Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Integrasi Taman Fantasi Kosmik dan Bayang-Bayang dari Dunia Asal
Kereta Kencana Bintang Kosmik mendarat kembali di hamparan rumput kosmik Lembah Mirakel dengan kelembutan yang mutlak. Begitu roda kristal safirnya menyentuh tanah, dua proyeksi naga kehidupan perak di depan kereta melantunkan nada kepatuhan rendah sebelum akhirnya melebur kembali menjadi partikel cahaya suci yang meresap ke dalam formasi pelindung lembah.
"Horeee! Kita sudah pulang ke rumah!"
Zhu Ling'er melompat turun dari pintu kereta yang terbuka senyap. Baju tidur satin putih bermotif naga kecilnya melambai lincah, sementara jepit rambut bunga melati es di kepala kuncir kudanya berkilau lembut membiaskan sisa-sisa cahaya bintang dari lapisan langit ketujuh yang masih menempel di tubuhnya. Gadis kecil itu langsung berlari menuju kandang kelinci gendutnya di dekat rumpun bunga melati halaman depan, ingin segera memamerkan batu giok proyeksi gambar kelinci awan hasil jepretannya siang tadi.
Zhu Xuan melangkah keluar dari kabin kereta dengan keanggunan seorang penguasa tertinggi yang tak terbatas. Jubah putih polosnya yang bersih melambai samar mengikuti embusan angin malam lembah yang membawa aroma manis teh melati yang menenangkan. Sepasang matanya yang sedalam samudra kosmos menatap punggung mungil putrinya dengan kehangatan sejati seorang ayah.
"Dugu Bo, kembalilah ke paviliun meditasimu untuk mencerna sisa energi dari pelayaran langit tadi. Malam ini, biar aku sendiri yang menemani Tuan Kecilmu," ucap Zhu Xuan santai, kedua tangannya berada di dalam saku jubah putihnya.
"Baik, Yang Mulia Tuan Agung! Sisa sirkulasi energi naga kehidupan di tubuh orang tua ini memang membutuhkan penyelarasan. Saya mohon pamit undur diri," Dugu Bo membungkuk hormat sembilan olun derajat dengan ketulusan yang murni sebelum akhirnya melangkah perlahan menuju paviliun barat dengan aura kultivasi yang tampak jauh lebih padat dan stabil dari sebelumnya.
Setelah kepergian Dugu Bo, Zhu Xuan mengalihkan perhatiannya pada panel sistem transendental miliknya yang melayang transparan di sudut pandangannya.
[Ding! Menghitung Akumulasi Poin Kebahagiaan Permanen Putri Anda dari Pelayaran Langit Ke-7: Sempurna!]
[Fitur Terbuka Sekaligus: 'Taman Bermain Fantasi Kosmik' (Kini Anda dapat mengintegrasikan seluruh fasilitas hiburan modern tingkat transendental ke dalam wilayah lembah secara permanen).]
[Apakah Anda ingin melakukan integrasi penuh pada area selatan lembah sekarang? (Proses ini dijamin bebas dari kebisingan dan fluktuasi energi kasar yang dapat mengejutkan putri Anda).]
Zhu Xuan tersenyum tipis, sebuah ekspresi ketenangan mutlak yang mampu membuat seluruh hukum penciptaan dimensi tunduk dalam sekejap. Integrasikan seutuhnya, perintahnya dalam hati.
WUSH————!!!
Tanpa ada suara ledakan fana, tanpa ada guncangan tanah sedikit pun, ruang di wilayah selatan Lembah Mirakel—tepat di samping kompleks komidi putar kristal bintang yang lama—perlahan membelah dan meregang secara mandiri. Melalui manipulasi materi tingkat tak terbatas yang digerakkan oleh Poin Daddy Infinity, sebuah proyek megah berskala kosmik mulai ditenun oleh partikel cahaya pelangi.
Sebuah bianglala raksasa (Ferris Wheel) yang terbuat dari jalinan kristal nebula ungu dan safir laut perlahan bangkit berdiri menjulang tinggi menembus batas awan rendah lembah. Setiap kabin penumpangnya berbentuk seperti cangkang telur naga bintang yang transparan, dilapisi oleh matras bulu domba langit yang sangat empuk. Di sampingnya, sebuah labirin tanaman merambat spiritual yang bunganya bisa menyala warna-warni di malam hari merayap rapi, membentuk jalur permainan petualangan yang aman untuk melatih ketangkasan anak-anak.
