NovelToon NovelToon
Benih Cinta Sang Dokter

Benih Cinta Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Raisa dan Adit keduanya sudah menikah selama 2 tahun, namun sampai saat ini keduanya belum dikaruniai seorang anak.

Hingga Raisa pun mendatangi seorang dokter untuk program kehamilan, namun tanpa disangka dokter itu adalah mantan kekasihnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 ( Pertemuan )

Hari ini Raisa akan mengunjungi tempat praktek dokter yang Mertuanya sarankan, Raisa memilih naik taxi online untuk sampai disana.

Klinik itu cukup besar dan ramai, Raisa pun masuk kedalam.

" Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu " ucap salah satu perawat

" Saya mau daftar untuk dokter kandungan sus "

" Baik, ibu bisa daftar dulu diruang pendaftaran ya Bu "

" Baik, terimakasih "

Raisa pun segera mendaftarkan dirinya, kondisi klinik cukup ramai saat itu.

Setelah mendaftar Raisa pergi menuju perawat lainnya.

" Ada yang bisa saya bantu Bu ? " tanya perawat lainnya melihat Raisa kebingungan

" Ini saya mau ke dokter kandungan "

" Ibu ke bagian sana dulu, nanti disana akan di skrining sebelum bertemu dengan dokter"

" Oya baik, terimakasih "

Sesuai arahan Raisa mendatangi mejawa perawat lainnya.

" Mari Bu saya periksa dulu " ucap perawat

Raisa pun duduk dikursi yang sudah disiapkan, ia mulai di tensi dan lainnya.

" Sebelumnya ada riwayat keguguran Bu ? " tanya perawat

" Engga ada sus "

" Baik, apa ibu ada riwayat darah tinggi ? "

" Kurang tau ya sus "

" Tensi ibu cukup tinggi, ibu kesini sendiri atau sama suami ? "

" Sendiri sus, suami saya kerja "

" Baik, ditunggu kembali ya Bu Nani dipanggil sesuai urutan "

" Baik sus "

Raisa pun duduk diantara ibu hamil lainnya, Raisa merasa iri melihat para istri yang ditemani oleh suaminya.

Satu persatu pasien dipanggil, hingga akhirnya masuklah giliran Raisa.

" Permisi Dok " ucap Raisa

Raisa nampak terkejut saat melihat sosok yang duduk di kursi.

" Duduk "

Raisa pun duduk, ia menundukkan kepalanya saat ini.

Seorang perawat masuk kedalam ruangan, ia memberikan selembar kertas kepada Rangga sang dokter.

" Konsultasi program hamil dok " ucap perawat

" Baik, terimakasih sus "

" Mari dok "

Perawat itu kembali keluar dari ruangan, hingga kini hanya Raisa dan Rangga yang ada diruangan itu.

" Jadi kamu ingin program hamil ? "

" Iyah Dok "

" Sendiri? "

" Iyah Dok "

" Saya ada didepan kamu bukan dibawah Raisa "

Raisa mengangkat kepalanya perlahan, ia mulai menatap sang dokter.

" Kamu berbaring dulu Sa "

Raisa mengangguk, ia pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang.

" Sudah berapa lama kalian menikah ? "

" Dua tahun lebih "

" Maaf ya, biar saya periksa dulu "

Rangga mulai memberikan gel diperut Raisa, ia mulai memeriksa dengan alatnya.

" Aman ga ada masalah " ucap Rangga

Raisa membersihkan sisa gel dengan tisue yang Rangga berikan, ia kembali duduk di kursi awal.

" Suami kamu kemana ? "

" Ga ikut dok, kerja "

" Selama dua tahun ini, kalian sudah program kehamilan sebelumnya? "

" Cuma obat herbal aja, untuk program seperti sekarang sih belum Pernah "

" Berarti kalian belum cek apapun ? "

" Belum "

" Saya harus cek laboratorium, bukan cuma kamu tapi juga suami kamu Raisa. Harusnya hal seperti ini didampingi oleh suami. "

" Kalau dokter ga keberatan, boleh dokter yang bicara langsung sama suami saya untuk datang kesini ? "

" Boleh "

Raisa mengeluarkan ponselnya, ia pun langsung menghubungi Adit suaminya.

