NovelToon NovelToon
Mereka Adalah Suamiku

Mereka Adalah Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Wisa

⚠️ ***+ | Kisah Cinta segitiga

Valencia kehormatannya direnggut, hatinya terbelah.
Valencia hancur saat kehormatannya direnggut oleh Ansel—pria yang hadir diantara cinta Valencia dan Zyro,. Namun Zyro, kekasihnya yang sangat mencintainya, tetap ingin menerima apa adanya dan ingin menikahinya.

Keduanya mengaku mencintainya, keduanya tak ada mau mengalah. Perkelahian sengit pun terjadi, hingga di batas keputusasaan, Valentina harus melukai dirinya sendiri hanya agar mereka mau berhenti...

Melihat wanita yang mereka cintai terbaring penuh darah, akhirnya kedua pria itu mengambil keputusan berat: mereka berdua akan menikahi Valen dan berjanji menjaganya bersama-sama.

Dua pria, satu wanita.

Akankah cinta bisa menyatukan mereka, atau malah membawa pada kehancuran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Wisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arsitektur Lembayung

Selama ini, semua orang di ruangan itu mengira bahwa Zyro dan Ansel hanyalah sahabat dekat Valencia. Menurut pemikiran mereka, mustahil rasanya jika Valencia mengenalkan kedua pria hebat itu sebagai kekasihnya, karena rasanya tidak masuk akal jika seorang wanita memperkenalkan kekasihnya ke keluarganya bersama dengan temannya. Itulah sebabnya mereka semua dengan mudah menyimpulkan bahwa kedua pria itu datang untuk melamar Clara atau Sania, bukan Valencia.

Dengan perasaan yang sudah meluap-luap bahagianya, Clara perlahan mengulurkan tangannya hendak mengambil kotak cincin itu dari tangan Zyro. Namun, tepat saat jarinya hampir menyentuh kotak itu, Zyro sedikit menarik tangannya ke belakang dan menjauhkannya, sehingga jari Clara hanya menyentuh udara kosong. Wajah Clara seketika berubah bingung dan kecewa.

"Tapi maaf, Tuan Darma," kata Zyro dengan nada tenang namun tegas, matanya menatap lurus ke arah ayah Valencia.

"Yang saya maksud adalah melamar Valencia. Bukan melamar anak Bapak yang satu ini."

DUAR!

Seolah ada petir menyambar di siang hari bolong, suasana ruangan itu seketika berubah hening dan tegang. Wajah Clara yang tadinya ceria dan bahagia seketika menjadi pucat pasi, matanya terbelalak tak percaya.

"Jangan mempermainkan aku, Zyro!" seru Clara dengan suara melengking yang bercampur marah dan tidak percaya.

 "Mana ada orang datang melamar tapi rame-rame begini? Jangan bercanda dengan hal serius seperti ini! Ini tidak lucu tahu!"

Ia lalu berbalik menatap ayahnya dengan wajah memelas, matanya berkaca-kaca. "Papa... Dia pasti sedang mengujiku, kan? Dia pasti hanya ingin memberiku kejutan, kan, Pa? Zyro pasti bercanda..."

Pak Darma sendiri tampak sangat tegang dan bingung. Ia mengerutkan keningnya dalam-dalam, menatap Zyro dengan pandangan tidak percaya. "Nak Zyro... Apa maksud ucapanmu ini? Mana ada orang datang melamar dengan cara main-main seperti ini? Ini masalah yang sangat serius, Nak. Jangan bercanda yang tidak-tidak seperti ini...

Zyro menatap tajam ke arah Pak Darma, suaranya terdengar tegas, tenang, namun penuh penekanan seolah ingin meyakinkan ayah Valencia itu sepenuhnya. Tidak ada sedikitpun nada bercanda atau keraguan di dalamnya.

