NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Di depan rumah sakit Regina akhirnya sampai, dia memarkirkan mobilnya kemudian merapikan pakaiannya kembali. Namun bekas tanda ciuman di lehernya masih terlihat.

Dia turun dari mobilnya, mengikat rambutnya lalu berjalan kedalam rumah sakit seolah-olah dia baru saja pulang dari kantor.

" Ah... Nyusahin saja tuh orang, kenapa dia belum juga mati! " ucap Regina dalam hati sambil berjalan menuju kamar tempat Jihan di rawat.

Regina berjalan kemudian sampai di depan kamar Jihan. Dia membuka pintu kamar lalu berkata : "Jihan... Maaf ya aku baru bisa kesini...!" Sambil memeluk sahabatnya itu namun wajahnya tersenyum licik saat itu.

" Maaaf ya, aku baru bisa kesini tadi aku sangat sibuk di kantor. Seharusnya aku libur hari ini tapi tiba-tiba saja aku di telpon dan di suruh lembur..." tambah Regina, kemudian duduk di kursi sebelah Jihan.

Jihan merasa sangat senang dengan kedatangan Regina. Dia tersenyum bahagia untuk sementara, dengan kehadiran sahabatnya.

" Aku sangat senang kamu datang... Seharusnya jika kamu sibuk dengan pekerjaan mu, kamu tidak usah repot-repot datang ke sini...!" ucap Jihan, tersenyum manis waktu itu.

" Tidak apa-apa... Kamu adalah belahan jiwaku dan sahabat ku satu-satunya, sesibuk apapun aku... Aku akan tetap menemani dan menjenguk mu setiap hari..." ucap Regina sambil memegang tangan sahabat nya.

Regina melihat kondisi Jihan yang semakin memburuk. Lalu berpura-pura bertanya dan memberikan semangat kepada nya agar tetap bertahan hidup.

" Jihan, bagai mana kondisi mu sekarang...? Apa sudah sedikit membaik...?" Regina berpura-pura seolah-olah dia peduli dengan kondisi kesehatan sahabatnya.

" Tidak ada perubahan sama sekali... Sepertinya aku tidak akan sembuh..." jawab Jihan dengan mata yang berkaca-kaca dan penuh dengan kesedihan.

Jihan merasa tampak putus asa, andai dia tahu bahwa dia menderita kanker sejak awal mungkin dia akan segera melakukan pengobatan. Namun dia terlalu sibuk berkerja dan menabung untuk asuransi hidupnya.

" Jangan berkata seperti itu, aku harap kamu sembuh, dan kita bisa jalan-jalan, dan berkumpul seperti dulu kita bertiga. Aku kamu dan Hendrick... Kamu harus sembuh Jihan demi suami mu! " ucap Regina, terdengar sangat tulus namun jauh dari lubuk hati nya dia berharap sebaliknya.

" Suamiku...? Dia bahkan belum datang kesini Minggu ini untuk melihat ku...? Hanya kamu yang ada menemani ku setiap hari..." Jihan, seakan tidak peduli lagi dengan suaminya, yang terpenting sekarang adalah Regina yang saat ini bersamanya.

" Jihan kenapa kamu berkata seperti itu... Mungkin sekarang Hendrick sedang sibuk mencari pekerjaan, dan juga biaya pengobatan mu... Kamu jangan berkata seperti itu! " ucap Regina, tampak membela Hendrick.

Saat itu Regina memegang tangan sahabat lagi, dia memberi tahu bahwa Jihan harus sembuh demi dirinya.

" Jihan... Kamu harus sembuh, jika kamu sembuh semua yang aku miliki akan aku serahkan kepada mu... Jadi kamu harus sembuh, belahan jiwaku..." ucap nya di depan Jihan.

" Heeem... Lebih baik kamu cepat mati, kamu sekarang hanya membuat ku jijik dan muak dengan kondisi mu itu Jihan... " ucap Regina dalam hati, dia kemudian kembali memeluk Jihan.

Saat itu Jihan menangis tersedu-sedu di pelukan Regina. Dia mencurahkan kesedihan yang ada di dalam hatinya lewat tangisan itu.

Sementara itu Regina kembali tersenyum licik di belakang Jihan. "Percuma kamu menangis Jihan... Tidak akan ada orang yang akan bersedih jika kamu mati... Cepat kamu mati dan susul kedua orang tua mu..." suara hati Regina yang tersenyum saat itu.

Setelah Jihan menangis melampiaskan kesedihan nya di pelukan Regina. Dia perlahan tenang dan merasa lega setelah nya.

" Kamu sudah minum obat...?" tanya Regina kepada Jihan. Setelah dia tenang dan berhenti menangis.

" Belum... Aku belum minum obat! " jawab Jihan.

