NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Tiga tahun berlalu dan Luna menjadi terbiasa dengan kesibukan barunya. Walau tak terlalu ramai, tapi toko alat tulis dan aksesoris itu mampu menghidupi Luna. Bahkan dia telah berhasil membeli sebuah apartemen tipe studio. Sudah berhasil keluar lagi dari rumah orang tuanya.

Pagi ini dia terbangun dan mulai melakukan aktivitas seperti biasanya. Membuat sarapan sederhana juga makan siang untuk di toko nanti. Membersihkan kamar, mencuci baju, menjemurnya lalu bersiap untuk pergi ke toko.

"Apa kau sudah sarapan?" tanya pemilik kedai minuman tepat di sebelah toko Luna.

"Sudah. Hanya roti, selai dan telur"

"Aku punya buah, apa kau mau?"

"Tentu saja, aku akan mengambilnya nanti"

"Oke"

Setelah tiga tahun berdagang di jalan yang sama, kini Luna memiliki beberapa teman. Kebanyakan adalah pegawai di kedai minuman dan makanan di sekitar toko yang ditemuinya tiap hari. Mereka bisa mengobrol disela menunggu pembeli atau kadang makan malam bersama setelah toko tutup.

Seusai membuka rolling door, Luna segera memeriksa display barang. Memastikan semuanya tampak tertata rapi di tempatnya masing-masing. Lalu dia membuka komputer dan menghitung jumlah barang. Menghubungi beberapa suplier untuk mengirim barang yang jumlahnya tinggal sedikit.

Lalu membersihkan lantai dan semua rak yang ada di dalam toko, termasuk meja kasir. Memeriksa camera CCTV dan perekamnya, juga meletakkan uang di dalam mesin kasir. Tak lupa dia berdoa agar banyak pembeli datang hari itu.

Setelah semuanya siap, Luna memutar tanda buka di pintu dan duduk manis di belakang mesin kasir. Beberapa pengunjung datang. Ada yang melihat-lihat saja, juga ada yang datang untuk langsung membeli barang.

Di jam makan siang, Luna membuka bekal yang telah dia siapkan di rumah. Memakannya sampai habis dan menunggu pembeli datang lagi. Malam hari ini dia ingin segera pulang.

Keesokan harinya dia melakukan hal yang sama. Luna berjalan ke ujung lorong dan menunggu lift turun. Satu menit kemudian pintu lift terbuka dan dia terkejut melihat seseorang yang berdiri di dalamnya.

"Luna!" panggil orang itu membuktikan kalau yang sedang dia alami bukanlah mimpi.

Seperti sebuah patung, Luna hanya bisa diam berdiri disana. Tak bergerak juga tak menjawab sapaan.

Tiga tahun ... tiga tahun sudah mereka tidak bertemu. Kenapa, sekarang mereka harus dipertemukan kembali?

Pintu lift mulai bergerak tertutup dan Luna masih mematung, sampai tangannya ditarik oleh Arya ke dalam lift. Secara reflek dia menepis tangan itu dan ingin keluar lagi tapi lift terlanjur bergerak turun. Jadilah dia terkurung dalam lift bersama mantan suaminya.

Suasana di lift begitu hening, tapi isi kepala Luna sangat berisik. Banyak sekali pertanyaan yang muncul di pikirannya.

'Bagaimana bisa Arya ada disini?

Apa mantan suaminya itu tinggal disini?

Tapi Luna sudah tinggal satu tahun disini dan tidak pernah melihat mantan suaminya itu.

"Luna!" panggil mantan suaminya lagi. Kali ini Luna berbalik dan melihat wajah Arya. Itu benar-benar Arya, mantan suaminya. Pria yang berselingkuh dengan sahabatnya juga meninggalkan Luna begitu saja tiga tahun lalu. Mengirimkan surat perceraian dan menghilang tanpa komunikasi sama sekali.

Baru saja dia ingin bicara tapi pintu lift terbuka dan masuklah orang lain mengisi ruang kosong diantara mereka. Membuat Luna membatalkan niatnya untuk bicara.

Saat mencapai lobi dan pintu terbuka, Luna segera berlari keluar lift. Terus saja berlari menuju halte bus tanpa menoleh lagi ke belakang.

