NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lima ratus tahun yang lalu, Lin Chen adalah Kaisar Pedang Ilahi yang berdiri di puncak Alam Dewa. Namun, saat ia mencoba menembus batas tertinggi kultivasi, ia dikhianati oleh tunangannya, Dewi Teratai Salju, dan saudara seperjuangannya, Kaisar Naga Hitam. Tubuhnya hancur, dan jiwanya tercerai-berai.
​Kini, lima ratus tahun kemudian, jiwa Lin Chen terbangun di Benua Langit Biru, di dalam tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama. Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Terbesar" di Kota Daun Musim Gugur karena meridiannya cacat sejak lahir. Namun, mereka tidak tahu bahwa di dalam lautan jiwanya, Lin Chen membawa Sutra Pedang Kehampaan, sebuah teknik kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap energi alam semesta.
​Dimulailah perjalanan Lin Chen untuk merangkai kembali takdirnya, menginjak jenius arogan, menaklukkan naga suci, dan kembali ke Alam Dewa untuk menuntut darah para pengkhianatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Menuju Lembah Kematian

​Matahari abadi yang berwarna merah darah di langit Makam Pedang mulai condong, memberikan bayangan panjang dan distorsi visual yang semakin pekat di antara barisan tiang batu Hutan Pedang Karat.

​Mu Hongling menatap pemuda berjubah hitam di depannya dengan tatapan yang dipenuhi keraguan. Ia mengira setelah mendengar tentang Formasi Pembantai Nyawa dan kumpulnya seluruh pasukan elit Perkumpulan Naga Sejati, Lin Chen akan memilih rute memutar atau mencari bantuan dari faksi lain. Namun, binar di mata Lin Chen justru menceritakan sebaliknya.

​"Lin Chen, kau tidak mengerti," Mu Hongling melangkah maju, mencoba menghalangi jalan Lin Chen. "Jiang Wuya telah berada di Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 3 selama lebih dari satu tahun. Di bawah kepemimpinannya, ada tiga ahli Tingkat 1 Pembentukan Fondasi yang baru saja menerobos sebulan lalu. Formasi Pembantai Nyawa yang mereka siapkan adalah formasi perang tingkat tinggi yang diselundupkan dari militer kerajaan! Itu bukan sesuatu yang bisa kau hancurkan hanya dengan kekuatan fisik!"

​Lin Chen menghentikan langkahnya, menoleh sedikit dari balik bahunya. Tatapannya menembus langsung ke dalam manik mata Mu Hongling, membuat kata-kata gadis itu tersangkut di tenggorokan.

​"Bagi kalian, itu adalah perang jebakan maut," ucap Lin Chen dengan nada sedatar permukaan air mati. "Namun bagiku, itu hanyalah sebuah kolam pemandian darah yang disiapkan para semut untuk memicu kelahiran kembali fondasiku. Tetaplah di belakang jika kau takut, atau pergilah mencari tempat bersembunyi."

​Wush!

​Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, tubuh Lin Chen memudar menjadi seberkas bayangan hitam yang melesat cepat, menggunakan variasi ringan dari Langkah Pemutus Bayangan untuk menyusuri jalan setapak lembah.

​Mu Hongling berdiri terpaku sesaat, mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya memutih. "Sombong... benar-benar pria paling sombong yang pernah kutemui! Tapi... jika dia mati di sana, tidak ada lagi orang menarik di akademi ini."

​Dengan gigit bibir, Mu Hongling menyalurkan Qi elemen api ke seluruh kakinya, berubah menjadi seberkas cahaya merah yang mengejar siluet jubah hitam Lin Chen dari jarak aman.

​Lembah Pedang Patah.

​Sesuai namanya, lembah ini adalah cekungan raksasa yang dikelilingi oleh tebing terjal yang dipenuhi oleh patahan-patahan bilah pedang raksasa peninggalan pertempuran purba. Energi Intent pedang di tempat ini sangat padat, hingga menciptakan distorsi udara yang menghasilkan suara desingan mirip jeritan roh halus.

​Di tengah lembah, sepasang pilar batu merah setinggi dua puluh meter berdiri mengapit jalur utama. Di atas pilar-pilar tersebut, terukir rune kuno yang memancarkan pendar cahaya merah gelap yang berdenyut seirama dengan detak jantung—inilah inti dari Formasi Pembantai Nyawa.

​Lebih dari tiga puluh murid elit Perkumpulan Naga Sejati berdiri dalam formasi melingkar yang ketat di bawah tebing. Mereka semua memegang senjata spiritual masing-masing, wajah mereka dingin dan penuh disiplin.

​Di tengah-tengah formasi, Jiang Wuya duduk bersila di atas sebuah batu besar. Jubah emasnya berkibar pelan ditiup angin lembah yang berbau besi karat. Di pangkuannya, tergeletak sebuah pedang panjang berwarna emas—Pedang Naga Sembilan Matahari, sebuah Senjata Spiritual tingkat tinggi yang merupakan pusaka pribadinya.

​"Kakak Senior Jiang!"

​Sesosok murid melompat turun dari tebing, berlutut dengan panik di hadapan Jiang Wuya. "L-Laporan! Tim pemburu bayangan yang dikirim oleh Pangeran Xiao Tian di Hutan Pedang Karat... semuanya telah musnah!"

​Deg.

​Puluhan murid elit di sekeliling lembah menahan napas. Delapan pemburu bayangan puncak Tingkat 9 hancur begitu saja?

