NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Alam Iblis – Perbatasan Ibu Kota Kekaisaran Ye Sha.

Sudah berbulan-bulan berlalu sejak gerbang Bintang Hitam Obsidian tertutup rapat.

Selama itu pula, fenomena aneh melanda langit di atas Istana Pusat. Awan mendung berwarna abu-abu pekat tidak pernah beranjak, berputar membentuk pusaran yang terus menyedot Qi spiritual dari seluruh penjuru ibu kota. Terkadang, getaran spasial yang luar biasa mengerikan merambat dari bawah tanah, membuat jantung para kultivator iblis berdebar ngeri.

Fluktuasi ketiadaan yang bocor dari pengasingan Zhao Xuan membuat banyak orang mengira bahwa sebuah Kesengsaraan Iblis (Demon Tribulation) yang gagal sedang terjadi.

Bagi mereka yang buta akan kekuatan sejati, kejadian ini adalah pertanda kelemahan.

Di sebuah lembah tersembunyi tidak jauh dari ibu kota, berkumpul ratusan kultivator elit berjubah merah darah dan zirah berduri. Mereka adalah sisa-sisa loyalis garis keras dari Raja Iblis Xue Hai dan Raja Iblis Rakshasa dua faksi yang paling merasa dihinakan dan dirugikan oleh naiknya Ye Sha ke atas takhta.

Di depan barisan pasukan itu, berdiri dua sosok tua yang memancarkan aura luar biasa kental. Mereka adalah Tetua Agung Xue Kuang dari faksi Lautan Darah dan Tetua Agung Ba Tu dari sisa faksi Rakshasa. Keduanya adalah ahli tingkat Ascendant Puncak.

"Rasakan getaran itu, Ba Tu," ucap Xue Kuang dengan senyum kejam, menatap ke arah pusaran awan di atas Istana Iblis. "Fluktuasi Qi di istana luar biasa kacau. Pemuda manusia sombong itu pasti sedang mengalami serangan balik dari kultivasinya yang sesat."

Ba Tu mendengus keras, asap belerang keluar dari hidungnya. "Dan Kaisar boneka kita, Ye Sha... mata-mata kita melaporkan bahwa dia tidak pernah sekalipun beranjak dari depan gerbang bawah tanah itu. Dia menghabiskan seluruh waktunya menjadi anjing penjaga bagi manusia fana tersebut."

"Ini adalah kesempatan yang diberikan oleh langit Alam Iblis," desis Xue Kuang, mencabut pedang darahnya yang bergerigi. "Seluruh Jenderal Ye Sha sedang sibuk mengamankan wilayah perbatasan. Istana Pusat kosong. Kita serbu ke bawah tanah! Kita penggal kepala Ye Sha saat dia lengah, lalu kita hancurkan gerbang itu dan cincang pemuda manusia yang sedang dalam kondisi lemah itu!"

"BUNUH KAISAR PALSU! KEMBALIKAN KEJAYAAN KITA!" raung ratusan pembunuh elit (assassin) tingkat Soul Transformation secara serempak.

Malam itu, di bawah bayang-bayang awan ketiadaan, sebuah kudeta berdarah melesat dalam diam menuju jantung Kekaisaran.

Istana Pusat – Lorong Menuju Ruang Meditasi Bawah Tanah.

Hawa dingin menyelimuti lorong panjang yang terbuat dari batuan vulkanik. Di ujung lorong, di depan gerbang Bintang Hitam Obsidian setebal sepuluh tombak, Ye Sha duduk bersila. Trisulanya tertancap di lantai di sebelahnya.

Meski berbulan-bulan telah berlalu, Ye Sha tidak memejamkan mata sedetik pun. Ia telah bersumpah sebagai sekutu untuk menjaga pintu ini, dan bagi seorang kultivator iblis murni sepertinya, janji sekutu sama beratnya dengan nyawa.

Tiba-tiba, telinga Ye Sha berkedut.

Mata peraknya terbuka perlahan, memancarkan Niat Membunuh yang dingin. Di kejauhan, sayup-sayup terdengar suara rintihan penjaga istana yang tumbang, disusul oleh aroma darah yang sangat pekat.

"Tikus-tikus selokan akhirnya keluar dari persembunyian," gumam Ye Sha pelan. Ia mencabut trisulanya dan bangkit berdiri. Aura Nirvana Awal nya perlahan menyebar, mengisi seluruh lorong dengan tekanan yang menyesakkan.

WUUUSSSSH!

