Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.
Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rules of the Game
Arkana dan teman-temannya menuju kantin, mereka mengedarkan pandangannya untuk mencari meja kosong
" Kita ke meja mereka di ujung sana aja, masih ada yang kosong " Ucap Rayan sambil menunjukkan meja Elzia dan teman-temannya
Sedangkan Arkana dan teman-temannya langsung berjalan menuju meja Elzia dkk
" Boleh gabung gak? Soalnya meja lain pada penuh semua " Ucap Dava mewakili yang lainnya
Elzia dan yang lainnya mendongak menatap Arkana dan para sahabatnya
"Duduk aja gak ada yang larang kok" Ucap kiara pada Arkana dan para sahabatnya.
Arkana dan sahabatnya langsung duduk, Arkana duduk tepat di samping Elzia, mereka yang melihat itu tak ambil pusing
Sedangkan Eliza berada di Ruang OSIS milik pribadinya, ia menatap datar surat yang ada di tangannya
" Beberapa hari lagi" Gumannya datar, kemudian ia beranjak dari duduknya sambil membawa kertas tersebut berjalan keluar
Tut.... Tut... Tut...
Klik..
"Saya tidak masuk di jam ke dua, sebab ada sedikit urusan untuk permasalahan lomba " Ucap Eliza datar pada seseorang, kemudian ia langsung mematikan teleponnya
Ia menaiki motor sport dan langsung menuju tempat tujuan
_________________________________________
Di SMA MANDIRI
Eliza sudah sampai sampai dan langsung memarkirkan motornya, banyak para murid yang melihat ke arahnya namun ia hanya mengabaikan
" Anjirrr siapa woi cantik banget "
"Atau jangan-jangan anak baru lagi "
"Gak mungkin itu dia mengenakan seragam milik SMA NUSA"
"Bidadari inimah"
"Mak calon mantu mu datang"
Begitulah para ocehan para murid yang berada di Koridor sedangkan Eliza hanya acuh
Ia membuka ponselnya beberapa menit setelah itu ia memasukkan lagi ke jaketnya.
Eliza berjalan menuju Ruang kepala sekolah MANDIRI banyak para murid yang melihatnya ada yang mengagumi, ada yang benci dan ada yang iri, begitulah cara pandang setiap orang
Eliza sampai di Ruang pak kepala sekolah tersebut
Tok.. Tok.. Tok...
"Masuk"
Ceklek
Eliza tidak pernah mengubah ekspresinya, ia hanya memasang wajah datar nan dinginnya.
Didepan meja pak Anto tersebut terdapat dua pemuda, sepertinya sedang dapat ceramah dari pak Anto
" Silahkan duduk dulu " Ucap pak Anto mempersilahkan Eliza duduk
" Saya tidak bisa lama-lama pak " Ucapnya datar
Sedangkan kedua pemuda itu menatapnya intens
"Baiklah apa tujuanmu kemari? " Tanya pak Anto pada Eliza. Meskipun ia sedikit Heran dengan sifat Eliza
"Saya ingin mengantarkan surat perjanjian tentang perlombaan yang diadakan beberapa hari lagi" Jelas Eliza meskipun dengan nada datar
Sedangkan pak Anto hanya mengangguk saja sebagai jawaban, dan meminta surat yang berada di tangan Eliza, Eliza memberikan surat yang berada ditangannya. Setelahnya pak Anto langsung menandatangani surat tersebut dan langsung menyerahkan kepada Eliza.
"Baiklah jika sudah selesai, saya undur diri " Ucap Eliza berjalan keluar dari ruangan pak Anto.
Eliza langsung menuju motornya dan menjalankan dengan kecepatan di atas Rata-rata
Setelahnya ia sampai di di sekolah Nusa, Eliza langsung Turun dari motornya.
Ia langsung menuju ke kantor kepala sekolah untuk mengantarkan berkas yang sudah ditandatangani.
Tok... Tok... Tok..