"Saya sama sekali tidak sedang bercanda, Tuan Darma. Apa yang saya katakan tadi adalah kebenaran murni dan sungguh-sungguh," ujar Zyro mantap. "Sebenarnya, hubungan saya dengan Valencia sudah terjalin sejak lima tahun yang lalu, jauh sebelum nama saya dikenal orang dan sebelum saya memutuskan untuk menekuni dunia balap secara serius. Saat itu saya hanyalah seorang pemuda yang kehilangan arah setelah kepergian kedua orangtuaku, bahkan aku pernah jatuh sangat dalam dan hampir kehilangan semangat hidup. Tapi di saat itulah Valencia ada di sisi saya. Dialah orang yang selalu mendampingi saya saat saya terpuruk, saat saya gagal, dan saat rasanya dunia sedang tidak berpihak pada saya. Dialah yang selalu mengulurkan tangannya, menguatkan hati saya, dan memberikan dukungan serta semangat tanpa henti hingga saya bisa bangkit kembali dan menjadi seperti sekarang ini."

Zyro berhenti sejenak, menarik napas panjang seolah mengenang kembali masa-masa sulit itu, lalu ia melanjutkan ceritanya dengan suara yang terdengar lembut namun penuh perasaan. Ia menceritakan semuanya dari awal hingga akhir, secara rinci dan jujur di hadapan semua orang yang ada di ruangan itu.

Ia bercerita bagaimana awal pertemuan mereka yang tidak terduga, bagaimana Valencia datang ke dalam hidupnya bagaikan cahaya di tengah kegelapan. Ia menceritakan bagaimana Valencia dengan sabar menemaninya melewati hari-hari yang berat, saat ia sering kali merasa putus asa dan ingin menyerah. Ia juga bercerita tentang pengorbanan Valencia—wanita itu rela meluangkan waktunya, rela mendengarkan keluh kesahnya, dan rela berbagi sedikit apa yang ia miliki hanya agar Zyro bisa merasa lebih baik dan terus berjuang. Zyro menceritakan betapa besarnya peran Valencia dalam membentuk kepribadiannya, betapa wanita itu mengajarinya arti kesabaran, ketulusan, dan cinta yang sejati tanpa syarat.

"Kalau tidak ada Valencia di sisi saya dulu," kata Zyro di akhir ceritanya dengan suara yang sedikit bergetar karena haru. "Mungkin saya tidak akan pernah bisa berdiri di sini, di hadapan Tuan hari ini, sebagai seseorang yang memiliki harga diri dan tujuan hidup yang jelas. Semua kesuksesan dan pencapaian yang saya raih saat ini, sebagian besar adalah berkat doa, dukungan, dan kasih sayang yang selalu ia berikan kepada saya. Ia adalah wanita yang paling tulus, paling sabar, dan paling berharga yang pernah saya temui seumur hidup saya. Itulah sebabnya saya sangat mencintainya, dan itulah sebabnya saya bertekad bulat untuk menjadikannya istri saya, agar saya bisa membalas semua kebaikannya, menjaganya, dan membahagiakannya seumur hidup saya sebagai tanda terima kasih dan cinta abadi saya padanya."

Suasana ruangan menjadi sangat hening dan sunyi sepi saat Zyro selesai berbicara. orang Tuan Darma, hanya bisa terdiam terpaku, hatinya tersentuh dan terguncang mendengar kisah cinta yang begitu tulus, panjang, dan penuh perjuangan itu. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa di balik sikap Valencia yang sering dianggap pendiam dan lemah, ternyata tersimpan hati yang begitu mulia dan pengorbanan yang begitu besar untuk orang yang dicintainya. Mata Pak Darma perlahan berkaca-kaca, hatinya terasa panas dan terenyuh mendengar kisah itu. Ia mulai menyadari bahwa mungkin selama ini ia salah menilai putrinya sendiri, dan ternyata Valencia memiliki tempat yang sangat istimewa dan berharga di hati seorang pria hebat seperti Zyro Mahardika.

Melihat wajah ayahnya yang mulai terguncang dan hatinya perlahan luluh, rasa panik melanda hati Clara. Ia tidak mau rencananya hancur begitu saja, dan ia tidak mau kehilangan Zyro yang ternyata bukan hanya pembalap hebat, tapi juga pewaris keluarga terkaya di negeri ini. Dengan cepat ia merangkul lengan Pak Darma lebih erat lagi, lalu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca dan nada bicara yang sengaja dibuat menyayat hati sekaligus menekan.

