NovelToon NovelToon
Kisah Sang Anak Mafia

Kisah Sang Anak Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Misteri
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reza Haris

Arda Valdarez baru berusia delapan tahun ketika dunianya runtuh dalam satu malam.

Sebagai pewaris tunggal keluarga Valdarez—organisasi mafia terbesar dan paling ditakuti di kota—Arda tumbuh di balik tembok mansion mewah, dijaga oleh orang-orang bersenjata, dan dibayangi rahasia yang tak pernah dijelaskan kepadanya. Namun semua berubah ketika ayahnya, Leon Valdarez, dibunuh dalam sebuah pengkhianatan berdarah.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Leon hanya meninggalkan satu benda kepada putranya: sebuah cincin hitam berlambang ular.

Sejak malam itu, Arda menjadi buruan.

Organisasi mafia saingan, pembunuh bayaran, geng kriminal, hingga para pengkhianat dalam keluarganya sendiri memburu anak kecil itu demi sebuah rahasia yang tersembunyi di dalam cincin tersebut.

Di tengah pelariannya, Arda ditemani oleh Ravian, tangan kanan ayahnya yang sangat loyal, Darius, veteran tua keluarga Valdarez, Kael, pembunuh legendaris yang telah lama dianggap mati,serta Elena, seorang gadis misterius

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reza Haris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 Perang Kasino

Tiga hari setelah telepon dari Victor.

Kota mulai berubah.

Perubahannya tidak terlihat jelas bagi orang biasa.

Namun bagi mereka yang hidup di dunia bawah...

Perubahan itu terasa seperti gempa yang perlahan menghancurkan fondasi.

Beberapa bisnis mulai berpindah perlindungan.

Beberapa kelompok kecil menghilang.

Beberapa jalur distribusi ilegal yang selama bertahun-tahun berada di bawah pengawasan Valdarez mendadak berhenti beroperasi.

Seseorang sedang mengambil alih kota.

Sedikit demi sedikit.

Dan orang itu adalah Victor.

Pagi itu.

Kael berdiri di depan peta besar yang memenuhi dinding ruang rapat.

Puluhan tanda merah menempel di berbagai titik.

Setiap tanda mewakili wilayah yang mengalami gangguan selama dua minggu terakhir.

Dan jumlahnya semakin banyak.

Terlalu banyak.

"Dia tidak menyerang secara acak."

ucap Kael.

"Dia memotong aliran uang kita."

Ravian mengangguk.

Karena itulah yang paling berbahaya.

Bukan kehilangan wilayah.

Bukan kehilangan reputasi.

Melainkan kehilangan sumber daya.

Perang membutuhkan uang.

Senjata membutuhkan uang.

Informasi membutuhkan uang.

Dan Victor mengetahui hal itu dengan sangat baik.

Arda memperhatikan peta.

Kemudian menyadari sesuatu.

Semua titik merah membentuk pola.

Pola yang mengarah ke satu tempat.

Satu lokasi yang sangat penting.

Kasino Grand Aurora.

Kasino terbesar yang dimiliki Valdarez.

Salah satu pusat pendapatan utama mereka.

Dan simbol kekuasaan yang telah berdiri selama bertahun-tahun.

"Target berikutnya."

gumam Arda.

Kael langsung menoleh.

Lalu melihat peta lebih lama.

Dan perlahan wajahnya mengeras.

Karena Arda benar.

Sangat benar.

"Dia sedang menyiapkan serangan."

ucap Kael.

Ruangan langsung sunyi.

Karena jika Grand Aurora jatuh...

Maka dampaknya akan sangat besar.

Tidak hanya secara finansial.

Tetapi juga secara psikologis.

Seluruh kota akan melihatnya.

Seluruh dunia bawah akan membicarakannya.

Dan Victor mengetahui itu.

Hari itu juga persiapan dimulai.

Keamanan kasino diperketat.

Jumlah penjaga ditambah.

Kamera diperiksa ulang.

Jalur evakuasi disiapkan.

Dan semua orang berada dalam kondisi siaga penuh.

Namun semakin dekat malam...

Semakin tidak nyaman perasaan Arda.

Karena ada sesuatu yang terasa salah.

Sangat salah.

Victor terlalu pintar.

Terlalu sabar.

Terlalu terencana.

Dan orang seperti itu biasanya tidak menyerang tempat yang sudah dipersiapkan.

Malam tiba.

Lampu-lampu Grand Aurora menyala terang.

Bangunan megah itu berdiri di tengah kota seperti benteng bercahaya.

Ratusan pengunjung masih datang.

Musik masih terdengar.

Permainan masih berjalan.

Dari luar.

Tidak ada yang tampak berbeda.

Namun di balik semua kemewahan itu...

Puluhan orang bersenjata sedang berjaga.

Menunggu.

Mengawasi.

Bersiap.

Arda berada di lantai dua bersama Ravian.

Mereka mengamati aula utama melalui kaca pengaman.

"Menurutmu dia akan datang?"

tanya Ravian.

Arda menggeleng.

"Bukan Victor."

"Hmm?"

"Orang seperti dia tidak pernah datang langsung."

Ravian tersenyum tipis.

"Semakin hari kau semakin mirip Leon."

Arda tidak menjawab.

Karena perhatiannya tertuju pada sesuatu.

Seseorang.

Seorang pria tua.

Duduk sendirian di meja poker.

Tidak melakukan apa-apa.

Tidak bermain.

Tidak minum.

Hanya duduk.

Ada sesuatu yang membuat Arda merasa tidak nyaman.

Sangat tidak nyaman.

"Ravian."

"Hm?"

"Tolong lihat meja tujuh belas."

Ravian memperhatikan.

Beberapa detik.

Lalu ekspresinya berubah.

Karena pria tua itu perlahan berdiri.

