Cery Vanesa Chaseiro, gadis mungil berusia delapan belas tahun, saat ini ia baru menduduki bangku kelas sebelas SMA, namun tingkah nya masih seperti anak kecil, begitu juga dengan penampilan nya.
Bagi yang tidak tau bagaimana cerita hidup Cery yang sebenarnya, mereka mengatakan kalau Cery adalah gadis paling ceria. Itu karena Cery sangat baik dengan semua orang dan selalu membantu mereka yang kesulitan. Meskipun kenyataannya dia tidak punya teman dan sering di cemooh anak-anak di sekolah nya.
Kenapa ia di cemooh? Ya karena penampilan nya yang kusut dan terlihat sangat miskin, bukan hanya itu banyak yang mengatakan kalau Cery tidak tahu diri?
Kenapa begitu? Ya karena meskipun Cery seperti anak-anak dia tetap lah gadis remaja yang punya perasaan seperti gadis remaja pada umumnya, dia naskir dengan laki-laki tertampan di sekolah Mawar Mekar. Linus Caesar Pratama, kakak kelas sekaligus ketua tim basket di sekolah Cery, ya sekaligus anak seorang CEO kaya. Seperti raja di sekolah, Linus
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
"kalo gak mau makan, minimal gak usah menghina, biar gue yang makan, kebetulan lagi laper banget," tutur Raja segera saja ia melahap beberapa potong kue itu tampa ragu sedikitpun.
Dan memang rasanya sangat enak bagi Raja pecinta kue, Linus yang melihat nya hanya bisa geleng-geleng kepala, ia tau bahwa sahabat nya itu adalah pemakan segalanya.
Maksudnya dia tidak terlalu pilih-pilih makan, beda dengan Linus yang doyan makanan pedas.
Sementara itu di kelas Cery.
"Heh culun, mana tugas kita? Lo udah bikin semuanya kan?" Della menghampiri meja Cery sambil menadahkan tangan,ia meminta buku tugas yang kemarin ia berikan kepada Cery.
"Iya sabar Della," ucap Cery sambil membuka tas nya dan mengambil buku-buku milik Della dan teman-teman nya.
Namun saat ia menyerahkan buku-buku itu kepada Della, sebuah buku kecil milik Cery jatuh, tepat di kaki Della, buku tersebut ternyata adalah diary Cery.
Della yang melihat itu sontak berbinar, ia segera mengambil buku tersebut sebelum tangan Cery bisa meraih nya.
"Apa nih?" Ia segera membuka buku tersebut dan mulai membaca isi dari diary Cery.
"Della jangan di baca, kembaliin Della gue mohon jangan di baca," Cery hendak merampas buku tersebut dari Della, namun Della begitu cepat menghindari Cery.
Cery tau saat ini sudah terlambat, Cery pasti sekarang berada dalam bahaya karena Della membaca buku diary nya, ia hanya bisa berisap-siap untuk di buli lagi.
Benar saja, mata Della terbelalak ketika melihat kalau di dalam buku tersebut ada beberapa bait puisi yang di dalamnya menyebutkan nama Linus si penyelamat yang baik hati.
"Cery?! Ini Lo serius?" Della melempar buku tersebut ke wajah Cery setelah ia menyobek lembar yang berisi puisi untuk Linus.
"Ada apa woy?" ujar teman-teman Della segera menghampiri Della karena melihat suasana sudah berbeda.
"Lo semua pasti kaget kalau tau apa isi diary dan kertas yang ada di tangan gue saat ini, pada mau tau gak sih?" ujar Della dengan suara lantang, sampai satu kelas mendengar terlihat sangat penasaran.
Cery tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa mempersiapkan diri karena sebentar lagi akan di permalukan.
"Cery Lo gak tau diri banget ya? Bisa-bisa nya Lo nulis puisi tentang Linus? Lo suka sama sepupu gue? Yang bener aja! Cuma gara-gara dia nolongin Lo kemarin Lo jadi suka sama dia? Tau diri gak sih Lo astaga!" Della terlihat sengaja melantang kan suara nya agar semua orang yang ada di sana mendengar.
Semua siswa siswi yang ada di dalam kelas seketika berdiri dari tempat duduk mereka dan menatap ke arah Cery.
Tidak hanya sampai di situ saja, Della mulai membaca dengan lantang satu persatu bait dari puisi tersebut, yang membuat seluruh teman-teman sekelas mereka tertawa terbahak-bahak sambil menujuk ke arah Cery.