Di tengah taman bermain fantasi tersebut, sebuah air mancur musikal kosmik memancar dengan ritme yang sangat lambat, menembakkan tetesan air mata air murni yang memantulkan konstelasi bintang masa lalu dan masa depan secara bergantian.
Seluruh area selatan lembah kini telah bertransformasi total menjadi pusat hiburan paling mewah dan paling sakral di seluruh jagat raya semesta, sebuah mahakarya yang diciptakan oleh seorang Super Daddy khusus untuk satu orang penonton utama: putri kecilnya.
Namun, tepat ketika integrasi taman bermain fantasi itu selesai dengan kesempurnaan mutlak, alis tebal Zhu Xuan sedikit berkerut. Pandangan matanya yang tajam dan mampu menembus seluruh garis waktu kausalitas mendadak beralih ke arah koordinat utara lembah, tepat di atas puncak Gunung Es Abadi di mana Gerbang Trans-Dimensi baru saja distabilkan siang tadi.
Meskipun ia telah memasang Segel Kausalitas Tak Terlihat yang sangat kuat, getaran dari pembukaan segel seratus persen Pedang Langit Abadi miliknya yang terlalu masif beberapa waktu lalu ternyata telah menyebar bagai riak air di atas danau mati menembus ruang hampa udara dimensi luar, mencapai wilayah terluar dari dunia asal mereka—Ranah Asal.
Di dalam celah hampa udara kosmik yang gelap dan dingin, ribuan tahun cahaya dari Daratan Douluo, sesosok kapal perang raksasa yang terbuat dari tengkorak binatang buas kuno dan logam hitam berkarat sedang berlayar dengan lambat. Di atas anjungan kapal tersebut, belasan pria berjubah hitam dengan tato lingkaran sihir kegelapan di sepanjang leher mereka sedang berlutut di depan sebuah cermin peramal darah.
Mereka adalah sisa-sisa pasukan garis depan dari faksi Sekte Dewa Hitam, organisasi kegelapan yang dulunya menghancurkan kerajaan masa lalu Zhu Xuan demi memburu garis keturunan energi kehidupan naga kosmik yang kini bersemayam di dalam tubuh Zhu Ling'er.
DUB... DUB... DUB...
Cermin peramal darah di hadapan mereka tiba-tiba bergetar hebat, mengeluarkan cairan merah pekat yang membentuk sebaris koordinat spasial samar yang mengarah ke wilayah Benua Douluo.
"Ketemu... Akhirnya kita menemukan sisa energi dari Permaisuri Kosmik dan bajingan pedang itu!" seorang tetua berjubah hitam dengan mata vertikal seperti ular mendesis penuh kebencian dan keserakan. "Koordinatnya mengarah ke sebuah planet fana tingkat rendah di dimensi bawah. Garis keturunan naga kehidupan milik anak perempuan itu... pasti ada di sana!"
"Penatua Agung, apakah kita harus segera mengerahkan armada penuh untuk menghancurkan planet fana tersebut?" tanya seorang prajurit kegelapan di belakangnya dengan suara berat.
"Tidak perlu armada penuh. Planet tingkat rendah seperti itu akan hancur berantakan hanya dengan tekanan atmosfer dari kapal perang kita jika kita terlalu terburu-buru," Penatua Ular itu terkekeh dingin, suara tawanya memancarkan aura kematian yang mampu membekukan jiwa. "Kirimkan tiga orang Pengejar Bayangan Tingkat Raja untuk menyusup terlebih dahulu melalui retakan dimensi terdekat. Tangkap anak perempuan itu hidup-hidup, dan bawa kepalanya Zhu Xuan kembali kepadaku."
Kembali ke Lembah Mirakel.
