NovelToon NovelToon
Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Putri Arabella

Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Sean...

Plak

Satu tamparan yang begitu keras mendarat di pipi mulus Aretta secara tiba-tiba. Bukan, bukan hanya Aretta saja yang terkejut dan syok karena mendapatkan tamparan secara tiba-tiba tapi Alex dan Navarez tak kalah terkejutnya.

"APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN KEPADA ANAK SAYA SIALAN!" Teriak Anggel marah menatap Aretta dengan tatapan tajam.

"Jangan berteriak banyak orang sakit di sini." Tekan Aretta.

Aretta menatap tajam orang yang sudah lancang menamparnya begitupun dengan Alex yang menatap penuh intimidasi kepada Anggel Aneira.

Yaps Anggel Aneira yang telah menampar Aretta, tamparan yang ia berikan tidak main-main sehingga membuat sudut bibir Aretta robek dan mengeluarkan darah.

Aura di sekitar sana tiba-tiba menjadi mencengkeram Aretta masih menatap Anggel dengan tatapan tajam dan menusuk. Bagi siapapun yang menatap tatapan itu sangat menyesakkan baginya seolah jantungnya berhenti berdetak sebab tatapan itu sangat menusuk sampai tembus ke jantung dan memberhentikan pernafasannya.

Tubuh Anggel dan Aryo membeku mereka tidak kuat dengan tatapan yang Aretta berikan dan aura yang sangat menyesakkan baginya tapi Anggel menepisnya dan menampar Aretta kembali.

Plak

Plak

"Sssstttttt." Ringis Aretta merasakan perih dan kebas di pipinya karena nenek lampir di depannya telah menampar dirinya kembali.

Terkejut, sungguh terkejut. Alex dan Navarez lagi-lagi terkejut Anggel menampar Aretta kembali dengan dua tamparan yang mendaran di pipi chubbynya.

Alex menggeram marah sedangkan Navarez menahan emosinya, mereka ingin sekali menampar wanita paruh baya yang ada di depannya tapi mereka yakin kalau Aretta akan membalasnya berkali-kali lipat.

Bagaimana dengan Aretta? Oh tentu tidak masalah baginya ia memang sengaja diam saja membiarkan wanita yang berada di depannya ini menampar pipi chubbynya ini. Aretta tersenyum smirk menatap tajam Anggel, aura yang Aretta keluarkan sangat mencengkeram.

Aryo yang melihat istrinya kembali menampar Aretta tersenyum miring, ia sangat puas melihat istrinya memberikan 3 tamparan di pipi chubby+mulus Aretta. Sekarang ia juga sangat membenci Aretta dan ingin melenyapkannya.

"Gadis sok kuat ini gak pantes buat Sean." Batin Aryo menatap Aretta dengan tatapan yng berbeda. Aryo menelisik tubuh Aretta dari atas sampai bawah secara intens dengan tatapan laparnya. Bagaimana tidak tubuh Aretta yang body gols dengan badan yang berbentuk bak gitar spanyol membuat mata laki-laki paruh baya itu selalu menatapnya lapar dan penuh niat. Katakanlah itu bentuk pelecehan tapi Aryo tidak peduli dengan asiknya, ia membayangkan bisa menikmati tubuh indah itu dan memilikinya.

"Tubuh Aretta boleh juga, walaupun dia mengenakan baju sekolah yang sedikit besar tapi bodynya sangat bagus, pasti jika dia berada di kukunganku dia akan terlihat sangat seksi." Batin Aryo tersenyum miring menatap Aretta dengan lapar.

Hey, jangan pikir Aretta tidak tau dengan semua pikiran Aryo yang mesum itu, tentu saja Aretta tau dan ingin bermain-main pastinya. Aretta tersenyum smirk ia sangat bahagia karena akan mendapatkan mangsa baru. "Sialan lo pak tua gue benci tatapan yang seperti itu, tunggu pembalasan dari gue, gue akan menghancurkan kehidupan lo dan membongkar semua kebusukan lo." Batin Aretta menggeram marah.

"Kenapa Tante menampar Aretta hah." Anggel yang mendapatkan bentakan dari Alex terkejut. Anggel gak tau pemuda yang ada di depannya itu ia baru pertama kali melihat pemuda yang barusan membentaknya.

"Siapa kamu berani sekali membentak istri saya." Aryo yang tak terima istrinya di bentak Alex membentak balik menatap Alex dengan tajam, tentu saja hal itu biasa bagi Alex bahkan menurut Alex itu bukan apa-apa.

