NovelToon NovelToon
Alfian&Aluna

Alfian&Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / CEO
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: Queen kaka Agustin

seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..

penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

     Susan melemparkan gelas kaca ke dinding kamar

Setelah mendapat kabar dari anak buahnya

Bahwa mereka gagal mencelakai Aluna

Dia sangat marah, kamar yang tadinya rapih pun sudah berantakan

"dasar bodoh, sia sia aku bayar mereka dengan mahal kalau hasilnya gagal' geram nya

Dia frustasi sekarang, tapi dia tidak akan menyerah,

dia akan terus mencari cara untuk menyingkirkan Aluna

bagaimanapun caranya Alfian harus menjadi miliknya lagi,

......................

Setelah insiden tadi siang

Aluna kini sudah baik2 saja

Dan sekarang dia sedang menyiapkan

Bahan2 untuk acara barbeque nanti malam

Ditemani Sera dan Hera,

Mereka bertiga terlihat sibuk di dapur

dan setelah semua siap

satu persatu pelayan membawanya

Ketaman belakang ,di sana sudah ada gazebo

Aluna membawa bumbu2 dan cemilan2

Hera dan Sera sudah lebih dulu ke taman belakang membawa daging dan seafood.

Di bantu pelayan semua sudah tertata rapih

Panggangan pun sudah siap,

Tinggal membakarnya saja ,itu jadi Bagain para lelaki.

Hera sangat takjub melihat interior gazebo itu

"sepertinya aku juga akan membuat gazebo seperti punya aunty di taman belakang rumah ku"ucapnya berbinar

Sera yang mendengarnya tersenyum tipis

"itu ide yang bagus" jawabnya

"siapa yang mempunyai ide membuat gazebo seperti ini, apakah aunty Kania?" tanya Hera

"Almarhum papa mertuaku yang buat, katanya

Untuk tempat cucu2 nya bermain, " jawabnya

Hera tersenyum haru mendengarnya,

Tiba-tiba terdengar suara Aluna memanggil mereka

Lalu Sera dan hera pun mendekat ke arah Aluna

"ada apa sayang " tanya Hera

"coba mama lihat , apa sudah semua atau masih ada yang kurang"ucapnya

Sambil menunjuk bahan2 di meja dekat pembakaran

"sepertinya sudah sayang, jikapun ada yang kurang nanti kita suruh pelayan saja mengambil bahan2 nya , sudah kamu jangan terlalu cape sayang" nasehat Hera lembut

Lalu mereka melangkah dan duduk di gazebo

Oma Kania melangkah mendekat dan ikut duduk

Sambil menunggu para lelaki yang belum terlihat batang hidung nya itu

Entah lah mereka pada kemana.

padahal orang2 yang mereka cari sedang mengatur strategi dan menyuruh beberapa anak buah yang barusan datang untuk menjaga rumah Oma Kania.

Ammar menambah 5 orang anak buahnya, untuk sekalian mengawal mereka saat pulang nanti

Jadi yang sekarang ada di rumah Oma Kania ada 10 orang anak buahnya.

......................

setelah selesai dengan urusan nya

Para lelaki kini sudah ada di taman belakang

Darren dan Alfian bertugas memanggang daging& seafood

Ammar dan Daniel ikut duduk bersama para wanita di gazebo, mereka menyerahkan tugas ke anak2 mereka

"sepertinya ada yang kurang, nah kurang kecap biar aku ambil dulu ke dalam" kata Darren

lalu pergi ke dapur , sebenarnya ada pelayan dia tinggal menyuruh saja, tapi dia lebih suka

Mengambil sendiri itung2 olahraga juga.

Alfian fokus memanggang

Lengan bajunya sudah di gulung sampai siku,

2 Kancing atas bajunya di buka

Keringat sudah mulai muncul di dahinya

Aluna memperhatikan lalu tersenyum

Melangkah menuju Alfian

mengulurkan tangan mengelap keringat di dahi tunangan nya

Alfian terkejut mendapat perhatian mendadak itu

"loh sayang, jangan kesini, nanti matamu perih" ucapnya lembut

"tidak apa-apa mas, Aluna bantu yah" jawabnya

Alfian tidak memaksa dia hanya mengangguk sebagai jawaban,

"sayang, tolong ambilkan nampan untuk wadah daging di sebelah sana" tunjuknya ke arah ujung meja

Aluna bergerak mengambil nampan itu

"biar Luna yang pegang mas, taruh saja daging yang sudah matang nya di sini" tunjuknya ke nampan yang di pegang

