NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Ardiansyah masuk kedalam kamar nya, ia masih bertahan melihat Ratu live streaming .

Ardiansyah menghempaskan tubuhnya ke kasur king size-nya. Kamar yang biasanya sunyi dan berwibawa itu kini dipenuhi suara riuh dari tabletnya yang sedang memutar siaran live Ratu. Seharusnya, ini menjadi momen healing bagi Ardiansyah setelah menghadapi amukan ibunya, tapi yang terjadi justru sebaliknya.

Ardiansyah meletakkan tabletnya di tumpukan bantal,dan ia yang masih menggunakan handuk sepinggang merebahkan tubuhnya tengkurap agar bisa lebih fokus melihat Ratu.

" kamu sangat cantik Ratu, ...." gumam Ardiansyah tersenyum tanpa melihat komentar-komentar yang terus berjalan karena tatapan nya hanya tertuju pada ratu.

Wajah Ratu di layar tampak begitu bersinar saat ia tertawa menanggapi komentar pengikutnya. Ardiansyah tersenyum sendiri melihatnya, sampai matanya beralih ke kolom komentar yang bergerak secepat kilat.

@Pangeran_Mencari_Cinta: "Masya Allah, Kak Ratu kalau senyum gulanya tumpah-tumpah! Nikah yuk kak, maharnya sertifikat tanah se-kecamatan!"

Alis Ardiansyah bertaut. "Sertifikat tanah se-kecamatan? Ck, sombong sekali," gumamnya kesal. Jari Ardiansyah gatal ingin mengetik bahwa dia punya gedung di pusat kota, tapi ia sadar ia sedang memakai akun bodong bernama @User99021.

Lalu muncul komentar lain, Ardiansyah semakin penasaran dengan komentar-komentar para pengagum rahasia Ratu yang jumlahnya sudah ribuan, padahal Ratu baru satu tahun belakangan membuat Instagram dengan akun baru.

@Mas_Ganteng_Banget: "Kak Ratu, tipe idealnya kayak gimana sih? Kalau yang hobi kasih ketoprak tiap hari masuk kriteria nggak , ?"

Ratu tertawa di layar, "Aduh, kalau dikasih ketoprak terus, nanti pipi aku makin gembul dong!"

Ardiansyah mendengus, hampir melempar bantalnya. "Ketoprak katanya? Murah sekali seleramu, Netizen! Aku bisa membelikanmu restoran beserta koki-kokinya, Ratu!" seru Ardiansyah pada tablet yang tak berdosa itu.

@Duda_Keren_Abis menulis:

"Kak Ratu, spill dong itu yang di belakang baju anak kecil buat siapa?.... Buat anak kita nanti ya?"

"APA?!" Ardiansyah langsung duduk tegak. Napasnya memburu. "Berani-beraninya dia! Duda keren dari mana? Pasti fotonya pakai filter!"

Ia mulai mengetik dengan kecepatan cahaya:

@User99021: "Fokus saja pada desainnya, jangan menggoda orang yang sedang bekerja. Tidak sopan."

Namun, komentar Ardiansyah tenggelam dalam hitungan detik oleh ribuan pujian lain. Netizen lain justru membalas nya dengan mengejek Ardiansyah.

@Netizen_Julid: "Woi @User99021, kaku amat kayak kanebo kering! Iri ya nggak bisa gombalin Kak Ratu?.wkkkkk"

Ardiansyah melempar tabletnya ke tumpukan bantal di sebelah nya lagi dengan wajah merah padam. Ia berdiri dan mulai berjalan mondar-mandir di kamarnya seperti harimau dalam kandang.

"Kanebo kering? Aku? CEO Suhadi Group dibilang kanebo kering?" Ia berkaca di depan cermin besar, merapikan rambutnya yang sebenarnya sudah sempurna. Acak-acakan karena masih sedikit basah, "Aku lebih tampan, lebih kaya, dan aku nyata! Kenapa aku harus bersaing dengan orang-orang yang pakai foto profil kucing, bahkan semuanya pake filter, ada juga yang nyolong foto artis Drakor?"

Rasa cemburu yang membuncah itu tiba-tiba berubah menjadi tekad bulat. Ia tidak tahan lagi hanya menonton dari balik layar sementara seluruh laki-laki di dunia maya mencoba mencuri perhatian Ratunya.

"Cukup. Kalau aku diam saja, bisa-bisa besok Ratu sudah dipinang orang lewat jalur live streaming," ucapnya tegas.

Ia segera memakai pakaian yang cukup santai, lalu Ia menyambar kunci mobilnya, tapi kemudian berhenti sejenak. "Tunggu, dia sedang menjahit baju untuk Alesha tadi."

Ardiansyah tersenyum licik. Ia tahu cara masuk yang paling elegan. Bukan dengan gombalan ketoprak yang membuat nya masuk rumah sakit , tapi dengan menyogok hati para penjaga kecil di Mansion Pratama.