Saat ini Cery terlihat sangat hina di mata semua teman-teman nya hanya karena perbuatan Della.
Tidak hanya itu, teman-teman Della merekam mereka dan menyebarkan ke grup kelas, membuat Cery seketika viral satu sekolah. Karena masing-masing dari mereka mulai membuat sebagi story wa dan menyebarkan dengan teman-teman mereka.
Cery yang sudah tidak bisa menahan malu segera berlari keluar dari kelas dan kemudian bersembunyi di toilet sekolah sambil menagis.
Ini bukan yang pertama kali nya ia di permalukan, namun ini lebih malu dari biasanya.
Cery menangis sejadi-jadinya di dalam toilet, dia bahkan tidak berani untuk keluar meskipun jam pelajaran sebentar lagi akan di mulai.
Beberapa orang yang ada di luar toilet juga terdengar membicarakan soal Cery, mereka bahkan mengatakan kalau ratu sekolah, "Rana" ketua OSIS saja tidak mampu memenangkan hati Linus, apalagi Cery yang seorang perempuan culun jauh dari kata cantik.
Perbincangan itu memang membuat Cery semakin tersiksa, semua perempuan di sekolah juga selalu menujukkan rasa suka terhadap Linus secara terang-terangan, namun mengapa mereka tidak di buli, sedangkan dirinya di permalukan oleh sepupunya Linus sendiri.
Sementara itu di kelas Linus.
"Linus!" Della masuk ke dalam kelas Linus dan kemudian menghampiri nya.
"Ngapain Lo ke sini? Bikin masalah apa lagi?" Linus yang ketinggalan informasi malah mengira kalau Della minta bantuan untuk menyelesaikan masalah pada nya.
Namun Della tidak menjawab pertanyaan Linus, dia meletakkan secarik kertas di atas meja Linus sambil kemudian menahan tawa.
"Apaan?" Linus yang penasaran mengambil dan kemudian membaca isi dari secarik kertas tersebut.
Alangkah kagetnya Linus, ketika membaca nya, tidak hanya itu dia lebih kaget ketika melihat video yang di berikan Della kepada nya.
"Jadi si culun yang bikin ini? Di mana dia sekarang?" tanya Linus terlihat sangat marah.
"Sabar,gue tau Lo malu banget karena kali ini yang ngejar Lo bukan cewek cantik, melainkan si culun sekolah kita, tapi Lo tenag aja, udah ada yang kasih pelajaran kok, gue gak bakalan bikin harga diri Lo di injak-injak," setelah mengatakan itu, Della pergi meninggalkan kelas Linus.
Sementara Linus mulai sedikit lebih tenang karena ia berfikir kalau Della selalu membantu nya dalam hal ini, dia juga tidak menyangka jika Cery bisa dengan berani menyukainya bahkan membuat puisi cinta seperti itu.
Bagi Linus, kejadian itu benar-benar melakukan bagi nya, karena semua orang tau nama nya tertulis di kertas seorang gadis culun.
"Kurang ajar banget si culun, berani-beraninya dia bikin gue kayak gak punya muka di sekolah ini," batin Linus sambil mengepalkan tangan.
Sementara itu Della yang hendak pergi ke toilet sekolah di hadang oleh Raja, ia sudah tau masalah apa yang terjadi saat ini, karena ia juga mendapat unggahan seseorang di FB soal video Cery.
"Mau kemana Lo?" tanya Raja kepada Della.
Della terkejut melihat Raja yang biasanya tidak pernah mengubris dirinya jadi tiba-tiba menyapa, ya Della sudah sangat lama menyukai sahabat baik sepupunya itu, Raja, beberapa kali Della mencoba untuk mengambil hati Raja, mulai dari meminta kontak wa, bahkan menyuruh Linus untuk membantu nya, Raja tetap saja acuh dan bahkan tidak pernah bicara dengan Della sedikit pun.
Itu semua karena Raja tidak pernah suka atas sifat angkuh dan sombong Della yang selalu membuli teman-teman sekolah nya, termasuk Cery.
"Ka-kak Raja, aku mau ke toilet kak," sambil gugup Della menjawab pertanyaan Raja.
"Mau ganguin Cery? Belum puas juga Lo bikin dia malu hari ini? Gue gak mau tau ya, bagaimana pun caranya Lo harus bikin video yang Lo sebar hilang dari muka bumi dan Lo harus minta maaf ke Cery, kalau gak, gue bakal laporin Lo ke guru BK," Raja terlihat sangat marah kepada Della.
