NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:889
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Sesampainya di rumah, keempat anak itu langsung menyerbu masuk tanpa permisi, lupa diri karena terlalu bersemangat. Dan apa yang mereka lihat... benar adanya!

Mang Kodir sedang duduk di tepi ranjang, dengan sangat telaten dan lembut ia sedang menyuapi bubur hangat ke mulut Daniel. Wajah pemuda itu yang tadi pucat kini sudah terlihat lebih segar dan bercahaya.

"BAPAKKKKK............!!"

Teriak mereka berempat serempak dengan suara keras, heboh bukan main.

Mendengar keributan itu, Kodir pun menoleh pelan sambil tersenyum tipis, lalu menegur dengan nada tegas namun santai.

"Berisik sekali kalian ini... Sebaiknya ganti baju dulu sana! Badan masih basah kuyup gitu, nanti malah sakit kalau dibiarin," tegur sang ayah sambil tetap fokus menyuapi Daniel.

"Siap Pak!" jawab mereka serempak.

Keempat bocah itu langsung buru-buru keluar menuju tempat penjemuran. Mereka mengambil baju dan celana yang tadi dijemur, untungnya sudah kering sempurna karena panasnya matahari. Tanpa malu-malu mereka langsung berganti pakaian di teras dengan cepat.

Tak lama kemudian, Prediansyah, Alex, Zaki, serta Ibu Iroh dan Santi pun baru sampai di halaman rumah. Mereka berjalan cepat ingin segera masuk.

Tapi...

"STOP!! Abang jangan masuk duluuu!!" teriak Didin yang sedang sibuk menarik celananya.

"Iya nih... Abang Predi, Mas Alex... Abang itu memang sudah bangun, tapi kata Bapak jangan dulu pada masuk dan berisik. Biarkan dia istirahat dan makan dulu dengan tenang," tambah Didin menjelaskan sambil mengancingkan celananya.

"Iya... iya..." jawab Prediansyah, Alex, dan Zaki pasrah. Mereka pun menunggu di luar dengan sabar.

Berbeda dengan Ibu Iroh yang dengan santai dan berwibawa langsung melangkah masuk ke dalam kamar, diikuti oleh Santi yang memang tugasnya membantu di dalam.

Melihat itu, si Bungsu langsung protes polos.

"Kok Ibu sama Kakak boleh masuk sih... Kita kenapa gak boleh?"

"Ih, kamu mah ngerti apa!" bisik Didin cepat-cepat.

"Ibu kan Ratu Penguasa di sini... terus Kakak Santi itu kan Wakil Ratu! Ya bebas lah mau kemana aja! Hihihihi..." jelas Didin merasa paling pintar.

TAPI...

Tanpa disadari oleh Didin, Santi yang baru saja mau melangkah masuk mendengar bisikan itu. Ia langsung menoleh, menatap tajam ke arah adiknya dengan tatapan mematikan!

"Hah?! Wakil Ratu katanya?!" batin Santi kesal setengah mati.

Prediansyah, Alex, dan Zaki rasanya ingin tertawa terbahak-bahak mendengar bisikan "Wakil Ratu" dari mulut Didin. Tapi begitu mata Santi melotot tajam ke arah mereka, tawa itu langsung tertahan di tenggorokan dan hilang entah kemana. Wajah mereka langsung berubah pucat dan ciut.

"Sialan nih bocah... berani banget ya ngomong gitu," batin mereka serentak, pasrah dan takut kena semprot sang kakak.

Tak lama berselang, pintu kamar terbuka. Iroh dan Santi keluar, diikuti oleh Mang Kodir yang berjalan dengan wajah penuh syukur dan lega.

"Alhamdulillah... Puji Tuhan, pemuda itu sudah benar-benar bangun dan sadar sepenuhnya," ucap Kodir lantang namun lembut.

Ia pun melangkah keluar halaman, lalu langsung menghampiri Prediansyah yang sedang berdiri menunggu. Saatnya mereka berbicara empat mata!

"Mang... Perkenalkan, ini Alex. Dia teman saya dari kota. Mungkin Bibi Iroh sudah ada memberitahu sedikit soal dia pada Mang Kodir," ucap Prediansyah memperkenalkan temannya dengan sopan.

Mang Kodir tersenyum lebar dan ramah, lalu menatap Alex.

"Iya Aden Predi... Iya juga Aden Alex. Panggil saja saya Mamang Kodir, jangan sungkan-sungkan di sini," sapanya hangat menggunakan panggilan hormat khas Sunda "Aden".