"Masuk"
Ceklek
Eliza langsung menuju meja pak Handoko, ia langsung memberikan kertas tersebut. Sedangkan pak Handoko langsung menerimanya
"Saya keluar" Pemit Eliza langsung berbalik pergi meninggalkan Pak Handoko
Sedangkan dikantin
Elzia dan yang lainnya termasuk Arkana dan teman-temannya sedang makan dengan santai. Namun seseorang mengalihkan perhatian mereka
"Aku boleh gabung sama kalian nggak? " Ucap seorang gadis
Elzia dan teman-temannya menoleh sekelilingnya masih banyak meja yang kosong
"Meja kosong masih ada sana? " Ucap Vitri menatap Anaya, ya gadis itu bernama Anaya
"Tapi aku pengen duduk sama kalian" Ucap dengan suara imutnya
Banyak pasang mata yang menatap Anaya termasuk zoya yang memandang nya dengan tatapan marah
"Cih gadis itu benar-benar tidak tahu malu, sok asik banget sama kk kelas " Gumannya kesal
"Siapa sih dia? "
"Gak tau mungkin dia anak baru yang kemarin kali"
"Ku dengar dia mau gabung sama mejanya kak Resti mereka"
"Bukannya itu tempat duduknya kak Eliza ya? Biasanya kak Eliza duduk disitu dekat kak Elzia "
"Tau tuh. Sok asik banget jadi cewek"
"Iya padahal meja lain masih banyak tuh, orang-orang pada selesai makan"
"Udahlah gak usah ngurus orang lain mending urus diri kita sendiri dari pada ngomenin orang lain "
Begitulah ocehan para murid dikantin ketika melihat Anaya yang berada di meja Elzia dan yang lainnya
Tanpa menunggu jawaban, Anaya langsung duduk di dekat Elzia, sekarang Elzia berada di tengah-tengah Arkana dan Anaya
Sedangkan Elzia dan teman-temannya merasa tak senang, meskipun itu tempat umum tapi meja tersebut sudah menjadi paporit bagi mereka ber sebelas.
Tap... Tap... Tap...
Suara langkah kaki menuju ke meja Elzia dan teman-temannya. Mereka semua menoleh, pantas saja hening tenyata yang datang Eliza dan Ranti si ketos dan wakil OSIS
Eliza dan Ranti menuju meja Elzia dan teman-temannya, Eliza hanya memandang datar Anaya yang tengah menatapnya juga
"Baiklah gue sebagai wakil OSIS disini ingin menyampaikan beberapa kata untuk kalian semua, beberapa hari lagi kita akan ada perlombaan antar sekolah dan kita adalah sebagai tuan rumah nya " Ucap Ranti panjang lebar
"Jadi disini lombanya adalah. Bola volleyball putri dan putra, bola basket putri dan putra, batminton putra,dan tenis meja putra, nah selesai perlombaan tersebut akan ada acara from night yang diadakan pada jam enam sore selesainya jam sembilan kurang ya kalo acara kita gak ada kendala. di acara ini silahkan pake bajunya bebas aja asal jangan baju kurang bahan aja,ini sekolah bukan bar atau tempat ngejalang. Dan nanti keluarganya bisa juga hadir atau teman-temannya yang dari sekolah lain, disini juga akan ada kegiatan ya jadi silahkan tunjukkan bakat nari kalian ya mau tari dari daerah mana aja semuanya boleh.nah mulai kegiatannya dari hari senin depan,jadi jangan lupa untuk bawa baju olahraga nya kalo untuk baju basket sekolah yang menyediakan "sambungnya
"Ada yang mau ditanyakan tentang perlombaan dan from night nya? " Ucap Ranti sambil melihat sekeliling nya
"Gue rasa penjelasan dari gue tadi udah jelas ya, jika nanti masih ada yang bertanya tentang lomba-lomba tersebut, buang aja kupingnya kalo gak digunain dengan baik" Sindir Ranti pada yang lainnya
'Bisa gak sih mulutnya gue sumpal pake kaos kaki '
'Iiih mulutnya pedes betul bah, habis makan cabe level berapa dia'
'Siapa sih yang jadiin dia wakil osis'
'Astaga cantik-cantik tapi mulutnya pedes banget'
Begitulah lah para batin murid-murid yang ada di kantin tersebut, mereka tak berani mengomen bisa-bisa di hukum nanti
"Sedikit mengingatkan kembali untuk from night, jika kalian mengenakan baju yang kurang bahan lebih baik kalian tak usah memakai baju, kurasa orang tua kalian mendidik kalian itu tidak kurang.dari cara kalian berpakaian sampai cara berbahasa kalian,dan yang lainnya, sampai sini kalian paham " Ucap Eliza datar yang sedari tadi diam
"PAHAM KAK" ucap mereka serempak
Uhukkk.. Uhukkk
Anaya terbatuk minumannya entah karena apa yang membuatnya batuk
'Sialan' batinnya
Sedangkan penghuni kantin hanya diam ya mau gimana lagi namanya juga aturan sekolah, dan hanya ada di SMA NUSA yang aturannya ketat bahkan seragam atau roknya harus di bawah lutut jika di atas lutut maka rok tersebut akan digunting disini juga tidak di perbolehkan berdandan atau memakai lipstik yang berlebihan