Kemudian meninggalkan sebuah koper kecil di bawah meja.

Dan berjalan pergi.

Tanpa menoleh.

Tanpa tergesa-gesa.

Jantung Arda langsung berdetak keras.

"Tutup kasino."

"Apa?"

"Sekarang!"

Ravian tidak bertanya lagi.

Ia langsung bergerak.

Karena naluri Arda jarang salah.

Alarm darurat berbunyi.

Para penjaga mulai mengarahkan pengunjung keluar.

Musik berhenti.

Lampu berubah.

Dan suasana yang sebelumnya penuh kemewahan langsung berubah menjadi kepanikan.

Sementara itu.

Tim keamanan bergerak menuju meja tujuh belas.

Mereka menemukan koper tersebut.

Hitam.

Terkunci.

Tidak ada identitas.

Salah satu petugas perlahan membukanya.

Dan seluruh wajahnya langsung memucat.

"BOM!"

teriaknya.

Kurang dari dua detik kemudian.

Ledakan mengguncang kasino.

BOOOOOM!

Kaca pecah.

Lampu-lampu hancur.

Asap memenuhi ruangan.

Jeritan terdengar di mana-mana.

Arda terlempar ke lantai.

Telinganya berdenging.

Pandangan kabur.

Namun ia langsung bangkit.

Karena ini belum selesai.

Ia tahu itu.

Sangat tahu.

Dan benar saja.

Beberapa detik setelah ledakan pertama...

Puluhan pria bersenjata muncul dari berbagai pintu masuk.

Mereka mengenakan pakaian hitam.

Dengan simbol yang sama di lengan mereka.

Simbol Victor.

"SERANG!"teriak salah satu dari mereka.

Tembakan langsung pecah.

DOR!

DOR!

DOR!

Kekacauan total terjadi.

Para penjaga Valdarez membalas tembakan.

Meja-meja terbalik.

Kaca-kaca pecah.

Asap semakin tebal.

Dan Grand Aurora berubah menjadi medan perang.

Arda berlindung di balik pilar.

Kemudian mengambil pistol dari salah satu penjaga yang terluka.

Ini pertama kalinya ia benar-benar berada di tengah pertempuran sebesar ini.

Namun anehnya...

Ia tidak membeku.

Tidak panik.

Justru pikirannya terasa sangat tenang.

Sangat fokus.

Seolah semua pelajaran selama beberapa bulan terakhir akhirnya digunakan.

"Sebelah kanan!"

teriaknya.

Dua penjaga langsung bereaksi.

Mencegat kelompok penyerang yang mencoba masuk dari koridor samping.

Ravian muncul dari balik asap.

Wajahnya penuh debu.

Namun masih tersenyum.

Entah bagaimana.

"Masih hidup?"teriaknya.

"Sayangnya."jawab Arda.

Ravian tertawa.

Lalu kembali menembak.

Pertempuran berlangsung hampir dua puluh menit.

Dua puluh menit yang terasa seperti berjam-jam.

Dan akhirnya...

Para penyerang mulai mundur.

Satu per satu.

Menghilang ke dalam malam.

Secepat mereka datang.

Namun kemenangan itu terasa pahit.

Sangat pahit.

Karena kasino rusak parah.

Puluhan orang terluka.

Dan beberapa penjaga tidak berhasil selamat.

Saat petugas medis mulai bekerja...

Arda berdiri di tengah aula yang hancur.

Asap masih memenuhi udara.

Bau mesiu masih terasa.

Dan di bawah reruntuhan dekat meja utama...

Seseorang menemukan sesuatu.

Sebuah amplop hitam.

Dengan nama Arda tertulis di depannya.

Jantungnya langsung berdetak lebih cepat.

Ia membuka amplop itu.

Perlahan.

Di dalamnya hanya ada satu lembar kertas.

Satu kalimat.

Pendek.

Sederhana.

Namun cukup untuk membuat seluruh tubuhnya menegang.

**"Ini baru permulaan."**

Tidak ada tanda tangan.

Tidak ada simbol.

Tidak diperlukan.

Karena semua orang tahu siapa pengirimnya.

Victor.

Di luar kasino.

Lampu-lampu polisi mulai terlihat di kejauhan.

Sirene mulai mendekat.

Dan malam itu...

Seluruh kota akhirnya mengetahui sesuatu.

Perang yang selama ini terjadi di balik bayangan...

Kini telah muncul ke permukaan.

Dan tidak ada jalan untuk kembali.

1
kiya kiya
Bintang 5 buat author nya 😍
kiya kiya
keren ceritanya 👍
farazky: makasih kakak🥰🥰
total 1 replies
fahmi
semangat kakak author
KZ2
mantap lanjut thor
farazky: siap kak 🥰
total 1 replies
Afan Bagus
mantap cerita nya
Al Faris
bagus ceritanya banyak misteri saya suka cerita begini
semangat kak dalam berkarya nya 💪💪💪
Al Faris
agak seru ceritanya 👍
Al Faris
nah gini kan bagus kak
Al Faris
untuk kakak bab ini terlalu banyak kata yg berjarak terlalu jauh sebagai pembaca kurang nyaman tolong diperbaiki lagi yaa kakak author 😍. tetap semangat kakak dalam berkarya 💪💪
farazky: terimakasih kakak atas saran dan kritikannya🥰
total 1 replies
fahmi
ini bagus 👍 gak kayak bab 6 tadi
fahmi
untuk bab ini banyak kali jarang antar kata nya. sudah enak sih bacanya dari 1 sampe 5. semangat terus author nya 💪💪💪
farazky: baik terimakasih kakak atas koreksinya 😍
total 1 replies
fahmi
semangat kakak author 💪
fahmi
👍
Al Faris
semangat
Al Faris
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!