NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:81.3k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 : Insiden di rumah sakit

Beberapa saat lalu.

Dari balik kaca spion, Khal memperhatikan si bos yang tersenyum senyum sembari menatap layar telpon genggam nya.

" Kenapa dia sangat menggemaskan ?" Ucapnya. Entah ia hanya berkata untuk dirinya sendiri ataukah kalimat itu juga akan di bagikan pada Khal. Tapi, bukan Khal namanya jika ia tidak pandai menilai situasi. Khal tidak serta merta ikut terlibat dalam pertanyaan yang menurutnya menjebak.

Pada akhirnya, Khal memilih diam. Ternyata, itulah pilihan yang paling tepat. Karena Ayyazh memang tidak sedang berbicara pada siapapun .

Pintu terbuka, Mahra berdiri di depan ,menyambut kedatangan Ayyazh .

" Selamat malam , tuan. "

" Malam. "

" Nona muda sedang_ "

" Aku tau. Beristirahat lah. "

" Baik, tuan."

Sesuai yang dia lihat barusan melalui cctv, Ayyazh menuju lantai tiga, tanpa makan malam dan berganti pakaian .

Ia membuka pintu teater perlahan. Takut menimbulkan suara dan membangunkan Azima. Ia berjalan mendekati sang istri. kemudian duduk di samping Azima dalam diam.

Ayyazh menatap tak berkedip wanita cantik itu. Tangannya mengusap kepala Azima dengan lembut, lalu turun ke pipi, dan terakhir, bibir. Tangan Ayyazh mengusap bibir itu sangat pelan, bahkan tangannya gemetar saat menyentuh benda lunak yang sangat menggiurkan.

Gerakan Ayyazh yang terlalu halus tidak bisa di deteksi Azima. Ia tetap tertidur pulas meski wajahnya di gerayangi seorang laki laki sah yang sah secara hukum dan agama.

' Cup.'

Ayyazh mengecup bibir itu singkat. " Maaf, aku tidak meminta ijin. "

*

*

Indonesia.

Rumah sakit Brawijaya.

Situasi memanas. Seorang pasien baru saja meninggal dunia di ruang ICU. Keluarga tidak terima, menuduh tenaga medis melakukan mal praktik.

Kebetulan pasien itu adalah pasien multi disiplin yang salah satu dokter penanggung jawab nya adalah Annasya. Pasien multi disiplin adalah pasien yang di rawat di rumah sakit tidak hanya dengan satu dokter spesialis, melainkan beberapa yang ahli di bidang nya dan memang ilmu pengobatan nya di butuhkan si pasien.

Tiga hari lalu, tuan Irfan menjalani operasi pemasangan stent, sejenis selang yang di masukkan melalui pangkal paha hingga ke otak, bertujuan untuk mengalihkan darah menjauhi aneurisma . Dan aneurisma itu sendiri merupakan kondisi di mana terdapat pelebaran atau benjolan pembuluh darah otak yang bentuknya mirip buah beri.

Operasi berjalan sukses , tidak ada kendala mendasar ataupun penyulit pada saat pemasangan. Namun, dua hari setelah operasi, tiba tiba saja tuan Irfan mengalami peningkatan tekanan darah yang signifikan.

Dan itu memicu masalah besar bagi penderita aneurisma otak.

Menurut perawat yang bertugas di bangsal tempat tuan Irfan di rawat, tuan Irfan memiliki dua orang putra dan keduanya sedang berseteru memperebutkan harta warisan . Bahkan mereka sampai adu mulut di dalam kamar tepat di depan tuan Irfan. Sejak saat itu, kondisi tuan Irfan menurun drastis dan harus di pindahkan ke ruang intensive.

Sehari di ruangan penuh monitor itu, tuan Irfan meninggal .

Dan sekarang, kedua putranya itu sedang berdiri di hadapan Annasya, mereka menunjuk dan memaki maki Annasya, menyalahkan tindakan medis yang di lakukan hingga membuat nyawa ayahnya melayang.

Mereka tidak mau tau dan tidak mau terima, Annasya harus bertanggung jawab.

Awalnya, Annasya sudah menjelaskan secara detail penyakit tuan Irfan, sebelum dan setelah operasi. Bukan sekali, tapi berkali kali Annasya menjabarkannya, menggunakan bahasa awam di dunia medis agar keluarga mengerti , tapi tetap saja mereka tidak terima penjelasan itu.

Saudara yang satunya mulai menangis sesenggukan , meratapi kepergian ayahnya yang tidak meninggalkan apapun pada mereka. Termasuk harta yang belum sempat di bagi secara merata. Dari situ, Annasya merasa iba.