Sebelum sampai di mansion Pratama, Ardiansyah mampir ke toko mainan yang harganya sangat fantastis,

Setelah mendapatkan apa yang ia mau, Ardiansyah melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan penuh agar cepat sampai ke mansion Pratama...

Setelah beberapa menit berlalu ia menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang tinggi Mansion Pratama. Jantungnya berdegup lebih kencang daripada saat ia membatalkan pertunangannya tadi pagi. Di kursi samping, dua bingkisan mewah sudah siap, sebuah kotak besar berisi robotik seri terbaru untuk Noah yang sudah anak-anak dan boneka beruang premium yang sangat lembut untuk Alesha.

Petugas keamanan mansion sempat menahan Ardiansyah, namun setelah menyebutkan namanya, gerbang terbuka perlahan. Ia disambut oleh suasana mansion yang hangat, sangat jauh dari kesan dingin yang selama ini ia bayangkan tentang keluarga Pratama.

Para pelayan mengantar Ardiansyah untuk masuk, karena mereka tahu, Ardiansyah Suhadi adalah rekan bisnis Pratama semenjak dua tahun yang lalu.

Di ruang tengah, ia melihat Ratu sedang duduk di karpet bulu, membantu Noah merakit sesuatu, sementara Alesha sibuk memeluk botol susunya.

"Ardiansyah....?" Ratu terbelalak. Ia refleks berdiri, kacamata besarnya hampir merosot. "Bagaimana bisa... maksudku, sedang apa Anda di sini?"

Ardiansyah tersenyum tipis, senyum yang jarang ia perlihatkan di kantor. Ia berlutut di depan kedua anak kecil itu.

"Halo, Noah. Saya dengar kamu suka teknologi. Ini ada sedikit hadiah untuk teman bermainmu," ucap Ardiansyah sambil menyerahkan kotak robotik itu.

Mata Noah berbinar. "Wah! Ini kan robot yang bisa diprogram pakai tablet ! Makasih, Om Ardi!" seru Noah antusias.

Lalu, Ardiansyah beralih ke Alesha yang sedari tadi memperhatikannya dengan mata bulat yang lucu. "Dan ini untuk putri kecil yang cantik, Alesha."

Alesha menerima boneka itu dengan tangan mungilnya. Ia memeluknya erat-erat lalu mendongak menatap Ardiansyah. "Matacih, Om ateng... Atu uta anet! Boneta na emput taya pipi ante atu" ucap Alesha dengan suara cadelnya yang menggemaskan, membuat Ratu tersipu malu mendengar pujian polos keponakannya.

Ratu menarik lengan Ardiansyah yang tertutup kaos lengan panjang sedikit menjauh dari anak-anak. "Pak Ardi , ini nekat sekali. Kalau Kak Adit atau Kak Nadine tahu Kakak datang tanpa izin..."

"Aku sudah minta izin pada pengawal di depan, Ratu," potong Ardiansyah lembut. "Dan soal ibuku, soal Nisya... semuanya sudah selesai. Aku ke sini bukan sebagai atasanmu, tapi sebagai pria yang ingin mengenal Duniamu lebih jauh."

Ratu terdiam. Ia melihat ketulusan di mata Ardiansyah, namun ia juga tahu bahwa di luar sana, Angga sedang mengintai dan Monica sedang bersiap untuk perang.

Suasana ruangan mendadak dingin saat pintu lift terbuka.

ting...

Aditya Pratama melangkah keluar dengan aura kepemimpinan yang begitu pekat, didampingi Nadine yang tampak anggun namun menatap heran ke arah tamu tak diundang itu.

Ratu, yang biasanya tenang menghadapi klien paling cerewet sekalipun, kini benar-benar grogi. Posisinya terjepit, di satu sisi ada Ardiansyah yang menatapnya penuh arti, di sisi lain ada kakaknya yang bisa berubah menjadi singa jika menyangkut adik perempuannya.

"Ratu, bawa Noah dan Alesha ke taman belakang. Sepertinya Kakak perlu bicara bisnis... atau entah apa ini... dengan tamu kita," suara Aditya rendah dan berwibawa.

1
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
@Mita🥰
lanjut
Cica Aretha
makasih byk thor utk duble up nya..sehat2 thor🙏
Sri Supriatin
tks Thor n sehat terus /Good/ slmt bb Indo n mimpi indah 💪💪💪
Aisyah Virendra
Gaskuyyyy Ardiiii... segeralah halalkan Ratu, jangan kalah sama 2 saudaramu yg punya kisahnya masing² dg cara yg unik dan Extreem 🤣🤣 wujudkan mimpimu untuk segera memiliki Ratu, ia Ratu dihatimu dan duniamu 🤭 taklukan segala rintangan yg menghadang 💪
Sukarti Wijaya
nambah thor up nya buat malming😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!