NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Ketika datang untuk menangkap mereka, Jamal langsung menodongkan pisau lengkungnya ke leher keduanya.

Alhasil, kedua orang itu sampai ketakutan hingga mengompol saking takutnya. Mereka pun akhirnya menjelaskan bahwa Budi yang telah menyuruh mereka untuk merekrut pencuri. Selain itu, Budi juga menyuruh mereka berdua untuk memberi tahu ke beberapa pencuri di beberapa tempat.

Mendengar hal ini, Jamal segera mengutus dua pasukannya untuk menemani Doddy dan Tony mengambil kembali uang yang telah dicuri. Sementara, sisanya menangkap Liam dan Teja. Setelah itu, mereka langsung pergi ke Dusun Silali untuk menangkap Budi.

Jarak dari tempat Liam dan Teja ke Dusun Silali tidak terlalu jauh, jaraknya kurang dari satu kilometer. Namun, mereka yang baru masuk ke Desa Silali, langsung mendengar gong dan genderang.

"Gawat!"

Ekspresi Jamal langsung berubah seketika. Dia lalu berkata,

"Ada orang yang datang lebih awal dari kita dan sudah memberi tahu Budi si bajingan itu! Begitu penduduk desa berkumpul, kita mungkin akan sulit untuk menangkapnya."

Kira memicingkan matanya, lalu bertanya,

"Berapa banyak manfaat yang sudah dia berikan ke warga desa? Akan kah warga desa bersedia mati untuknya?"

Jamal menggeleng, lalu berujar,

"Kira, kamu lahir di keluarga yang berkecukupan. Kamu nggak mengerti penderitaan warga desa. Ada kalanya warga desa menjual nyawa mereka demi uang,"

Mendengar penjelasan Jamal, Gandi yang ditangkap itu langsung tampak sedih. Ketika ibunya sakit parah, mereka bertiga bersedia menjual nyawa ke siapa pun yang mau memberi mereka banyak uang. Nyawa manusia di dunia ini benar-benar tidak berharga dibuatnya.

Danu, Doddy, dan Tony juga menundukkan kepala tanpa mengatakan apa-apa. Nyawa orang miskin memang tidak berharga. Ada banyak orang yang menjual dirinya untuk dijadikan budak, tetapi uang yang mereka dapatkan pun tidak sampai 3.000 rupiah.

Sementara Itu, Kira memberikan 50.000 rupiah dan belum menyuruh mereka melakukan apa pun. Mengatakannya ke orang lain pun tidak akan ada yang mau percaya.

Kira mengangkat alisnya. Dia bertanya,

"Kalau begitu, apa dia rela memberi seluruh penduduk desa 1.000 rupiah?"

"Benar juga. Ayo!" sahut Jamal sembari menggertakkan gigi, lalu melambaikan tangannya.

Kedua rombongan itu pun bertemu di depan gerbang desa.

Di pihak Kira, ada Jamal, empat pemanah, enam pasukan, Danu, Doddy, Tony. Gandi, Liam dan Teja. Jumlah mereka ada 18 orang, di mana 3 orangnya merupakan tahanan. Sementara di sisi Budi, dia memimpin lebih dari 100 orang desa.

Orang-orang itu membawa tongkat, garpu tanah, garu, tombak, pisau dan golok. Mereka semua tampak sangat ganas!

Budi pun berteriak,

"Jamal, dasar sialan! Kita sama-sama pejabat daerah, kenapa kamu malah membantu orang luar untuk berurusan denganku? Katakan! Berapa banyak uang yang sudah orang itu berikan padamu!"

"Budi, jangan sembarang menuduh! Aku, Jamal, menegakkan hukum tanpa berpihak dan nggak pernah menerima suap!"

Setelah itu, dia memberi isyarat kepada empat pemanahnya. Keempat pemanah pun menarik busur mereka. Kemudian, Jamal yang tak menunjukkan kelemahan sedikit pun berkata,

"Sebaliknya, kamu sebagai kepala desa malah menyuruh pencuri untuk membobol rumah orang dan mencuri. Kamu adalah narapidana yang patut dijebloskan ke penjara!"

"Omong kosong! Mana mungkin aku bergaul dengan para pencuri? Aku ini pejabat daerah yang bersih!"

Budi membantah dengan tegas. Dia menatap Liam dan Teja, lalu berujar,

"Liam, Teja, apa Jamal menodongkan pisau dl leher kalian dan memaksa kalian mengatakan sesuatu yang nggak pernah kalian lakukan?"

Liam dan Teja buru-buru mengangguk. Kepala desa telah membawa banyak Orang, Jadi, nyali mereka telah kembali.

Syut!

Pisau lengkung milik Jamal terhunus dan terarah ke leher keduanya. Dia berkata,

"Sialan! Apa yang kalian katakan barusan? Ulangi lagi! Kalau nggak, aku akan memenggal kepala kalian!"

"Benar! Tuan Budi yang menyuruh kami untuk memberi tahu Gavin bersaudara!" seru keduanya.

Dengan adanya pedang yang ditodongkan ke leher mereka, nyali Liam dan Teja kembali menciut. Sorot mata Budi menjadi muram. Dia berkata,

"Jamal, kamu memaksa orang untuk mengaku. Kamu sengaja berkolusi dengan anak nggak berguna ini untuk merugikan ku. Kamu berkomplot demi kepentingan sendiri!"

Kira pun tersenyum merendahkan, lalu berkata,

"Budi, masalah ini, kamu sendiri tahu dengan jelas. Ayo, kita pergi ke pengadilan daerah untuk menemui pemimpin kabupaten. Biar día yang memutuskan."

"Ada banyak hal yang harus aku urus. Aku nggak punya banyak waktu untuk pergi ke pengadilan daerah bersamamu!" sahut Budi sambil tersenyum dingin.