"Kamu udah sangat keterlaluan Aretta, kamu udah bikin Sean masuk ke rumah sakit untuk ke dua kalinya. Apa salah Sean Aretta apa? Kenapa kamu bisa Setega itu berbicara kalo Sean anak haram. Saya yang melahirkan Sean Aretta di dalam ikatan pernikahan yang sah dengan papanya Sean." Marah Anggel sambil menunjuk-nunjuk wajah Aretta.

Aretta, Alex dan Navarez hanya acuh melihat wanita paruh baya marah² menjadi kesenangan buat mereka bertiga, sangat aneh bukan?. Terlebih ucapan Anggel sangat berbanding terbalik dengan fakta yang ia ketahui. Hei jangan main-main sama Aretta dia tau semuanya kejahatan² mereka, bahkan bertahun-tahun Aretta mengetahuinya.

Aretta terkekeh kecil menatap pasangan paruh baya itu. "Ohiya? Bukankah Sean anak haram ya orang tuanya bukan kalian kan? UPS sorry maksud saya tuh Sean memang anak anda dan darah daging anda Nyonya Anggel tapi bukan darah daging tuan Aryo." Setelah mengatakan itu Aretta menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang pertanda seperti sedang keceplosan mengungkapkan fakta ini yang tidak ada yang di ketahui oleh orang lain.

Tubuh Anggel menegang ia syok mendengar Aretta berbicara masa lalunya tangan Anggel mengepal kuat menatap Aretta dengan tatapan penuh kebencian.

Begitupun dengan Aryo yang tak kalah terkejut, ia menoleh ke samping menatap Anggel dengan tatapan tajam dan menuntut penjelasan anak itu benar Anggel?

Melihat sang suami menatapnya dengan tajam membuat Anggel ketakutan ia menggelengkan kepalanya pertanda itu semua tidak benar percayalah padaku. Anggel menoleh menatap Aretta dengan kilatan amarah, nafasnya memburu tangannya terangkat ingin menampar Aretta karena sudah lancang berbicara seperti itu.

Tapi sebelum hal itu terjadi Navarez menghentikannya terlebih dahulu ia memegang tangan Anggel lalu menghempaskannya kuat sehingga Anggel terjatuh.

"Mama." Pekik Aryo yang langsung membantu Anggel untuk berdiri.

"Apa maksud kamu Navarez? Kamu bela anak sialan ini iya? Apa yang udah dia kasih ke kamu sehingga kamu membela dia hah. Dan kamu." Tunjukan ya ke Alex. "Kamu siapanya Aretta? Kenapa kamu membela dia terus menerus? Apa kamu sudah di kasih tubuhnya." Hardik Aryo kepada Alex dan Navarez.

Okelah kalau memang dirinya yang di hardik atau semacam apalah Alex terima tapi untuk saat ini Alex sangat tidak terima, kenapa? Karena Aretta tidak pantas di perlakukan buruk seperti itu hatinya sakit melihat Aretta di bentak seperti itu.

"Gue gak seperti lo pak tua yang memandang perempuan manapun dengan tatapan laparnya apalagi yang jago ngangkang di depan muka lo." Sarkas Alex

Deg

Tubuh Aryo menegang ucapan Alex menampar dirinya, ya karena Aryo selama ini bermain gila di belakang Anggel, ia takut kalau Anggel mengetahui kebusukannya. Alex tersenyum miring melihat ketakutan Aryo, hey siapa yang percaya kalau kelakuan Aryo seperti itu.

Aryo itu selalu di gadang²kan dengan julukan papa impian. Kenapa? Karena Aryo begitu sangat menyayangi Sean bahkan semua kasih sayangnya ia berikan untuk Sean tentu saja apapun yang Sean inginkan akan Aryo kabulkan tanpa terkecuali. Aryo juga sangat perhatian dan sangat sayang kepada Dani, Ashaz, Navarez dan ke dua abangnya Aretta.

Dan Aryo juga sangat menyayangi Aretta menganggap Aretta seperti anak kandungnya sendiri. Hal itu tentu saja ia lakukan dengan maksud tertentu, Aryo si manipulatif melakukan itu tak lain dan tak bukan adalah menguasai harta istrinya, Anggel Aneira. Bagaimana dengan Anggel? Tentu saja dia sangat mencintai Aryo dan ngasih apapun yang ia miliki kepada Aryo sekalipun nyawanya ia sendiri, mungkin.