[ Adit : Hallo, ya kenapa Sa ? ]

[ Raisa : Aku udah ketemu sama dokter yang Mamah kamu suruh Mas ]

[ Adit : Oya bagus dong, terus gimana ? Bisa kan kamu hamil ? ]

[ Raisa : Belum tau Mas, ini dokternya mau bicara sama kamu ]

[ Adit : Oyaa oke ]

[ Rangga : Hallo, selamat siang. Perkenalkan saya Dokter Rangga Pak ]

[ Adit : Ya siang, gimana gimana Dok ? ]

[ Rangga : Jadi gini Pak, Minggu depan bisa bapa temani istri bapa ? Karena saya juga harus melakukan pemeriksaan atas bapak ]

[ Adit : Oya bisa saya usahain ya Dok]

[ Rangga : Saya juga tidak bisa melakukan tes apapun ke istri bapa hari ini, karena tekanan darah yang cukup tinggi]

[ Adit : Darah tinggi? mungkin dia stress itu dok karena kerjaan, saya udah bilang kalau mau punya anak berhenti kerja tapi omong saya ga disepelekan dok]

[ Rangga : Yaudah Minggu depan saya tunggu ya Pak]

[Adit : Oke ]

Panggilan berakhir begitu saja, Rangga cukup terkejut dengan sikap suami Raisa.

" Untuk sekarang saya akan meresepkan vitamin untuk kamu, pertemuan selanjutnya kita lakukan pengecekan"

" Baik dok "

" Oke sudah selesai, obatnya bisa diambil di apotek ya "

" Baik dok terimakasih "

Raisa pun bangun dari kursinya dan hendak keluar.

" Tunggu" kata Rangga dengan cepat

" Ya dok ? " Raisa menoleh

" Kamu ada waktu ? "

" Hemm " Raisa mengangguk

" Dua pasien lagi, tunggu ya "

" Iya "

Raisa keluar dari ruangan Rangga, ia pun pergi ke apotek untuk mengambil obat.

Raisa tak mengerti mengapa ia mengiyakan ucapan Rangga, tapi karena sudah terlanjur ia pun akhirnya menunggu Rangga

...

Raisa dan Rangga duduk ditempat makan dekat klinik, Rangga memesankan makanan untuk dirinya dan juga Raisa

" Kamu ga banyak berubah Sa "

" Saya harus berubah seperti apa Pak Dokter ? "

" Yaa saya pikir kamu sekarang sudah punya dua anak "

" Kamu ngeledek? "

" Engga bukan gitu, ya karena saat saya pulang ke Indonesia saya dengar kamu sudah menikah jadi ya saya pikir kamu juga sekarang sudah punya anak "

" Ya pengennya sih, tapi gimana belum ada sampai sekarang "

Rangga dan Raisa mencoba untuk terlihat santai, walaupun sebenarnya keadaan sedikit canggung.

" Kamu sendiri ? "

" Anak ? Nikah aja belum Sa, gimana mau punya anak "

" Kenapa belum nikah ? "

" Ya gimana ya, mungkin belum move on kali ya. Sekarang malah tambah gagal move on "

" Hmm " Raisa hanya mengangguk pelan

Rangga memperhatikan ponsel milik Raisa, ia melihat foto Adit namun Rangga merasa tak asing dengan Adit.

" Itu suami kamu ? "

" Iya, ini Mas Adit "

" Ko saya ga asing ya "

" Kamu kenal sama Mas Adit ? "

" Engga, ga kenal "

Rangga pun teringat jika ia pernah bertemu dengan Adit dirumah sakit, saat itu Adit datang dengan perempuan.

Rangga ingat jika Adit saat itu mendatangi dokter kandungan bersama wanita lain.

....

Sore hari Raisa pulang kerumahnya, ia masih tak menyangka bertemu dengan Rangga sang mantan kekasihnya.

Rangga masih tetap sama seperti dulu, bahkan sepertinya Rangga jauh lebih baik dari dulu.

Tatapan mata Rangga kepada Raisa pun masih sama, Raisa kembali merasakan debaran jantungnya berdegup kencang.

1
Rian Moontero
lanjoootttt👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!