“Aku ingin memiliki banyak laki-laki tampan di sekelilingku, bukan hanya raja dan kaisar yang memilik harem. Aku juga akan menciptakan nya, rugi sekali jika punya kekuasaan dan wajah yang cantik jika tidak di gunakan dengan baik.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nunpiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tragedi kecil
Semua rakyat di kerajaan Xiao bersorak senang dan penuh kegembiraan, mereka benar-benar berterimakasih sekali pada Xiufei yang sudah memikirkan mereka dan membantunya dari musibah ini.
“Kerajaan Xiao sangat subur jika sudah masuk musim panas, nampaknya aku harus datang kembali nanti.” Ucap Xiufei, rencananya yang semula akan menginap semalam di kerajaan Xiao sudah berubah.
Dia langsung kembali dan kemungkinan akan menginap di perjalanan saja.
Xiufei melirik Yaoyao yang tertidur di sampingnya, kepalanya bersandar pada lengannya. Xiufei membaringkan kepalanya di atas paha, dia mengelus rambutnya yang kasar karena tak terawat.
“Yang mulia, kenapa anda ingin merawatnya? Bahkan menganggapnya sebagai putri anda?” Penasaran Wewey, dia tahu bahwa Xiufei memiliki penglihatannya sendiri.
“Dia bukan anak kandung mereka, auranya berbeda. Aku yakin, setelah dewasa nanti dia akan tumbuh menjadi anak yang hebat.” Ucap Xiufei, ada aura keemasan dalam tubuhnya.
“Baiklah yang mulia.” Ucap Wewey.
“Carikan pelayan untuknya, aku percaya padamu, Wewey.” Ucap Xiufei, Wewey mengangguk dan tersenyum.
Berita mengenai permaisuri yang membongkar penggelapan gandum di kerajaan Xiao sudah tersebar kemana mana, kaisar yang mendengar itu tak kuasa menahan amarahnya dan menghukum Raja Xiao dengan hukuman pengasingan di tempat gelap, dia tidak di berikan makan dan minum. Biarkan dia mati karena kelaparan dan kehausan…
“Yang mulia, permaisuri mengangkat anak perempuan dari kerajaan Xiao. Dia anak yang penyakitan, dia juga bisu.” Jelas Xi’an Mu.
“Tidak masalah, aku tahu Xiufei pasti melihat sesuatu yang besar dalam dirinya.” Balas kaisar, Xi’an Mu mengangguk.
•••
Xiufei membangunkan Yaoyao untuk makan malam dulu, mereka singgah di tempat makan mewah yang berada di perbatasan. Yaoyao mengucek ngucek matanya dan terkejut karena dia tidur di atas paha Xiufei.
Dengan cepat dia meminta maaf dengan gerakan tangannya yang nampak asing, beda sekali dengan bahasa isyarat di zaman modern.
“Tidak apa, ayo turun.” Ajak Xiufei, Yaoyao melirik Wewey yang merupakan pelayan dekat Xiufei, Wewey membantunya turun. Dia pikir, Wewey berbeda karena sejak tadi sore terus menatapnya seperti tak suka.
“Putri, anda ganti baju dulu. Mari ikut saya….” Ajak Wewey, Yaoyao mengangguk dan mengikutinya pergi ke toko pakaian. Xiufei sendiri jalan lebih dulu untuk masuk kedalam restoran, dia memesan banyak sekali makanan untuk mereka.
Sedangkan Wewey, dia memilihkan pakaian yang terlihat mewah dan cocok dengan kepribadian Yaoyao yang lembut. Dia membantunya memakainya dan tersenyum manis.
“Permaisuri itu wanita yang sangat baik dan hebat, ke depannya jangan sampai mengecewakan permaisuri ya…..” ucap Wewey, Yaoyao mengangguk.
Penampilan Yaoyao terlihat berbeda, kali ini terlihat semakin cantik dengan gaun barunya. Wewey nampak puas, dia yakin Xiufei pasti menyukainya.
“Tolong bungkuskan beberapa gaun yang sama dengan warna yang berbeda ya.” Ucap Wewey pada pelayan di toko baju tersebut.
“Baik nona.”
“Ehh tunggu dulu! Aku mau membeli gaun itu untuk putriku, cepat lepaskan!!” Ucap seorang wanita dengan tubuh besarnya, dia datang dengan putrinya yang sama gendut.
“Nyonya, gaun ini sudah di pesan lebih dulu oleh mereka.” Balas pelayannya takut.
“Tidak bisa! Aku menginginkannya!” Paksanya, dia menatap Wewey dengan marah.
“Maaf nyonya, tapi kami sudah membayarnya lebih dulu.” Tegas Wewey.
“Kau tidak tahu siapa aku hah?!! Suamiku seorang prajurit kekaisaran, dia sangat dihormati disini.” Marahnya, Wewey memutar bola matanya malas.
