NovelToon NovelToon
Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:972
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

"Dewa Penulis... kenapa Kau bikin kami hidup, tapi gak kasih kami arti?" — Lord Valgus, Penyihir Jahat

Gue Leon, dan gue yang bikin dunia ini. Gue yang nulis siapa hidup, siapa mati, siapa kuat, siapa lemah. Tapi gue ngelakuinnya santai banget, asal ketik aja di keyboard. Buat gue, ini cuma cerita hiburan doang.

Sampai akhirnya gue malah terjebak masuk ke dalam cerita itu sendiri.

Ternyata, jadi penulis itu gak enak ya kalau ceritanya sendiri berantakan. Kerajaan megah tapi bentuknya aneh, tokoh-tokohnya punya perasaan sendiri di luar naskah, terus musuh utama malah pengen bunuh gue karena ngerasa hidupnya cuma dipermainkan.

Sekarang gue gak cuma nulis cerita lagi. Gue harus hidup di dalamnya, benerin semua kesalahan gue, dan bikin akhir cerita yang adil buat mereka... sebelum gue dihukum sama karya gue sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29. kenyataan yang mengejutkan

Dalam keadaan pikiran yang kacau dan hati yang terasa hampa, Leon memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian menjauh dari rumah, hanya ingin menenangkan diri. Ia berjalan tanpa tujuan hingga tiba di taman kota yang sepi sore itu. Di bawah pohon rindang, ia melihat sesosok pria yang tampak gelisah, terus melirik ke sekeliling seolah takut diketahui keberadaannya. Begitu mata mereka bertemu, pria itu tertegun sejenak, lalu dengan langkah ragu mendekat.

“lo… Leon?” tanyanya dengan suara bergetar.

Leon mengerutkan kening, merasa asing namun ada firasat tidak enak. “Siapa lo?”

“gue Reza,” jawab pria itu lirih, membuat tubuh Leon langsung menegang dan tangannya mengepal erat. Ia ingin meluapkan amarah yang terpendam, tapi Reza segera mengangkat kedua tangannya tanda tidak berniat jahat. “Gue datang bukan untuk mengancam atau menyudutkan lo. gue datang untuk menyampaikan kebenaran yang selama ini gue sembunyikan, bahkan dari bokap gue sendiri.”

Leon tetap diam, memberi kesempatan untuk pria itu berbicara.

“Malam itu, gue mengemudi dalam keadaan mabuk dan lelah. Saat lihat lo terhantam dan tergeletak tak bergerak, rasanya dunia gue terasa runtuh. Ayah gue langsung mengatur semuanya menghapus bukti, membungkam saksi, dan mengirim gue pergi ke luar negeri agar terhindar dari hukum. Tapi rasa bersalah itu tidak pernah hilang, malah makin menyiksa setiap hari. Saat dokter menyatakan bahwa nyawa lo hanya tinggal nama dan kemungkinan besar tidak akan pernah sadar lagi, gue merasa hancur.”

Reza menunduk dalam, lalu melanjutkan dengan suara yang makin berat. “Selama bersembunyi di luar negeri, gue terjerumus mempelajari hal-hal yang tidak wajar...ilmu gaib dan sihir yang selama ini hanya gue anggap dongeng. gue melakukannya hanya karena ingin mencari cara untuk menebus kesalahan, meski gue sendiri tidak tahu caranya. Hingga suatu hari, asisten ayah menggunjungi gue, tanpa sengaja ia menemukan buku catatan yang terjatuh di lokasi kejadian malam itu, yang ternyata buku tempat lo menulis seluruh kisah cerita lo. dan gue baru tau ternyata lo seorang penulis”

Mendengar itu, mata Leon terbelalak tak percaya. “Buku itu… ada di tangan lo?”

“Iya. gue membacanya berulang kali, dan saat itulah gue sadar bahwa lo bukan sekadar penulis biasa, lo bisa menciptakan dunia yang terasa hidup dan nyata. Dalam keputusasaan, gue mencoba menggunakan ilmu yang baru gue pelajari. gue tidak tahu pasti apa yang akan terjadi, tapi gue berusaha sekuat tenaga membuka jalan agar rohmu tidak terlepas sepenuhnya dari dunia ini. Dengan bantuan energi dari buku itu dan rasa sesal yang tulus, gue mengarahkan kesadaran lo masuk ke dalam dunia yang sudah lo bangun sendiri lewat tulisan lo.”

