NovelToon NovelToon
Tentangga 365

Tentangga 365

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Malam tadi Nadila tertidur karena efek dari obat yang ia minum, Nadila pun teringat Fabian.

Nadila pun segera menemui Fabian untuk meminta maaf, Nadila benar benar merasa bersalah atas kejadian semalam..

Saat Nadila keluar dari kamar, ia berpapasan dengan Fabian yang juga baru keluar.

Fabian mencoba mengabaikan, namun Nadila dengan cepat menarik tangan Fabian.

" Bian, maaf gue ketiduran semalam "

" Gue ga suka orang ingkar janji " Fabian mencoba menarik tangannya

" Gue ga ingkar janji, gue bakal lakuin apapun yang lo minta Bian. Gue berani sumpah kalau semalem gue ketiduran, efek dari obat yang gue minum bikin gue ngantuk banget Bian "

" Obat ? Obat apa ? Lo sakit ? "

" Cuma obat penenang, itu gue minum kalau gue ngerasa panik dan ketakutan aja Bian "

Fabian mulai luluh, ia pun merasa tak tega dengan Nadila.

" Lo udah makan belum ? " Fabian mengalihkan pembicaraan

" Belum " Nadila menggeleng

" Yaudah ayo ikut gue, kita sarapan dibawah "

Nadila mengangguk sambil tersenyum, ia pun mengikuti Fabian untuk makan bersama.

" Bian, makasih ya maaf banget udah ngerepotin"

" Hmm, kalau sampai lo ingkar janji gue ga akan mau nolongin lo lagi "

" Tapi semalem gimana ? Lo bilang apa ke Ernest sampai akhirnya dia pergi ? "

" Lo mau tau banget gue bilang apa ? "

" Ya sedikit, emang lo bilang apa ? "

Fabian menoleh menatap wajah Nadila yang berdiri persis disamping dirinya.

" Gue bilang pergi atau gue bunuh lo "

" Serem banget sih Bian "

Fabian terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Nadila, rasanya Fabian ingin mencubit pipi Nadila yang menggemaskan itu.

Fabian mengajak Nadila untuk sarapan ditempat biasa ia makan, Nadila pun tak masalah mengenai tempat tersebut justru ia merasa senang.

" Lain kali ajak gue lagi ya makan disini Bian, gue bosen makan fast food terus. Mau masak cuma buat gue doang, kayak males aja gitu "

" Yaudah kalau gitu, lo masakin gue aja "

" Ih males banget gue "

Bian tertawa, ia pun merasa senang menggoda Nadila.

Setelah selesai makan Fabian dan Nadila pun kembali naik keatas.

" Makasih ya buat traktirnya, harusnya kan gue yang traktir karena semalem lo udah nolongin gue "

" Gue kan udah bilang, gue ga butuh duit lo "

Langkah kaki Nadila terhenti, Fabian pun ikut berhenti.

" Lo serius soal semalem Bian ? "

" Ya gue sih serius, lagian lo sendiri yang bilang kan kalau gue bebas minta apapun ? "

" Sekarang banget ? "

" Ya ga disini juga sih Bil, ditempat gue atau ditempat lo aja "

" Di tempat gue aja, sandinya 0222 nanti lo langsung masuk aja "

Nadila berlari begitu saja meninggalkan Febian, Febian hanya tersenyum.

Buru-buru Nadila masuk kedalam, ia pun langsung menyikat giginya.

" Kenapa gue degdegan gini sih " ucap Nadila sambil memegangi dadanya

Setelah selesai Nadila pun keluar dari dalam kamarnya, ia pun terkejut melihat Fabian yang sudah duduk di sofa miliknya.

" Lama banget, abis ngapain? " tanya Fabian

" Engga, gue ga ngapa-ngapain "

Fabian menarik tangan Nadila, hingga Nadila pun terduduk diatas pangkuannya Fabian

" Lo udah siap kan buat nepatin janji lo ? " ucap Fabian dan Nadila hanya menjawab dengan anggukan kecil.

Fabian menarik pelan wajah Nadila, ia pun langsung mencium bibir Nadila.

Nadila mencoba mengimbangi ciuman Fabian, berbeda dengan Ernest yang terkesan kasar justru Fabian memperlakukan dengan lembut.

