron udara ke sana."

Surat yang Membawa Badai

Di Moskow, Clara sebenarnya sedang terduduk lemas di kursi perpustakaan. Di depannya tergeletak sebuah surat dengan segel lilin merah bermotif bunga tulip yang layu—lambang lama yang hanya digunakan oleh pengikut setia ayahnya, Arthur Ocean.

Isinya singkat, namun tajam seperti sembilu:

"Darah tidak pernah benar-benar mencuci dendam. Nikolai tidak mencintaimu, Clara. Dia memilikimu karena kau adalah piala kemenangan terakhir atas ayahmu. Tanyakan padanya tentang apa yang terjadi pada malam ibunya tewas. Tanyakan siapa yang memicu pelatuknya."

Tangan Clara bergetar. Ia tahu Nikolai mencintainya, ia merasakannya dalam setiap dekapan posesif pria itu. Namun, benih keraguan yang ditanamkan surat itu mulai tumbuh di tengah kesunyian mansion yang megah. Apakah obsesi Nikolai benar-benar cinta, ataukah hanya rasa puas karena berhasil menaklukkan putri dari musuh besarnya?

Kepulangan Sang Badai

Nikolai tidak menunggu lima menit. Di Dubai, ia langsung meninggalkan ruang rapat tanpa sepatah kata pun pada para investor yang kebingungan. Ia menuju bandara dengan kecepatan yang melanggar semua aturan lalu lintas.

"Batalkan sisa pertemuan. Siapkan jet. Kita pulang sekarang!" perintahnya pada asistennya.

"Tapi Tuan, dokumen penyitaan pelabuhan belum—"

"Bakar pelabuhan itu jika perlu! Istriku tidak menjawab teleponnya!" Nikolai berteriak, matanya berkilat dengan kegilaan yang murni. Obsesinya telah mencapai titik di mana kehilangan satu detik koneksi dengan Clara terasa seperti kehilangan nyawanya sendiri.

Konfrontasi di Tengah Malam

Jet pribadi Nikolai mendarat di Moskow saat badai salju kecil mulai turun. Ia tidak menunggu pintu pesawat terbuka sempurna sebelum melompat turun. Begitu sampai di mansion, ia mendobrak pintu perpustakaan, napasnya memburu, wajahnya penuh dengan kecemasan yang liar.

Ia menemukan Clara masih duduk di sana, menatap surat itu.

"Clara!" Nikolai menerjang maju, berlutut di depannya dan memeriksa tubuh istrinya dengan tangan yang gemetar, memastikan tidak ada luka fisik. "Kenapa kau tidak menjawab? Kau membuatku hampir membakar Dubai!"

Clara menatap Nikolai, matanya sembab. Ia menyodorkan surat itu. "Siapa yang menulis ini, Nikolai? Apakah kau memilikiku karena cinta, atau karena kemenangan?"

Nikolai membaca surat itu sekilas, lalu meremasnya hingga hancur dalam kepalan tangannya. Kemarahannya meledak, bukan pada Clara, tapi pada hantu masa lalu yang berani mengusik ketenangannya. Ia menarik Clara ke dalam pelukannya—begitu erat hingga Clara sulit bernapas—seolah ingin menyatukan tubuh mereka agar tidak ada lagi keraguan yang bisa menyelinap di antaranya.

"Dengar aku, Clara Brine," desis Nikolai di depan wajah istrinya. "Aku membenci ayahmu dengan seluruh jiwaku. Tapi kau... kau adalah satu-satunya alasan aku masih memilih untuk menjadi manusia. Jika aku hanya menginginkan kemenangan, aku akan membunuhmu di Jakarta. Aku memilikimu karena tanpamu, dunia ini hanyalah tumpukan abu bagiku."

Nikolai mencium bibir Clara dengan sangat posesif, sebuah ciuman yang penuh dengan rasa takut akan kehilangan dan gairah yang menyesakkan. Ia tidak akan pernah meninggalkan Clara lagi. Perjalanan bisnis, kekuasaan, dan uang tidak ada artinya dibandingkan dengan satu helai rambut istrinya.

"Mulai sekarang," Nikolai berbisik di tengah ciuman mereka, "jangan pernah lepaskan tanganmu dariku. Bahkan jika dunia berakhir, kau tetap di sini, dalam jangkauanku."

 Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Mega Maharani
lanjut thor ditunggu update bab selanjutnya
olyv
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!