Della seketika mengaga, matanya membelalak menatap Raja, baru saja ia berfikir kalau Raja menyapa karena sudah membuka pintu hati untuk nya, namun ternyata Della salah besar, Raja malah menudingnya soal kasus Cery hari ini, dan terlihat dari sorot mata Raja kalau dia sangat marah dan tidak suka.
Setelah mewanti-wanti perbuatan Della, Raja pun angkat kaki dari hadapan nya dan meninggalkan Della dan dua teman nya yang juga kaget melihat respon Raja hari ini.
Bagaimana mereka tidak kaget, biasanya Raja tidak pernah peduli dengan apa yang mereka lakukan, namun kali ini terlihat sangat berbeda.
"Kenapa kak Raja tiba-tiba jadi kayak gini? Kenapa dia malah belain si culun?" gerutu Della dengan hati memanas karena sangat cemburu.
"Dell, sebenarnya hari ini gue lihat Cery datang ke lapangan basket dan ngasih sesuatu sama kak Raja, kayaknya mereka ada hubungan deh, maaf gue lupa kasih tau ke Lo gara-gara urusan ini," jelas salah satu teman dekat Della.
Mendengar penjelasan dari teman nya, Della malah semakin berapi-api, rasa bencinya terhadap Cery malah semakin menjadi-jadi karena berfikir kalau Cery selain suka dengan Linus, juga suka dengan Raja.
"Benar-benar keterlaluan! Gue gak bisa terima, gue harus lakuin sesuatu, perempuan kayak Cery gak bisa terus berada di sekolah ini, dasar jalan*g!" pekik Della yang berbalik dan masuk ke kelas.
Ia mengurungkan niatnya untuk pergi ke toilet menemui Cery, karena mendapat peringatan dari Raja, nyalinya seketika ciut, namun hatinya terasa terbakar.
Sementara itu ...
Rena yang baru saja menonton video Cery dari teman-teman nya segera pergi menuju toilet sekolah.
Ia tau kalau saat ini Cery pasti bersembunyi di toilet, sebab ia selalu melihat nya.
"Apa ada orang di dalam?" lirih Rena sambil mengetuk-ngetuk pintu toilet.
Cery yang mendengar itu seketika gemetar, dia khawatir kalau-kalau itu adalah pembuli yang akan menghajar nya untuk mewakili Linus.
"Cery, gak usah takut, gue Rena dan gue gak bakal buli Lo, gue ke sini mau bantu Lo," lagi-lagi Rena mencoba merayu Cery untuk tenang agar dia mau keluar.
Mendengar nama Rena, Cery semakin ketakutan, memang selama ini Rena tidak pernah ketahuan membuli dirinya, Rena bahkan tidak pernah melirik Cery sedikitpun.
Perlahan Cery mulai mengumpulkan keberanian nya dan keluar dari dalam toilet, terlihat Rena yang berada di hadapan nya.
Seperti biasa Rena selalu tampil sangat cantik dengan rambut yang di gerai, makeup tipis serta bibir merah yang di poles tipis dengan lipthin.
"Lo baik-baik aja kan?" tanya Rena kepada Cery sambil memegang pundak Cery.
"K-kak Rena, aku, aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf," ujar Cery memegang tangan Rena.
Rena yang melihat itu mengerutkan keningnya, ia memegang kedua pundak Cery dan berkata." Gue gak peduli sama apa yang Lo lakuin, emang Della nya aja yang keterlaluan dan berlebihan seharusnya dia gak kayak gini, semua orang punya hak untuk suka sama seseorang lagian bukan cuma Lo doang kan yang suka sama Linus, yaudah santai aja, mereka cuman bikin Lo sebagai bahan bulian, sekarang Lo ikut gue ke kantin, minum teh hangat," jelas Rena yang berhasil membuat perasaan Cery jadi lebih baik.
"Tapi kak, ini udah masuk jam pelajaran," jawab Cery menolak.
"Gak apa-apa, entar biar gue yang jelasin sama guru," Rena menarik tangan Cery pelan menuju kantin sekolah.
Seluruh siswa dan siswi kebetulan sudah masuk ke kelas mereka masing-masing dan sekarang kantin sekolah cukup sepi, hanya ada beberapa orang juga Rena dan Cery yang baru tiba.
Bersambung ....