Muncul jiwa empati dengan ingin memberikan sedikit santunan.

Tapi saudara nya yang lebih tua menolak. Ia menganggap jika Annasya sedang menyogok mereka. Hingga pria itu mengajak Annasya untuk berbicara empat mata.

Annasya menuruti.

Namun dalam proses perjalanan negosiasi itu, Annasya mulai di buat kesal . Kalimat kalimat yang berputar ke sana dan kemari yang di lontarkan pria itu membuat Annasya naik darah.

" Jadi, bagaimana ? "

" Apanya yang bagaimana, pak ? " Annasya bertanya ulang.

Mereka sedang berada di dalam ruangan kerja Annasya .

" Anda pintar kan ? Tidak perlu saya mengatakan berulang ulang .Seperti yang saya katakan barusan, anda pasti sudah paham , namun jika anda masih tetap pada pendirian anda, saya minta maaf. Masalah ini akan saya bawa ke ranah hukum, dan saya tidak akan segan segan memenjarakan anda, dokter..." Pria itu ingin membaca papan nama Annasya namun tertutup hijab panjang nya.

" Annasya. Nama saya Annasya. " Annasya menegaskan nama nya dengan cara menepikan sedikit hijab nya agar papan namanya terlihat jelas.

" Ya, dokter Annasya. Nama anda sangat cantik, secantik orang nya. " Ia tersenyum genit, berusaha menggoda Annasya yang semakin membuat wanita cantik itu muak.

" Saya juga sudah menjelaskan bagaimana penyakit yang di derita ayah anda, bahkan secara mendetail, dari apa yang bisa dan tidak bisa ayah anda lakukan. Saya sampai harus menjelaskan setiap hari saat saya mengunjungi tuan Irfan. Ibu anda sudah sangat mengerti tentang semua penjelasan saya. Sejak tadi saya ingin memberikan sedikit uang duka untuk menghormati almarhum yang memang sudah menjadi pasien lama saya, tapi anda menolak dengan alasan saya sedang mencoba menyuap anda. Jika anda memang keberatan dan merasa di rugikan hingga anda ingin melapor ke pihak berwajib, silahkan. Kami siap . " Tegas Annasya datar.

Pria itu tersenyum sinis, ia duduk menumpuk satu kaki nya di atas kaki yang lain, terlihat sangat angkuh memang.

" Asal dokter tau, saya seorang pengusaha , dan keluarga kami cukup terpandang. Anda hanya seorang dokter , sekali sentil saja, anda akan kehilangan pekerjaan anda. "

Annasya tertawa ringan. " Benarkah ? Saya paling tidak suka jika berhadapan dengan orang seperti anda, Pak Heri. Ya, menggunakan kekuasaan untuk menindas yang lemah. "

" Apa dokter merasa tertindas?"

" Tentu saja ."

" Karena itu, lakukan apa yang saya minta. "

Annasya tertawa. " Permintaan Anda cukup tidak masuk akal , pak Heri. Anda tidak sedang menjual orang tua anda, kan ? "

" Jangan memancing emosi saya, dokter !"

" Saya tidak memancing. Jujur di sini saya heran. Anda terlihat sangat mampu dan mapan dari segi materi, tapi adik anda di luar , di depan jasad tuan Irfan , sedang menangis meratapi ketidak mampuan nya untuk menguburkan ayahya sendiri. Loh, tadi kan pak Heri mengatakan jika bapak seorang pengusaha dan dari keluarga terpandang. Lalu anda datang dan berbicara pada saya, meminta ganti rugi sebesar lima ratus juta atas kematian ayah anda. Apakah anda cukup waras ? "

Brak.

Pria bernama pak Heri itu memukul meja dan mengagetkan Annasya.

" Saya salah orang, saya pikir anda bisa di ajak bicara baik baik , ternyata , tidak ! "

" Anda yang tidak tau bagaimana cara berkomunikasi dengan baik. "

" Baiklah, karena anda menolak, maka anda akan merasakan akibat nya ! ! "

Pak Heri membanting kursi dan beberapa vas bunga, salah satu vas bunga yang di banting pecah berhamburan , salah satu pecahannya menggores wajah Annasya. Annasya naik pitam.

" Apa yang anda lakukan ! Ini fasilitas rumah sakit , pak. Jangan berbuat anarkis !!"

Plak.

Bukan nya berhenti, pak Heri justru memberikan cap lima jari di wajah Annasya. Annasya terhuyung memegangi pipinya yang terasa perih.

