Aina memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami karena tidak sanggup untuk hidup berumah tangga dengan Darno lagi, Darno memang tidak berselingkuh namun segala sikap yang dia miliki begitu buruk serta sangat kasar sekali.
ekonomi mereka juga sangat turun sehingga membuat Aina begitu bingung untuk menghadapi ini semua, belum lagi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, membuat Aina gelap mata dan memutuskan untuk bercerai.
namun belum sempat itu terjadi malah kejadian mengerikan terjadi pada wanita cantik itu, Aina mendadak saja sakit pada kemaluan dan mengeluarkan ulat berwarna putih yang berjumlah begitu banyak.
Apa terjadi pada Aina?
mengapa mendadak saja Aina menderita penyakit seperti itu?
ikuti terus kisah mereka di cerita Novita Jungkook.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Akan kepadepokan
"Bawa anak sampean kesini agar bisa di mandikan di air pancuran sana." suruh kyai Ahmad.
"Perjalanan ini agak jauh tapi demi kesembuhan Aina tidak masalah lah ya, Pak." Ustad Toni menatap Pak Seno.
"Insya Allah, saya akan segera membawa Aina ke sini agar bisa diobati oleh kyai." Pak Seno menyanggupi permintaan kyai tersebut.
"Bukan Saya tidak ingin mendatangi rumah sampeyan, namun kalau saya datang ke sana maka peralatan yang untuk mengobati akan tertinggal di padepokan ini." jelas kyai Ahmad.
"Baik lah, Saya akan berusaha untuk membawa Aina datang ke mari dan menemui kyai." angguk Pak Seno yang sama sekali tidak keberatan.
Sebab menurut dia apa saja akan dia lakukan asal Aina bisa sembuh, tidak peduli seberapa jauh perjalanan itu namun tetap akan berusaha dia terjang sehingga nanti bisa mendapat kesembuhan total dari kyai Ahmad, mau dibiarkan begitu saja sampai kapan karena Ustad Toni sendiri sudah mengatakan bahwa dia tidak sanggup untuk mengobati Aina.
Jadi ketika ini mendapat kesempatan untuk mendapat kyai yang lebih paten lagi maka Pak Seno tidak melewatkan hal itu, dia akan berusaha untuk mencari jalan agar Aina mau datang ke sini dan mendapat pengobatan agar penyakit yang menggerogoti tubuh wanita itu bisa segera sembuh lalu menghilang untuk selama nya.
Bila punya masalah uang maka dia tidak pernah peduli karena Pak Seno juga bisa dikatakan sebagai orang yang cukup mampu sehingga dia tidak keberatan untuk mengeluarkan uang berapa saja, anak bisa sembuh maka Pak Seno akan melakukan berbagai macam cara untuk kesembuhan angina itu, tidak ada yang perlu dia khawatirkan sama sekali kalau untuk soal biaya.
Kendaraan mereka juga punya sehingga nanti bisa menggunakan mobil ketika akan mendatangi padepokan kyai Ahmad, Ustad Toni sendiri memang merekomendasikan kyai Ahmad karena selama ini memang sudah banyak juga yang berobat kepada kyai Ahmad, banyak yang mendapat kesembuhan dan mereka masih sering datang kemari untuk menjenguk kyai tersebut.
"Saat datang ke sini nanti tolong ikat mata Aina menggunakan kain berwarna hitam." pesan kyai Ahmad.
"Eh baik bila memang begitu." Pak Seno setuju saja tanpa banyak bertanya.
"Kalau boleh saya tahu, Kenapa harus menutup mata Aina menggunakan kain berwarna hitam?" ustadz Toni yang bertanya kepada sang guru.
"Iblis itu pasti akan bisa melihat perjalanan kemari sehingga lebih baik bila mata Aina ditutup saja, perjalanan menuju padepokan ini juga cukup panjang sehingga aku khawatir nanti akan ada kendala." kyai Ahmad berkata pelan.
"Berarti nanti akan ada yang menghalangi perjalanan kami ya?" tanya Pak Seno.
Kyai Ahmad mengangguk karena dia menduga akan ada yang menghalangi perjalanan mereka ketika mendatangi padepokan ini, iblis itu pasti akan tidak terima dan akan berusaha keras untuk mencari tahu serta menghalangi agar mereka tidak bisa mendatangi padepokan untuk meminta kesembuhan dari kyai Ahmad tersebut, jadi memang lebih baik bila mata Aina tertutup saja.