Mendengar panggilan yang begitu sopan, Alex pun langsung mengangguk hormat dan tersenyum lebar.

"Siap, Mang Kodir... Senang bisa berkenalan dengan Mang," jawab Alex tak kalah sopannya.

"Aden..." sapanya lembut pada Prediansyah.

"Jika kalian ingin melihat dan menjenguk pemuda itu, silahkan masuk. Namun jangan terlalu banyak orang di dalam, cukup Aden Predi sama Aden Alex saja yang masuk duluan. Nanti yang lain bisa bergiliran," ucap Mang Kodir memberi izin dengan bijak.

"Baik Mang, terima kasih," jawab Prediansyah sopan. Ia pun mengangguk lalu melangkah masuk ke dalam kamar, diikuti oleh Alex dari belakang.

Sesampainya di tepi ranjang, mereka berhenti. Kedua mata Daniel yang sudah terbuka lebar menatap lurus ke arah Prediansyah, begitu juga sebaliknya. Suasana seketika hening.

"Halo, anak muda..." sapa Prediansyah ramah sambil duduk di sisi ranjang, sementara Alex berdiri tegak di sampingnya siap siaga.

Dengan suara lembut namun tegas, Daniel membalas sapaan itu.

"Halo juga... Tuan Muda Buana Grup."

"BRAKK!!"

Mendengar kalimat itu, wajah Prediansyah dan Alex langsung berubah kaget bukan main! Mata mereka melotot tak percaya.

"SIAPA KAMU?!" Prediansyah langsung menajamkan pandangannya, nada suaranya berubah dingin dan penuh kewaspadaan.

"Kenapa kamu tahu nama dan perusahaan ku?! Siapa kamu sebenarnya?!" tanyanya menuntut jawaban.

"Hehehehe..." Daniel tersenyum tipis melihat reaksi kaget mereka.

"Aku hanya anak kampung biasa yang tak punya apa-apa. Hanya saja... tanpa sengaja aku menyinggung seorang penguasa yang sangat berkuasa, hingga aku dipukuli sampai hampir mati dan dibuang begitu saja ke gunung sepi ini," ceritanya apa adanya.

Lalu ia menatap tajam ke arah Prediansyah.

"Soal kenapa aku tahu Anda adalah Tuan Muda Buana Grup... Dan tahu bahwa itu adalah perusahaan milik Anda sendiri yang hanya kita berdua dan Mas Alex yang tahu rahasianya..."

"Itu semua karena saat aku tak sadarkan diri, rohku terjebak melayang di antara dua dimensi. Di sana... aku melihat dengan jelas sosok Anda sedang berada di dalam gedung perusahaan yang megah itu," jelas Daniel tenang.

Prediansyah dan Alex saling pandang, keduanya masih takjub dan sedikit merinding mendengar penjelasan supranatural itu.

"Hehehehe..." Daniel terkekeh pelan, lalu kembali berbicara dengan nada menggoda.

"Bahkan... aku tahu Tuan Muda berselingkuh dengan Kakak Ipar sendiri. Dan yang paling memalukan... aku juga tahu bahwa Tuan Alex semalam sampai kencing..."

"STOPPP!! CUKUP NAK!!"

Alex langsung memotong pembicaraan itu dengan wajah memerah padam, panik setengah mati.

"Anak muda... tolong ya... hal yang memalukan semalam jangan diungkit-ungkit lagi dong... Kasihan malu... Hahaha," jawab Alex sambil menggaruk kepala yang tidak gatal, berusaha mengalihkan pembicaraan dengan canggung.

Jantung Prediansyah berdegup kencang bukan main saat ini. Ia benar-benar tak percaya... pemuda di hadapannya ini seolah memiliki mata yang bisa menembus ke dalam hati dan pikiran orang lain. Semua rahasia gelap, dosa, dan aibnya diketahui semuanya!

Dengan susah payah ia menetralkan detak jantungnya, lalu mencoba bertanya dengan nada tenang namun serius.

"Lalu... apa rencanamu selanjutnya setelah kamu pulih dan sehat kembali dari sini?" tanya Prediansyah ingin tahu tujuan hidup pemuda itu selanjutnya.

"Selanjutnya... simpel buatku, Tuan Muda."

Daniel menatap lurus ke depan dengan sorot mata yang berubah tajam dan dingin.

"Hanya satu... Membalas Dendam!"

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!