Dia melihat Kira sambil menggertakkan giginya dan kembali berujar,

"Hei, anak Nggak berguna, Kamu sengaja membuat kegaduhan ini, kan? Teman-teman, tangkap bocah itu!"

Warga desa maju dengan perlahan. Jamal mengayunkan pedang lengkungnya ke depan dan berkata,

"Siapa berani maju? Aku adalah hakim daerah yang bertugas menangkap pencuri. Aku adalah pejabat. Apa kalian mau menentang hukum raja?"

Warga desa yang mendengar ini langsung menghentikan langkah mereka.

"Jangan dengarkan dia. Aku ini kepala desa. Siapa pun yang bisa menangkap atau memukul anak nggak berguna itu, uang sewa tahun depan akan dibebaskan 10%!"

Budi menawarkan hadiah. Ini memang kurang setengah dari yang dijanjikan. Namun, ucapan Budi ini tetap membuat warga desa menggila dan menyerbu ke depan.

"Berhenti! Berhenti! Kalau kalian masih berani maju, aku akan melepaskan panah!" teriak Jamal dan suaranya melengking.

Namun, warga desa tidak berhenti sama sekali. Jadi, dia segera berteriak kepada bawahannya untuk mundur dan berkata kepada Kira,

"Tuan Kira, nggak bisa. Mereka sudah menggila. Ayo kita mundur dulu. Aku nggak akan kenapa-kenapa, tapi kamu bakal dipukul sampai mati!"

Pemanah dan prajurit kekar pun mundur ketakutan!

"Berikan aku busur dan anak panah!"

Kira meraih seorang pemanah, lalu mengambil busur dan anak panah di tangannya. Setelah itu, dia menarik anak panah tersebut.

Swooosh!

Panah bulu meninggalkan tali busur dan melesat ke arah penduduk desa.

"Aaa!"

Penduduk desa yang menyerbu melihat Kira yang benar-benar melepaskan anak panah. Semuanya pun ketakutan dan langsung berhenti.

"Siapa pun yang berani maju, aku akan langsung menembakkan anak panah ini!"

Melihat kekuatan dari anak panah ini, Jamal langsung berhenti dan memangil tiga pemanah. Tiga pemanah pun bersiap menembak. Kira berkata dengan suara yang dalam,

"Danu, tangkap Budi!"

"Baik, Kak Kira!" ucap Danu dan dia segera mengambil tongkat yang dibawanya.

Dia pun mengejar Budi bak seekor harimau ganas yang baru turun gunung.

"Bagaimana dua putra Basan bisa sehebat ini?"

Budi mengingat serangan Doddy yang kemarin, lalu melihat kekuatan Danu yang sekarang. Alhasil, dia berkeringat dingin dan langsung melarikan diri seraya berkata,

"Hadang dia! Biaya sewa tahun depan akan aku bebaskan 20%!"

Warga desa yang baru saja kehilangan nyali langsung bersemangat lagi. Mereka pun mengacungkan senjata dan menyerbu!

"Orang-orang yang malang ini benar-benar menggila!"

Melihat ini, para pemanah tidak bisa tenang. Jadi, Jamal buru-buru berkata,

"Tuan Kira, cepat suruh Danu kembali. Dia hanya bisa melawan satu orang, bukan segerombolan orang!"

Kira juga tegang. Bagaimanapun juga, Paman Basan pernah mengatakan bahwa dirinya memang bisa melawan 10 orang dengan tangan kosong, tetapi 5 atau 6 orang yang membawa senjata bisa mengepung dan membunuhnya.

Sekarang, Danu dikelilingi oleh puluhan bahkan ratusan orang dan semuanya membawa senjata!

Namun, tepat ketika Kira ingin memanggil Danu kembali, semua orang menatap ke depan dengan mata yang terbelalak. Tidak ada yang berani memercayai apa yang telah mereka lihat.

Wuusss! Dhuakk!

Tongkat milik Danu bergetar sehingga menyebabkan suara raungan yang dahsyat, Akibatnya, semua senjata yang berupa tongkat, garpu tanah, dan garu langsung terpental.

Kini, tidak ada orang yang berani mendekatinya. Dalam sekejap mata, puluhan warga desa terjatuh ke tanah dan sisanya mundur dengan ketakutan.

Gavin yang melihat pun ikut tercengang. Ayahnya pernah berkata bahwa ada seorang jenderal yang berpakaian baju zirah dan menunggang kuda sambil membawa senjata besar. Dia bisa membunuh orang di medan perang seperti sedang memotong rumput.

Gavin tidak pernah memercayai ini sebelumnya. Namun, setelah menyaksikan Danu yang mengayunkan tongkat itu, dia mulai percaya.

"Tuan Kira, bukankah anak itu tadi bilang kalau dia hanya bisa melawan satu orang? Kenapa dia sehebat ini?" tanya Jamal sambil menelan ludahnya.

Kemudian, dia menatap empat pemanahnya dan nyali mereka kembali menjadi kuat.

Tidak peduli seberapa hebatnya kemampuan bela diri orang-orang yang menyerbu ini, selama tidak mengenakan baju zirah, para pemanah ini bisa menembakkan anak panah mereka untuk membunuh dengan mudah.

Kira akhirnya mengerti. Paman Basan hanya mengatakan, jika pihak lawan membawa senjata. Tetapi tidak mengatakan jika Danu dan Doddy juga membawa senjata bisa melawan berapa orang.

1
I Am Riza
siap! 👍 untuk next pas hari libur akan dobel up🙏
V Rall
Lanjut!
V Rall
bagus. lanjutkan
I Am Riza: Siap👍
total 1 replies
Riza Gaming
Bagus
Leha Rahman
hadir kak , lanjut 💪
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!