" Bibir lo manis dil " ucap Fabian memberikan pujian

" Lo suka ? " jawab Nadila sambil mengusap bibir Fabian yang basah

" Suka " jawab Fabian singkat

Nadila mengubah posisi duduknya, kini ia pun duduk dipangkuan dan berhadapan dengan Fabian.

Nadila bergantian, ia pun kini lebih dulu yang mencium bibir Fabian.

Tangan Nadila sesekali mengusap pipi, kepala hingga belakang leher Fabian.

Sedangkan tangan Fabian, ia mengusap lembut punggung hingga pinggang Nadila.

Keduanya saling mengatur nafas mereka, meraup banyak oksigen yang sudah hampir habis.

Nadila pun turun dari atas pangkuannya Febian, ia duduk disamping Fabian.

" Gue denger bukannya lo suka sama sesama jenis ya ? " ucap Nadila tanpa sadar

" Kata siapa ? "

" Ya banyak sih yang bilang yang bilang, tapi dengan cara ciuman lo tadi bikin gue ga yakin kalau lo gay. Malah keliatannya lo banyak pengalaman sama cewek lain "

" Gue masih normal kali, gue cuma males aja pacaran. Karena menurut gue tuh ribet, gue ga suka di kekang, gue masih pengen bebas "

" Oohh gitu "

Fabian memiringkan tubuhnya sedikit agar bisa berhadapan dengan Nadila.

" Lo sibuk ga ? " tanya Fabian

" Engga, kenapa ? "

" Nonton yuk "

" Berdua ? "

" Ya iyalah, gimana mau ga ? "

" Boleh, yaudah gue ganti baju dulu sama siap-siap "

" Yaudah gue juga "

Entah apa yang merasuki Fabian saat ini, tiba-tiba saja ia mengajak Nadila untuk menonton film bersama.

....

Nadila dan Fabian pergi dengan menggunakan mobil milik Fabian, sepanjang perjalanan Nadila memilih untuk memainkan ponselnya.

Sesekali Fabian melirik Nadila, gadis itu tak menyadari hal itu.

" Nadila .. "

" Ya kenapa Bian ? "

" Gue ga apa apa kan kalau manggil lo Dila ? gue pengen beda aja dari yang lain "

" Boleh, kenapa engga "

" Kalau gue boleh tau, lo kenapa putus sama mantan lo Dil ? "

" Hmm alasannya sih ya karena dia selingkuhin gue ya, terus juga dia tuh kalau marah pasti main tangan ke gue. "

" Lo berapa lama sama dia ? "

" Hmm kurang lebih 2 tahun lah "

" Selama dua tahun dan lo sabar ngadepin sifat dia kayak gitu ? "

" Ya awalnya engga kayak gitu Bian, manis banget sikapnya. Tapi semakin lama tuh beda, ngerti ga sih. Hingga akhirnya gue tuh cape banget, gue udah ga kuat dan ya gue putusin dia. Ya lo bayangin aja Bian, masa iya selingkuh dibilang khilaf terus. Hingga akhirnya gue tau kalau selama ini itu dia diem diem nyewa perempuan gitu, ya pas gue tau hal itu yaudah gue putusin lah. Dan dia ga terima kalau gue putusin, dia masih temui gue bahkan masih suka mukul gue Bian "

" Gila ya tuh cowok emang berarti "

" Iyalah gila banget Bian, gue tuh jadi nyesel kenapa gue harus pacaran sama dia. "

" Semalem gue udah ngomong buat jangan ganggu lo lagi sih "

" Terus terus apa kata dia ? "

" Ya dia bilang kalau gue ga usah ikut campur Dil "

" Oya, terus apa lagi "

" Ya gue bilang kalau lo itu pacar gue, dan gue g suka ada orang yang berani nyentuh pacar gue "

Nadila tak percaya jika Fabian berkata seperti itu, namun entah kenapa Nadila memiliki rasa kebahagiaan sendiri saat Fabian mengatakan hal itu.

1
Rian Moontero
mampiiirrr😍
Mia Camelia
jadi so sweet banget yaa🥰
Mia Camelia
cie...cie...udah mulai nyaman nih🥰
Mia Camelia
jeremy atau ernest sih pacar nya nadila🤔🤔🤔
Mia Camelia
hahaaha jdi panas sendiri yas🤣
Mia Camelia
cerita nya bagus kak, episode pertama aja udh seru begini😄🥰
lanjut ya thor👍😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!