NovelToon NovelToon
Dihianati Setelah 20 Tahun

Dihianati Setelah 20 Tahun

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Ibu Pengganti / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:622k
Nilai: 4.9
Nama Author: husna_az

Kenanga mengabdikan hidupnya pada sang suami dan anak sambungnya, tapi pada akhirnya dia dihianati juga. Suami yang dia kira mencintainya dengan tulus nyatanya hanya kebohongan. Di dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama sang mantan yang kini telah kembali dari luar negeri.

Rahasia yang selama ini ditutupi sang suami dan keluarga pun terbongkar. Kenanga memilih mundur dan memulai kehidupan yang baru meskipun semua itu terasa sulit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Anak siapa yang kamu bawa ke sini, Kenanga?" tanya Halim saat melihat sang putri datang membawa seorang anak kecil.

Kenanga dan anak itu baru saja kembali dari resepsionis dan akan menunggu orang tua anak itu di meja saja. Nanti biar pelayan yang akan mengantarkan orang tua dari anak itu jika datang. Mereka juga tidak tahu apakah orang tua dari anak itu masih ada di sekitar sini atau sudah jauh. Sudah pasti akan membutuhkan waktu lama jika tidak berada di sekitar sini.

"Aku nggak tahu, Pa. Tadi aku lihat dia nangis mencari orang tuanya, makanya aku tadi antar ke resepsionis untuk bertanya. Mungkin sebentar lagi orang tuanya akan datang."

Halim mengangguk sebagai tanda dirinya mengerti. Kenanga mencoba untuk menawari gadis kecil itu untuk makan. Namun, anak itu menolak dengan menggelengkan kepalanya. Kenanga menoleh ke arah sang mama, berharap agar mamanya itu mau membantu. Namun, Salma hanya menghendikkan kedua bahunya, pertanda jika dirinya juga tidak mengerti apa yang diinginkan oleh anak itu.

Kenanga menggaruk tepi rambutnya yang tidak gatal, bingung harus bagaimana. Sejak tadi anak itu tidak bicara sama sekali, hanya memanggil papanya saja. Apa mungkin gadis kecil tersebut memang belum lancar berbicara.

Kenanga pun coba untuk bertanya, "Kamu mau makan sesuatu? Biar Tante pesankan untukmu? Mau ayam goreng atau ikan?"

Namun, lagi-lagi anak itu menggeleng karena memang dia sudah makan tadi bersama papanya, jadi tidak merasa lapar. Hanya saja memang anak itu masih tidak mau mengeluarkan suaranya.

Tiba-tiba terdengar suara seorang pria memanggil nama anak itu. "Humaira!"

"Papa!" panggil anak itu yang kemudian berlari menuju papanya.

Kenanga yang tadi mencoba menyuapi anak itu pun mendongakkan kepala ke arah orang tua gadis kecil itu. Alangkah terkejutnya saat dia melihatnya siapa yang dipanggil papa oleh anak itu. Dunia terasa seperti berhenti detik itu juga. Bagaimana mungkin bisa 'dia'?

Laki-laki itu ternyata adalah seseorang dari masa lalunya yang sudah Kenanga coba kubur sedalam-dalamnya. Namun, tentu saja setiap kali namanya disebut membuat kenangan masa lalu kembali terlintas di kepala. Sekuat apa pun Kenanga melupakannya tetap saja tidak bisa. Ternyata semua kenangan tentangnya sangat membekas di dalam hati dan pikirannya.

Pria itu pun sama halnya dengan Kenanga. Tubuhnya membeku dan tidak mampu bergerak sama sekali, bahkan saat putrinya memeluk kakinya pun dia tidak bergerak sama sekali. Pandangannya tertuju pada wanita yang dulu pernah hadir dalam kehidupannya.

Banyak sekali kenangan yang mereka miliki bersama karena cukup lama keduanya bersama saat itu, baik itu kenangan baik ataupun buruk. Hingga akhirnya tatapan keduanya pun terputus saat mendengar anak kecil yang bernama Humaira itu menangis.

"Papa ... Papa ...."

Kenanga langsung mengalihkan pandangannya tidak ingin terlihat jika sedang memandangi pria itu. Dia tidak ingin ada masalah nantinya, khawatir jika ada yang melihat dan menganggapnya bukan wanita baik. Apalagi pria itu juga sudah berkeluarga

"Iya, Sayang. Kamu dari mana saja? Papa mencari kamu ke mana-mana tadi," tanya pria yang bernama Azka.

"Tadi Ila lihat empus lali-lali, telus Ila lupa Papa di mana," jawab anak itu dengan suara cadelnya.

"Lain kali kalau mau pergi bilang dulu sama Papa, ya! Papa cariin Ira ke mana-mana tadi."

Anak itu hanya mengangguk sambil tersenyum. Azka mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya terlebih dahulu. Dia pun mendekat ke arah meja keluarga Kenanga. Lucky dan kedua orang tuanya pun masih bisa mengenali pria itu, hanya saja mereka diam.

Semuanya pun tahu bagaimana kisah masa lalu pria itu dengan Kenanga. Namun, tidak mau membicarakannya untuk saat ini karena tidak ingin menyakiti hati Kenanga. Apalagi saat ini wanita itu juga statusnya masih seorang istri jadi, tidak baik untuk mengenang masa lalu. Azka juga sudah berkeluarga dan bukan suatu hal yang baik untuk diingat.

"Terima kasih karena kamu sudah menolong anakku," ucap Azka saat sudah berada di dekat meja Kenanga.

