NovelToon NovelToon
Tumbal Pengantin

Tumbal Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:67.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.

tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Tetap keras kepala

"Aduh sakiiiit." Fitra kembali mengerang kesakitan karena dia memang merasakan panas tetap perih pada bagian dada.

"Maka nya kita pergi berobat saja agar bisa tahu kau ini sedang mengalami luka karena apa." Bu Indah berusaha untuk membujuk kembali.

"Kan aku sudah bilang bahwa tidak mau berobat, aku cuma mau sabu!" Fitra membentak keras.

"Ya Allah mau sampai kapan kau akan terus memakai barang seperti itu dan tidak ada insaf sama sekali." Bu Indah juga membentak karena sudah terbawa emosi.

"Kalau Ibu memang ingin melihat aku sembuh maka belikan aku sekarang, tapi bila ingin melihat aku terus menderita maka biarkan saja aku seperti ini." Fitra berkata dengan sangat lantang.

Pak Bujang yang mendengar hal itu tentu saja menjadi semakin emosi dan dia beranggapan bahwa ini semua sangat tidak penting, mau atau tidak ke rumah sakit itu adalah hak pribadi dari Fitra itu sendiri dan tidak perlu mereka sebagai orang tua harus memaksa kehendak tersebut.

Lagi pulau yang menahan rasa sakit itu bukan mereka tapi Fitra itu sendiri dan entah sampai kapan dia akan mampu menahan rasa sakit tersebut, namun menurut Pak Bujang sendiri dia tadi pun melihat bagaimana anak sulung dia bermain ponsel ketika sedang tidak ada orang sehingga dia menyimpulkan bahwa sakit itu tidak terlalu seberapa.

Sebab memang terlanjur parah maka dia tidak akan sanggup untuk memegang ponsel atau segala macam, padahal Fitra memegang ponsel itu karena dia ingin menghubungi Jamil dan juga Judit untuk memberi kabar bahwa Yoga pasti akan mendatangi rumah Aldo untuk memberikan informasi apa yang telah terjadi di malam itu.

Untuk menghalangi tekad Yoga itu maka dia segera menghubungi para teman agar kedua temannya itu mencari keberadaan Yoga saat ini, untung memang mereka berhasil menemukan Yoga di rumah Aldo sehingga pria itu tidak jadi bercerita apa yang telah terjadi di malam itu bersama dengan Airin juga.

"Biarkan saja dia, sudah berapa kali aku katakan kepada dirimu untuk membiarkan dia seperti itu." Pak Bujang berkata kepada sang istri.

"Tapi aku juga tidak tega melihat dia terus kesakitan karena luka yang dia alami cukup parah." Bu Indah berusaha untuk menjelaskan perasaan dia sebagai seorang Ibu.

"Sakit ini tidak akan sebanding dengan kelakuan dia yang sangat bejat selama ini." Pak Bujang tetap berkata dengan emosi tinggi.

"Ya aku memang bejat dan tidak akan pernah menjadi anak yang kau banggakan!" Fitra masih sempat ucapan dari sang ayah.

"Kau lihat itu, urus aja segala macam keperluan dia karena aku tidak akan pernah peduli lagi!" Pak Bujang menunjuk sang istri dan dia segera keluar dari dalam kamar tersebut.

Bu indah hanya bisa menghelai nafas panjang Karena dia juga pun tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mengurus masalah yang ada di dalam keluarga mereka, semua memiliki pikiran keras dan terkadang dia juga kebingungan untuk menengahi pertengkaran antara ayah dan anak itu.

Hanya Ican saja yang tetap waras sehingga hanya anak kedua dia yang bisa dijadikan teman untuk bercerita, sementara yang sulung sudah hancur seperti itu dan Bu Indah tidak tahu lagi harus bagaimana agar permasalahan ini bisa segera selesai lalu menemukan titik terang dengan sangat jelas.

"Berikan aku sabu sekarang!" Fitra kembali membentak kepada Bu Indah.

"Hentikan! Ibu bilang hentikan ini semua, Ibu tidak akan pernah memberikan kau seperti itu lagi." Bu Indah juga emosi.

"Bangsat kalian semua, keluar dari dalam kamar aku sekarang." Fitra mengusir Bu Indah karena apa yang dia mau justru tidak dapat.

"Kau tanggung saja semua rasa sakit itu sendirian karena aku tidak akan pernah peduli lagi kepada dirimu, Ibu sudah mengusulkan untuk kau pergi ke rumah sakit tapi kau malah keras kepala seperti ini." Bu Indah masih sempat berkata sebelum keluar dari dalam kamar.

"Bila Ibu memang peduli kepada aku maka belikan aku sekarang juga sabu itu!" teriak Fitra.