Reza mengangkat wajahnya, matanya berkaca-kaca. “Itulah sebabnya lo bisa hidup, tumbuh, dan merasakan segala hal di dalam cerita itu selama lima tahun. Dunia itu menjadi tempat perlindungan bagi jiwa lo, sementara tubuh lo di sini perlahan memulihkan diri. gue tidak bermaksud menguasai lo atau mengatur hidup lo, gue hanya ingin memberi lo kesempatan untuk tetap ada, karena gue tidak sanggup menanggung beban kematian lo.”

Leon tertegun mematung, seluruh tubuhnya terasa kaku. Selama ini ia bertanya-tanya mengapa ia bisa masuk ke dunia itu, mengapa rasanya begitu nyata dan terhubung dengan dirinya. Jawabannya justru datang dari orang yang menjadi awal dari segala penderitaannya. Semua peristiwa, semua pertemuan dengan Liora, Zarek, dan Valgus, semuanya bisa terjadi karena campur tangan Reza yang didorong oleh rasa menyesal.

“Jadi… semua itu bukan kebetulan?” tanya Leon dengan suara bergetar. “Lo yang membuka jalan itu?”

“Benar,” jawab Reza mantap. “gue tahu ini tidak akan menghapus kesalahan gue, dan gue tidak berharap dimaafkan. Tapi gue ingin lo tahu kebenaran lengkapnya. Dan sekarang, gue siap mempertanggungjawabkan semuanya. gue memiliki catatan dan bukti yang membuktikan apa yang gue dan ayah gue lakukan. gue akan menyerahkannya ke pihak berwajib, meski itu berarti gue harus menghadapi hukuman dan melawan keluarga gue sendiri.”

Leon hanya bisa terdiam, pikirannya berputar memproses kenyataan yang jauh lebih rumit daripada yang pernah ia bayangkan.

1
Sarah
Wah... rupanya dia masih memiliki seseorang di dunia asal. Ini pasti jadi akhir arc 1 nih. 😮
Sarah
Aku rasa... aku sepemikiran tentang, “Menciptakan dunia yang cukup kuat untuk terus bercerita meski pena sudah diletakkan”
Di real life... kalau kita baca cerita, ceritanya bagus. Tokohnya hidup. Pokoknya bagus lah. Itu pasti pas udah ada kata “Tamat/End/Selesai” itu sebagai pembaca kita masih bisa membayangkan kehidupan mereka setelah itu. Itu ’kan definisi sebenarnya dari “Menciptakan dunia yang cukup kuat untuk terus bercerita meski pena sudah diletakkan”. Karena penulis udah gak lanjutin ceritanya lagi, tapi kita bisa membayangkan kalau gimana kehidupan tokoh-tokoh di cerita yang kita baca setelah itu. Makanya ceritanya gak pernah benar-benar berakhir meskipun ceritanya dah ada label “Tamat”.
Ya enggak? Karena kita gak mungkin masuk novel kayak Leon dan membebaskan aturan dunia cerita itu kan makanya ceritanya tidak pernah benar-benar berakhir. Wkwkwk. 😁
Sarah
Aku sering penasaran, apa dia gak punya siapa-siapa dan hidupnya hampa atau tersiksa banget yah di dunia modern sampai bisa gampang banget bilang iya untuk tinggal di sana tanpa pikir panjang.
Sarah
Udah mulai gak inget dunia modern kah?
Rafi Hafizh
bagus ceritanya 👍
Ananda Anggit
🤭🤭
Ananda Anggit
siap ka, terimakasih saran nya 😁🙏
Sarah
Ya kalau dateng... kalau gak ada yang dateng? Basi dong. /Sweat/
Sarah
Aku juga sudah menduganya. 😂
Sarah
Aduhhh, Leon dipuji mulu tiap bab sama heroine nya ini. 😁
Sarah
Ceritanya lucu banget. 😁
Sarah
Kalau nama awalannya harus huruf kapital yah, “Leon”
Sarah
Ketika catatan penulis yang biasa ada di dalam kurung di tengah-tengah cerita jalan... beneran masuk ke cerita. 😂
Sarah
Bagus, cuma... ini pov orang ketiga (narator) sama pov orang pertama (Leon alias MC) yang konsisten yah. Kalau mau ganti pov tandain dulu. Biar gak bikin bingung. Atau tandain kata kayak “Pikirnya”, “Batinnya”, “Ucapnya dalam hati” untuk nunjukkin apa yang ada di otak Leon.
Ananda Anggit: iya sekali lagi makasih ya kak 😁
total 3 replies
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author 😍
Ananda Anggit
🥳🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!