“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”
"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."
"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29: Laporan yang Membakar Ambisi
Bab 29: Laporan yang Membakar Ambisi
Kembalinya Tim 11 ke Konoha disambut dengan ketegangan tersembunyi yang kembali merayap di koridor gedung Hokage. Uzuki Yugao langsung melangkah menuju ruang kerja Minato Namikaze tanpa membuang waktu sepeser pun. Di belakangnya, si kembar Veil dan Itachi berjalan dengan sikap santai, seolah mereka baru saja kembali dari misi latihan rutin di halaman belakang rumah.
Tok! Tok!
"Masuk," suara Minato terdengar dari dalam.
Pintu geser terbuka. Yugao segera berlutut dengan satu kaki, sementara Veil dan Itachi berdiri tegak di sisinya. Minato, yang sedang meninjau peta taktis pertahanan desa, mendongak. Sinar matanya langsung berfokus pada gulungan laporan merah yang didekap oleh Yugao.
"Yugao, bagaimana hasil misi di perbatasan utara?" tanya Minato, nadanya tenang namun tersirat rasa penasaran yang amat besar.
"Melapor, Hokage-sama!" Yugao menyerahkan gulungan itu dengan kedua tangan yang sedikit kaku. "Target markas transit telah sepenuhnya dihancurkan. Lima ninja elit yang berada di dalam lokasi berhasil dieliminasi oleh Veil dan Itachi sebelum mereka sempat melarikan diri atau mengirimkan sinyal bantuan."
Minato menerima gulungan itu, membukanya dengan cepat. Namun, saat matanya membaca baris demi baris deskripsi pertempuran yang ditulis Yugao, gerakannya mendadak terkunci. Alisnya bertaut rapat saat membaca bagian akhir laporan.
"...Seluruh dokumen logistik musuh telah hangus terbakar dalam kobaran api yang tidak biasa sebelum sempat diamankan. Namun, di dinding gua terdalam, tim kami menemukan ukiran pola hancuran yang membentuk simbol Sayap Gagak—persis sama dengan jejak yang ditemukan pada pembantaian klan Kaguya di perbatasan barat."
BRAK!
Minato tanpa sadar berdiri dari kursi kebesarannya, telapak tangannya menghantam meja kerja hingga tumpukan dokumen kosong di tepinya sedikit bergetar. Wajah tampannya dipenuhi campuran rasa terkejut dan gairah politik yang membara.
Faksi Gagak Misterius itu... mereka bergerak lagi di tempat yang sama! batin Minato, jantungnya berdegup kencang.
Dia melirik ke arah tim pengawas rahasia (Anbu) yang baru saja muncul dari balik tirai bayangan ruangan, memberi isyarat anggukan kecil—mengonfirmasi bahwa laporan Yugao 100% akurat berdasarkan apa yang mereka lihat dari perimeter luar gua. Minato benar-benar yakin bahwa Faksi Gagak ini sengaja membuntuti atau mengamankan jalur misi yang diambil oleh ninja-ninja yang dekat dengan kantor Hokage.
Minato menarik napas dalam-dalam, mencoba meredam ekspresi wajahnya agar tidak terbaca oleh si kembar Uchiha. Dia kembali duduk, menopang dagunya dengan sepuluh jari yang saling bertautan.
"Kalian telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, Tim 11," ucap Minato, suaranya kembali melembut namun sarat akan wibawa. "Misi ini secara resmi dinyatakan sukses besar. Mengenai dokumen yang terbakar dan simbol tersebut... ini akan menjadi urusan klasifikasi tingkat S tingkat tinggi yang akan ditangani langsung olehku. Yugao, kau dibebaskan dari tugas untuk tiga hari ke depan. Veil, Itachi, kembalilah ke klan kalian dan beristirahatlah."
"Baik, Hokage-sama," jawab Itachi sopan.
