NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari solusi

kantor pengacara di lantai lima itu dingin. AC nya kencang. Tapi telapak tangan Bagas masih tetap berkeringat.

Didepannya, pak Arman sedang membuka berkas berkas berkas tabel. " Jadi begini, pak Bagas." kata pak Arman tanpa basa basi. " Ibu Saridewi kemarin, menghubungi saya. Beliau bilang, Pak Bagas mau mengajukan hak asuh penuh untuk anak anak anda dengan istri anda. Apa benar?"

Bagas mengangguk kaku." Iya, pak. Saya mau anak anak tinggal bersama dengan saya, karena saya lebih mampu untuk menafkahi mereka."

 Pak Arman diam sebentar. pulpen yang dipegangnya diketuk ketukkan ke meja." Oke, sekarang saya tanya jujur sebagai pengacara, pak Bagas. Ini keputusan pak Bagas atau keputusan Ibu pak Bagas?"

Bagas sedikit kaget. " Maksud Bapak?"

" Saya sudah dua puluh tahun mengurus kasus perceraian, Pak. Saya tahu bedanya bapak yang mau anaknya, sama bapak yang disuruh Ibunya untuk mengambil anaknya." Pak Arman menatap Bagas lurus." Jadi ini pak Bagas yang mau? atau Ibunya pak Bagas?"

Bagas menarik nafas. Dia ingat kata Raya yang gemetar di pengadilan kemarin." Saya...saya tidak mau anak anak jauh dari saya, pak. Mereka darah daging saya juga."

" Benar." pak Arman manggut." Tapi dipengadilan tidak ditanya siapa yang darah dagingnya. Pengadilan akan bertanya. Siapa yang sehari hari mengurus anak anak? siapa yang tahu jadwal mereka sehari hari? Siapa yang mengantarkan mereka kerumah sakit saat mereka sakit? siapa yang menemani buat PR setiap malam?"

Bagas diam, karena semua jawaban itu adalah Raya.

" Pasti jawabannya mama mereka. Iyakan?" Pak Arman seperti sudah tahu jawabannya. " Saya bukan mau membela Istri anda, tapi saya bicara realita."

Bagas meremas tangannya dibawah meja." Tapi saya bapaknya, Pak. Saya mampu secara finansial, Saya punya rumah, Saya bisa jamin masa depan anak anak saya."

" Finansial penting, pak. Tapi bukan segalanya. " Pak Arman menutup map nya." Kalau kita paksa tuntut hak asuh penuh, hakim bisa minta keterangan anak anak. Anak bapak yang pertama sudah sembilan tahun, Suaranya sudah didengarkan, kalau dia bilang ingin tinggal bersama dengan ibunya. kita kalah, pak."

" Lalu saya harus diam saja, pak?" Suara Bagas naik setengah oktaf." Apa saya harus biarkan Raya membawa anak anak saya pergi? sejauh ini saya sudah tidak lagi melihat mereka, pak."

" Tidak." Pak Arman menggelengkan kepalanya. " kita bisa minta hak asuh anak bersama. Bapak masih bisa bertemu rutin, tetap punya hak mengatur sekolah mereka, tetap bisa gantian tidur dirumah bapak atau ibu mereka. Anak anak tidak kehilangan kasih sayang ayahnya dan juga kasih sayang ibunya."

Bagas menunduk hpnya bergetar, satu pesan dari Saridewi" Mama sudah bilang sama pak Arman, kita harus menang. kamu jangan lembek!"

Bagas matikan HPnya. Dia tidak tahu harus melakukan apa sekarang? dalam hatinya masih berharap bisa bersama dengan Raya.

" Nah, itu baru omongan bapak. " Dia mendorong kertas kearah Bagas. " Ini draft kesepakatan hak asuh bersama, coba bapak baca dulu baru disepakati."

Bagas memegang kertas itu, tangannya tidak bergetar lagi.

Sementara ditempat lain, Raka dan rekan rekannya juga tengah meeting tentang kasus perceraian Raya.

Raka duduk diujung meja, dasinya sudah kendor. Didepannya laptop terbuka. Isinya file pdf. Disebelahnya bu Dina patner senior firman hukum mereka, sedang menyeruput kopi hitam tanpa gula.

" Jadi begini, Raka," kata Bu Dina pelan." Tim dari kantor pak Arman sudah mengasih sinyal, Bagas awalnya ngotot untuk tetap hak asuh penuh ditangannya. Tapi.."

" Tapi?" Raka mengangkat alisnya, meminta kejelasan lebih lanjut.

" Tapi, tadi barusan pak Arman menelpon saya, " lanjut Bu Dina. " Sepertinya Bagas goyah, Dia tidak mau anak anak menjadi korban keegoisan orang tuanya."

Raka menghembuskan napas, Dia membuka file persidangan kemarin." Masalahnya klien kita trauma, Bu. Raya sudah tidak bisa lagi bertahan, Wanita itu pasti akan selalu membuatnya kesal. Raya tidak mau terpancing emosi menghadapi semua ini."

Bu Dina ketuk ketuk meja. " Secara hukum, hakim keluarga pasti nimbang ke keluarga ibu, apalagi anaknya masih dibawah dua belas tahun."

Raka menganguk, dia paham betul akan hal itu dan dia berharap semuanya baik baik saja.

