NovelToon NovelToon
Jebakan Hati Gadis Cupu

Jebakan Hati Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: who i am?

Bagi Arlan, harga diri adalah segalanya. Namun, ketika sebuah kekalahan memaksanya memacari gadis paling "tak kasatmata" di sekolah, ia memulai permainan manipulasi yang paling berbahaya—tanpa sadar bahwa kepolosan adalah senjata yang paling mematikan bagi egonya.

Arlan tidak pernah kalah. Dengan wajah rupawan dan kekuasaan di tangannya, dia adalah "Tuhan" di SMA Nusantara. Hingga satu malam, sebuah taruhan konyol di meja biliar mengubah segalanya. Taruhannya sederhana: Taklukkan Lulu, si gadis kutu buku yang kuper, polos, dan selalu menunduk, lalu campakkan dia di malam perpisahan.
Bagi Arlan, ini hanyalah tugas mudah. Dia akan menggunakan pesonanya, melakukan love bombing, dan membuat Lulu bertekuk lutut. Namun, Lulu bukanlah lawan yang biasa. Kepolosan Lulu yang keterlaluan membuat semua taktik manipulasi Arlan mental. Saat Arlan mencoba menyakitinya, Lulu justru membalas dengan ketulusan yang menampar ego narsistiknya.
Siapakah yang akan hancur lebih dulu? Arlan dengan egonya, ata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who i am?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Tujuh Tahun Kemudian – Vancouver, British Columbia.

Suara jepretan kamera high-speed memenuhi studio minimalis di kawasan Gastown. Di bawah sorotan lampu flash yang menyilaukan, seorang wanita berdiri dengan postur yang sangat sempurna. Dia tidak lagi memakai kacamata tebal; matanya kini tajam dan ekspresif, menatap lensa kamera dengan kepercayaan diri yang mutlak.

Lucinda Erin. Begitu dunia mengenalnya sekarang.

Tingginya 173 cm, dengan kaki yang sangat jenjang dan langsing. Rambut hitamnya yang dulu kusam kini panjang, sehat, dan bergelombang, jatuh dengan indah di punggungnya setiap kali ia berganti pose. Dia benar-benar definisi kecantikan yang "mahal".

"Oke, Lucinda! Chin up! Give me that 'I own the world' look!" teriak fotografer itu dengan antusias.

Erin mengangkat dagunya sedikit, memberikan tatapan dingin namun mempesona. Dia tidak perlu berakting; rasa sakit di masa lalu telah mengeras menjadi karisma yang tidak bisa ditiru siapa pun.

"Selesai! Good job, Lucinda!"

Erin langsung mengembuskan napas panjang begitu sesi berakhir. Ia melangkah turun dari panggung pemotretan dengan langkah yang anggun namun santai. Seorang wanita dengan pakaian serba hitam dan tablet di tangannya langsung menghampiri Erin sambil menyodorkan jubah mandi sutra.

"Gila ya, Lu. Elo makin hari makin slay aja. Foto yang terakhir tadi beneran bakal bikin desainer itu sujud syukur milih elo," ucap wanita itu.

Erin menoleh dan memberikan senyum tulus pertama kalinya hari itu. "Lebay lo, Sil. Tapi makasih ya air minumnya, gue haus banget."

Wanita itu adalah Sisil. Persahabatan mereka tidak hanya bertahan, tapi menguat. Sisil kini bukan hanya sekadar sahabat, tapi manajer yang sangat tangguh di industri fashion Kanada. Dia yang mengurus semua kontrak, jadwal, hingga memastikan Erin tetap mendapatkan asupan nutrisi yang benar agar tubuhnya tetap terjaga di angka ideal.

"Gue nggak lebay, Lu. Gue cuma ngomong fakta," Sisil duduk di sebelah Erin di ruang rias. "Btw, kontrak buat Vogue Canada bulan depan udah gue tandatangani. Mereka mau pake elo buat cover utama. Gila nggak tuh? Elo bakal jadi model asal Indonesia pertama yang dapet cover itu."

Erin menyandarkan punggungnya di kursi rias, membiarkan makeup artist mulai menghapus riasannya. "Tujuh tahun yang lalu, siapa yang bakal nyangka gue bakal ada di sini, Sil?"

"Nggak ada yang nyangka, Lu," sahut Sisil sambil menatap wajah Erin dari cermin. "Gue inget banget pas elo pertama kali dateng ke Vancouver, muka lo pucet, kurus, kerjaannya nangis mulu. Sekarang? Liat diri lo, Lu. Elo itu Lucinda Erin. Orang paling dicari di agensi ini."

Erin tersenyum tipis. "Semua itu berkat lo juga, Sil. Kalau lo nggak maksa gue ikut kelas model pas kita baru pindah, mungkin gue masih jadi kutu buku yang nggak berani liat matahari."

"Dih, gue mah cuma ngarahin dikit. Bakat dan kaki jenjang lo itu emang udah ada dari sana-nya," Sisil terkekeh sambil menyikut lengan Erin. "Tapi serius, Lu. Gue bangga banget sama elo. Kita udah ngelewatin banyak hal bareng-bareng di sini."

Erin meraih tangan Sisil dan menggenggamnya erat. Di negeri orang yang dingin ini, hanya Sisil yang tahu siapa dia sebenarnya—siapa Lucinda yang asli di balik semua kemewahan ini.

"Besok jadwal gue apa, Manajer?" tanya Erin dengan nada bercanda.

Sisil langsung mengecek tabletnya dengan gaya profesional. "Besok elo ada fitting buat runway minggu depan, terus malemnya ada jamuan makan malam sama beberapa petinggi agensi. Jadi, malam ini elo harus tidur cepet. Nggak ada begadang nonton film, oke?"

"Siap, Bos!" Erin tertawa lepas.

Mereka berdua berjalan keluar studio menuju mobil yang sudah menunggu. Di bawah langit British Columbia yang mulai gelap, Erin merasa hidupnya kini benar-benar miliknya. Tidak ada lagi yang bisa mendikte hidupnya. Dia punya karier, dia punya Sisil, dan dia punya masa depan yang dia bangun dengan tangannya sendiri.

"Makan sushi yuk, Sil? Gue laper banget nih," ajak Erin sambil memakai kacamata hitamnya.

"Boleh, tapi nasi-nya dikit aja ya! Inget fitting besok!" goda Sisil yang dibalas dengan tawa renyah Erin.

1
lily
cerita yang menarik semoga sampai tamat
Valent Theashef
bgus,liat coba end ny apakh mreka brsma ???
Siska Dores
😍
Valent Theashef
penuh tantangan suka deh film novel kyk gni,
Dewi Yanti
ko ada cowo ky reno yg jahat bgt
Siska Dores
next kak
Siska Dores
lanjutt kak
Siska Dores
next kak
Siska Dores
greget bngt
Siska Dores
next kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!