Puluhan bayangan melesat menembus kegelapan lorong. Ratusan panah beracun dan jarum pembusuk meridian ditembakkan dari berbagai sudut, mengarah tepat ke titik-titik vital Ye Sha!

TRANG! TRANG! TRANG!

Ye Sha memutar trisulanya membentuk perisai angin berdarah, mementalkan seluruh senjata rahasia itu hingga menancap ke dinding batu obsidian.

Dari balik kegelapan, Tetua Agung Xue Kuang dan Ba Tu melangkah maju, diikuti oleh ratusan loyalis pembunuh. Wajah kedua monster tua itu dipenuhi oleh seringai kemenangan.

"Menyerahlah, Pangeran Ye Sha!" raung Xue Kuang, menodongkan pedangnya. "Kau mungkin memiliki ranah Nirvana Awal, tapi kau sendirian! Kami memiliki ratusan elit, dan kau terikat di tempat ini. Jika kau bergerak maju untuk menyerang kami, kau akan meninggalkan pintu pengasingan manusia itu tanpa penjagaan. Kami akan menghancurkannya!"

Ye Sha menggertakkan giginya. Analisis Xue Kuang sangat tepat. Jika ini pertempuran terbuka, Ye Sha bisa membantai mereka. Namun di lorong sempit ini, ia harus menjadi tameng hidup. Jika ada satu saja serangan tingkat tinggi yang lolos dan menghantam gerbang obsidian di belakangnya, konsentrasi Zhao Xuan di dalam bisa buyar dan memicu penyimpangan Qi (Qi deviation).

"Kalian kira kalian bisa melewati trisulaku?" geram Ye Sha, ototnya menegang. "Melangkahlah, dan aku akan menjadikan tulang kalian sebagai lantai lorong ini."

Ba Tu tertawa terbahak-bahak. "Arogansi yang bodoh! Pasukan, serang gerbang di belakangnya! Paksa dia mengorbankan tubuhnya sendiri!"

Para pembunuh bersiap meluncurkan teknik pemusnah massal. Ye Sha mengambil posisi kuda-kuda terdalamnya, bersiap membakar Esensi Darahnya demi menahan hujan serangan.

Namun, sebelum ada satu pun segel Qi yang dirapal...

ZRAAAAAASH!

Sebuah hembusan angin panas yang luar biasa mengerikan tiba-tiba menyapu dari langit-langit lorong.

Sesosok bayangan raksasa turun dengan kecepatan kilat, mendarat tepat di antara Ye Sha dan pasukan pemberontak.

Itu adalah pemuda iblis dengan sepasang sayap yang memancarkan Api Hitam Iblis. Kulitnya merah gelap, dan auranya meledak menekan seluruh lorong... Ascendant Puncak Setengah Langkah Nirvana!

"Kalian..."

Suara yang keluar dari sosok itu bukanlah suara pemuda iblis biasa, melainkan suara berat dan serak dari monster purba yang jiwanya telah hidup ribuan tahun.

Gu Tianxue perlahan menoleh ke arah pasukan pemberontak. Matanya yang merah menyala memancarkan kebuasan dan rasa jijik yang luar biasa.

"Kalian sekumpulan sampah kotor yang tidak tahu diri," desis Gu Tianxue, merentangkan sayap api hitamnya hingga menyentuh kedua sisi dinding lorong. "Tuanku Zhao Xuan sedang tidur siang di dalam sana. Dan kalian berani... KALIAN BERANI MEMBUAT KEBISINGAN DI DEPAN PINTUNYA?!"

Xue Kuang dan Ba Tu terbelalak kaget melihat kemunculan ahli Ascendant Puncak yang tidak mereka kenal.

"Siapa kau?!" bentak Xue Kuang. "Minggir! Urusan kami hanya dengan Ye Sha dan manusia di dalam sana!"

"Siapa aku?" Gu Tianxue tertawa. Sebuah tawa yang sangat kejam, menggemakan sisa-sisa kegilaannya sebagai musuh bebuyutan dari benua atas masa lalu.

"Aku adalah anjing pemburu paling setia milik Tuan Zhao Xuan! Dan tugasku adalah mencabik-cabik siapa pun yang berani mengotori jalan di depan pintunya!"

Tanpa menunggu balasan, Gu Tianxue melesat maju.

BOOOOOOOOM!

Kecepatannya memecahkan ruang. Ia muncul tepat di depan Sesepuh Ba Tu. Monster tua sisa faksi Rakshasa itu bahkan tidak sempat mengangkat pedangnya.

