seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
Susan melemparkan gelas kaca ke dinding kamar
Setelah mendapat kabar dari anak buahnya
Bahwa mereka gagal mencelakai Aluna
Dia sangat marah, kamar yang tadinya rapih pun sudah berantakan
"dasar bodoh, sia sia aku bayar mereka dengan mahal kalau hasilnya gagal' geram nya
Dia frustasi sekarang, tapi dia tidak akan menyerah,
dia akan terus mencari cara untuk menyingkirkan Aluna
bagaimanapun caranya Alfian harus menjadi miliknya lagi,
......................
Setelah insiden tadi siang
Aluna kini sudah baik2 saja
Dan sekarang dia sedang menyiapkan
Bahan2 untuk acara barbeque nanti malam
Ditemani Sera dan Hera,
Mereka bertiga terlihat sibuk di dapur
dan setelah semua siap
satu persatu pelayan membawanya
Ketaman belakang ,di sana sudah ada gazebo
Aluna membawa bumbu2 dan cemilan2
Hera dan Sera sudah lebih dulu ke taman belakang membawa daging dan seafood.
Di bantu pelayan semua sudah tertata rapih
Panggangan pun sudah siap,
Tinggal membakarnya saja ,itu jadi Bagain para lelaki.
Hera sangat takjub melihat interior gazebo itu
"sepertinya aku juga akan membuat gazebo seperti punya aunty di taman belakang rumah ku"ucapnya berbinar
Sera yang mendengarnya tersenyum tipis
"itu ide yang bagus" jawabnya
"siapa yang mempunyai ide membuat gazebo seperti ini, apakah aunty Kania?" tanya Hera
"Almarhum papa mertuaku yang buat, katanya
Untuk tempat cucu2 nya bermain, " jawabnya
Hera tersenyum haru mendengarnya,
Tiba-tiba terdengar suara Aluna memanggil mereka
Lalu Sera dan hera pun mendekat ke arah Aluna
"ada apa sayang " tanya Hera
"coba mama lihat , apa sudah semua atau masih ada yang kurang"ucapnya
Sambil menunjuk bahan2 di meja dekat pembakaran
"sepertinya sudah sayang, jikapun ada yang kurang nanti kita suruh pelayan saja mengambil bahan2 nya , sudah kamu jangan terlalu cape sayang" nasehat Hera lembut
Lalu mereka melangkah dan duduk di gazebo
Oma Kania melangkah mendekat dan ikut duduk
Sambil menunggu para lelaki yang belum terlihat batang hidung nya itu
Entah lah mereka pada kemana.
padahal orang2 yang mereka cari sedang mengatur strategi dan menyuruh beberapa anak buah yang barusan datang untuk menjaga rumah Oma Kania.
Ammar menambah 5 orang anak buahnya, untuk sekalian mengawal mereka saat pulang nanti
Jadi yang sekarang ada di rumah Oma Kania ada 10 orang anak buahnya.
......................
setelah selesai dengan urusan nya
Para lelaki kini sudah ada di taman belakang
Darren dan Alfian bertugas memanggang daging& seafood
Ammar dan Daniel ikut duduk bersama para wanita di gazebo, mereka menyerahkan tugas ke anak2 mereka

"sepertinya ada yang kurang, nah kurang kecap biar aku ambil dulu ke dalam" kata Darren
lalu pergi ke dapur , sebenarnya ada pelayan dia tinggal menyuruh saja, tapi dia lebih suka
Mengambil sendiri itung2 olahraga juga.
Alfian fokus memanggang
Lengan bajunya sudah di gulung sampai siku,
2 Kancing atas bajunya di buka
Keringat sudah mulai muncul di dahinya
Aluna memperhatikan lalu tersenyum
Melangkah menuju Alfian
mengulurkan tangan mengelap keringat di dahi tunangan nya
Alfian terkejut mendapat perhatian mendadak itu
"loh sayang, jangan kesini, nanti matamu perih" ucapnya lembut
"tidak apa-apa mas, Aluna bantu yah" jawabnya
Alfian tidak memaksa dia hanya mengangguk sebagai jawaban,
"sayang, tolong ambilkan nampan untuk wadah daging di sebelah sana" tunjuknya ke arah ujung meja
Aluna bergerak mengambil nampan itu
"biar Luna yang pegang mas, taruh saja daging yang sudah matang nya di sini" tunjuknya ke nampan yang di pegang
"terimakasih sayang" katanya sambil meletakan daging2 yang sudah matang ke nampan
"kalau panas, taruh saja , biar mas sja yang pegang nampan nya" ucap nya lagi
"iya mas"
Darren datang dari arah belakang
Dia mendengus jengah melihat pasangan bucin di depan nya
"bagus, bagus, terus saja mengumbar ke bucinan di hadapan ku" ujar nya sinis
Aluna hanya tertawa Kecil sedang Alfian tersenyum mengejek
"kau nikmati saja masa jomblo mu itu " ucap Fian
"heh, baiklah2 kalian lanjutkan saja, aku akan duduk santai di gazebo" ucapnya
Berlalu menuju gazebo menghampiri para orang tua.
