NovelToon NovelToon
Mamaku Tabib Dewa

Mamaku Tabib Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.

Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.

Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.


"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

...Happy Reading...

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

"Nak, kemana kita akan pergi mencari makan?" tanya Ghaizka sambil berjalan memeluk erat putrinya, Gelsya.

Wanita itu masih terlihat sedikit kaku dan bingung. Meskipun ia memiliki ingatan dari pemilik tubuh asli, namun jiwanya adalah seorang wanita dari zaman kuno yang terbiasa dengan jalanan tanah dan kuda.

Melihat mobil dan motor yang melaju kencang tanpa henti membuatnya merasa aneh dan terkejut.

"Kita cari makan di pinggir jalan saja, Ma. Di sana banyak yang enak-enak," jawab Gelsya polos.

TIN! TIN! BRUMMMM!!!

Tiba-tiba sebuah motor melaju kencang dan membunyikan klakson keras tepat di samping mereka.

"HEY! KALAU MAU NYEBRANG LIHAT-LIHAT DONG! BUTA APA GIMANA?!" teriak pengendara itu dengan kesal saat melintas.

Ghaizka tersentak kaget. Namun ia berusaha tetap tenang dan mempertahankan wibawanya, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi takut sedikitpun, meski di dalam hati ia heran mengapa orang zaman sekarang bisa begitu kasar dan berisik.

"Mama harus hati-hati," bisik Gelsya. "Kalau Mama berjalan sembarangan di tengah jalan, kita bisa tertabrak dan sakit lho."

Gadis kecil itu pun turun dari pelukan ibunya, lalu meraih tangan besar Ghaizka.

Dengan manisnya ia menuntun ibunya berjalan ke pinggir jalan yang aman, menuju ke arah deretan warung makan kaki lima.

Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah makan sederhana yang wangi dan ramai.

"Mau pesan apa, Nona?" tanya pemilik warung dengan ramah sambil mendekat membawa buku menu.

Ghaizka menatap daftar menu itu bingung.

"Apa saja yang ada di sana? Sebutkanlah," pinta Ghaizka.

"Oh banyak, Buk! Ada ayam goreng, bebek panggang, ayam kecap, ayam rendang, lele bakar, lele goreng... Pokoknya lengkap deh!" jawab penjual itu ceria.

Ghaizka menoleh ke arah Gelsya, ia tidak paham rasa makanan-makanan aneh itu seperti apa.

"Kamu mau pesan apa, sayang?" tanyanya.

Mata Gelsya langsung berbinar-binar. "Aku mau ayam goreng saja, Ma! Enak banget tuh!"

"Baiklah, kalau begitu aku juga pesan ayam goreng sama seperti kamu," kata Ghaizka tersenyum.

"Siap, dua ayam goreng ya. Oh iya, di sini bayar di muka ya Buk," ingat penjual itu.

Ghaizka mengangguk, lalu membuka tasnya. Tangannya berhenti sejenak, ia bingung dengan bentuk kertas uang ini.

"Berapa harga semuanya, Buk?" tanyanya.

"Semuanya jadi 30 ribu rupiah ya, Buk," jawab penjualnya.

30...?

Ghaizka berpikir bahwa ia harus mengeluarkan 30 lembar uang. Dengan santainya ia mengambil tumpukan uang kertas berwarna merah (100 ribuan) dari tasnya, lalu meletakkan tiga puluh lembar di atas meja!

Meja itu langsung penuh dengan uang tunai dalam jumlah besar!

Penjual warung itu terbelalak kaget, matanya melotot melihat tumpukan uang itu.

"Ya ampun, Buk! Jangan banyak-banyak! Ini kelebihan banget!"

Penjual itu buru-buru mengambil hanya satu lembar saja. "Cukup satu lembar ini saja sudah lebih dari cukup! Sisa yang 29 lembar itu simpan cepat!"

Ia lalu membungkuk mendekat dan berbisik pelan dengan wajah panik:

"Ssttt... Cepat simpan uangnya, Buk! Nanti kalau dilihat orang lain dan tahu Anda bawa uang banyak, bahaya lho! Nanti bisa dicuri atau dirampok!"

Ghaizka mengangguk mengerti, lalu dengan santainya memasukkan kembali tumpukan uang itu ke dalam tasnya.

Namun sayang...

Di sudut ruangan, ada sepasang mata yang telah memperhatikan mereka sejak tadi. Seorang pencopet atau penjahat jalanan melihat jelas betapa banyaknya uang yang dimiliki wanita cantik itu.

"Wah, dapat sapi gemuk hari ini..." gumam orang itu seram sambil menyeringai. Ia sudah mengincar mereka sejak tadi dan bersiap untuk mengikuti saat Ghaizka dan Gelsya pulang nanti.

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

1
Maria Lina
ud thor ku ksh hadiah ya hehe.💪💪🙏🙏 double"ya thor
Yulya Muzwar
☕ kopi buat semangat thor, biar bisa up lagi
less22: tengyuuu
total 1 replies
Maria Lina
ko 1 thor lgi ya
Maria Lina: siap boss
total 2 replies
Diah Susanti
cuma di cerita halu, yang ngomong gitu doang bisa langsung cerai. kalau dunia nyata ribet urusannya. apalagi kalo si 'gono gini' ikutan nongol tambah bikin puyeng
Evi 060989
up
Maria Lina
hajar aj gaiszka wwkkw
Maria Lina
💪🙏😍😍double"up trus ya thor
less22: oke siapppp
total 1 replies
Maria Lina
mksih ya thor ud doble"up nya💪💪🙏🙏
Maria Lina
cuman 1 thor hadeh
Evi 060989
up lg
Wak Ngat
lanjut thor
Evi 060989
up lg
less22: okeeeeee
total 1 replies
imelna
lanjut thor💪💪💪
less22: okeeeee
total 1 replies
Icha Arsy
next up thor💪💪
less22: okeee
total 1 replies
Dania
semangat tor
less22: makasih🥰
total 1 replies
Wak Ngat
bagus ghaiska aku dukung karna tak baik juga menerima bantuan merasa ada utang gitu
less22: betul itu
total 1 replies
Yuliana Tunru
wah bakal rame klinik x smoga byk.yg cepat sembuh 💪💪
less22: do'ain ma
total 1 replies
Dewi Habibah
bagus ceritanya
less22: makasih 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Wak Ngat
lanjut thor
less22: okeeeeeee
total 1 replies
Chen Nadari
Dengar baik2 di up selanjutnya😄
less22: udah up banyak nih
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!