"Seni Tulang Gu: Remukan Dimensi!"

Tangan Gu Tianxue yang dilapisi Qi Api Hitam menusuk langsung menembus dada Ba Tu. Dengan satu putaran kasar, ia mencabut jantung iblis itu dan meremukkannya di depan mata pemiliknya sendiri!

"S-Satu serangan..." Xue Kuang memucat pasi, wajahnya kehilangan semua warna. Ba Tu yang berada di ranah yang sama dengannya tewas seperti lalat!

"Sekarang giliranmu, serangga berisik!" Gu Tianxue menoleh ke arah Xue Kuang dengan senyum psikopat.

"M-MUNDUR! FORMASI PERTAHANAN!" jerit Xue Kuang panik, mencoba melarikan diri.

Namun Gu Tianxue tidak memberi ampun. Ia mengepakkan sayap api hitamnya, melepaskan badai jarum api kosmik yang menghujani ratusan pasukan pemberontak itu.

Jleb! Jleb! Jleb!

"Aaaaaargh!"

Lorong itu berubah menjadi neraka pembantaian. Gu Tianxue bergerak layaknya bayangan maut, memenggal, mencabik, dan membakar setiap pemberontak yang mencoba lari. Teknik kuno miliknya terbukti terlalu mematikan bagi elit Alam Iblis masa kini.

Hanya dalam waktu setengah batang dupa, lorong itu dipenuhi tumpukan mayat hangus. Xue Kuang telah dipenggal, kepalanya diinjak hingga rata dengan tanah oleh Gu Tianxue.

Ye Sha berdiri di depan gerbang obsidian, masih memegang trisulanya dengan rahang sedikit terbuka. Ia tahu Gu Tianxue adalah monster tua yang kuat, namun melihatnya membantai ratusan ahli dengan begitu buas demi alasan bahwa mereka "membuat berisik" benar-benar pemandangan yang absurd.

Gu Tianxue mengatur napasnya. Ia memandang tumpukan darah dan mayat di depannya. Tiba-tiba, wajahnya yang buas berubah panik.

"Gawat! Gawat!" jerit Gu Tianxue dengan suara melengking panik, langsung memanggil air spiritual dari Cincin Penyimpanannya dan sebuah kain pembersih.

Ia mulai mengepel lantai lorong itu dengan kecepatan kilat, menggosok bercak darah yang nyaris mendekati gerbang Bintang Hitam Obsidian.

"T-Tuan Zhao Xuan sangat menyukai kebersihan!" gerutu Gu Tianxue sambil mengepel dengan panik. "Jika dia keluar dan melihat lantai di depan pintunya kotor oleh darah serangga ini, dia pasti akan mencabut nyawaku! Aduh, mati aku, cepat bersih, cepat bersih!"

Ye Sha menelan ludah. Monster kejam yang baru saja mencabut jantung ahli Ascendant Puncak tanpa berkedip itu kini sedang mengepel lantai sambil berkeringat dingin karena takut pada pemuda fana di dalam sana.

Kesetiaan, ketakutan, dan dominasi. Ye Sha kini semakin paham mengapa Zhao Xuan adalah sosok yang tidak boleh dijadikan musuh.

1
MF
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Surianto Tiwoel
mantap cerdas MC nya
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk dibaca
saniscara patriawuha.
mantapppppp
saniscara patriawuha.
gassssssd deuiiiiii....
saniscara patriawuha.
i like that...
saniscara patriawuha.
gassss pollll
saniscara patriawuha.
serapppp maningggg..
saniscara patriawuha.
I like it...
Andi Heryadi
patriack xing cang meneng bae,pdhl ranahnya godking.ora bisa gelud opo ya😄
eka suci
dulu jadi gembel fana, ada aja idenya👍
eka suci
3 THN terpisah 🥺
eka suci
istilah yg aneh🤭
eka suci
dari setiap cerita kultivator asura itu iblis dan iblis itu lahir dari rasa sakit dn penolakan dia jadi penakluk dan ditakuti, pada dasarnya setiap mahluk tergantung sikap dn penilaian karena ngga yg sepenuhnya jahat ataupun sepenuhnya baik👍
✞👁️👁️✞
keputusan bijak 🔥🔥
tingkatkan kekuatan br bantai semua musuh💪
✞👁️👁️✞
hajar💪
eka suci
dua roda lagi 💪
✞👁️👁️✞
paman pengasuh bucin wkwkwkwk
eka suci
selalu tepat waktu samsak untuk latihan 🤭
eka suci
good 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!