seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Di perusahaan Xander
Darren duduk di kursi nya, tangan nya lincah memainkan keyboard,
Matanya fokus meneliti file kerjasama
Yang baru di kirim sekertaris nya melalui email
selesai memeriksa file, dia menutup laptop
Beralih memeriksa berkas2 di atas meja
lembar demi lembar Darren amati
Lalu beralih ke berkas yang lain
Matanya menyipit saat melihat ada kesalahan di berkas ke 2
Dia lalu memencet tombol telpon yang terhubung ke sekertaris nya
"keruangan ku " ucapnya tegas
tidak lama sekertaris nya mengetuk pintu
"masuk"
Pintu terbuka pelan, seorang gadis muda
Melangkah masuk " ada yang bisa saya bantu pak" ucapnya sopan
Darren menatap tajam, lalu melemparkan
Berkas itu dengan kasar
Sekertaris itu terlonjak kaget
"periksa ulang, jangan ada kesalahan lagi, " ucapnya dingin
Dia mengambil berkas itu dengan tangan gemetar
"baik pak, mohon maaf, saya permisi dulu" katanya lirih lalu melangkah keluar ruangan
Setelah sekertaris nya pergi
Darren menghela nafas panjang
"selalu ceroboh," desis nya
Dia lalu duduk kembali memeriksa berkas2 yang tersisa sebelum jam kerja usai
......................
Sania sekertaris Darren yang baru
dia bekerja baru 2 bulan , tapi sudah lelah dengan sikap dingin Darren
Jika bukan karna dia ingin membuktikan
Kepada ayahnya , sudah dari sebulan yang lalu dia mengundurkan diri.
sebenarnya keluarganya tidak setuju Sania bekerja di perusahaan lain
mereka inginya Sania menerus kan perusahaan Keluarga,
Tapi Sania meminta waktu selama setahun
Untuk mencari pengalaman bekerja di perusahaan lain,
Lalu keluarganya pun setuju dengan syarat hanya satu tahun .
Sania menghela nafas berat " dasar kulkas 2 pintu" ucapnya lirih
Dia duduk dan mulai membuka berkas itu dan memeriksa ulang.
10 menit berlalu
Sani tercengang , padahal hanya salah penulisan saja Darren sampai seperti itu
Menurut nya itu hanya kesalahan kecil
Bisa dibicarakan baik2
kenapa Darren sampai melemparkannya
"huh, aku harus lebih bersabar menghadapi nya" gerutunya.
Setelah mengeprint ulang dan merapikan kembali berkas2
Sania melangkah menuju ruang Darren
Lalu masuk setelah mendapat izin
"ini pak ,sudah saya perbaiki" ucap nya menunduk sopan
"hm" jawab Darren singkat
"kalau begitu saya permisi dulu" ucapnya berbalik melangkah keluar
Darren tidak menjawab sama sekali
Dia langsung memeriksa berkas itu
Dan menandatangani nya .
setelah selesai dia melihat jam di tangan nya
Sudah waktunya pulang
Darren membereskan berkas
Dan memasukan laptop kedalam tas
Mengambil jas lalu melangkah keluar ruangan
Dia melirik meja Sania tapi tempat itu kosong
'kemana dia,' pikirnya, lalu mengedikan bahu acuh
Lanjut melangkah ke arah lif
Saat lif terbuka
Di dalam nya ada Sania
Sekertaris nya itu menunduk hormat lalu keluar lif
Sebelum Darren melangkah masuk
Ia menatap Sania sebentar " segera pulang, " ucapnya
"iya pak" jawab Sania kikuk
Lalu Darren masuk ke dalam lif.
setelah lif Ter tutup Sania berbalik melangkah menuju meja kerjanya bersiap untuk pulang
"akhirnya pulang juga, tapi tumben dia tidak memberiku pekerjaan tambahan" ucapnya bingung
Biasanya Darren akan menyuruhnya lembur
Ya walupun hanya sampai jam 7 malam
Tapi tetap saja itu membuatnya kesal.
"sudahlah , lebih baik sekarang aku bersiap pulang, " ucapnya semangat
lalu melangkah memasuki lif menuju lantai bawah.
......................
Sesampainya di parkiran
Sania menyalakan mesin motornya, mengenakan helem
Lalu melaju keluar meninggalkan area perusahaan .
Darren yang masih berada di parkiran
setelah menerima telpon dari Sera,
Melihat Sania
Dia menatap heran
" bukanya dia anak orang kaya, tapi kenapa menaiki motor" ucapnya lirih
Lalu dia tersenyum tipis"menarik, aku akan cari tau tentang dia" gumam nya
menyalakan mobil lalu keluar meninggalkan parkiran.