Zhu Xuan menarik kembali pandangan indra spiritualnya dengan seulas senyum yang sangat dingin di sudut bibirnya. Di dalam pupil matanya, visualisasi kapal perang tengkorak hitam milik Sekte Dewa Hitam dan seluruh rencana penyusupan mereka telah terbaca dengan kejelasan yang absolut. Bagi sang Penguasa Kosmik Surgawi yang kini telah menggenggam otoritas transendental penuh, seluruh pergerakan sekte kegelapan itu tidak lebih dari sekadar tontonan semut kecil yang sedang mencoba menggali lubang di bawah kaki raksasa.
"Pengejar Bayangan Tingkat Raja? Menarik," bisik Zhu Xuan santai, suaranya mengalir tenang namun mengandung niat membunuh kosmik yang mampu menghapus satu rasi bintang dari peta langit jika ia lepaskan seutuhnya. "Rupanya setelah delapan tahun berlalu, anjing-anjing pelacak dari Ranah Asal itu masih belum belajar tentang arti dari keputusasaan yang sesungguhnya. Datanglah... halaman bermain putriku kebetulan sedang membutuhkan beberapa ornamen patung batu baru untuk hiasan gerbang taman."
Zhu Xuan melangkah mendekati teras pondok kayu, di mana Zhu Ling'er sedang berlari-lari kecil kembali ke arahnya dengan wajah gembil yang dipenuhi kegembiraan yang meluap-luap.
"Ayah! Kelinci gendut suka sekali melihat gambar kelinci awan dari Ayah! Dia sampai melompat tinggi tiga kali!" seru Ling'er gembira, langsung menubrukkan tubuh kecilnya ke dalam pelukan hangat ayahnya.
Zhu Xuan menangkapnya dengan kesempurnaan seorang ayah super, mengangkat tubuh mungil Ling'er dan mendekapnya erat di atas dadanya yang kokoh. Seluruh aura dingin dan niat membunuh kosmik yang ia miliki sekejap sebelumnya lenyap tanpa bekas, digantikan oleh kehangatan dan kasih sayang murni yang tak terbatas.
"Anak pintar," Zhu Xuan mencium pipi gembil putrinya yang harum aroma bedak bayi dan bunga melati. "Ling'er, lihat ke arah selatan. Ayah sudah menyelesaikan bangunan baru untuk taman fantasi milikmu. Apakah kau mau melihatnya bersama Ayah?"
Ling'er menolehkan kepala kecilnya ke arah selatan, dan sepasang mata bulat besarnya seketika melebar sempurna saat melihat menara bianglala kristal nebula yang menyala anggun di bawah langit malam pelangi.
"Wahhhhh!!! Ayah! Ada roda raksasa yang punya lampu-lampu bintang warna ungu di sana! Itu apa namanya, Ayah?!" Ling'er memekik histeris penuh rasa kagum, tangan kecilnya menunjuk-nunjuk ke arah bianglala dengan gerakan yang sangat menggemaskan.
"Itu namanya Bianglala Nebula Bintang, Sayang. Dia akan membawa kita naik perlahan ke atas langit malam untuk melihat kunang-kunang spiritual menari dari ketinggian," jawab Zhu Xuan lembut sembari mencubit pelan hidung mungil putrinya, memicu suara tawa renyah yang sangat merdu dari bibir merah muda Ling'er.
"Mau naik, Ayah! Ayo kita ke sana sekarang juga!" Ling'er memeluk leher Zhu Xuan dengan erat, tidak ingin melepaskan dekapannya sedikit pun dari sang ayah yang selalu mampu mewujudkan seluruh impian negerinya menjadi kenyataan nyata.
"Ayo, Sayang," Zhu Xuan melangkah santai menyusuri jalan setapak kebun persik menuju taman hiburan barunya.
Malam ini, di bawah perlindungan mutlak dari sang Super Daddy, tawa ceria seorang anak perempuan akan terus menggema dengan keindahan yang abadi di dalam pelukan Lembah Mirakel. Dan bagi tiga bayangan kegelapan dari dunia luar yang saat ini sedang mencoba merayap mendekati perbatasan dimensi mereka... mereka sama sekali tidak menyadari bahwa melangkah masuk ke dalam wilayah ini dengan niat buruk... adalah keputusan tercepat untuk menemui akhir eksistensi mereka dari seluruh sejarah penciptaan jagat semesta raya.
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???