NovelToon NovelToon
40 HARI MENCARI JASAD NENEK

40 HARI MENCARI JASAD NENEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:23.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."

"Jadi sekarang nenek dimana?"

"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."

"Tapi kan nenek udah meninggal!?"

Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.

Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.27. Tamparan baru.

Warga kembali di kumpulkan di rumah nenek Tri, mereka akan memperluas pencarian. Tapi sebelum itu, Elma saat ini sedang mengobrol dengan pak Ustad, abah Surip, Tian, juga seorang pemuda di ruang tengah karena mendapat berita yang tak mengenakan dari pemuda itu yang merupakan anak dari sepasang suami istri yang meninggal.

Pemuda itu berkata bahwa kedua orang tua nya meninggal di pondok atau rumah kebun milik nenek Tri, dialah.. Rohman. Rohman mengatakan bahwa di pondok yang di tinggali oleh orang tua nya juga di temukan secangkir teh kesukaan nenek Tri yang selalu nenek Tri pesan saat berkunjung kesana.

Pemuda itu yakin bahwa sebelum kedua orang tua nya itu mati, nenek Tri sempat datang ke rumah pondok mereka.

"Tapi nenek nggak mungkin bunuh orang loh, bang. Jangan ngasal nuduh lah, masa cuma karena ada teh kesukaan nenek di sana jadi nenek yang bunuh orang tuamu, bang." Ucap Elma, setelah mendengarkan semua cerita Rohman.

"Jangan bikin ke- gegeran yang enggak - enggak lah, ini bisa jadi fitnah." Imbuh Elma, dia tidak terima nenek nya yang dermawan sekali itu di tuduh bunuh orang.

"Ndak lho, aku ndak bohong. Selain nenek Tri, ndak ada orang yang bertamu di hidangkan teh itu. Nenek Tri yang bilang itu kesukaan beliau, itu racikan yang ibuku buat sendiri." Ucap Rohman, dia juga kukuh membela hak kedua orang tua nya yang meninggal tak wajar.

Rohman masih ingat, semalam bahkan dia memberi kabar pada orang tua nya dan respon mereka sedikit janggal. Karena dia khawatir, akhir nya pagi - pagi dia pulang ke rumah pondok untuk memastikan keadaan orang tua nya, tapi ternyata mereka berdua tewas bersamaan di dapur.

Kedua orang tua nya tewas dengan mulut terbuka dan mata mendelik atau terbelalak seperti orang yang syok, memang tidak ada luka sama sekali tapi ada bekas memar di leher keduanya, seperti bekas di cekik. Rohman juga melihat jejak kaki di lantai, kaki yang kotor dengan tanah becek. Ada juga secangkir teh, yang merupakan kesukaan nenek Tri.

"Gini bang, semalem aku juga di hantuin sama sosok yang nyamar jadi nenek, bisa aja sosok yang datengin orang tua abang juga adalah sosok yang sama." Ucap Elma, dia kukuh tidak terima nenek nya di fitnah.

Elma menceritakan apa yang di lihat nya semalam, semuanya tentang kedatangan nenek nya tapi dengan wujud dan mata yang seram. Dia cetitakan seluruh kejadian nya dari awal sampai akhir.

"Itu memang bukan nenek Tri." Ucap abah Surip, setelah Elma selesai bercerita.

"Jadi siapa dia bah? Kenapa nyamar jadi nenek dan bikin onar di kampung ini." Ucap Tian, dia juga tidak rela nenek nya ter- fitnah.

"Iblis." Jawab abah Surip, Elma makin terkejut.

"Itu iblis yang mengendalikan tubuh nenek Tri." Imbuh abah Surip, Elma menyipitkan matanya.

"Maksud abah? Yang dateng ke rumah orang tua nya abang ini dan membunuh mereka itu beneran nenek!?" Tanya Elma, dan dengan berat abah Surip mengangguk.

"Iya, nduk." Jawab nya, Elma langsung lemas.

"Tapi beda dengan sosok yang datang ke kamu semalam, dia bukan nenek Tri. Yang semalam mendatangimu itu setan yang menyerupakan diri menjadi nenek Tri." Ucap pak Ustad.

Di beri penjelasan oleh dua orang yang ahli dalam spiritual tentu saja Elma dan Tian saling pandang. Lalu Rohman? Rohman hanya bisa meraup wajah nya dengan frustasi karena dia kehilangan kedua orang tua nya di saat yang bersamaan.

"Mas Rohman, iki bukan kesalahan nenek Tri. Ada sesuatu yang mengendalikan tubuh nenek Tri." Ucap pak Ustad, seolah tau apa yang di pikirkan oleh Rohman.

"Ibu bapaku salah apa, Ustad?" Ucap Rohman, dia menangis tersedu - sedu.

Elma kini jadi ikut merasa bersalah, setelah abah Surip mengatakan bahwa nenek Tri sungguh datang ke rumah pondok dan membunuh kedua orang tua Rohman.

"Mas, sepuro- ne (maaf). Kami juga masih sangat kebingungan, kami ndak tau apa kira - kira yang nenek kami lakukan." Ucap Tian, dia mewakili keluarga nya.

"Astagfirullah." Rohman hanya bisa istigfar.

Untung nya Rohman adalah pria penyabar dan percaya bahwa hidup dan kematian itu adalah takdir dan kuasa Allah, dia hanya tidak menyangka kematian kedua orang tua nya akan semengenaskan itu.

"Tolong segera cari nenek Tri, mas. Jangan sampai ada korban lain lagi." Ucap Rohman, sambil mencoba menenangkan diri nya.