Veil hanya memberikan tatapan datar yang kosong. Di balik topeng ketenangannya, kemampuan Ningendo dan tautan mental Phantom Mind miliknya sedang menertawakan setiap kerutan di wajah Minato. Sang Hokage Keempat telah sepenuhnya menelan umpan palsu yang dia tebar. Minato kini akan semakin gencar bergerak secara agresif di dewan desa, mengira dia memiliki "Dewa Pelindung" yang siap menghancurkan sisa-sisa kekuatan rahasia Danzo di luar desa.
Sore harinya, di dalam kompleks klan Uchiha.
Fugaku menerima kepulangan si kembar di ruang pertemuan utama. Setelah mendengarkan laporan singkat dari Itachi tentang keberhasilan misi tingkat A pertama mereka, gurat kebanggaan yang teramat pekat tidak bisa disembunyikan dari wajah sang kepala klan.
"Usia enam tahun, menyelesaikan misi tingkat A tanpa cedera sedikit pun..." Fugaku mengelus janggut tipisnya, matanya berkilat penuh ambisi. "Klan Uchiha belum pernah melahirkan keajaiban seperti ini sejak zaman Madara. Posisi kita di dewan desa akan segera bergeser, Veil."
Veil yang duduk di seberang Fugaku hanya menyesap teh hijaunya dengan tenang. "Ini baru permulaan, Ayah. Jangan biarkan para tetua klan yang berpikiran sempit mulai berpuas diri. Tekanan dari Hiruzen dan Danzo justru akan semakin menggila setelah ini."
Fugaku mengangguk tegas, menyetujui logika dingin putra sulungnya. "Kau benar. Aku akan memperketat pengawasan di gerbang kompleks. Tapi, Veil... ada satu hal lagi. Pihak dewan ninja medis klan melaporkan ada anomali pada pertumbuhan Sasuke."
Mendengar nama adiknya disebut, Veil meletakkan cangkir tehnya perlahan. "Anomali apa?"
"Fisiknya... di usia yang baru merangkak, kepadatan otot dan chakranya setara dengan anak usia sepuluh tahun yang berlatih keras setiap hari. Tim medis bahkan tidak bisa menyuntikkan jarum standar ke kulitnya tanpa membuatnya bengkok," ucap Fugaku dengan nada campur aduk antara takjub dan ngeri.
Veil tersenyum tipis di dalam hati. Efek dari [Cairan Nutrisi Embrio Dewa] dari sistem yang dia tanamkan pada rahim Mikoto sebelum Sasuke lahir kini telah meledak sepenuhnya. Sasuke tidak akan tumbuh menjadi Uchiha biasa yang rapuh dan dipenuhi trauma emosional; dia sedang berevolusi menjadi "Dewa Perang Fisik" sejati sejak balita.
"Biarkan dia tumbuh seperti itu, Ayah," ucap Veil datar, bangkit berdiri dari posisinya. "Aku sendiri yang akan mengawasi dan mendesain metode latihannya di dalam Asura Barrier. Masa depan Uchiha... tidak membutuhkan ninja-ninja yang lemah."
Veil melangkah keluar menuju beranda, membiarkan jubah hitamnya berkibar ditiup angin senja Konoha. Dari balik layar sistem yang berkedip samar di kesadarannya, sebuah misi skala besar baru saja muncul dengan pendaran warna merah darah yang mengerikan:
【Ding! Peringatan Sistem: Plot Dunia Mulai Bergeser secara Agresif!】
【Misi Utama Baru Terbuka: "Malam Pembersihan Dewan Penasihat". Danzo Shimura, dalam keputusasaan paranoianya, mulai merencanakan pembunuhan terselubung terhadap salah satu sekutu politik Minato di dalam desa dalam waktu tujuh hari ke depan!】
【Opsi Tuan Rumah: Biarkan konflik meledak, atau intervensi dari balik bayangan untuk merebut kendali mutlak atas birokrasi Konoha!】