" Kamu harus minum obat, kamu makan dulu bubur ini...!" ucap Regina, dia melihat semangkuk bubur yang belum di makan oleh Jihan di samping ranjang.

" Ayo makan setelah itu kamu harus minum obat, bukan kan kamu akan menjalani operasi...?" ucap Regina sedikit bertanya. Dia kemudian mengambil dan menyuapi bubur itu untuk Jihan.

Jihan kemudian melahap bubur yang di suapi oleh Regina, sedikit demi sedikit sampai akhirnya bubur itu hampir habis.

" Seperti ini kamu harus makan lalu minum obat...!" ucap Regina, dia kemudian membantu Jihan mengambil obat.

Jihan kemudian meminum obat nya, tampak tatapan matanya masih kosong terus menatap awan di langit. Seakan dirinya ingin tebang bebas seperti burung-burung yang terbang di langit.

Setelah Jihan meminum obat dan kembali beristirahat, Regina mengatakan bahwa dia akan pulang kerumahnya.

" Jihan aku pulang dulu, sekarang sudah sore, besok pagi aku akan datang dan membawakan makanan kesukaan mu " ucap Regina, bersiap untuk pulang dan mengambil tasnya.

" Heeem... terima kasih, kamu sudah menemani ku dan menghibur ku... Kamu hati-hati di jalan...!" jawab Jihan.

" Aku pergi dulu...! " ucap Regina, kemudian pergi membuka pintu, " Bye-bye belahan jiwaku..."

Setelah keluar dari kamar rumah sakit Jihan. Regina tampak jijik tubuhnya bersentuhan dengan Jihan.

" Iyw... Sekarang waktunya aku kembali untuk bersenang-senang dengan Mas Hendrick...!" ucap Regina dengan penuh semangat. Segera pergi dari rumah sakit.

Regina kembali ke kontrakan nya terlebih dahulu untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya.

Di dalam kontrakannya yang sempit Regina tampak bersemangat, karena malam ini Hendrick akan mengajaknya untuk melihat rumah baru yang dia beli dengan uang asuransi milik Jihan.

" Jihan-jihan... Kamu sangat bodoh. Sekarang aku dan Hendrick akan bersenang-senang, nikmati hari-hari mu di rumah sakit sampai akhirnya kamu mati. Ha-ha-ha...! " tawa yang penuh dengan kegembiraan terdengar sangat keras di dalam kamar mandi.

" Tunggu saja sekarang aku akan mendapatkan semua yang aku mau dan aku akan merebut semua yang kamu miliki Jihan... "

Setelah selesai mandi Regina kemudian menerima panggilan telepon dari Hendrick.

📳 Tut...! Tut...! Tut...!

Regina kemudian mengangkat panggilan telepon dari Hendrick.

" Hallo sayang... Sekarang kamu ada di mana...? Aku tunggu kamu di rumah ku... Malam ini kita pergi ke rumah yang baru saja aku beli...!" ucap Hendrick lewat telepon dengan penuh antusias.

" Sayang... Sebentar lagi aku berangkat ke sana... Tunggu aku sebentar lagi, aku akan segera pergi..." jawab Regina, tidak sabar ingin segera melihat rumah yang di beli oleh Hendrick.,

" Sayang, aku tutup telponnya, bye-bye..." ucap Regina, kemudian menutup panggilan telepon dari Hendrick.

" Akhirnya, Sekarang aku menang Jihan... Aku yang menang..." gumam Regina, penuh dengan senyuman yang licik.

Setelah itu Regina, bersiap untuk pergi menemui Hendrick. Dia kemudian pergi menuju rumah Hendrick.

Regina sangat bahagia, dia akhirnya mendapatkan semua yang dia inginkan, dia bahagia di atas penderitaan yang di alami oleh sahabatnya.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
Sandrina
cocok, emang munafik banget, sahabat macam apa itu 🤬🤬🤬
Sandrina
greget banget sama sahabat nya ini, playing fictim
Sandrina
astaghfirullah, baru baca udah di suguhin yg kayak gini 😭
Nana✨
Tabiat sahabatmu yang sangat kau percaya, Jihan🥺
Rahma
ini lagi
Rahma
astaga 😭 baru baru baca, udah di kasih yg becekbecek😭
Tina
Kopi untukmu Thor 🤗
Tina
Bisa²nya pembukaan aku langsung reflek istighfar 😭
Sishrye
ohhhhh......
Nana✨
Belahan jiwa maksudnya belahan suami apa gimana, jir!
한스Hans: , emm, makasih udah mampir kak🙏, pantai terus ya ceritanya, nanti ada
total 1 replies
Nana✨
Astaghfirullah😭😭
pojok_kulon
Jangan sampai Regina yang menjadi madunya 🤭🤭
한스Hans: 🤣 Kaka bisa aja🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!