Mendengar keributan itu, beberapa perawat dan security masuk mengamankan pelaku.

Namun, satu hal yang pak Heri tidak akan lupa seumur hidupnya adalah, rasa ketidaktahuannya dengan siapa ia berhadapan. Karena setelah hari ini, orang orang mungkin tidak akan pernah mengingat nama nya lagi.

Pak Heri sudah di aman kan petugas security, ia masih terlihat meronta ingin melampiaskan kembali amarahnya .

Dari arah kerumunan, muncul seorang pria berjas hitam , berperawakan tinggi dan terlihat sangat gagah dengan aura membunuhnya yang sangat kuat . Beberapa orang yang mengenal , menunduk memberikan hormat.

Ia berdiri di tengah, menatap bergantian wajah istrinya dan pria itu.

A menghampiri Annasya. Tangan hangatnya mengusap pipi kanan Annasya yang memerah.

" Aku terlambat, maafkan aku." Ucapnya setengah berbisik.

Annasya tersenyum simpul.

" Ayo kita pulang. " Ujar nya di balas Annasya dengan anggukan.

Tiba di parkiran.

Vano membuka pintu kendaraan untuk Annasya.

" Silahkan , nona muda. " Annasya masuk. Di susul Vano yang duduk di belakang kemudi.

Annasya kebingungan, pasalnya dia jalan ke parkiran di temani A. Lalu, kemana dia ?

" A mana ? "

" Di dalam nona muda. Beliau sedang membereskan sesuatu. " Ujarnya.

" Membereskan sesuatu ? "

" Iya, nona muda. "

Annasya berpikir keras hingga keningnya terlihat mengernyit . " Jangan jangan ...." Annasya bersiap keluar menyusul A.

Ceklek.

Pintu mobil terkunci otomatis.

" Buka, Van ! " Perintah Annasya.

" Tuan menyuruh saya mengantar anda kembali ke rumah , nona muda. "

" Tapi_ Hei...hentikan !" Vano melajukan kendaraan nya tanpa menghiraukan perintah Annasya .

" Dia tidak akan membunuhnya , kan ? "

...****************...

1
Nengs
bagus sekali cerita'a
Nia nurhayati
lanjuttt mbk lalaaa
Nia nurhayati
asyaaa jangan berpikiran buruk terus ya ma suami mu ayolah kalean saling terbuka jangan stuk melulu jangan dism da pasrsh teros donk srmangat raih cinta dan kasih sayang si manusia kutub nii yaaa
Khadijah Nafisah
deg deg ser kan
Nata Abas
mesti ora olih pindah iki
Fittar
gak bakal kamu diijinkan lagi tidur di kamar terpisah sya. A sudah candu dengan harummu
Shee_👚
dah telat sya, mas A g bakalan ngasih tidur beda kamar. yang ada kamar itu mendadak di robohin sama A😂
Shee_👚
nah kan jiwa posesif abi zayn nyangkut di A, ampe sekarang aja abi zain masih mata²in umi tata🤭🤭🤭

asya bakalan merasakan itu juga. gpp lah suami sendiri yang bucin🤭
Shee_👚: asya bakalan jadi korban berikutnya ke posesif keluarga Brawijaya🤭
total 2 replies
Shee_👚
akhirnya asya yang lompat duluan walau g sadar🤣🤣
Shee_👚
terus kalau g berani lompat sampai kapan hanya akan berasa di tepian, g bakalan nyampe ke sebrang kalau hanya diam di tempat😒
Shee_👚
aku yakin A pengin lansung nerkam🤣🤣🤣
Shee_👚
nah nyesel gak tuh dah nyuekin wanita cantik selama ini🙄
Shee_👚
kamu g tau aja Asya kalau hari kedatanganmu A lagi galau berat mikirin gimana caranya kamu bisa ikut di dubai, eh malah di kasih kejutan kamu datang sendiri. kalau A g malu pasti dah loncat² ke girangan🤣🤣🤣
SasSya
gak bakalan bisa sha 🤣
SasSya
tidak menyalahkan pikiran Asha,itu karena perlakuan A di Masa lalu yg selalu menolak Asha dan mendorong jauh
SasSya
hiiiihhh Cemennyaaaaaaa
😆😆😆😆😠😠😠😠🙆‍♀️🙆‍♀️🙆‍♀️
SasSya
jangan membatin A!
Novita Sari
bikin asya yakin lw A benar benar cinta sama asya thor.... lanjut thor..
Dcy Sukma
Asya pindah kamar,si batu gunung itu bisa2 tantrum..😄
happy
😍😍😍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!