Anggel menggeleng²kan kepala ia tidak percaya dengan ucapan Alex. "Kamu gak usah menuduh suami saya seperti itu." Marah Anggel.

"Tanpa anda tau suami tercinta anda adalah penggila seks." Celetuk Aretta santai tanpa beban dan tanpa bersalah, oh tentu saja Aretta tidak pernah merasa bersalah.

Mata Aryo membola ia menatap Aretta penuh dengan amarah sekaligus memohon untuk tidak membongkar kebusukannya. Tentu saja Aretta hanya acuh melihat kemarahan Aryo sekaligus permohonannya.

"Kamu gak seperti itu kan pah?" Desak Anggel. Takut, Anggel sangat takut jika apa yang Aretta ucapkan adalah benar. Anggel berfikir ia tidak bisa memberikan suaminya kepuasan sehingga suaminya jajan ke wanita lain.

Membayangkan saja dada Anggel sangat sesak pasokan oksigen menipis, Anggel juga mengingat jika Aryo memang meminta haknya terus menerus sampai² Anggel gak bisa ngapa-ngapain. Aryo juga selalu bilang untuk menjaga dan merawat kewanitaan agar ketika ia bermain Aryo merasakan puas, Anggel mengikuti ucapan Aryo ia sangat menjaga kewanitaan tapi setiap bermain Aryo seperti tidak puas walaupun Aryo tidak bilang tapi Anggel tau.

Aretta memberikan ponselnya kepada Anggel. "Liat." Titah Aretta.

Tanpa berlama-lama Anggel mengambil ponsel Aretta dan melihat vidio yang berisi kegiatan panas Aryo dengan wanita yang berbeda-beda, Anggel yang melihatnya menjadi sakit hati ternyata udah sejauh ini suaminya bermain dan mencari kepuasan untuk menuntaskan hasratnya. Bukan hanya itu yang membuat hati Anggel sakit tapi percakapan antara Aryo dan para wanita itu.

"Kamu kapan ceraikan istri kamu yang gak berguna itu?" Tanya perempuan itu yang di bawah kukungan Aryo.

"Aku sedang mencari waktu yang pas sayang kamu tenang aja aku akan segera menceraikan dia." Ucap Aryo lalu mencium bibir wanita itu.

"Mari bermain." Ucap Aryo serak.

Wanita itu tersenyum. "Baiklah aku akan memberikannya untukmu."

"Kamu selalu kuat tidak seperti Anggel." Ucap Aryo yang langsung menerjang wanita itu, sedangkan wanita itu hanya terkekeh dan tersenyum.

"Ya dia sangat lemah dan tidak seperti ku." Ucap wanita itu. Lalu mereka melanjutkan kegiatan mereka.

Anggel yang melihat itu merasakan dadanya sangat sesak, ternyata Aryo ingin menguasai hartanya. Anggel berfikir kenapa Aryo melakukan itu padahal ia memberikan apapun yang Aryo inginkan.

Anggel langsung membuka video ke dua, tiba-tiba tubuh Anggel menegang ia menutup mulutnya tak percaya. Bagaimana tidak wanita itu adalah adiknya yang tinggal di Bandung. Adiknya memang sudah menikah dan suaminya meninggalkannya karena suaminya tidak bisa memberikan ia keturunan alias mandul. Anggel langsung memutar video itu.

Aryo yang melihat itu tersenyum senang, iasangat senang karena wanita itu yang sialnya adik iparnya sendiri memenuhi hasratnya.

"Kamu memang terbaik sayang." Ucap Aryo. Wanita itu hanya tersenyum senang. Lalu mereka melanjutkan kegiatan yang seharusnya tidak mereka lakukan.

"Kapan kamu akan menceraikan Kaka ku mas?" Tanya wanita itu.

"Sabar sayang aku tunggu waktu yang tepat, kamu tau aku gak pernah mencintainya aku menikah dengannya karena ingin menguasai hartanya." Ucap Aryo.

Wanita itu tersenyum. "Dia sangat bodoh mas, Sean itu bukan anak mu melainkan anak yang gak tau laki-laki mana menaruh benih di rahimnya."

"Ya aku tau, aku tau siapa ayah biologisnya Sean." Ucap Aryo.

Wanita itu mendongakkan kepalanya ia bangkit ke arah Aryo. "Siapa laki-laki itu mas?" Tanya wanita itu.

"Seni."

"Seno sahabatnya yang gila itu?" Tanya wanita itu tak percaya.

Aryo mengangguk. "Ya aku yang menjebaknya karena aku menikahi Kaka mu untuk membalaskan dendamku."

