NovelToon NovelToon
Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Katarina terjebak dalam raga seorang gadis malang yang tinggal di panti asuhan, Karina Putri.

Namun sebuah takdir mempertemukannya dengan seorang wanita kaya raya yang tiba-tiba mengangkat Karina sebagai putri angkatnya.

Tetapi bukan itu masalahnya, melainkan tiga kakak angkat Karina yang ternyata adalah tokoh utama dalam novel yang pernah dibacanya. Lalu takdir ketiga kakak angkatnya tidaklah baik, mereka akan mati ditangan tokoh utama wanita.

Namun, Karina tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ia akan mengubah takdir ketiga kakak angkatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

“Kenapa sangat lama?” Tanya Jevan saat Karina memasuki kamar tamu.

Gadis itu datang dengan napas tersengal-sengal, bahkan ia masih memakai seragamnya… belum sempat pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.

“Maaf, tadi mobilnya mogok… jadi dijemput sama sopir lain. Aku juga menolak tawaran Candra yang ingin mengantarku pulang,” jelas Karina setelah napasnya sedikit normal.

Mendengar nama Candra, tatapan Jevan kian menajam. Karina tidak mengerti kenapa kakak ketiganya terlihat begitu marah.

“Maaf sudah membuat Kak Jevan menunggu lama,” ucap gadis itu yang mengira Jevan marah kepadanya.

“Kalian keluar!” Titah Jevan kepada perawat pribadinya yang tadi pagi datang, juga kepada seorang pria yang merupakan asisten pribadinya di kantor.

“Pengecualian untukmu, Karina!” Lanjutnya, saat melihat Karina yang juga berbalik dan berniat keluar dari sana.

“Kemarilah!” Titah Jevan yang masih terlihat marah.

Tanpa berani membantah, Karina mendekati kakak ketiganya dengan perasaan takut.

Jevan menepuk sisi ranjang, membuat gadis itu mengerti dan langsung duduk di sisinya.

“Jawab dengan jujur, apa kamu menyukai Candra?” Pertanyaan itu membuat Karina sedikit heran, tetapi gadis itu langsung menjawabnya dengan jujur.

“Kalau dikatakan menyukainya, aku hanya menganggapnya sebagai teman saja.”

Jevan tidak melihat kebohongan di mata cokelat gadisnya, tetapi tetap saja ia merasa tidak senang. Bisa saja nanti Candra membuat Karina merasa nyaman dan tanpa saja merebut hati gadis itu.

Jevan menggeleng pelan, ia tidak mau hal tersebut terjadi.

Karina semakin heran, saat melihat ekspresi kakak ketiganya yang berubah-ubah… apalagi saat Jevan menggelengkan kepalanya.

“Kakak baik-baik saja ‘kan?” Tanya gadis itu yang tangannya kini sudah menggantung di udara, ia hendak menyentuh bahu Jevan yang masih berperang dengan pikirannya sendiri.

Pria itu baru menyadari kebodohannya, ia menatap lekat wajah cantik Karina yang tampak khawatir kepadanya. Ada sesuatu yang hangat di dadanya, saat melihat bagaimana cara Karina menatapnya.

“Mungkin ini akan terdengar sedikit memalukan dan membuatmu bingung, tapi Kakak tidak suka melihatmu berada di dekat laki-laki lain… Kakak cemburu,” ujar Jevan yang membuat gadis itu sangat terkejut.

Karina kehilangan kata-katanya, ia tidak menyangka kalau Jevan akan mengatakan hal seperti itu… dan rasanya seperti mimpi.

“Dan yang menyelamatkanmu saat tenggelam, bukan sepenuhnya Candra… tetapi di sana juga ada Kakak. Kamu membutuhkan napas buatan dan Kakak yang memberikannya,” Jevan terpaksa jujur sekarang, karena ia sangat frustasi kalau Karina diambil laki-laki lain.

“APA?!” Kaget Karina sambil menyentuh bibirnya sendiri.

“Kalau kamu tidak percaya, tanyakan saja sama guru olahragamu atau petugas kesehatan waktu itu,” Jevan menahan senyumannya, saat melihat kedua pipi gadisnya yang sangat merah seperti tomat.

“Ja-jadi kita ciuman?” Tanya Karina sebelum menyadari kebodohannya.

Jevan mengangguk pelan, satu tangannya terangkat dan menyentuh pipi panas gadisnya.

“Dan Kakak mencintaimu, jadilah kekasih Kakak!” Bisik Jevan yang membuat Karina menahan napasnya.

Pernyataan cinta yang terlalu tiba-tiba dan tidak pernah dibayangkan oleh gadis itu.

“Bagaimana dengan perasaanmu?” Tanya pria itu sambil menatap dalam manik cokelat gadisnya.

“Aku juga menyukai Kakak,” Karina langsung menutup mulutnya yang tiba-tiba menjawab dengan jujur.

“Bu-bukan seperti…” gadis itu kehabisan kata-kata, saat melihat senyuman Jevan yang begitu tampan.

“Aku anggap kamu juga mencintaiku,” bisik pria itu dengan penuh percaya diri.