Kenanga pun mencoba untuk tersenyum meski telah terlihat senyumnya itu terasa kaku. Dia mencoba untuk terlihat biasa saja, seperti orang yang baru kenal satu sama lain.

"Iya, sama-sama. Tadi aku lihat dia nangis mencari papanya, makanya aku bantu. Lain kali lebih perhatikan dia. Anak seusianya memang selalu ingin tahu sesuatu yang menarik menurutnya."

"Iya, terima kasih sekali lagi." Aska beralih menatap kedua orang tua Kenanga. "Om, Tante, Lucky, terima kasih juga sudah menolong anak saya."

"Sama-sama," jawab Halim, sementara Lucky dan Salma hanya diam.

Salma masih tidak menyukai Azka, mengingat apa yang sudah terjadi pada putrinya di masa lalu. Lucky sendiri juga tidak memiliki hubungan yang baik dengan mantan temannya itu. Meskipun dulu mereka sangat akrab, tapi semenjak Azka memiliki masalah dengan Kenanga, pertemanan mereka pun juga ikut berakhir.

"Sudah tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan 'kan? Sebaiknya kamu segera pergi dari sini. Aku tidak mau nanti ada yang datang terus marah-marah dan menyalahkan Kenanga," ucap Salma dengan nada ketus.

"Ma," tegur Kenanga sambil menyentuh punggung tangan ibunya.

Dia jadi tidak enak pada Azka. Namun, wanita itu pun mengerti apa yang menjadi alasan mamanya begitu tidak menyukai pria yang ada di sampingnya itu.

"Tidak apa-apa, Kenanga. Kalau begitu saya pergi dulu. Semoga ada kesempatan lain untuk saya berterima kasih dengan cara yang lebih baik." Azka pun menggendong anaknya dan pergi dari sana.

Setelah kepergian Azka, Salma jadi kesal. Suasana hatinya juga jadi begitu buruk. Dia meletakkan sendoknya dengan kasar ke atas piring, hingga membuat suara dentigan yang begitu keras. Andai ini bukan di tempat ramai, sudah pasti dirinya akan mencaci maki pria itu.

"Suasana hatiku jadi buruk setelah melihat dia ada di sini. Seharusnya kamu tadi tidak membantu anaknya, biarkan saja orang lain yang membantunya," ujar Salma dengan kesal.

"Aku mana tahu kalau itu anaknya. Lagipula dari tadi juga tidak ada yang mau membantu anak itu. Aku hanya kasihan, dia juga tidak salah apa-apa." Kenanga mencoba membela diri.

"Tetap saja Mama nggak suka melihat dia. Mama saja melarang Lucky untuk berteman dengan dia lagi agar tidak bertemu dengannya. Sekarang malah ketemu dengannya lagi di sini."

"Aku mana tahu akan bertemu dengan siapa dan di mana."

"Mungkin ini takdir," celetuk Lucky dengan begitu santai, seolah kata-katanya hanyalah angin semata.

"Takdir apa maksud kamu?" tanya Salma dengan mode galak.

"Sebentar lagi 'kan Kakak jadi janda. Mungkin pertemuan hari ini sebagai jalan agar mereka bersatu kembali."

Meskipun Lucky tidak menyukai masa lalu kakaknya. Namun, dalam hati dia tidak benar-benar membenci Azka karena dia tahu alasan dari perpisahan mereka. Lagi pula temannya itu juga tidak sepenuhnya bersalah. Orang-orang yang ada di sekitarnya yang membuat mereka terpaksa berpisah. Lagi pula Azka juga pria yang baik.

1
Hana Nisa Nisa
nyimak kak
Partini Minok Nur Maesa
kevin diksh tau klo kenanga janda pak Ridwan
Partini Minok Nur Maesa
jgn2 Ridwan punya anak laki laki
Yuliati Soemarlina
kakek neneknya kok pd acuh semua...
Yuliati Soemarlina
ya pasti bina..kevin mencintai kenanga dg tulus tanpa pamrih..tdk sepertimu n kel mu yg memanfaatkannya
Partini Minok Nur Maesa
buat kenanga ktm jodoh nya thor yg gabtheng kaya muda
Partini Minok Nur Maesa
davina anaknya msh balita trs ktanya dikhianati setelah 20 tahun hrsnya anaknya udah dewasa dong
Yuliati Soemarlina
nyeselkan kamu pisah dg kenanga ?..hub dg alicya tdk lanjut..perusahaan mau bangkrut..anak mabok"an..
akukaya
alaaaaa...alasannyeeerrrr....
akukaya
kan Kenanga dh lepasakn kau... kau nk apa lagi?
akukaya
3 jam perjalanan..jika jalannya elok dn tak jem .. ok je .. tapi bila jem merapat fiuuhhhhh berjam jam lah di atas jalan raya...🤣
Yuliati Soemarlina
udah pisah baru si kampret bima nyesel...
Yuliati Soemarlina
kel mokodo yg tdk punya malu..
Yuliati Soemarlina
si bima ternyata pencuri juga..gak ada bagus" kelakuannya
Yuliati Soemarlina
tunggu kehancuranmu bima..kamu manusia licik...kejam n tdk tau terima ksh..
Yuliati Soemarlina
air susu dibalas dg air tuba..jgn terlalu percaya n cinta sama org..
Yuliati Soemarlina
si bina ini kejam banget..
Yuliati Soemarlina
kasian kenanga hanya dimanfaatkan kel mokodo
Kukun Sabarno
semoga ada keajaiban kenanga bisa hamil
Kukun Sabarno
davina mencontoh kelakuan papa mamanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!