Sesampainya di bus, Luna tak bisa menahan diri lagi. Badannya begitu lemah sampai melorot langsung ke lantai. Beberapa orang yang khawatir melihatnya segera membantu Luna untuk berdiri. Sungguh Luna tak percaya hari seperti ini terjadi padanya.

Itu benar-benar Arya. Wajahnya masih sama tapi gaya berpakaian dan pembawaan yang berbeda. Tapi itu benar-benar Arya, mantan suaminya. Apa yang akan Luna lakukan kalau mereka bertemu lagi nanti?

Tapi, bukankah mereka sudah bercerai? Jadi ... Mereka berdua adalah orang asing sekarang. Apapun yang terjadi di masa lalu, mereka tidak memiliki hubungan apapun sekarang. Atau jangan-jangan, Arya ingin mengambil cek yang ditinggalkannya tiga tahun lalu. Bagaimana ini? Luna sudah menggunakannya untuk modal berdagang.

"Aaahhhhh!!" teriaknya semakin membuat penumpang lain khawatir padanya.

Arya yang melihat Luna berlari pergi tak sanggup mencegah. Dia hanya bisa mendesah pelan dan berjalan ke arah restoran tempatnya janji bertemu dengan seseorang.

"Apa? Anda bertemu dengan Nyonya Luna di lift apartemen?" tanya Herman, pengacara yang ingin Arya temui.

"Iya, coba kau periksa apa Luna memang tinggal di salah satu apartemen!"

"Baiklah. Saya akan memeriksanya nanti. Tapi Anda bertemu dengan Nyonya segera setelah kembali ke negara ini. Sungguh sulit dipercaya"

"Itulah tandanya kami memang berjodoh. Bagaimanapun lama dan jauhnya kami berpisah, pada akhirnya akan tetap bersatu" kata Arya begitu percaya diri.

"Tapi Tuan, tiga tahun lalu Anda meninggalkan Nyonya dengan surat cerai"

"Surat cerai palsu. Kami bahkan tidak pergi ke pengadilan"

"Tapi Anda juga pergi tanpa berpamitan. Bahkan mematikan nomor yang Anda gunakan sebelumnya. Benar-benar memutuskan komunikasi. Apa Anda yakin Nyonya akan kembali?"

"Herman, berapa lama kau menjadi pengacaraku? Apa kau sudah merasa bosan dan ingin berhenti?"

"Apa? Tidak Tuan, saya masih betah menjadi pengacara Anda. Sangat betah"

"Perbanyaklah bekerja dan tutup mulutmu"

"Baik Tuan"

"Apa ada yang harus aku tanda tangani hari ini?" tanya Arya yang terlanjur kesal.

"Hanya beberapa surat pembelian untuk gedung perkantoran yang ada di pusat kota"

"Yang fotonya kau kirim beberapa hari lalu?"

"Iya. Tapi Tuan, ada penawaran untuk sebuah kastil yang terletak di bukit sebelah selatan. Apa Anda ingin melihatnya?"

"Kastil? Untuk apa aku memiliki kastil?"

"Pemiliknya adalah pewaris terakhir kastil. Mereka tak lagi memiliki keturunan untuk mengurus kastil itu dan ingin menjualnya dengan harga murah. Kastilnya sangat bagus, dan Anda bisa menggunakannya untuk hotel nanti"

"Aku tidak melakukan bisnis hotel, terlalu melelahkan mengelola hotel"

"Baiklah. Lain kali jika menemukan properti yang bagus, saya akan segera menghubungi Anda"

"Baguslah. Aku akan berjalan-jalan dulu sekarang"

Arya meninggalkan pengacara Herman di restoran dan mulai menelusuri arah Luna berlari tadi. Dia menemukan sebuah halte bus. Langsung saja Arya naik bus yang ternyata menuju pusat kota.

Setelah turun dari bus, dia menemukan sebuah jalan penuh dengan beberapa toko. Saat berkeliling, matanya tertuju pada sebuah toko kecil yang menjual alat tulis dan aksesoris.

Toko Luna

nama toko kecil itu. Dan ternyata, benar-benar Luna, yang sedang duduk di belakang meja kasir.

Jadi Luna sekarang mengelola toko alat tulis dan aksesoris?

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!