NovelToon NovelToon
Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Romantis / Perjodohan
Popularitas:996
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Violet Aolani, mahasiswi tengil yang tak kenal kata mundur, nekat mengejar Arden Elio Bayu, CEO kaku yang hidupnya sedingin es. Di mata Arden, Violet hanyalah anak kecil yang mengganggu; namun bagi Violet, Arden adalah takhta yang harus ia taklukkan. Ini adalah kisah tentang "badai" muda yang meruntuhkan tembok beku sang penguasa korporat dengan keberanian yang nyaris lancang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Labirin aspal dan pengejaran tak terduga

"Tuan Bos, tadi aku beneran keren kan? Pas nemu peti itu kayak di film-film petualangan!" celoteh Violet sambil mengunyah keripik kentang yang ia temukan di dashboard.

Arden tetap fokus pada spion tengah. Ia menyadari ada dua motor besar dan satu mobil sedan perak yang terus menjaga jarak konsisten di belakang rombongan mereka sejak keluar dari gerbang perumahan. "Violet, pakai sabuk pengamanmu dengan benar. Sekarang."

"Ih, Tuan Bos mah tegang terus. Kan dokumennya sudah aman di—"

"Violet, lakukan sekarang!" nada suara Arden yang rendah dan otoriter membuat Violet langsung terdiam dan mengklik sabuk pengamannya.

Manuver di Tengah Jalan Tol

Arden menekan tombol hands-free di kemudinya. "Danan, Kenzo, kalian lihat sedan perak di belakang?"

"Terpantau, Den," sahut suara Danantya yang mendadak berubah menjadi mode tempur. "Mereka mulai mendekat. Sepertinya mereka mau memotong jalan mobil Kenzo."

"Kenzo, ambil jalur paling kiri. Biarkan mereka fokus ke mobilku. Danan, tetap di belakangku untuk menutup ruang gerak motor itu," perintah Arden.

Tiba-tiba, sedan perak itu memacu kecepatannya dan mencoba menghimpit mobil Arden. Violet menjerit kecil saat mobil mereka berguncang. Di mobil belakang, Evara yang biasanya tengil, kini pucat pasi sambil mencengkeram pegangan pintu.

"Kak Danan! Itu mereka bawa benda tumpul!" teriak Evara saat melihat pengendara motor mencoba memukul kaca spion mobil Danantya dengan rantai besi.

Danantya tidak membalas. Dengan ketenangan yang luar biasa, ia melakukan manuver defensive driving yang ia pelajari saat pelatihan keamanan di London. Ia membanting setir sedikit untuk mengusir motor itu dari samping mobilnya.

Si Tengil yang Mencoba Membantu

Di tengah kepanikan, sifat tengil Violet justru muncul dalam bentuk keberanian yang tidak terduga. Ia melihat tas dokumen di kakinya dan menatap Arden.

"Tuan Bos, kalau mereka mau dokumen ini, kita harus kasih mereka umpan!"

"Jangan konyol, Violet! Tetap di kursimu!" bentak Arden.

Tapi Violet sudah meraih tas olahraga kosong di kursi belakang. Dengan cepat, ia memasukkan beberapa majalah lama milik ibunya yang ada di mobil dan rongsokan kertas ke dalam tas itu.

"Tuan Bos, buka kaca sedikit! Aku mau buang 'umpan' ini ke arah berlawanan!"

"Violet, berbahaya!"

"Percaya sama aku, Tuan Bos yang paling jenius! Kalau mereka pikir ini dokumennya, mereka bakal berhenti ngejar kita!"

Tanpa menunggu persetujuan, Violet sedikit menurunkan kaca dan melemparkan tas olahraga itu ke arah bahu jalan tol saat mereka melambat sedikit karena kemacetan di depan. Benar saja, sedan perak itu langsung melakukan pengereman mendadak, hampir menabrak pembatas jalan demi mengambil tas tersebut.

Pelarian dan Perlindungan

"Berhasil! Lihat kan, Tuan Bos? Mereka itu bodoh, cuma modal otot!" teriak Violet bangga, meski napasnya masih tersengal.

Arden tidak memuji, tapi ia menarik tangan Violet dan menggenggamnya sangat erat. "Ide yang sangat berbahaya, Violet. Tapi... cerdik."

Sementara itu, Kenzo berhasil membawa Avyana dan Lavanya keluar dari jalur tol melalui gerbang terdekat untuk mengamankan diri ke kantor polisi terdekat sebagai tindakan pencegahan. Lavanya yang sejak tadi memegang tangan Avyana yang dingin, akhirnya bisa bernapas lega.

"Kak Kenzo, terima kasih sudah tenang," bisik Avyana.

Kenzo menoleh sekilas, wajahnya masih tegang namun matanya melembut. "Tugas saya melindungi kamu, Avyana. Danantya dan Arden akan mengurus sisanya."

Markas Rahasia

Rombongan akhirnya berkumpul kembali di sebuah rumah aman (safe house) milik keluarga Bayu, bukan di apartemen. Arden langsung memeriksa isi tas dokumen yang asli. Semuanya masih utuh.

Evara turun dari mobil Danantya dengan kaki gemetar, namun begitu melihat Danantya keluar, ia langsung memeluk pria itu dengan kencang. "Kak Danan jahat! Tadi bawanya kencang banget, aku berasa mau terbang!"

Danantya yang biasanya anti dengan kontak fisik di depan umum, kali ini tidak menghindar. Ia justru menepuk-nepuk punggung Evara pelan. "Maaf. Tapi kamu selamat, kan?"

"Selamat sih, tapi aku butuh pelukan sepuluh menit lagi buat nenangin jantung aku!" balas Evara, kembali ke mode tengilnya meskipun matanya masih sedikit berkaca-kaca.

Violet menghampiri Arden yang sedang berdiri di dekat jendela, mengawasi area luar. "Tuan Bos... marah ya?"

Arden berbalik, menatap wajah Violet yang terkena sedikit debu. Ia mengusap pipi gadis itu dengan ibu jarinya. "Aku tidak marah karena ide tas palsumu itu. Aku marah pada diriku sendiri karena membiarkanmu masuk ke situasi ini."

Violet tersenyum lebar, ia berjinjit dan mengecup pipi Arden singkat. "Tuan Bos jangan melankolis gitu ah, nggak cocok sama mukanya yang kaku. Yang penting sekarang kita punya buktinya, dan Arjuna dapet majalah fashion tahun lalu!"

Arden hanya bisa menggelengkan kepala. Di tengah ancaman nyawa sekalipun, Violet tetaplah Violet—gadis 19 tahun yang keceriaannya mampu meluluhkan kaku dunianya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!