​Jiang Wuya perlahan membuka matanya. Tidak ada kepanikan di wajahnya, melainkan kilatan kegilaan yang semakin pekat. "Musnah? Bagus. Itu berarti bocah itu memang memiliki rahasia besar di tubuhnya. Kekuatan fisik yang melampaui logika, teknik gerak yang merobek ruang... Semakin kuat dia, semakin berharga esensi darahnya untuk menyuburkan Pedang Naga milikku!"

​Jiang Wuya berdiri, menggenggam Pedang Naga Sembilan Matahari dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

​"Semuanya, bersiap di posisi masing-masing! Aktifkan lapisan pertama Formasi Pembantai Nyawa! Begitu dia menginjakkan kaki di lembah ini, jangan beri dia kesempatan untuk berbicara. Langsung hancurkan jiwanya!"

​"Siap, Kakak Senior!" raung tiga puluh murid elit serentak.

​Tap.

​Tepat saat raungan mereka mereda, sebuah suara langkah kaki yang sangat ringan terdengar dari pintu masuk lembah.

​Semua mata serentak beralih ke arah celah tebing.

​Dari balik kabut darah yang tebal, sesosok pemuda berjubah hitam melangkah keluar dengan santai. Tangan kirinya dimasukkan ke dalam saku jubah, sementara tangan kanannya bertumpu dengan rileks pada gagang pedang raksasa di punggungnya. Wajah tampannya yang diterpa cahaya merah lembah tidak menunjukkan emosi sedikit pun, seolah ia baru saja memasuki halaman rumahnya sendiri.

​Lin Chen berhenti tepat tiga puluh langkah di depan pilar formasi merah. Ia menyapu pandangannya ke sekeliling lembah, menatap tiga puluh lebih ahli yang siap mengorbankan nyawa mereka, dan akhirnya tatapannya terkunci pada Jiang Wuya.

​"Jiang Wuya," Lin Chen membuka mulutnya, suaranya yang tenang bergema jelas menembus distorsi energi lembah. "Aku menghargai usahamu untuk mengumpulkan semua anjing peliharaanmu di satu tempat. Ini akan menghemat waktuku untuk membersihkan sampah di akademi ini."

​Jiang Wuya tertawa terbahak-bahak, tawanya dipenuhi oleh penghinaan yang mendalam. "Lin Chen! Kau benar-benar bodoh atau terlalu percaya diri! Kau menginjakkan kaki ke dalam Formasi Pembantai Nyawa milikku dengan sukarela? Hari ini, tempat ini akan menjadi kuburan abadimu!"

​Jiang Wuya membanting gagang pedang emasnya ke batu. "AKTIFKAN FORMASI!"

​BOOOOOOMMMM!!!

​Dua pilar batu merah di pintu masuk lembah meledak dalam pendar cahaya darah yang menyala hebat. Sebuah kubah formasi raksasa berwarna merah pekat yang dipenuhi oleh ribuan bilah Qi pedang darah berputar naik, mengunci seluruh Lembah Pedang Patah dari dunia luar.

​Seketika, tekanan gravitasi dan energi korosif di dalam lembah melonjak hingga lima belas kali lipat. Bau amis darah yang sangat pekat mengunci sistem pernapasan, mencoba meracuni meridian siapa pun yang terperangkap di dalamnya.

​Di luar kubah formasi, Mu Hongling yang baru saja tiba terengah-engah di atas tebing, menatap pemandangan di bawah dengan wajah pucat pasi. "Formasinya... sudah tertutup sempurna. Lin Chen, kau benar-benar gila!"

​Di tengah-tengah formasi maut yang mematikan itu, Lin Chen justru memejamkan matanya perlahan. Ia merasakan energi darah yang sangat padat dari formasi tersebut mulai menekan kulit perunggunya. Di dalam Dantian-nya, pusaran Qi Tingkat 9 Puncak miliknya mulai bergetar hebat, merespons tekanan eksternal yang luar biasa ini.

​Cairan emas di dalam meridiannya mulai mendidih, menuntut sebuah pemicu besar untuk meledak dan membentuk Fondasi Spiritual yang baru.

​Lin Chen membuka matanya kembali. Kali ini, pupil matanya telah sepenuhnya berubah menjadi warna emas murni, memancarkan keagungan absolut seorang Kaisar Pedang yang meremehkan seluruh hukum alam fana.

​Ia menarik Pedang Berat Penelan Bintang dari punggungnya dengan satu tangan, membiarkan bilah hitam legam setebal setengah meter itu menghantam lantai batu dengan dentingan berat yang menggetarkan bumi.

​"Jiang Wuya... Formasimu lumayan untuk menghangatkan tubuhku," Lin Chen menyeringai, sebuah senyuman yang memancarkan aura haus darah yang mengerikan.

​"Mari kita mulai pembantaian ini."

1
Eddy S
kecewa cerita tanpa kelanjutan episode nya
Anonim: sabar lah bos ya kali langsung tamat
total 1 replies
Eddy S
pasti cerita ga ada kelanjutan nya 🤣🤣🤣cape deh
Albiner Simaremare
lanjut thor
Zero_two
👍👍👍👍
Zero_two
Dewi teratai udah terpesona sama 'kekuatan' terpendam si naga hitam kayaknya/Doge//Doge//Doge//Blush/
Romansah Langgu
Mantap thor,,, bar bar..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!