NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jeprism4n Laia

Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.

Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.

Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.

Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Perginya Embun Solai

Rido tidak menghiraukan pesan itu, karena dia sama sekali tidak mau peduli dengan pesan itu, karena tujuan utamanya sekarang adalah perkembangan perusahaannya, bagaiman bisa tembuh di kancah internasional. Apalagi dia juga mau terapi untuk kembuhannya.

Rido merilekskan otot ototnya yang terasa kaku, karena sudah berapa jam dia terus berkutat di depan Laptop, sehingga dia sudah mulai ngantuk dan pengen untuk tidur nyenyak.

Pagi hari datang dengan sangat cepat, sehingga matahari terlihat sangat indah dilangit biru yang membuat suasana di pagi hari sangatlah cerah, namun berbeda dengan embun yang tidak memiliki rasa cerah sama sekali, matanya sudah bengkak karena terus menangis sepanjang malam.

Embun berpamitan kepada Tiaras “Nyonya, saya pamit ya, terimakasih kebaikan nyonya sama saya selama beberap hari ini, saya tidak tau harus membalasnya dengan apa”.

Tiaras hanya bisa ikut bersedih ketika dia melihat embun yang sudah mau pergi lalu dia menjawab “Tidak apa apa nak embun, maafkan saya ya, saya tidak bisa berbuat apa apa karena saya bukan pembuat keputusan dirumah ini, semoga kamu cepat dapat pekerjaan ya”.

Tiara menyerahkan sejumlah uang kepada embun, dia tau embun pastilah membutuhkan uang diluar sana, berhubung embun masih belum mendapatkan pekerjaan.

Embun pergi dari Mansion Prasetio setelah dia berpamitan dengan para pelayan yang lain, dia pergi dengan ditemani oleh bu Wina, karena bu Wina ingin memastikan keberadaannya, sambil dia nanti membantu embun untuk mendapatkan pekerjaan.

Rido pergi kekamar mandi, dia ingin mandi seperti biasa, namun dia tidak mendapatkan embun datang membantunya. Karena terlalu menunggu lama, Rido akhirnya melakukan panggilan melalui telepon kamar.

“bi, suruh embun datang kekamarku sekarang juga!” ucapnya singkat dan langsung meletakan gagang teleponya tanpa dia memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara.

Bu Farel yang ingin menjelaskannya namun sudah keburu dimatikan sambungan teleponnya, dia memilih untuk langsung datang kekamar sang tuan muda.

“tok tok tok’ suara ketukan pintu terdengar yang langsung disahut oleh Rido “Iya masuk”.

“Kau darimana saja, kau tau ini sudah jam berapa sekarang, kau belum memandikanku, cepatlah!” ucap Rido dengan cepat tanpa dia melihat kearah pelayan yang melayaninya hari ini.

“Maaf tuan muda, ini saya bi Farel” jawab bu Farel dengan suara kecil, dia takut akan menyinggung tuan muda dingin ini.

Sontak saja Rido gugup mendengar jawaban itu, dia langsung mengedarkan pandangannya kearah sumber suara itu “Kenapa bi Farel yang datang kemari, kenapa bukan embun?” tanyanya penasaran.

“Maaf Tuan! Pelayan embun tidak lagi melayani anda, karena embun sudah keluar dari Mansion hari ini, dia sudah dipecat” jawab bu Farel menjelaskan kondisi yang sebenarnya.

Mata Rido langsung menegang ketika dia mendengar berita itu, dia tidak habis pikir kalau ayahnya sekejam itu kepada pelayan kecil seperti embun, lalu siapa yang akan merawatnya kalau tidak ada embun di rumah itu.

“Ayahku memang benar benar sudah tidak bisa di tolerir lagi, hanya cuman hal sepele dia langsung memecat pelayan sembarangan! Baik bi silahkan kembali bekerja” ujar Rido dengan mata memerah karena marah.

Namun sebelum bu Farel pergi tiba tiba Rido berkata “Bi.. apakah bibi tau kemana embun pergi?”.

“maaf tuan muda saya tidak tau, tapi sepertinya bu wina ikut bersamanya waktu dia pergi tadi” jelas bu Farel dengan singkat.

“nanti kalau bu wina sudah pulang, langsung suruh dia menemuiku ya bi” ungkap rido dengan tidak sabaran.

“baik tuan muda, saya pamit dulu” ijin bu Farel yang langsung menghilang dari hadapan Rido.

Tiaras tiba tiba datang kekamar Rido, dia melihat rido yang masih menggunakan pakaian tidur, Tiaras langsung menghampirinya.

“Nak, apakah kamu belum mandi?’ Tanya sang ibu.

“ayah sepertinya sudah keterlaluan bund, masa dia memecat embun hanya dengan hal yang tidak karuan? Lalu siapa yang akan merawatku? Apakah dia mau merawatku?” ucap rido dengan nada kecewa.

“iya nak! Ibu juga tau, tapi ibu tidak bisa membantah keputusan ayahmu” sahut Tiaras yang mengelus puncak kepala sang anak.

“Ibu harus membawa pulang embun dirumah ini, saya tidak mau tahu bagaimanapun caranya” teriak Rido dengan sangat geram.

“Iya, iya, ibu akan bicara sama ayahmu sekarang” jawab Tiaras dengan cepat, lalu dia langsung pergi dari tempat itu.

Setelah ibunya pergi dari kamarnya, Rido ingin membuka pakaianya sendiri, namun apalah daya dia hanyalah seorang pria tampan yang cacat, dia benar benar tidak mampu untuk melakukannya. Lalu dengan marahnya Rido langsung menghancurkan seluruh barang barang yang di depannya. “Bruk, Duaar”.

Tiaras yang sedang berbicara dengan Giancarlo, mereka sangat terkejut ketika mendengar suara barang barang pecah dari dalam kamar Rido.

“itu suara apa ya bund?” Tanya sang suami.

“Ayoo yah, kita lihat apa sedang terjadi” sahut Tiaras sambil berjalan dengan langkah cepat kearah kamarnya Rido.

Giancarlo langsung mengikuti langkah kaki istrinya, dia juga merasa sangat penasaran dengan suara suara pecahan barang tersebut.

Bu wina baru saja pulang dari kosnya embun, setelah mereka mencari kos kosan yang tergolong murah, maka embun langsung masuk untuk bersih bersih.

Melihat bu wina sudah pulang, bu Farel langsung menghampirinya.

“win, tuan muda ingin berbicara denganmu, dia menanyakan tentang embun solai?” ucap bu Farel yang sedang memegang 1 botol anggur wine, sebagai minuman untuk sambutan para tetamu penting keluarga Prasetio.

Namun tiba tiba mereka mendengar suara barang barang pecah, sehingga mereka langsung berlari kearah sumber suara tersebut, wajah mereka langsung tegang ketika mereka melihat asal suara barang barang pecah itu yang berasal dari kamar Rido sang tuan muda dingin.

1
Nida Rania
suka karakter embun
Tiary91 gaho
Waahh.. ceritanya mantap jiwa
Tiary91 gaho
Mantap Aku Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!