......................
mobil Darren memasuki gerbang rumah nya
turun dari mobil,
Melirik mobil Alfian
Lalu melangkah masuk
Di ruang tamu dia berpapasan dengan Alfian
"baru pulang " tanya Fian
"iya, mau kemana" tanyanya balik
"pulang, ada urusan" jawabnya
"oh, tidak ikut makan malam dulu?" tawar nya
"terimakasih,nanti dir umah saja, aku pulang dulu" ucapnya
Darren mengangguk singkat
dan melanjutkan langkah menuju kamar.
......................
Aluna mengerjapkan mata
Perlahan matanya terbuka
Melirik sekeliling ruangan
"kenapa aku ada di kamar, bukanya tadi aku di dalam mobil" gumam nya
Lalu dia mengingat bahwa tadi tertidur di mobil
di menepuk kening pelan
"pasti mas Fian yang gendong aku sampai kamar, duh Aluna malu-maluin" ucap nya lirih
die beranjak bangun menuju kamar mandi
Berendam air hangat seperti nya ide yang bagus.
......................
menjelang magrib Daniel baru sampai rumah
Sera menyambutnya di depan pintu
"assalamualaikum "salamnya
"waalaikumsalam" jawab Sera
Lalu mengambil jas dan tas kerja Daniel
mereka melangkah menuju kamar.
Aluna melihat pemandangan itu tersenyum
Bahagia, 3 bulan lagi dia juga akan melakukan rutinitas yang sama
Seperti yang di lakukan mommy nya.
dia melanjutkan langkah menaiki tangga menuju kamar
Karna sudah masuk waktu solat magrib.
Selesai melaksanakan solat
mereka semua makan malam bersama
Seperti biasa Sera menyiapkan nasi dan lauk di piring Daniel
Aluna dan Darren mengambil nasi dan lauk masing2
Daniel menatap putranya serius
"Darren, mulai besok urusan perusahaan akan Daddy serahkan padamu sepenuhnya, Daddy hanya akan memantau saja" ucap nya
Darren mengangguk mengerti " baik dad, lagi pula sudah saatnya Daddy istirahat dan menghabiskan waktu dengan mommy" godanya
Daniel tersenyum senang " benar juga, putraku memang sangat pengertian" jawabnya
Aluna tersenyum tipis mendengannya
Sera yang malu, dan kesal menggetok kepala putranya dengan sendok
Darren meringis kecil
"aduh mommy, kenapa mukul aku" ucapnya memelas
Sera tidak menanggapi Darren
Dia menatap putrinya " lalu bagaimana dengan kamu sayang, sudah bicara dengan Alfian kapan kalian akan menikah" tanyanya mengalihkan pembicaraan
"sudah mom. Aku dan mas Fian sepakat kita akan menikah 3 bulan lagi" jawabnya
Sera menatap Daniel meminta persetujuan
"menurut mommy itu terlalu lama sayang, bagaimana kalau 2 bulan lagi" tanyanya
"Daddy setuju dengan mommy mu. Mengingat bagaiman keadaan sekarang, Daddy tidak tenang kalau kamu belum menikah" ucap Daniel
Aluna mengangguk " baiklah, tapi bagaimna kalau mommy saja yang bilang ke mama Hera ," tanyanya
"ya, nanti mommy akan bicarakan dengan mama Hera" jawab Sera tersenyum hangat.
"lalu bagaimna rencana liburan kita dad?" tanya Darren
"Daddy hampir lupa, berarti lusa kita berangkat ya" ucapnya
" iya dad" Jawa Darren
"ya sudah nanti Daddy telpon Ammar " ucapnya lagi.
mereka melanjutkan makan sambil sesekali mengobrol.
Setelah selesai makan malam
mereka semua menonton tv bersama
Daniel melangkah sedikit jauh untuk menelpon Ammar
Setelah berbicara dengan Ammar dan memastikan liburan lusa,
Daniel juga menyampaikan akan membahas tentang acara pernikahan anak2 mereka
Dan untuk konsep acara dan sebagainya
mereka akan menyerahkan kepada istri2 mereka .
Daniel mematikan ponsel setelah selesai menelpon Ammar
Dia kembali duduk di samping istrinya
"bagaimana" tanya Sera
"nanti kita bahas saat liburan" jawabnya
Sera mengangguk mengerti
Lalu mereka masuk ke kamar masing2 untuk beristirahat.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