NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:958
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: PENCURIAN DATA BERDARAH

Bab 8: Pencurian Data Berdarah

Tubuh Aruna masih terasa goyah saat ia merayap di dalam saluran ventilasi yang sempit dan berdebu. Aroma karat dan tikus mati menyeruak, membuatnya mual, namun amarah yang membara di dadanya jauh lebih kuat daripada rasa mual itu. Setiap inci pergerakannya diiringi suara gesekan logam yang membuatnya jantungnya nyaris copot—ia harus bergerak sehalus mungkin jika tidak ingin petugas keamanan di bawah menyadari ada "tikus" besar yang sedang merayap di atas kepala mereka.

"Fokus, Aruna. Demi Kenzo," bisiknya pada diri sendiri, bibirnya pecah-pecah dan kering.

Ia sampai di sebuah jeruji ventilasi yang menghadap ke bawah. Dari celah itu, ia bisa melihat sebuah ruangan kantor yang mewah, sangat kontras dengan kamar sel yang baru saja ia tinggalkan. Itu adalah ruang kerja Kepala Klinik. Di sana, seorang pria bertubuh tambun sedang asyik menelepon sambil menyesap kopi, membelakangi brankas besar yang tertanam di dinding.

"Iya, Pak Bimo. Semuanya beres. Nyonya Aruna sudah kami beri dosis tambahan. Dia tidak akan ingat siapa namanya besok pagi," ucap pria itu sambil tertawa kecil, suara tawa yang membuat Aruna ingin sekali melompat turun dan mencakar wajahnya.

Aruna menunggu dengan napas tertahan. Setelah beberapa menit yang terasa seperti selamanya, pria itu akhirnya meletakkan gagang telepon, mengambil kunci mobilnya, dan keluar ruangan. Begitu suara pintu tertutup dan dikunci dari luar, Aruna segera membuka jeruji ventilasi dan melompat turun dengan suara *debukan* pelan.

Kakinya sempat lemas, tapi ia segera merangkak menuju brankas itu. Masalahnya sekarang: bagaimana membukanya?

"Maya bilang ada arsip... tapi kodenya?" Aruna memutar otaknya. Ia mengingat kebiasaan Bimo. Bimo adalah pria yang narsistik. Dia tidak pernah menggunakan angka acak. Dia selalu menggunakan tanggal-tanggal yang ia anggap sebagai "kemenangan".

Aruna mencoba tanggal pernikahan mereka. Gagal. Ia mencoba tanggal lahir Bimo. Gagal.

Lalu, ia teringat sesuatu yang menyakitkan. Tanggal di mana Bimo berhasil mengusir Maya dari perusahaan sepuluh tahun lalu, sebuah cerita yang dulu Bimo ceritakan sebagai "hari pembersihan pengkhianat". Aruna memasukkan angka itu: 12-05-16.

Klik.

Pintu brankas terbuka pelan. Di dalamnya tidak ada tumpukan uang tunai yang banyak, melainkan sebuah kotak hitam kecil berisi belasan flashdisk dan map cokelat tebal berlabel "Project Reset". Aruna membuka map itu dengan tangan gemetar. Isinya adalah data pribadi wanita-wanita yang pernah "dibuang" oleh Bimo ke klinik ini, lengkap dengan surat diagnosa palsu dan bukti transfer suap ke kepala klinik.

Namun, yang paling mengejutkan adalah sebuah ponsel lama milik Bimo yang masih berfungsi. Aruna menyalakannya, dan seketika layarnya menampilkan pesan-pesan singkat dari Siska.

"Target sudah masuk jebakan. Tyas sudah mengurus CCTV-nya. Pastikan Aruna tidak pernah bangun lagi, Bim. Aku ingin anak itu segera memanggilku Mama."

Air mata Aruna jatuh menetes di atas layar ponsel itu. Bukti ini lebih dari cukup untuk menyeret mereka berdua ke penjara selamanya.

Tiba-tiba, suara alarm meraung keras di seluruh gedung. Lampu merah berputar-putar di langit-langit koridor.

"Sial, borgolnya pasti sudah ditemukan!" batin Aruna panik.

Ia segera memasukkan ponsel dan flashdisk itu ke dalam saku celananya. Ia tidak bisa kembali lewat ventilasi, itu terlalu lambat. Aruna melihat sebuah alat pemadam api di sudut ruangan. Tanpa ragu, ia menyambarnya dan menghantamkan tabung berat itu ke kaca jendela besar kantor tersebut.

PYAARRR!

Kaca hancur berkeping-keping. Angin malam yang dingin menusuk kulitnya, tapi Aruna merasa bebas. Di bawah sana, sekitar tiga meter, ada tumpukan sampah besar.

"Demi kamu, Kenzo!"

Aruna melompat tepat saat pintu kantor didobrak paksa oleh petugas keamanan. Ia jatuh terguling di atas tumpukan sampah, rasa sakit menusuk pinggangnya, tapi ia tidak berhenti. Dengan kaki yang terpincang-pincang, ia berlari menembus kegelapan hutan di belakang klinik.

Ia mendengar gonggongan anjing pelacak di kejauhan. Bimo tidak akan membiarkannya pergi hidup-hidup. Sekarang, pelarian ini bukan lagi soal hak asuh, tapi soal bertahan hidup demi membalaskan dendam yang paling manis.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambung...

Bab 9: Penyelamat di Balik Kemudi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!