"Bahkan bila sampai nanti aku mati maka aku tidak akan pernah membeli barang haram itu." Bu Indah berkata dengan sangat lantang.

"Bajingan gila, kalian semua tidak tahu ketenangan apa yang aku dapat setelah mengkonsumsi barang itu." pekik Fitra dari dalam kamar.

Semua hanya beralasan dengan ketenangan semata ketika dia mengkonsumsi barang tersebut padahal itu semua sudah menjadi candu tersendiri, bahkan rasanya bila tidak mengkonsumsi barang itu maka yang ada kehidupan ini terasa begitu lesu dan tidak ada semangat sama sekali sehingga hidup mereka hanya tergantung pada barang yang tidak tentu arah tersebut.

"Aaaaghhhkk sakit sekali." Fitra merintih kesakitan dengan memegangi dada.

"Gila, kalian semua sudah gila dan tidak ada yang peduli kepada diriku." jerit Fitra merasa menjadi orang yang paling tersakiti di dunia ini.

Padahal di luar kamar saat ini Ibu Indah sedang menangis karena memikirkan nasib sang anak akan bagaimana nantinya, luka itu bila tidak segera diobati maka yang ada nanti juga akan tambah membusuk. namun mereka tidak bisa mengobati bila pemilik luka masih tetap keras kepala seperti itu, pemikiran wanita ini mulai goyah karena dia harus membujuk sang anak agar mau pergi ke rumah sakit sekarang juga untuk mendapat pengobatan.

"Tidak, aku tidak boleh lemah dan menuruti keinginan dari dia." Bu Indah menggelengkan kepala berulang kali.

"Itu barang haram dan aku tidak boleh membeli barang seperti itu, bila aku memilih itu maka sama saja mendukung perbuatan dia." sambung Bu Indah kembali.

"Assalamualaikum, Fitra ada di rumah Bu?" Jamil datang bersama dengan Yoga dan Judit.

"Hei mumpung kalian saat ini ada di sini maka lebih baik untuk membujuk dia agar bisa pergi ke rumah sakit." Bu Indah ingin memanfaatkan tiga teman anak dia ini.

"Rumah sakit? siapa yang akan pergi ke rumah sakit!" Judit bertanya kaget karena dia memang tidak tahu bahwa Fitra sedang mengalami luka.

"Fitra mendapat luka cakaran pada bagian dada dan ibu sudah berusaha untuk mengajak dia pergi, namun dia malah meminta sabu." Bu Indah menjelaskan kepada mereka bertiga.

"Kapan Dia terluka seperti itu?" Jamil tidak percaya karena tadi malam Fitra juga pergi bersama dengan mereka.

Namun kenapa sekarang mendadak saja malah dia mengalami luka yang cukup parah dan Bu Indah malah mengusulkan untuk pergi ke rumah sakit, bila sampai masuk ke dalam rumah sakit maka pasti luka itu tidak main-main dan kemungkinan dia cukup serius sehingga membutuhkan pengobatan yang maksimal.

Selamat malam, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
ρυтяσ kang'typo✨
belum di datangin maka'y Jamil kekeh ngemeng gitu sama Yoga
Eli Rahma
sampai ujung dunia pun Airin akan mengejar kalian berdua untuk bls dendam
Sekar Sekar
selingkuh dngan senina sahabat nya sendiri
MiilaaManurung
lagi dong kak 🤣
Ayuk Witanto
lebih baik katakan saja yoga daripada kau merasa bersalah
Ayuk Witanto
tunggulah giliran mu
neni nuraeni
lnjuttt
Ayuk Witanto
salsa nya Davin
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
semoga dengan yoga mengaku nanti kamu aman dari kematian 🙏🙏
Nurr Tika
kau tunggu gilaranmu mil
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Aditya hp/ bunda Lia
biarin ajah Ga si Jamil mah bentar dia juga bakalan mati sama Airin
ρυтяσ kang'typo✨
takut kan Yoga😏😏mana teman'y sudah metong 1
ρυтяσ kang'typo✨
mereka kan ka" beradik g ada yang waras Nit, kalo beneran lagi waras mah emang tenang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
👍👍👍👍cakeeeep... terus teror mereka 1/1 Airin
Ela Jutek
gak caya kau Mil, paling ntar kau target selanjutnya
Ayuk Witanto
apa kau masih mau bungkam yoga...liatlah temanmu sudah mati
Ayuk Witanto
karna Judit sudah ketemu malaikat maut
Raffaza Direzky87
makhlum kakak nya ratu ular, adiknya aja kadang² juga gila apalagi kakaknya 😁
Eli Rahma
ngomong Ga..sebelum didatangi Airin lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!