"Papa, dengarkan aku dulu!" bisiknya dengan suara yang sedikit sedih dibuat buatnya, seolah ingin memutus percakapan sebelum ayahnya sepenuhnya percaya pada kisah Zyro.

"Jangan terpengaruh begitu saja oleh kata-kata manis itu. Papa harus pikir dengan kepala dingin. Coba lihat siapa aku dan siapa dia. Aku adalah model terkenal, wajahku dikenal banyak orang, aku sering tampil di majalah-majalah ternama, diundang ke acara-acara bergengsi. Aku pantas berdiri di samping Zyro, pasangan yang serasi dan terhormat di mata semua orang. Sedangkan dia... Valencia? Apa yang dia miliki selain wajah biasa dan penampilannya yang sederhana itu?"

Clara melirik ke arah Valencia dengan pandangan penuh penghinaan, lalu melanjutkan ucapannya dengan nada yang semakin tajam dan penuh tuduhan:

"Selama ini dia hanya bekerja sebagai pekerja serabutan, kan? Tidak punya pekerjaan tetap, tidak punya kedudukan yang jelas. Siapa yang tahu apa saja yang dia lakukan di luar sana? Mungkin saja selama ini dia mencari uang dengan cara yang tidak pantas, bahkan menjual dirinya sendiri untuk bertahan hidup atau mendapatkan apa yang dia inginkan! Bagaimana mungkin Papa mau menyerahkan Zyro yang berasal dari keluarga sehebat Mahardika untuk wanita yang riwayat hidupnya begitu gelap dan tidak jelas seperti dia? Itu sama saja merendahkan martabat keluarga kita dan juga keluarga Zyro, Pa!"

Ia kembali menatap ayahnya dengan wajah memelas, tangannya meremas lengan ayahnya dengan kuat seolah memohon agar ayahnya memihak padanya.

"Papa, aku yang cocok untuknya! Aku yang pantas mendampinginya! Aku bisa mendampinginya di setiap acara penting, membuat nama keluarga kita semakin terhormat dan dihargai. Sedangkan Valencia... dia hanya akan menjadi beban dan aib saja! Tolonglah Papa, jangan biarkan kesempatan emas ini lepas begitu saja. Pikirkan aku, pikirkan nama baik keluarga kita!"

Pak Darma terdiam seribu bahasa. Kata-kata Clara yang menusuk dan penuh tuduhan membuatnya kembali bingung. Di satu sisi, ia terharu mendengar kisah cinta Zyro dan Valencia, tapi di sisi lain, kata-kata Clara seolah menanam keraguan yang dalam di hatinya. Ia menatap Valencia dengan pandangan yang bercampur ragu dan curiga, seolah mulai percaya pada apa yang dikatakan putri sulungnya itu.

Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang tahu kenyataan sebenarnya. Selama ini, Valencia tidak pernah bercerita kepada siapa pun tentang pekerjaannya yang sesungguhnya. Di balik sikapnya yang sederhana dan pendiam, ia adalah pendiri dan pemilik Arsitektur Lembayung, sebuah perusahaan arsitek yang namanya mulai dikenal luas dan dihormati di kalangan profesional. Banyak bangunan indah dan proyek besar yang dirancang olehnya, meskipun ia selalu memilih untuk tetap di balik layar dan tidak menonjolkan diri. Ia menyembunyikan hal itu karena tidak ingin menjadi sorotan, dan tidak ingin keluarganya merasa terganggu atau mencampuri urusan hidupnya. Semua tuduhan Clara itu sama sekali tidak berdasar, tapi sayangnya, saat ini hanya Valencia, Zyro, dan Ansel yang mengetahui kebenaran itu.

1
Ichka Francisca
ceritanya menarik
Pena Wisa: bantu dukungannya ya kak ini novel perdananku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!