"terimakasih sayang" katanya sambil meletakan daging2 yang sudah matang ke nampan

"kalau panas, taruh saja , biar mas sja yang pegang nampan nya" ucap nya lagi

"iya mas"

Darren datang dari arah belakang

Dia mendengus jengah melihat pasangan bucin di depan nya

"bagus, bagus, terus saja mengumbar ke bucinan di hadapan ku" ujar nya sinis

Aluna hanya tertawa Kecil sedang Alfian tersenyum mengejek

"kau nikmati saja masa jomblo mu itu " ucap Fian

"heh, baiklah2 kalian lanjutkan saja, aku akan duduk santai di gazebo" ucapnya

Berlalu menuju gazebo menghampiri para orang tua.

Aluna dan Alfian hanya geleng2 kepala melihat nya .

Daniel menatap heran putranya

"kenapa kau kesini, lalu mana Alfian?" tanyanya

Daniel hanya menunjuk ke arah 2 sejoli itu

Ammar dan Hera hanya tersenyum menanggapinya

"mangkanya kamu cepat cari calon istri , agar tidak kesepian" ucap Oma Kania mengejek

"iya,iya,iya" jawabnya malas

Tidak di sini ,tidak di sana dia selalu terpojok

Nasib2 jomblo karatan wkwkwkwkw.

Sekitar setengah jam,

aluna dan Alfian melangkah menuju gazebo Dangan 2 nampan besar yang mereka bawa

mereka meletakan nampan di atas tikar yang di gelar Darren. di pinggir gazebo

Usulan dari Darren katanya lebih enak makan lesehan lebih terasa katanya

Oma Kania menyuruh pelayan memanggil Martha dan 2 asisten nya untuk ikut bergabung bersama Mereka.

setelah semua berkumpul

Mereka mengambil makanan masing2

Aluna duduk di sebelah Alfian

Mereka makan sepiring ber2

Sesekali Alfian menyuapi Aluna

Semua yang ada di sana memperhatikan sambil tersenyum bahagia melihatnya

Darren juga ikut bahagia walaupun kadang dia suka usil ke adiknya,

"mau tambah lagi sayang?" tanya Fian lembut

"aku mau udang saja mas,"jawabnya

Alfian mengambilkan 2 udang dan 1 daging untuk dirinya

Aluna memang pecinta seafood, seperti Daniel

Kalau Sera dan Darren mereka tidak terlalu suka.

Suasana di taman belakang terasa hangat

Malam yang cerah dan bulan bersinar terang

Membawa kebahagiaan untuk mereka semua.

......................

Karna belum terlalu malam, setelah selesai makan2 Daniel mengumpulkan semua orang di ruang tamu

Dia ingin merundingkan soal acara

pernikahan putrinya dan Alfian

Karna besok pagi mereka akan kembali ke jakarta

"maaf sebelum nya ,mengumpulkan kalian di sini, aku ingin membicarakan untuk acara pernikahan Aluna dan Alfian"

"karna anak2 kita sudah sepakat mereka akan menikah 2 bulan lagi , jadi kita tinggal tentukan tgl dan konsep acaranya saja" lanjutnya

"bagaimana, ada usul tgl yang pas?"tanya Daniel

"bagaimana kalau tanggal 20 saja, kita ambil hari weekend, " usul Sera

Hera mengangguk setuju" ya aku setuju, agar semua keluarga kita hadir, " jawabnya

"kalau menurutku , bagaimna, kalau tgl 13, kita majukan acaranya saja, itu juga bertepatan dengan weekend, " usul Ammar

"ya aku setuju dengan Ammar. Bagaimna kalau di percepat saja, di pertengahan bulan " ucap Daniel

Daniel menoleh ke arah Alfian dan Aluna

"bagaimna menurut kalian" tanyanya

"aku setuju dad, lebih cepat lebih baik" jawab Fian tegas

"Luna ikut bagaimna baiknya saja"

Darren tersenyum mengejek ke arah Alfian

" bilang saja kau sudah tidak sabar" ucapnya

"tentu saja,aku tau kau itu iri" telak jawaban Alfian membuat Darren kesal

Semua orang tergelek mendengar jawaban sarkas dari Alfian .

"sudah2 , jadi fiks acaranya tgl 13 hari Minggu?" tanya Daniel

Mereka semua mengangguk setuju.

1
ana Ackerman
thor ,,.awas aja kalau nggak up.... 😤
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤
ana Ackerman: iya kak 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!