Karina langsung menundukkan kepalanya. “Tapi kita saudara angkat,” cicit gadis itu dengan mata terpejam.

Cup!

Kecupan hangat terasa di keningnya, membuat Karina menaikkan pandangannya dan mata mereka kembali bertemu.

“Aku akan menyakinkan Papa dan Mama, begitupun dengan kedua saudara kembarku. Tapi untuk sekarang, bukanlah waktu yang tepat. Jadi, kita rahasiakan hubungan ini di depan mereka. Setidaknya, aku sudah merasa lega… karena mengungkapkan perasaan yang selama ini begitu menyiksaku,” Jevan menyatukan kening mereka.

Karina mengerjap pelan, saat bibirnya dengan bibir Jevan bertemu. Tidak ada pergerakan, tetapi sudah membuat jantung keduanya berdetak tak karuan.

Ini di luar jangkauan Karina, gadis itu tidak tahu harus melakukan apa… selain memejamkan matanya dan membiarkan bibir Jevan bergerak pelan menyapu lembut bibir tipisnya.

“Aku sangat mencintaimu, Karina,” bisik pria itu di depan bibir basah Karina.

Gadis itu tidak menjawabnya, bibirnya terasa kaku akibat ciuman manis barusan.

“Dan kamu adalah ciuman pertamaku,” lanjutnya.

“Kakak tidak bercanda ‘kan?” Kaget Karina yang mengira seorang artis seperti Jevan sudah mahir berciuman.

“Aku selalu memakai pemeran pengganti, karena ciumanku hanya diberikan untuk calon istriku… yaitu kamu,” suara pria itu mengalun begitu lembut.

Karina memang belum mencintai Jevan, ia hanya sekedar menyukai pria itu. Namun, kalau Jevan terus bertingkah seperti ini… bisa-bisa Karina akan cepat jatuh cinta kepada pria itu.

“Aku takut membuat Mama dan yang lain kecewa,” ucap Karina.

Jevan tersenyum tipis, “Kamu tidak perlu memikirkan mereka, biar aku yang mengurusnya. Asalkan kita bisa menyembunyikan hubungan ini sampai waktunya tepat, semuanya akan baik-baik saja. Mulai sekarang, kamu harus percaya kepadaku… apa kamu mengerti?” Tanya pria itu.

Tatapan Jevan begitu tulus, membuat Karina tanpa ragu untuk menganggukkan kepalanya.

“Apa aku boleh memelukmu, Sayang?” Pertanyaan itu membuat kedua pipi Karina kembali memerah.

Gadis itu mengangguk dengan malu-malu, dan Jevan langsung memeluknya… walau tidak erat, setidaknya pria itu masih bisa memeluk Karina dengan status yang sudah berbeda.

“Aku boleh tanya sesuatu?” Gadis itu mendongak dan menatap wajah tampan Jevan yang tampak berseri, karena pria itu sangat bahagia.

“Boleh, kamu mau tanya tentang apa?” Tanya Jevan sambil mencium kening gadisnya.

Perlakuan manis pria itu, membuat Karina tidak bisa menahan senyumannya.

“Sejak kapan Kakak menyukaiku?” Tanya gadis itu yang masih betah melihat wajah tampan yang diidolakan oleh banyak orang itu.

“Aku tidak tahu pastinya, tapi aku mulai menyadarinya… setelah kamu tenggelam dan aku memberimu napas buatan, setelah itu… perasaanku menjadi aneh dan selalu ingin berdekatan denganmu,” jawab Jevan yang masih belum merubah nada suaranya.

“Kalau misalnya nanti ada yang mengetahui hubungan kita, lalu penggemar Kak Jevan juga tahu…”

Jevan menaruh jari telunjuknya di bibir tipis Karina, agar gadis itu tidak melanjutkan kalimatnya.

“Seperti yang aku katakan tadi, itu akan menjadi urusanku. Kamu tidak perlu takut, karena aku akan selalu melindungimu. Apapun yang terjadi ke depannya, aku akan selalu melindungimu. Percayakan semuanya kepadaku, karena aku yang menarikmu ke dalam hubungan ini,” jelas pria itu.

Karina mengangguk paham, ia akan menaruh kepercayaannya kepada Jevan.

“Aku mau cerita tentang Kak Jemian, apa Kak Jevan mau mendengarkannya?” Tanya gadis itu yang tidak menyadari wajah masam Jevan.

“Apa tidak ada cerita lain, misalnya tentang kita? Kenapa harus Jemian?” Dengus Jevan yang tidak menyembunyikan kecemburuannya.

Bersambung!

1
vew
ini mksdnya gimana thor ,, ada pria lain kah yg di cintai karina ?? 🤔🙏🙏

semangat thor 💪💪
vew: ok thor ,, semangat upnya thor 💪💪
total 2 replies
Wulan
jawab van " OTW "
Wulan
agak agak salting ya van ☺️
Dewiendahsetiowati
Karina pakai gaya batu
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Ayy: selamat datang dan semoga suka sama ceritanya 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!