Takut nya nanti ketika masih dalam perjalanan kemari maka mereka justru menghadapi masalah yang jauh lebih sulit lagi, hal itu yang membuat kyai Ahmad merasa takut dan dia mewanti-wanti agar jangan sampai mata Aina terbuka, sebab saat ini Aina dan iblis itu sudah menjadi satu tubuh.
"Aku tidak tau nanti akan bagaimana tapi yang jelas ketika di jalan ada sesuatu maka kau berikan ini kepada Aina." kyai Ahmad memberikan satu botol air.
"Terima kasih, kalau begitu secepatnya akan saya bawa dia kemari." Pak Seno sudah tidak tahan lagi.
"Baik lah, mulai perjalanan setelah kalian melakukan salat. itu salat zuhur atau ashar atau bahkan maghrib tapi yang jelas lakukanlah setelah salat!" pesan kyai Ahmad kembali.
Pak Seno mengangguk paham dan dia akan mencari waktu yang tepat untuk membawa Aina datang ke sini, kalau bisa dia akan membawa siang hari saja karena itu akan lebih aman dan tidak akan ada kendala yang mengerikan, kalau malam jelas suasana akan menjadi sedikit merinding dan dia tidak tahu apa nanti yang akan terjadi.
Terlebih lagi kyai Ahmad sudah mengatakan bahwa perjalanan mereka pasti akan mendapat gangguan dari para iblis yang tidak terima, oleh sebab itu Pak Seno lebih baik menggunakan jalur siang hari saja agar tidak ada kendala ketika mereka memulai perjalanan tersebut. bukan takut kepada iblis tapi dia merasa perjalanan akan semakin rumit saja bila tidak ada penerangan di malam hari, oleh sebab itu memang lebih aman bila Mereka pergi siang dan kemungkinan besok baru akan datang ke tempat ini lagi.
...****************...
"Cacing!" Pak Seno kaget bukan main ketika sang istri selesai bercerita.
"Wiwin yang mengambil cacing itu dari dalam kemaluan milik Aina, kita tidak bisa kalau terus seperti ini." Bu Putri berkata dengan air mata berderai.
"Kamu tolong tenang terlebih dahulu karena aku sudah menemukan kyai yang bisa menyembuhkan Aina." Pak Seno berusaha menenangkan sang istri.
"Benarkah, apa kita tidak minta tolong saja pada Mbak Purnama yang ada di desa sebelah itu?" Bu Putri sudah mendengar kabar tentang Purnama.
"Purnama itu adalah bisa dikatakan sebagai seorang dukun, tempramen dia juga begitu buruk ketika berbicara dengan orang baru." Pak Seno memang agak ragu ketika akan mendatangi Purnama.
"Kalau ragu sama Purnama maka bisa minta tolong dulu sama adik dia, kalau Mas Arya terlihat lebih kalem." Wiwin juga membuka suara.
"Kita coba dulu di kyai Ahmad ya, yang ini lebih ramah dan mungkin atau aku sangat berharap dia bisa menyembuhkan Aina." ucap pak Seno.
Maka Wiwin tidak bisa berkata apa-apa lagi karena Pak Seno sudah yakin untuk memilih kyai Ahmad saja terlebih dahulu yang akan mengobati Aina, padahal Wiwin sudah sangat yakin untuk meminta tolong kepada Purnama saja, Wiwin sudah tahu banyak tentang Purnama karena selama ini dia juga mendengar sepak terjang wanita itu ketika menolong orang lain.
"Besok setelah salat subuh kita datang ke sana untuk membawa Aina." Pak Seno berkata dengan sangat yakin.
"Kenapa sekarang saja membawa dia, Pak?" Bu Putri sudah tidak sabar karena kasihan melihat keadaan sang anak.
"Jangan malam, kyai Ahmad sudah memberi pesan bahwa perjalanan ini pasti akan ada rintangan." jelas Pak Seno kembali.
"Apa padepokan Dia sangat jauh, Pakde? rumah Mbak Purnama loh tidak terlalu jauh dari sini." Wiwin tetap yakin kepada Purnama.
Pak Seno hanya mengangguk karena memang padepokan milik kyai Ahmad sangat jauh dari desa mereka, jadi mereka akan memulai perjalanan panjang sekitar tiga jam kurang lebih.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.
semoga ada kemudahan stlh kejadian barusan ,,, bisa melanjutkan perjalanan lg ke padepokan kyai Ahmad
apa cuma perasaanku ya kok sedikit ceritanya 🤭