"Ya aku tau sayang, dan aku akan membantu kamu untuk membalaskan dendammu." Ucap wanita itu.

"Anak-anak kita juga harus bisa memanfaatkan Sean bodoh itu dan harus bisa memeras hartanya." Ucap Aryo dengan senyum miring.

"Kamu masih sangat cantik sayang kamu selalu membuatku tergila-gila padahal kita udah belasan tahun menikah." Ucap Aryo.

Deg

Deg

Tubuh Anggel menegang tubuhnya lusuh ke bawah ia masih syok dengan ucapan terakhir Aryo di video tadi yang udah belasan tahun menikah. Itu berarti suaminya ini sudah menikah dengan adiknya selama belasan tahun bahkan Anggel tidak tau siapa istri pertama dan istri ke dua.

Yang Anggel tau dirinya istri pertama tapi ia juga tidak tau itu benar apa tidak. Biarkan ia tanya langsung ke Aryo.

"Kamu jahat pah kamu jahat, kamu tega khianati aku kalian ber dua biadap sialan. "Marah Anggel meraung-raung. Anggel memukul² dadanya yang sangat sesak bahkan ia juga tidak bisa bernafas seakan-akan pasokan berhenti.

Aryo tersenyum mengejek. "Ya aku memang menikah dengan adik mu Anggel. Adikmu adalah istri pertamaku dan kau istri ke dua ku, aku dan adikmu mempunyai dua orang anak yang seumuran dengan Sean." Jelas Aryo dengan tenang tanpa terlihat penyesalannya.

Anggel menggelengkan kepala pertanda tak percaya. "Bohong kamu bohong kan Aryo?" Ucap Anggel frustasi.

"Aku tidak bohong ucapanku dengan adikmu memang benar." Jawab Aryo santai. "Aku menikahi mu untuk membalaskan dendam ku karena kamu orang tua ku meninggal andai kamu tidak lari setelah menabrak ke dua orang tua ku mungkin mereka tidak akan meninggalkan aku di sini sendirian dan mereka masih ada di dunia ini." Marah Aryo menatap Anggel dengan tajam dan membunuh.

Deg

Tubuh Anggel menegang tiba-tiba kilasan masa lalu terlintas di otaknya yang di aman ia menabrak sepasang paruh baya Sampai terpental jauh lalu langsung meninggalkan ke dua paruh baya itu sendirian. Anggel menabrak ke dua paruh baya itu untuk melampiaskan amarahnya yang di mana pacarnya berselingkuh dengan saudaranya sendiri.

"Bohong kamu bohong." Ucap Anggel lirih.

"Itu kebenarannya." Bentak Aryo.

Alex, Navarez dan Aretta hanya menjadi penonton yang setia. Pertunjukan ini sangat seru menurut mereka terutama menurut Aretta. Jiwa Aletta pernah di datengin sama jiwa Aretta asli ia memberitahu kalau Anggel selama ini tidaklah tulus berbuat baik dan sayang kepadanya, Anggel melakukan itu untuk menguasai harta Wilson maka dari itu Anggel menganggap Aretta seperti anaknya sendiri ternyata oh ternyata ada niat terselubung.

Sebelum Anggel mengeluarkan suaranya tiba-tiba seorang dokter menghampiri mereka.

"Nona Aretta, tuan Kaivan akan segera di pindahkan ke ruang rawat." Beritahu dokter itu.

Wajah Aretta yang awalnya murung karena perdebatan antara Anggel dan Aryo berhenti tiba-tiba berubah menjadi cerah setelah dokter itu bilang Kaivan akan di pindahkan ke ruang rawat. Ah Aretta sudah tidak sabar untuk menemui calon pacarnya, eh gimana²......

Aretta mengangguk. "Baik dokter terimakasih infonya." Ucapnya. Aretta, Alex dan Navarez bergegas pergi meninggalkan Anggel dan Aryo yang masih melanjutkan pertengkaran mereka.

"Gue gak sabar pengen ketemu lo dan minta maaf sama lo." Batin Aretta.

Typo dikit gak ngaruh ya hehe

Jangan lupa tinggalkan jejak komentar agar author semangat updatenya.

Terimakasih yang udah setia membaca sampai bab ini :)

1
Dania
kayak dah pernah baca dah tapi lupa siapa autor nya
Vania Novel
Bagus 👍😊
Wiecipa Wicipha
/Good//Heart/
Ira Melly
Bagus ceritanya
Max Dhot
di tunggu kak bab selanjutnya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!