“Dasar jelek, cepat lepaskan gaunnya. Ibu, aku mau gaun ini…..” rengek sang anak, Wewey menatapnya tak senang.
“Nona, gaun ini kecil. Mana mungkin muat di badan anda yang melar itu…..” Ucap Wewey yang sukses membuat beberapa pengunjung yang datang menahan tawa.
“Kau?! Berani beraninya kau menghina putriku….. pengawal!! Tangkap mereka dan hukum mati dengan cepat.” marah nyonya gendut itu.
Para pengawal bertubuh kurus kering itu berdatangan, Wewey tertawa terbahak bahak. Dia benar-benar merasa lucu sekali, kenapa ada yang gendut gendut sekali, ada yang kurus kurus sekali. Aneh sekali mereka yang tinggal disana.
“Apa yang kau tertawakan, kau mau mati hah!!!” Marah mereka, dengan cepat mereka mengacungkan pedangnya, namun Xiufei dengan gesit menghindar dan mengambil alih pedang itu. Dengan mudah, Xiufei berhasil melumpuhkan mereka.
“Bahkan, pedangmu saja seperti lidi.” Ejek Wewey.
“Kau!!!” Geram nyonya gendut itu yang sudah di ubun-ubun tingkat kemarahannya.
Wewey mengacungkan plakat permaisuri, mereka yang melihat itu langsung ambruk.
“Saya pelayan pribadi permaisuri, dan anak yang saya bawa ini putri angkat permaisuri. Jika ada yang berani lagi, kalian akan mati sama seperti prajurit kurus ini.” Sinis Wewey.
Wewey pergi keluar dengan menggandeng tangan Yaoyao, setelah itu dia menjelaskan pada para pengawal untuk menyelidiki suami dari wanita tadi. Dia terlihat angkuh dan nampaknya sudah terbiasa melakukan penindasan disana.
Mereka berdua masuk kedalam restoran, Wewey menundukkan kepalanya dan memperlihatkan sosok Yaoyao yang sudah berubah sangat cantik. Xiufei tersenyum, dia mengacungkan jempolnya kearah Wewey.
“Kau memang tidak pernah mengecewakan ku, Wewey.” Puas Xiufei.
“Tentu saja, saya tahu selera anda.” Senang Wewey.
“Ayo makan, aku sudah memesan penginapan di depan sana.” Ucap Xiufei, Wewey mengangguk. Yaoyao makan dengan sedikit ragu, tapi dia terlihat tak memakannya sedikitpun.
“Yaoyao, apa makanannya tidak sesuai dengan seleramu? mau pesan yang lain?” Tanya Xiufei, Yaoyao menggeleng dengan cepat, dia bukannya menolak tapi——
“Apa kau di racun saat makan?” Tebak Wewey, Yaoyao terkejut dan mengangguk kecil.
“Nampaknya, kesehatan mu terganggu pun karena di racun.” Ucap Xiufei dengan suara yang penuh tekanan.
“Yang mulia, untuk sementara biarkan putri Yaoyao masak sendiri. Hal seperti ini, sedikit sulit untuk di sembuhkan.” Jelas Wewey, Xiufei mengangguk.
Dia mengizinkan Wewey untuk menemani Yaoyao ke dapur, tentu saja hal itu mereka izinkan karena siapa yang berani menolak permaisuri?
“Xi’an Fu.” Panggil Xiufei.
“Saya yang mulia.”
“Selidiki kehidupan Yaoyao di kerajaan Xiao, jangan sampai ada yang terlewat sedikit pun. Buat tangan mereka lumpuh jika sudah berani menyentuh dan memukulnya. Entah itu ratu, selir, putra, putri atau bahkan pelayan sekalipun.” Datar Xiufei, dia meminum tehnya dengan penuh kemarahan.
“Saya mengerti yang mulia.” Angguk Xi’an Fu.
Xiufei menghela nafas, sambil menunggu kedatangan Yaoyao dan Wewey, Xiufei masuk kedalam ruangan rahasianya. Dia melihat wanita berambut itu sudah sadar dan kini sedang berbincang dengan kakaknya sendiri.
“Sudah sadar?” Tanya Xiufei yang duduk di batu.
“Salam yang mulia, terimakasih banyak sudah menolong hamba. Bahkan, anda juga mempertemukan saya dengan keluarga saya satu-satunya….” Jelasnya dengan menundukkan kepalanya.
“Tidak perlu sungkan, syukurlah jika kau sudah membaik.” Ucap Xiufei tersenyum tipis.
“Yang mulia, saya sudah membicarakan hal ini dengan kakak saya. Izinkan saya menjadi pedang anda, perisai Anda bahkan nyawa anda. Saya tidak akan berkhianat….” Tunduknya penuh keinginan, Xiufei terkejut.
Bangsa iblis menjadi pengawalnya? Itu adalah hal yang langka, mereka sangat kuat!!