Aluna dan Alfian hanya geleng2 kepala melihat nya .
Daniel menatap heran putranya
"kenapa kau kesini, lalu mana Alfian?" tanyanya
Daniel hanya menunjuk ke arah 2 sejoli itu
Ammar dan Hera hanya tersenyum menanggapinya
"mangkanya kamu cepat cari calon istri , agar tidak kesepian" ucap Oma Kania mengejek
"iya,iya,iya" jawabnya malas
Tidak di sini ,tidak di sana dia selalu terpojok
Nasib2 jomblo karatan wkwkwkwkw.
Sekitar setengah jam,
aluna dan Alfian melangkah menuju gazebo Dangan 2 nampan besar yang mereka bawa
mereka meletakan nampan di atas tikar yang di gelar Darren. di pinggir gazebo
Usulan dari Darren katanya lebih enak makan lesehan lebih terasa katanya
Oma Kania menyuruh pelayan memanggil Martha dan 2 asisten nya untuk ikut bergabung bersama Mereka.
setelah semua berkumpul
Mereka mengambil makanan masing2
Aluna duduk di sebelah Alfian
Mereka makan sepiring ber2
Sesekali Alfian menyuapi Aluna
Semua yang ada di sana memperhatikan sambil tersenyum bahagia melihatnya
Darren juga ikut bahagia walaupun kadang dia suka usil ke adiknya,
"mau tambah lagi sayang?" tanya Fian lembut
"aku mau udang saja mas,"jawabnya
Alfian mengambilkan 2 udang dan 1 daging untuk dirinya
Aluna memang pecinta seafood, seperti Daniel
Kalau Sera dan Darren mereka tidak terlalu suka.
Suasana di taman belakang terasa hangat
Malam yang cerah dan bulan bersinar terang
Membawa kebahagiaan untuk mereka semua.
......................
Karna belum terlalu malam, setelah selesai makan2 Daniel mengumpulkan semua orang di ruang tamu
Dia ingin merundingkan soal acara
pernikahan putrinya dan Alfian
Karna besok pagi mereka akan kembali ke jakarta
"maaf sebelum nya ,mengumpulkan kalian di sini, aku ingin membicarakan untuk acara pernikahan Aluna dan Alfian"
"karna anak2 kita sudah sepakat mereka akan menikah 2 bulan lagi , jadi kita tinggal tentukan tgl dan konsep acaranya saja" lanjutnya
"bagaimana, ada usul tgl yang pas?"tanya Daniel
"bagaimana kalau tanggal 20 saja, kita ambil hari weekend, " usul Sera
Hera mengangguk setuju" ya aku setuju, agar semua keluarga kita hadir, " jawabnya
"kalau menurutku , bagaimna, kalau tgl 13, kita majukan acaranya saja, itu juga bertepatan dengan weekend, " usul Ammar
"ya aku setuju dengan Ammar. Bagaimna kalau di percepat saja, di pertengahan bulan " ucap Daniel
Daniel menoleh ke arah Alfian dan Aluna
"bagaimna menurut kalian" tanyanya
"aku setuju dad, lebih cepat lebih baik" jawab Fian tegas
"Luna ikut bagaimna baiknya saja"
Darren tersenyum mengejek ke arah Alfian
" bilang saja kau sudah tidak sabar" ucapnya
"tentu saja,aku tau kau itu iri" telak jawaban Alfian membuat Darren kesal
Semua orang tergelek mendengar jawaban sarkas dari Alfian .
"sudah2 , jadi fiks acaranya tgl 13 hari Minggu?" tanya Daniel
Mereka semua mengangguk setuju.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