"Saya ndak menyalahkan kalian atas hal ini, saya percaya hidup mati kita semua Allah yang atur, hanya saja mungkin takdir ibu sama bapak saya harus seperti itu." Ucap Rohman lagi.

Mendengar itu, Elma serasa tertampar. Ia tertampar karena Rohman bisa ikhlas dan tenang sedemikian itu menerima kenyataan atas apa yang menimpa kedua orang tua nya, padahal jelas - jelas di katakan itu karena nenek nya meski memang nenek Tri dalam pengaruh iblis.

Sementara dulu dia menyalahkan pakde nya dan membencinya selama bertahun - tahun karena opininya sendiri yang mengira bahwa pakde nya yang menjerumuskan ayah nya untuk mempelajari hal ghoib.

"Saya permisi, saya minta maaf ndak bisa ikut memba tu nyari nek Tri dulu, Assalamualaikum." Pamit Rohman.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.." Jawab Pak Ustad, abah Surip dan Tian bersamaan, barulah Elma tersadar.

"Waalaikumsalam.." Jawab Elma, menyusul.

"Ayo, kita lanjutkan pencarian." Ucap abah Surip, pak Ustad mengangguk.

"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati?" Tiba - tiba Elma berucap. Pak Ustad, abah Surip dan Tian menatap Elma.

"Iya, nduk." Jawab abah Surip.

"Jadi sekarang nenek dimana?" Gumam Elma, dia sedih.

"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama empat puluh hari, dia akan dalam pengaruh Iblis." Jawab abah Surip.

"Tapi kan sebener nya nenek udah meninggal!?" Ucap Elma, dia mulai berkaca - kaca.

"Ya, tapi tubuh nya masih dalam pengaruh iblis. Karena nenekmu menyerahkan jiwa dan raga nya pada sosok itu." Ucap abah Surip, Elma terdiam.

"Demi kami.. Nenek begitu demi melindungi kami. Pak Ustad, abah.. Aku ikut nyari nenek." Ucap Elma, sambil menghapus air mata nya dengan kasar.

"El, kamu.." Tian hendak melarang tapi Elma lebih dulu angkat tangan. .

"Aku nggak akan biarin nenek di manfaatin sama iblis itu, bang! Aku mau ikut, apapun yang terjadi." Ucap Elma, kukuh.

"Ya sudah, kalo begitu maumu, nduk." Ucap pak Ustad, Elma lalu mengangguk.

"Saya keluar dulu, supaya bisa mengarahkan warga." Ucap pak Ustad, dan Elma mengangguk.

Pak Ustad dan abah Surip lalu keluar dari ruangan itu, sekarang tinggal Tian dan Elma di sana. Elma mendekat pada Tian dan dia meraih tangan Tian sambil seperti memohon secara tiba - tiba.

"Kenapa, El?" Tanya Tian, dia kebingungan.

"Bang, gue minta tolong.. Anter mama sama Salsa balik ke Jakarta." Ucap Elma, Tian sontak terkejut.

"El, jangan ngaco kamu. Suasana lagi begini, aku mau bantu cari nenek." Tian keberatan dengan permintaan Elma.

"Bang, tolong.. Setiap hari gue di ganggu sama hal yang gak pernah gue bayangin. Tiap hari gue liat Salsa aneh, lu tau sendiri kan abah Surip bilang apa? Dia bilang Salsa adalah inang yang di tunjuk." Ucap Elma, Tian terdiam seolah mencerna.

"Gue yakin, mang Udin begitu karena ulah sosok itu. Jadi sekarang gue minta tolong, lu.. Anter mama sama Salsa balik, sama pak Ustad." Ucap Elma.

"Tapi El.."

"Bang, Please.." Elma menatap Tian dengan tatapan memohon.

"Please.. bantu gue."

BERSAMBUNG!

1
Hary Nengsih
lanjut
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
kayanya pak Kardi sama Bu Sumi juga bukan manusia deh ..tapi bedanya mereka ini baik
Hary Nengsih
ada apa ya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝
jngn2 mereka sdh jd arwah jiga sebenarnya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝
wahh sembilan iblis ternyata artinya😬😬
neni nuraeni
ternyta oh trnyta itu kmpung ghaib berrti ortu yg mereka temuin itu hantu dong
Nureliya Yajid
Terbaik lanjut thor 👍
Nureliya Yajid
Lanjut
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
alhamdulillah, Allah masih melindungi elma dan tian jadi mereka selamat sampai rumah, jadi yang mereka ajak ngobrol tadi ngasih rute-rute itu bukan manusia juga merinding sih asli yakin,
berbedaan waktu dunia nyata dan ghaib lama ya ternyata 🙏🙏
🌸UmmiMasPutro🌸
masih penasaran
Nureliya Yajid
Lanjut thor
SENJA
ada titik terang walau sedikit 😳
SENJA
waaah sakti bapake😳
Desyi Alawiyah
Wah, apa si bapak itu mantan anggota sekte sesat itu? Kok dia bisa punya buku simbol pangeran Santana? 🤨🧐

Kasihan neneknya Elma, jiwanya terikat entah dimana... 😭
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bapak inii dulu yg membantu nenek Tri ??
Husna🍒⃞⃟🦅
sembilan pangeran....pikirku 9 pangeran kerajaan yg punya karomah... ehh lah kok iblise
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor, waaahh makin menarik kak thor sukaaa banget 🤭🤭🥰🥰
neni nuraeni
hati" El... tian...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
sembilan iblis 😱😱 duuuh taunya cuma sembilan naga 🐉 doang 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
duh semoga aja ada petunjuk lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!