 " Kita akan usaha terus, semoga kita bisa menang dalam kasus ini."

Raka diam dan berpikir sebentar. " Saya bisa dorong hak asuh bersama," Kata Raka pada akhirnya. " Raya tinggal bersama dengan anak anak. Bagas dapat hak bertemu fleksibel, anak anak boleh menginap dirumahnya setiap sabtu dan minggu. Tapi dengan satu syarat.."

" Apa?"

" Bagas harus tanda tangan perjanjian, tidak ada campur tangan mamanya. Dalam keputusan apapun. Karena saya tahu bagaimana sifat mamanya Bagas. Dia tidak akan puas dengan keputusan yang tidak menguntungkan untuk dirinya. "

Bu Dina tersenyum tipis." Kamu memang pengacara yang baik, sekaligus Mas yang baik untuk Raya." Dia berdiri lalu menepuk bahu Raka.

Raka mengangguk pelan. Mungkin ini memang yang terbaik bagi Raya. Dia akan selalu berusaha untuk melindungi adik kesayangannya dan juga kedua anak anaknya.

Jam sembilan malam Raka baru sampai dirumah, jas nya sudah dilepas dari tadi. kemejanya lecek dibagian siku.

Semua penghuni rumah sudah tidur, hanya ada Nisa yang masih setia menunggu suaminya pulang.

Seperti biasa. Nisa akan menyambut kedatangan Raka dengan senyum manisnya." Kamu sudah pulang, Mas? " Nisa mengambil tas kerja Raka dan mencium takzim tangan Raka. Sebagai bentuk baktinya kepada Suami.

Raka mencium kening Nisa." Aku mau mandi dulu, Apa Raya sudah tidur?" Raka bicara sambil berjalan ke kamarnya, diikuti Nisa yang ada disampingnya.

" Sudah mas."

Beberapa menit kemudian Raka sudah selesai mandi dan juga berganti pakaian dengan kaos oblongnya.

Raka ikut duduk disamping Nisa yang sudah lebih dulu duduk diranjang mereka. Raka menghela nafas." Bagas minta hak asuh anak." Dia mulai cerita.

Nisa menganguk dan membiarkan Raka untuk bicara tanpa ingin membantah sedikitpun. Tangannya otomatis mengelus punggung Raka pelan.

" Aku mau Raya menang, Aku tidak akan sanggup melihat Raya berpisah dengan anak anaknya. Hal ini saja sudah sangat menyakitinya."

Nisa diam sebentar, lalu bersandar di bahu Raka. " Aku tahu, kita semua juga ingin yang terbaik untuk Raya, serta anak anaknya. Sepulang dari pengadilan tadi. Raya menangis dikamar. "

" Dia remuk. Dia tidak takut cerai. Dia hanya takut anak anaknya diambil paksa darinya. Tadi Galang bertanya kepada Ibu, apakah mamanya masih sedih? anak sembilan tahun itu sudah harus merasa khawatir dengan keadaan mamanya."

Raka mengusap matanya." Kenapa Bagas bisa bodoh begini?"

" Aku menasihati Raya, kalau seandainya Bagas tetap nekat ingin hak asuh anak, karena dia bisa menafkahi anak anak dengan layak. Maka aku menyuruh Raya untuk bekerja lagi. Apa aku salah mas?" Nisa ingin meminta pendapat Raka.

Raka mengangguk dan memeluk Nisa." Kamu benar sayang. Raya harus kembali bekerja, Setidaknya Bagas tidak akan lagi merasa paling sanggup menafkahi anak anaknya. Raya juga bisa."

" Terimakasih sayang. " lanjut Raka.

1
Rini Anggraini
maaf point q habis thor😭😭 g bissa kasih hadiah...🙏🥲
Mamany Ali: iya kk, terimakasih sudah membaca ya kk😍
total 1 replies
Rini Anggraini
jadi g seru thor,soalnya g ada gregetnya dari bagas,g ada usaha sama sekali buat yakinin istrinya buat balikan,cuma pasarah doank,kaya novel² lainnya 🙏🙏
Mamany Ali: iya ya kk🤭
total 1 replies
Rini Anggraini
gimana jadinya thor,kaya sinetron rumah tangga sebelah...🤣🤣
ditunggu upnya ya semoga bagas masih punya kesempatan balik sama keluarganya lagi...💪🙏
Mamany Ali: iya kk🤣🤣🤣
total 1 replies
Masitoh Masitoh
bagi pelempang dua kali ke pipinya biar tau rasa andini
Ma Em
Semoga Raya memergoki Bagas dgn Andini dirumah nya saat Bagas bermesraan dgn Andini agar Raya tdk jadi kembali pada Bagas , lbh baik Raya berpisah saja dgn Bagas .
Ma Em
Raya emang lbh baik berpisah dari Bagas apa yg hrs dipertahankan oleh Raya Bagas sebagai suami selingkuh sedangkan mertua bkn nya bela menantu malah bela selingkuhan anaknya dan selalu menghina Raya , Raya bagaimana mau bahagia hdp nya tdk ada yg akan tahan kalau nasib nya seperti Raya .
Mamany Ali
semoga terhibur, ditunggu kritik dan sarannya🥰
Mamany Ali: ini udah di up kk, belum bisa sama noveltoon masih di review 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!